Web Developer: Teknologi Menarik yang Asyik Dipelajari

Web Developer: Teknologi Menarik yang Asyik Dipelajari

by
Rian Romadhon
July 29, 2021

Web developer kini menjadi salah satu profesi favorit. Banyaknya peminat sebagai developer ini kemudian membuat sektor pengembangan website menjadi salah satu bidang pekerjaan dengan penghasilan tertinggi. Tidak heran bila saat ini banyak orang yang berlomba-lomba ingin menjadi pengembang website.

Pengembang website pada dasarnya adalah seorang programmer yang bertugas membuat dan mengembangkan website untuk klien (klien ini biasanya adalah perusahaan atau instansi, bahkan perorangan). Di era digital ini, kebutuhan akan website memang cukup tinggi. Website digunakan sebagai representasi, portofolio, atau company profile bagi sebuah perusahaan.

Teknologi pengembangan web memang selalu menarik untuk dibahas. Bukan hanya bagi para pengembang pemula, para programmer profesional juga terus berinovasi dengan membuat terobosan-terobosan kreatif sehingga teknologi website makin maju dan lebih berkembang.

Untuk menjadi seorang pengembang web profesional, Anda perlu mempelajari banyak hal. Selain dasar-dasar pemrograman, tentunya Anda juga harus belajar masalah teknologi perkembangan website terbaru. Apa saja yang harus dipelajari dan bagaimana langkah-langkahnya?

web developer

Harus Mulai Dari Mana? 

Seperti yang telah disinggung di atas, sektor bisnis di bidang pengembangan website memiliki prospek yang sangat bagus. Kebutuhan perusahaan atau instansi akan website makin meningkat setiap tahunnya. 

Bidang kerja web development cukuplah luas. Bila tidak memiliki tujuan yang jelas saat belajar mengenai website development, maka akan sangat sulit untuk mengimbangi tantangan-tantangan yang ada. Perlu diketahui, belajar membuat website bukanlah perkara mudah. Pasalnya, web development juga berbeda dengan mobile app development dan lebih kompleks.

Tujuan masing-masing orang menjadi pengembang website memang berbeda-beda. Ada yang memang ingin belajar untuk kepentingan profesional, tuntutan pekerjaan, atau hanya sekadar menambah kemampuan dan pengetahuan saja. Apa pun tujuannya, pastikan agar paham dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.

Karena memiliki banyak cabang pengerjaan, tujuan yang jelas patut diterapkan dari awal agar dapat mengambil keputusan tepat tentang cabang mana yang akan benar-benar dipelajari dengan mendetail. 

Belajar menjadi seorang pengembang web bisa dimulai dengan beberapa cara. Belajar lewat platform atau kursus secara online adalah salah satu di antaranya. Pembelajaran dengan cara ini memang cukup mudah, apalagi bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu.

Bila menginginkan pembelajaran yang lebih profesional, maka Anda sebaiknya ambil pendidikan khusus terkait pengembangan website. Pembelajaran secara profesional ini bisa dilakukan dengan menempuh pelatihan resmi ataupun melanjutkan pendidikan dengan fokus pada pembuatan dan pengembangan website.

Tugas Seorang Web Developer

Setelah memutuskan untuk fokus dan benar-benar belajar mengenai website developer, selanjutnya Anda perlu mengetahui apa saja tugas-tugas utama seorang developer. Secara sederhana, proses pengembangan website dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pengembangan, tes, hingga dirilis secara resmi.

Tugas dari seorang pengembang web (atau biasa juga disebut programmer web) mencakup seluruh tahapan-tahapan tersebut di atas. Dari sini, dapat diketahui bahwa lingkup tugas pengembang web memang cukup luas.

Pengembangan website tidak sebatas pada coding saja, tetapi juga terkait dengan konten, desain web, pemilihan dan pengaturan web server atau hosting, server atau client side scripting, serta sistem keamanan jaringannya.

web developer

Secara umum, tugas dan tanggung jawab pengembang website adalah :

1. Membangun Situs Web

Tugas utama seorang pengembang pastinya adalah membangun situs web mulai dari nol. Pembangunan dan pengembangan ini menggunakan bahasa pemrograman. Nantinya akan dibagi lagi ke dalam beberapa tim yang bertanggung jawab dari sisi frontend, backend, dan database.

Frontend bertanggung jawab terhadap tampilan interface dengan menggunakan CSS atau HTML. Backend bertugas menyempurnakan tampilan bagian di belakang layar menggunakan Python atau PHP agar lebih efisien. Sementara itu, tim database nantinya akan merancang dan mengaplikasikan data.

2. Merencanakan Pembuatan Web

Perencanaan pembuatan web menjadi penting karena di dalamnya nanti akan ada berbagai arahan-arahan pengerjaannya. Tahapan perencanaan ini juga mengukur beban setiap halaman web yang ada agar tidak terjadi problem di depannya.

Begitu selesai dibuat, rencana akan disosialisasikan kepada seluruh tim. Setelah itu, tugas dan tanggung jawab masing-masing orang akan diberikan pula sesuai kemampuan. Di dalam rencana, seharusnya juga sudah dihitung timeline pengerjaannya.

3. Melakukan Maintenance dan Update

Setelah website berhasil dibuat, akan dilakukan pengetesan terlebih dahulu sebelum dirilis secara resmi. Jika semuanya berjalan dengan baik, maka web siap untuk dirilis. 

Namun, bukan berarti tugas seorang web developer berhenti sampai di sini saja. Selanjutnya adalah tugas pemeliharaan dan pembaruan terhadap website. Dua hal ini rutin dilakukan secara berkala agar website bisa tetap berjalan dengan baik.

4. Pembuatan dan Pengetesan API

Application programming interface atau dikenal juga dengan nama antarmuka pemrograman aplikasi adalah sebuah ketentuan komunikasi antara bagian-bagian penyederhanaan implementasi dan perawatan perangkat lunak.

API memungkinkan pengembang menjalankan beberapa bagian dari sebuah aplikasi berbeda secara bersamaan. API sering dipakai sebagai library untuk situs web yang sedang dibuat dan dikembangkan. Karena peranannya cukup penting di dalam web development, API akan didokumentasikan segera setelah dibuat.

5. Mendokumentasikan Pengerjaan

Pengembangan website juga membutuhkan dokumentasi. Bahkan, dokumentasi menjadi sebuah keharusan. Dokumentasi nantinya dilakukan dengan cara pengecekan seluruh bagian web yang berguna untuk peningkatan kualitas situs web. Selain itu, dokumentasi juga berguna dalam pemeliharaan dan pembaruan.

Front End dan Back End Developer. Apa Bedanya?

Bicara mengenai website development, maka akan tidak lepas dari frontend dan backend developer. Selain kedua hal tersebut, ada juga full stack developer. Sebenarnya, apa perbedaan dari ketiga peran tersebut?

frontend & backend developer

Frontend Developer

Sederhananya, frontend developer adalah mereka yang bertanggung jawab terhadap urusan tampilan website. Apa saja yang terlihat oleh user atau pengguna, itu merupakan tanggung jawab dari frontend developer.

Pekerjaan frontend developer mencakup keseluruhan dari desain website, mulai dari menu, tombol-tombol interaksi, hingga gambar ilustrasi yang digunakan agar memberikan pengalaman yang berbeda bagi para user yang mengunjungi web.

Di dalam keseluruhan tim website developer, tim frontend haruslah lebih kreatif dibandingkan dengan tim lainnya. Kemampuan utama yang diperlukan di dalam tim ini adalah desain yang mumpuni meskipun sebenarnya kemampuan desain menengah saja sudah cukup.

Tidak hanya desain, frontend developer dituntut pula agar paham mengenai alur dari website yang dibangun, interaksi para user yang datang mengunjungi web, kenyamanan para pengunjungnya, proses navigasi, dan lain-lain. Frontend developer juga wajib menguasai bahasa pemrograman terkini.

Backend Developer

Bila frontend mengurusi bagian tampilan website, backend bertugas mengurus dapur belakangnya. Pekerjaan backend developer ini melakukan peng-coding-an. Meskipun pekerjaannya tidak terlalu tampak oleh para user, peran backend developer tidaklah main-main.

Tanggung jawab lain yang diemban oleh backend developer adalah melakukan peningkatan dan penyuntingan fungsi pada sistem, library, API, dan lain-lainnya. Kesimpulannya, backend developer bertugas menghubungkan bagian depan kepada server atau fungsi lain yang tidak kasat mata oleh para user.

Full Stack Developer

Tim web developer selanjutnya yang memiliki peranan penting adalah full stack developer. Tim ini merupakan gabungan dari frontend dan backend developer. Tim full stack bertugas mengurus pembangunan website dari desain tampilan hingga masalah coding di bagian backend developer.

Keahlian yang setidaknya harus dimiliki oleh full stack developer adalah pengetahuan seputar server, database, bahasa pemrograman, struktur website, websocket, dan API. Mereka wajib juga memiliki pemahaman seputar UI dan UX yang berkaitan dengan tampilan website.

Teknologi Web Development yang Perlu Dipelajari

Di Indonesia sendiri, sudah banyak software house profesional yang memiliki tim pengembang website andal. Namun, seiring kemajuan dunia digital, kini siapa pun bisa menjadi web developer. Akses yang mudah untuk mendapatkan ilmu dan belajar mengenai dasar-dasar pembangunan website menjadikan banyak orang makin semangat untuk menggeluti bidang ini.

teknologi web developer

Selain paham dengan tugas-tugas seperti di atas, menjadi pengembang website juga harus memiliki pengetahuan terhadap teknologi-teknologi yang digunakan sebagai penunjang. Di bawah ini adalah beberapa teknologi yang umum digunakan oleh para developer. Apa saja? Cek daftarnya berikut ini:

1. HTML

Dasar dari pembuatan halaman website, termasuk di dalamnya berisi konfigurasi untuk konten adalah HTML. Contoh penggunaan HTML sendiri seperti penyusunan paragraf, penyisipan tautan, heading, dan blockquote yang terdapat di dalam halaman website.

Eksistensi HTML sebagai salah satu bahasa pemrograman untuk pengembangan website memang sudah cukup lama. Seorang developer pemula wajib untuk menguasai HTML secara profesional.

Struktur bahasa yang digunakan pada HTML cukup sederhana. Contohnya seperti tag dan atribut yang digunakan sebagai mark up pada halaman website. Web developer wajib membuat struktur sederhana agar mudah dimengerti, terutama oleh mesin pencari. Dengan begitu, website dapat ditemukan dengan mudah oleh pengguna.

2. CSS

Teknologi CSS (Cascading Style Sheets) juga termasuk ke dalam bagian frontend developer. CSS bertugas untuk membuat tampilan menarik pada website. CSS memiliki fungsi sebagai pemisah antara isi atau konten dengan tampilan yang ada pada website.

Elemen-elemen yang ada pada tampilan website dapat diatur di dalam HTML, dan CSS nantinya akan mengizinkan pengaturan tampilan warna, tata letak, dan ukuran setiap elemen dengan mudah di dalam setiap elemen website.

3. JavaScript

Tampilan website yang sempurna dan dinamis tentunya menjadi keinginan setiap pihak, tidak terkecuali tim pengembangnya. Untuk membuat tampilan seperti itu, penggunaan JavaScript bisa menjadi pertimbangannya.

Pada JavaScript, terdapat beragam fitur menarik, dari yang mudah hingga fitur canggih yang sangat kompleks. Contoh fitur-fitur tersebut di antaranya adalah carousel, galeri, aneka tombol, dan tata letak.

javascript developer

Animasi juga bisa dibuat lewat pemanfaatan fitur-fitur JavaScript, baik dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Aplikasi-aplikasi yang terhubung dengan database dapat disisipkan pada website.

Karena bertanggung jawab pada tampilan website, JavaScript masih termasuk di dalam bagian frontend developer. Keunggulan lain dari JavaScript ini adalah banyaknya framework yang dimiliki.

4. MySQL

Dinamis atau tidaknya sebuah halaman website juga bergantung kepada keberadaan database. Lewat database, sistem penampung data dapat mungkin dikembangkan. MySQL ini terdapat pada sisi backend developer.

MySQL sangat berguna bagi mereka yang menginginkan pengumpulan informasi para penggunanya. Pada saat user mengisi formulir di dalam website misalnya, maka MySQL nantinya akan melaksanakan perintah untuk mengambil data yang telah di-submit agar masuk ke dalam database.

5. PHP

Selain MySQL, di sisi backend developer ada PHP. Bahasa pemrograman ini ikut andil dalam membuat tampilan website menjadi lebih menarik dan dinamis sehingga website bisa beradaptasi dengan perangkat para user. Selain itu, PHP juga memiliki fungsionalitas optimal.

Bila hanya menggunakan HTML saja, sebuah website biasanya dinilai kurang responsif. Hasilnya, website akan statis, tampilannya monoton dan parahnya, tidak dapat mengikuti perangkat penggunanya.

Kombinasi HTML dan PHP dapat membuat website tampil lebih maksimal dan pastinya jauh lebih menarik. Proses masuk dan keluarnya data dengan menggunakan database juga menjadi lebih mudah bila menggunakan gabungan HTML dan PHP.

6. WordPress

WordPress adalah model website dengan sistem CMS (Content Management System). Lewat CMS, pembuatan website menjadi jauh lebih mudah dan tidak terlalu dibutuhkan banyak pengetahuan teknis. Untuk membuat tampilan yang elok dan profesional, tersedia banyak sekali template, baik yang berbayar ataupun gratis.

Melihat dari sisi kemudahan dan kecepatannya, telah banyak web developer yang menggunakan WordPress sebagai dasar pembuatan website untuk klien-kliennya. Website berbasis CMS ini juga dapat dikonfigurasikan sesuai kebutuhan, sesuai dengan fungsionalitas yang ada.

7. Laravel

Web development dengan menggunakan teknologi-teknologi di atas memang dapat menghasilkan produk website yang mumpuni. Namun, masalah efektivitas waktu sepertinya harus diperhatikan.

Untuk menghemat waktu, kini telah banyak alternatif pengembangan lainnya. Contohnya saja penggunaan Bootstrap yang memberikan kemudahan proses pengembangan karena mengandalkan script atau pustaka agar membuat UI bisa dikerjakan dalam waktu singkat.

Ada juga Laravel, salah satu framework pengembangan web dengan pengguna terbanyak. Laravel sudah dilengkapi oleh berbagai macam fitur, seperti fitur keamanan, untuk dapat menghemat waktu pengembangan website.

“Alat Tempur” Para Web Developer yang Harus Disiapkan

Selain belajar berbagai macam teknologi seperti di atas, web developer juga harus dipersenjatai dengan aneka “alat tempur” untuk bisa mempercepat dan memudahkan proses pembangunan website. Apa saja? Berikut daftarnya:

web developer tools

1. Kontrol Revisi

Alat ini dapat membantu dalam pencatatan perubahan pada saat proses development. Segala perubahan yang ada tercatat rapi di dalam source code. Bila ada anggota tim yang mengubah konfigurasi, maka anggota tim lainnya yang memiliki akses juga akan dikirimi notifikasi. Dalam kerja sama tim, alat ini tentunya sangat membantu.

Alat kontrol revisi selalu memiliki backup. Dengan begitu, bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama proses pengembangan, website dapat langsung dikembalikan ke kondisi sebelumnya. Salah satu revision control populer yang biasa digunakan adalah Git.

2. Linux

Tidak ada masalahnya menggunakan sistem operasi Windows untuk belajar dan latihan menjadi web developer. Namun, akan lebih baik lagi bila menggunakan perangkat dengan sistem operasi Linux. Mengapa? Pasalnya, Linux akan membantu developer pemula dengan ketepatan penulisan dan script pemrograman. Linux juga dikenal memiliki case sensitive.

Linux dapat pula menjadi sebuah sarana pembelajaran permission lewat folder ataupun file. Permission ini bermanfaat untuk menghubungkan antara folder yang berada di dalam web server. Kesalahan dalam pengaturan permission dapat berakibat fatal. Bisa saja folder yang ada dapat diakses secara penuh oleh siapa saja pada internet.

3. Framework

Jika tidak ingin membangun website dari nol, maka bantuan framework akan sangat dibutuhkan. Dengan menggunakan framework, Anda tidak perlu menulis baris kode secara manual, yaitu satu per satu.

Di dalam framework, terdapat berbagai macam file pustaka yang di dalamnya memiliki fungsi dasar yang berbeda. Fungsi-fungsi tersebut sangat bisa dimanfaatkan dalam pembuatan fondasi website secara mudah.

Misalnya, pada saat akan membuat salah satu halaman web. Pembuatan halaman akan memerlukan serangkaian kode yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Dengan penggunaan framework, penulisan kode bisa dilangkahi, tinggal gunakan saja fungsi framework yang ada untuk membuat halaman web yang diinginkan. Dengan beberapa baris kode saja, halaman web sudah dapat dibuat secara lengkap.

Istilah sederhananya, framework ini merupakan kumpulan alat-alat yang akan memudahkan dan membuat proses pembangunan menjadi lebih cepat selesai. Tentunya ini akan sangat memudahkan tim web developer dalam proses pengembangan website.

Bila tidak ada framework, maka tidak akan terbayangkan betapa sulitnya membangun sebuah website. Semua perintah dan kode yang ada harus ditulis serta dikerjakan secara manual. Waktu pengerjaan tentunya akan sangat lama. 

Beberapa contoh framework yang biasa digunakan oleh para pengembang di antaranya adalah Laravel dan CodeIgniter. Selain kedua framework tersebut, masih banyak jenis framework lain yang dapat digunakan dalam proses pembuatan website.

4. CSS Framework

Dalam mengunjungi website, user tidak selamanya menggunakan peranti desktop. Banyak juga yang menggunakan gawai, seperti tablet atau ponsel pintar dalam menjelajah website. Oleh karena itu, patut diperhatikan pula tampilan website yang responsif agar user yang mengakses lewat perangkat smartphone tetap nyaman.

Layout yang responsif dapat membuat tampilan web menyesuaikan ukuran layar ponsel. Meskipun “diperkecil”, web tetap bisa tampil secara maksimal. Ketika website sudah responsif, maka user tidak perlu lagi memperbesar layar untuk membaca konten yang ada di dalam website.

Alat yang dapat digunakan untuk membuat tampilan web menjadi responsif adalah Bootstrap. Alat ini merupakan versi terlengkap dari CSS. Bootstrap telah dilengkapi dengan beberapa macam fungsi yang berisikan berbagai menu, ikon, widget, dan tombol-tombol versi lebih canggih dan modern. Pelajari lagi alat ini lebih lanjut agar dapat membangun sebuah website yang nyaman dan ramah kepada para user.

5. Adobe Color atau Alat Sejenis Lainnya

Untuk tampilan website yang jauh lebih mantap, penggunaan Adobe Color untuk menentukan warna-warna yang diinginkan dapat dicoba. Adobe Color memungkinkan penggunanya untuk mencoba atau membuat bahkan hingga menyimpan skema warna. 

Ada fitur tool color wheel untuk pemberian kode HEX pada salah satu warna tertentu. Kode-kode warna tersebut yang kemudian dibutuhkan di dalam proses desain web. Adobe Color ini cocok digunakan untuk para web developer yang berfokus pada sisi frontend developer.

Selain alat-alat di atas, masih banyak “alat tempur” lain yang dapat digunakan selama proses web development, seperti Advance JavaScript atau Unit Testing. Pastinya, penggunaan peralatan ini disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan website.

Bagaimana? Makin tertarik menjadi seorang web developer? Bila iya, mulailah segera belajar. Sudah banyak tim software development yang membuka pelatihan untuk para pengembang website pemula. Atau justru ingin langsung membuat website untuk mempromosikan usaha sendiri? Konsultasikan kebutuhan website kepada IT consultant tepercaya, seperti SoftwareSeni untuk dapat tahu lebih detail kebutuhan akan website profesional.

FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577