12 Alasan Mengapa Laravel adalah PHP Framework Terbaik dalam Pengembangan Aplikasi

12 Alasan Mengapa Laravel adalah PHP Framework Terbaik dalam Pengembangan Aplikasi

by
Rian Romadhon
December 10, 2020

Saat ini, ada sekitar 2,8 juta aplikasi yang beredar di Google Playstore dan 2,2 juta aplikasi yang beredar di Apple Store. Dari angka tersebut, tercatat ada 202 miliar aplikasi yang diunduh selama tahun 2019, dengan rerata pengguna ponsel pintar mengunduh 30 aplikasi setiap bulan.

Statistik yang cukup fantastis tersebut menggambarkan besarnya pasar pengguna aplikasi mobile di dunia. Karena itu, tidak heran jika kini pengembangan mobile app tidak hanya dilakukan oleh pemodal berduit, tetapi sudah merambang ke semua kalangan, termasuk pelaku UMKM dan home industry. 

Apalagi, dengan hadirnya Software House seperti Softwareseni yang siap membantu Anda membuat atau mengembangkan aplikasi mobile, web, dll. Siapa pun kini bisa meluncurkan aplikasi sendiri, baik untuk sistem operasi Android, iOS, atau bahkan lintas platfom.

Sehubungan dengan pengembangan aplikasi, Anda tentu tahu bahwa sebagian besar pengembang memilih memakai PHP (Hypertext Preprocessor) sebagai bahasa pemrograman. Selain memang sudah digunakan secara luas, PHP juga dikenal sangat fleksibel, mudah dipakai, dan stabil. Oleh sebab itu, tidak heran jika para pengembang aplikasi besar seperti Facebook pun turut menggunakannya.

Apa itu PHP Framework?

Secara sederhana, PHP framework adalah alat bantu yang menyediakan struktur dasar pembuatan sebuah aplikasi. PHP framework dapat membantu Anda mengembangkan sebuah aplikasi (software development) dengan cepat, stabil, dan efisien karena penulisan kode-kode yang berulang tidak perlu lagi dilakukan secara manual.

laravel developer

Tak hanya itu, PHP framework juga sangat bermanfaat karena dapat melakukan pemeriksaan terhadap interaksi di dalam pangkalan data dan kode yang ditulis oleh pengembang. Dengan demikian, pengembang bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan fungsi aplikasi alih-alih menulis kembali kode yang datang secara berulang (repetitive code).

PHP framework dibuat sebagai sebuah Model View Controller (MVC), yaitu perangkat yang dapat membagi arsitektur pemrograman ke dalam bagian-bagian yang lebih spesifik sehingga masing-masing komponen bisa dimodifikasi tanpa mengubah komponen lainnya.

Dengan MVC, pengubahan fungsi dalam aplikasi tidak akan berpengaruh terhadap komponen antarmukanya. Hal ini bisa terjadi karena perangkat tersebut membagi pemrograman ke dalam tiga area: Model, View, dan Controller.

  • Model – mengacu pada data aplikasi
  • View – mengacu pada komponen visual antarmuka
  • Controller – mengacu pada fungsi atau logika aplikasi

Tanpa penggunaan PHP framework, pengembang dipastikan butuh waktu lama untuk menyelesaikan pembuatan komponen aplikasi. Sebab, rintangan terbesar dari penulisan kode aplikasi sejatinya adalah pembuatan baris kode yang terus berulang—sangat memakan waktu dan tenaga.

Memahami Pentingnya PHP Framework untuk Pengembangan Aplikasi

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa peran PHP framework dalam pengembangan aplikasi sangatlah vital. Lantas, apakah efisiensi waktu penulisan kode adalah satu-satunya alasan pengembang memakai perangkat ini?

pentingnya laravel dalam pengembangan aplikasi

Tentu saja tidak. Selain mempercepat proses pembuatan aplikasi, pengembang juga dapat memperoleh sejumlah manfaat dari penggunaan PHP framework, yaitu:

1. Membuat Aplikasi Lebih Aman

PHP framework memungkinan Anda bekerja menggunakan susunan kode dan komponen yang sudah terbukti aman. Cara ini tentu jauh lebih meyakinkan daripada menulis kode sendiri; terutama jika Anda masih tergolong pengembang pemula.

Komponen yang disertakan dalam library PHP framework terus diuji, dikembangkan, dan divalidasi oleh banyak pengembang yang menggunakan perangkat tersebut. Ini adalah salah satu kelebihan PHP framework sebagai program open source yang bebas diakses oleh siapa saja.

2. Memudahkan Pengembangan Melakukan Pemeliharaan

Pola penulisan dan penyusunan kode yang tertata rapi akan memudahkan Anda melakukan pemeliharaan dan pengembangan aplikasi. PHP framework juga akan memandu Anda menulis kode yang lebih mudah dibaca, dites, dan dikembangkan. Faktanya, hampir semua PHP framework yang dipakai saat ini sudah dirancang untuk melakukan banyak pengetesan dalam proses mobile app development.

Tentu saja, menggunakan perangkat ini tidak sama seperti menyusun kepingan puzzle; Anda tetap perlu menulis dan membuat komponen-komponen sendiri. Namun, prosesnya tentu jauh lebih mudah daripada harus menulis kode PHP sendiri dari nol.

3. Memuluskan Kerja Sama Antarpengembang

Saat menulis kode untuk membuat fungsi-fungsi tertentu, Anda sebagai penulis aslinya tentu dapat dengan mudah mengenali tiap-tiap bagian dari kode tersebut dan bisa menjalankannya dengan mudah. Namun, hal ini bisa menjadi masalah apabila Anda hendak memperoleh bantuan dari pengembang lain, sebab ia tentu tidak akan bisa memahami kode yang dibuat tanpa dokumentasi dan blueprint yang jelas.

PHP framework akan memudahkan orang lain untuk memahami proyek yang sedang Anda kembangkan. Sekalipun seorang pengembang belum pernah memakai framework yang Anda rancang, pola desain pada PHP framework dapat memudahkannya memahami cara kerja framework tersebut.

4. Memiliki Komunitas yang Besar

Komunitas pengguna PHP framework dikenal sangat masif dan aktif. Popularitas perangkat ini menarik banyak minat pengembang untuk menciptakan komponen pembantu, library, bahkan widget untuk digunakan secara bebas. Tak hanya itu, Anda pun dapat dengan mudah menemukan tutorial, buku, dan video mengenai PHP framework di mana saja.

Sebagai pengembang, dukungan komunitas dapat memberikan perbedaan yang amat signifikan, terutama jika Anda sedang mengerjakan proyek baru dengan pola penulisan kode dan penggunaan komponen yang terasa “asing”.

Mengenal Jenis-Jenis PHP Framework yang Digunakan Saat Ini

Saat ini, pengembang aplikasi mobile memiliki banyak pilihan PHP framework. Sebelum membahas lebih jauh mengenai Laravel secara spesifik, ada baiknya untuk mengenal beberapa kompetitor perangkat tersebut.

framework laravel terbaik

Inilah beberapa jenis PHP framework paling populer saat ini:

1. Symfony

Framework berbasis komponen sistem modular ini dikenal sangat fleksibel sehingga cocok bagi pengembang aplikasi yang senang bereksperimen. Symfony sudah mendukung penggunaan banyak pangkalan data, seperti SQL Server, Oracle, Drizzle, dan MySQL.

2. CodeIgniter

Diluncurkan sejak tahun 2006, CodeIgniter telah menginspirasi pembuatan banyak PHP framework modern. Perangkat ini terkenal akan kecepatan dan bobot processing yang amat ringan karena sudah mendukung beberapa metode caching sekaligus.

3. CakePHP

PHP framework ini dilengkapi ORM sendiri untuk memudahkan pengembangan aplikasi. Anda pun dapat menyederhanakan tugas-tugas repetitif melalui fitur Components & Helpers yang disediakan. Asyiknya, Anda bisa langsung menulis kode tanpa melakukan konfigurasi XML atau YAML karena CakePHP sudah memberikan konfigurasi default.

4. FuelPHP

FuelPHP mengimplementasikan arsitektur HMVC (Hierarchical Model View Controller) yang diklaim mampu memberikan modularitas lebih baik dan memiliki organisasi kode yang lebih rapi. Framework ini dilengkapi fitur keamanan berlapis yang cukup tangguh, mulai dari proteksi CSRF hingga penyaringan URL dan XSS.

5. Slim

Slim disebut sebagai micro PHP framework karena memiliki basis kode yang sangat ringan. Hal ini dikarenakan Slim tidak memiliki ketergantungan apa pun terhadap kode bawaan pihak ketiga. Framework ini adalah salah satu pilihan pertama pengembang pemula karena didesain secara ringkas untuk membuat aplikasi kecil yang tidak terlalu kompleks.

Mengapa Laravel adalah Pilihan Terbaik?

Dari sekian banyak pilihan PHP framework yang bisa Anda pilih, Laravel patut dipertimbangkan sebagai kandidat kuat. Perangkat berbasis open source yang dibuat dan dikembangkan oleh Taylor Otwell sejak tahun 2011 ini mengikuti konsep MVC yang telah dijelaskan di atas sehingga sangat ideal dipakai untuk mempercepat pengembangan aplikasi mobile.

laravel

Versi yang terbaru adalah versi kedelapan. Versi ini bahkan masih tergolong sangat fresh karena baru diluncurkan pada tanggal 8 September 2020. Versi teranyarnya dilengkapi beragam fitur baru, seperti Tailwind CSS dan Jetstream, serta mendapat peningkatan di hampir semua aspek.

Untuk memperjelas keunggulan PHP framework yang satu ini, inilah 12 alasan memilih framework ini untuk pengembangan aplikasi:

1. Dukungan MVC dan Pendekatan Berbasis Objek

Seperti yang sudah tertulis di atas, pola arsitektur yang digunakan adalah MVC. Ini berarti, framework yang digunakan secara otomatis sudah memisahkan elemen antarmuka dengan elemen fungsi atau logika aplikasi yang dikembangkan. Dengan demikian, Anda bisa melakukan modifikasi komponen aplikasi secara spesifik tanpa perlu khawatir mengubah komponen-komponen lain.

Eloquent digunakan sebagai ORM (Object Relationship Mapping) untuk membantu pengembang mengambil data yang diperlukan dari pangkalan data. Perangkat ini akan memfasilitasi jaringan antardata dan hubungan antara data dengan fungsi aplikasi. Dengan kata lain, Anda tidak perlu lagi menulis SQL secara manual. Apalagi, Eloquent sudah mendukung data berbasis MySQL, SQLite, SQL Server, dan PostgreSQL.

Untuk menyatukan elemen-elemen di dalamnya, Anda bisa menggunakan fungsi Service Provider, yaitu pusat konfigurasi aplikasi yang bertugas mengatur hubungan antar kelas-kelas kode dan mengikat beraneka komponen ke Service Container.

2. Tingkat Keamanan yang Baik

Di samping kemudahan penggunaan, framework PHP ini juga menawarkan sesuatu yang sangat penting bagi pengembangan aplikasi mobile: keamanan. PHP framework ini sudah mendukung implementasi sistem keamanan profesional, mulai dari autentikasi pengguna, otorisasi, hingga verifikasi lewat email.

Secara default, OpenSSL digunakan untuk memberikan enkripsi AES-256 dan AES-128 (Advanced Encryption Standard) yang sangat andal. Sangat disarankan untuk memakai fitur enkripsi bawaan alih-alih membuat algoritma pengodean sendiri. Selain OpenSSL, Laravel menyediakan fitur hashing berbasis Bcrypt dan Argon2 untuk melindungi sandi pengguna.

Keamanannya pun cukup ketat untuk mencegah pembuatan request palsu melalui penggunaan token Cross Site Request Forgery (CSRF). Sistem secara otomatis akan membuat token keamanan melalui AJAX, lalu membandingkan token tersebut dengan token yang ada di dalam data pengguna. Apabila tidak cocok, request akan ditolak dan proses tidak akan dilanjutkan.

3. Dukungan Packages yang Lengkap

Selain berfungsi sebagai PHP framework, ada beragam perangkat lunak untuk menunjang kebutuhan pengembang. Pemakaian perangkat tambahan atau packages adalah hal lumrah dalam pengembangan aplikasi menggunakan PHP framework. Meski demikian, tidak banyak framework yang menyediakan packages sebanyak dan selengkap ini.

package laravel

Beberapa packages yang sangat populer di kalangan pengembang adalah;

  • Socialitepackage ini membuat pengguna dapat masuk ke aplikasi melalui beragam jaringan media sosial populer, termasuk Facebook, Google, dan Twitter.
  • Spatie – memberikan fungsi Role & Permission, seperti middleware dan direct permission, untuk meningkatkan efisiensi kode inti framework.
  • SEOTools – membantu optimalisasi SEO untuk aplikasi yang Anda kembangkan. Dilengkapi antarmuka ramah pengguna, serta mendukung framework versi 5 ke atas dan Lumen.
  • AvoRed – cocok untuk pengembang aplikasi belanja daring karena berfungsi untuk membuat keranjang belanja custom, serta mengelola entitas produk sesuai kebutuhan.
  • No Captcha – berfungsi untuk mengimplementasikan validasi Google reCaptcha demi melindungi aplikasi dari serangan spam.

Selain pilihan di atas, masih ada banyak sekali packages yang bisa Anda gunakan. Masing-masing packages memiliki fungsi khusus yang mencakup hampir semua jenis kebutuhan, mulai dari fungsi pelengkap e-commerce hingga keamanan jaringan.

4. Instalasi yang Mudah 

Instalasinya sangat mudah dan cepat. Anda bahkan bisa menggunakan dua cara untuk melakukan instalasi; melalui Composer atau langsung dari installer bawaan perangkat ini. Namun, sebelum melakukan instalasi, pastikan Anda sudah memasang Laravel Homestead, yaitu aplikasi pengembangan PHP resmi besutan framework tersebut.

Anda tetap bisa melakukan instalasi tanpa memasang Homestead, tetapi pastikan peladen Anda mampu menjalankan program yang dibutuhkan, seperti PHP versi 7 ke atas, OpenSSL PHP, XML PHP, dll.

Untuk memasang langsung dari installer-nya, cukup ketikkan baris perintah berikut ini di terminal yang Anda pakai: composer global require Laravel/installer. Sementara itu, jika mau memakai Composer, cukup ketikkan perintah baris: composer create-project--prefer-dist Laravel/Laravel:^7.0 nama_proyek Anda. Sangat mudah, bukan?

5. Mendukung Artisan

Artisan merupakan nama antarmuka baris perintah bawaan. Fitur ini memungkinkan pengembang untuk memasukkan sejumlah perintah (command) selama proses pengembangan aplikasi. Basis sistem yang dipakai untuk mengeksekusi perintah ini adalah komponen konsol (Symfony Console).

Artisan mendapat banyak pujian dari pengembang profesional karena kegunaannya. Baris perintah ini memungkinkan pengembang memakai command sederhana untuk melakukan berbagai tugas secara otomatis. Hampir semua tugas dasar yang dibutuhkan oleh pengembang bisa ditemukan dalam Artisan; membuat controller, membuat model aplikasi, melakukan migrasi pangkalan data, dll. 

Asyiknya, Artisan tidak hanya bisa dioperasikan dengan baris perintah yang dibuat oleh framework PHP ini. Pengembang bisa membuat perintah custom sendiri sesuai kebutuhan. Pengembang pun bisa melakukan beragam variasi tes melalui baris perintah ini.

6. Kemudahan Migrasi Pangkalan Data

Di atas telah disebutkan bahwa framework PHP ini mendukung penggunaan pangkalan data berbasis MySQL, SQLite, SQL Server, dan PostgreSQL. Kelebihan ini secara langsung dapat memudahkan pengembang melakukan migrasi, terutama saat aplikasi yang dibangun membutuhkan perluasan database untuk menampung jumlah pengguna yang sudah melebihi kapasitas.

Sebagai contoh, Anda memutuskan untuk mengubah basis pangkalan data dari MySQL ke SQL Server karena jumlah pengguna aplikasi semakin banyak. Dengan Laravel, Anda tidak perlu repot melakukan konfigurasi ulang karena fitur Eloquent sudah mendukung penggunaan kedua basis pangkalan data tadi.

laravel

Migrasi berulang sering kali dapat menyebabkan penumpukan file di direktori migrasi. Untuk memudahkan Anda mengelola data-data tersebut, tersedia opsi untuk “memadatkan” semua file migrasi menjadi satu file SQL. Anda hanya perlu mengeksekusi baris perintah schema:dump di terminal aplikasi dan sistem akan menjalankan fungsi tersebut secara otomatis.

7. Teknik Autentikasi Pengguna yang Andal

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, saat ini hampir semua aplikasi membutuhkan autentikasi pengguna untuk dijalankan. Hal ini tidak hanya berlaku untuk web app, tetapi juga mobile app.

Dengan platform PHP ini, autentikasi pengguna menjadi mudah dengan adanya komponen-komponen penting, seperti model pengguna dan login controller, yang bisa dimodifikasi sesuai keinginan. Pengembang juga bisa menambahkan fungsi-fungsi custom ke dalam komponen yang sudah disediakan.

Selain itu, proses autentikasi juga dapat dilakukan via media sosial, seperti Facebook, Twitter, bahkan Google Plus. Konfigurasi sistem ini pun cukup sederhana sehingga pengembang tidak akan kesulitan melakukan integrasi antara sistem autentikasi dengan data pengguna.

8. Dukungan Notifikasi via Email

Pada saat ini, email marketing adalah salah satu senjata pemasaran paling ampuh dan efisien karena komponen-komponen teknisnya dapat dikelola secara langsung melalui satu penyedia layanan saja. Dengan lebih dari 3,9 miliar orang yang menggunakan layanan email secara aktif, sebagai pengembang Anda tentu dapat melihat potensi email marketing.

Jika Anda tertarik untuk mengimplementasikan strategi ini di dalam aplikasi yang diluncurkan, Laravel bisa memberikan solusi yang cukup lengkap. Selain fungsi notifikasi standar melalui PHP mail dan SMTP, framework PHP ini juga mendukung beragam layanan surel profesional, seperti Mailgun, SendMail, dan Amazon SES. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengirim surel melalui layanan berbasis cloud. Hebatnya, pengembang tidak perlu melakukan konfigurasi apa pun untuk memanfaatkan fitur-fitur di atas.

9. Fitur Blade Template

Saat memakai framework PHP ini, Anda dapat menggunakan Blade; mesin pembuat template bawaan untuk membantu Anda membuat dan mengembangkan layout. Keunggulan Blade dari perangkat sejenis adalah kemampuannya untuk menampilkan kode PHP melalui views secara langsung.

Selain mengembangkan layout aplikasi, Blade juga dirancang untuk mengatur komponen, menyalurkan data ke masing-masing komponen, mengatur atribut, membuat komponen dinamis, dll. Anda pun bisa membuat fungsi custom melalui perintah directive.

Singkatnya, Blade memungkinkan Anda mengolah template secara lebih sederhana. Anda tidak perlu lagi mengulangi pembuatan layout untuk masing-masing halaman (misalnya header dan footer) karena Blade dapat membuat template-nya dengan cepat. Dengan demikian, aplikasi Anda akan tampak konsisten dan rapi.

10. Pengetesan Aplikasi yang Lengkap

Dalam dunia pengembangan aplikasi, testing memiliki peran yang sangat vital. Pengetesan yang lengkap dan terukur dapat memastikan proyek Anda bebas dari bug, glitch, ancaman keamanan, dll. Untungnya, framework PHP ini sejak awal memang didesain untuk melakukan pengetesan secara menyeluruh.

Secara default, tersedia dua direktori untuk melakukan pengetesan, yaitu Feature dan Unit. Direktori Feature ditujukan untuk tes yang cukup kompleks karena menargetkan kode dan interaksi antarobjek di dalam aplikasi. Sementara itu, direktori Unit dibuat untuk melakukan pengetesan pada bagian-bagian kecil kode secara lebih presisi.

Selain bisa melakukan tes terhadap komponen di dalam aplikasi, Anda pun dapat melakukan sejumlah tes lain yang tidak kalah penting. Mulai dari HTTP Test untuk memeriksa respons aplikasi terhadap HTTP request, Console Test untuk mengecek aplikasi konsol yang menerima data pengguna, hingga Browser Test melalui fitur Laravel Dusk  untuk melakukan pengetesan API.

11. Modul yang Independen

Laravel memakai sistem pembagian modul secara individual dan independen. Ini berarti, modul yang dipakai di aplikasi Anda akan dipecah ke dalam paket-paket dengan fungsi yang sama. Hal ini jelas akan memudahkan Anda melakukan tweak minor pada bagian-bagian di luar fungsi aplikasi utama, serta membuat repositori aplikasi tampak lebih rapi.

12. Tutorial Penggunaan yang Jelas

Perangkat open source ini bebas dikembangkan oleh siapa saja. Sebagai salah satu PHP framework terpopuler di dunia, ada banyak sekali pengembang yang memakai sekaligus ikut mengembangkannya secara sukarela.

Anda tidak akan kesulitan mencari tutorial penggunaan tiap-tiap fiturnya, mulai dari RESTful Routing yang berguna untuk mengelola permintaan (request) yang masuk ke dalam pangkalan data, hingga Eloquent yang dapat mengakomodasi beragam tipe database.

laravel community

Kesimpulan

Dari 12 poin di atas, dapat disimpulkan bahwa reputasi Laravel sebagai salah satu PHP framework terpopuler saat ini bukanlah tanpa alasan. Tentu saja, masih ada beberapa kekurangan dari perangkat ini, misalnya dukungan komponen inbulit yang masih sedikit atau sulitnya sistem lawas untuk melakukan transfer data. Namun, seiring waktu kekurangan tersebut mestinya akan terus berkurang. Apalagi, perangkat ini masih bisa disebut sebagai framework yang masih baru.

Akhir kata, sebagai pengembang aplikasi atau IT Consultant, Anda berhak memutuskan PHP framework mana yang paling tepat untuk kebutuhan Anda. Namun, melihat beragam keunggulan di atas, tentu sulit untuk mencari pesaing yang mampu mengalahkan PHP framework terpopuler saat ini.

Punya Project atau Ingin Bekerja Sama?

Hubungi kami dan ciptakan software impianmu sekarang!
Office Address Image

SYDNEY

Level 28, 161 Castlereagh St, Sydney 2000
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Jl Magelang No 65, Tegalrejo, Yogyakarta, Indonesia 55242
+62 858 6514 9577