Hubungan Java Script Dengan Backend & Frontend Developer

Hubungan Java Script Dengan Backend & Frontend Developer

by
Rian Romadhon
July 29, 2021

Jika Anda ingin membuat web app atau mobile app, baik untuk memasarkan produk atau lainnya, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan di awal, termasuk kode-kode dan bahasa pemrograman. Selain itu, kecepatan juga merupakan suatu hal yang mesti dalam dunia pemrograman. 

Bayangkan jika Anda mengakses sebuah situs atau aplikasi tertentu, sementara Anda harus menunggu lama supaya situs atau aplikasi tersebut bisa terbuka, atau lambat dalam merespons perintah (command) yang ditunjuk. Sangat mengganggu, kan? Nah, di sinilah peran java script dalam sebuah program menjadi vital, yaitu sebagai bahasa yang memerintahkan elemen pemrograman supaya lebih responsif, bahkan interaktif.

Situs atau aplikasi yang 'lola' sama sekali tidak menarik bagi pengguna; di banyak kasus, pemilik bisnis e-commerce atau developer aplikasi bahkan harus kehilangan pelanggan mereka karena situs yang tidak responsif serta tidak menarik untuk diakses. Oleh karena itu, para pelaku startup harus memiliki prinsip user-oriented dalam pelayanannya.

Dalam hal ini, java script sangat diperlukan bagi para frontend dan backend developer untuk menciptakan situs dan aplikasi yang bisa mengakomodasi kebutuhan serta keinginan para user sehingga tampilan atau display yang disajikan menjadi lebih responsif, interaktif, serta dinamis.

Pengertian Frontend & Backend Developer

Java Script (frontend dan backend developer)

Apa Itu Frontend Developer?

Sebelum masuk ke pembahasan teknis, ada baiknya kita menggunakan analogi yang praktis. Cobalah bayangkan diri Anda akan memasuki sebuah butik mewah. Sebagai pelanggan, tentu menjadi sebuah kepuasan tersendiri jika butik tersebut memiliki staf yang ramah dan responsif; ada yang membukakan pintu, menyilakan masuk, membantu Anda untuk memilih barang, dan sebagainya. Nah, cara menciptakan kesan pertama yang baik atau membuat tampilan butik itu tampak "hangat" dan "welcome" adalah tugas seorang frontend developer.

Dalam dunia pemrograman, frontend developer adalah pihak yang mengelola semua hal, baik itu display maupun experience, yang dilihat dan dialami pertama kali oleh pengguna atau user di mesin pencari, di aplikasi maupun di situs lain yang mereka buka. Selain itu, seorang frontend developer juga bertanggung jawab atas baik dan tidaknya tampilan visual yang muncul sebagai daya tarik dalam website development atau mobile app development tersebut.

Itulah mengapa pengembang ini disebut frontend, alias mengurusi hal-hal teknis yang tampak di depan seorang user.

Lalu, Apa yang Dimaksud dengan Backend Developer?

Untuk memahami apa itu backend developer, sekali lagi marilah kita membuat perbandingan sederhana sebelum melangkah ke penjelasan teknisnya.

Masih di butik yang sama, Anda kemudian ingin mencari tas model tertentu dengan cara bertanya kepada penjaga toko. Dengan cekatan, penjaga toko tersebut kemudian menginformasikan tentang banyaknya stok serta harga dari tas yang Anda maksud. Secara garis besar, inilah fungsi dari seorang backend developer.

Backend developer adalah pihak yang berperan untuk mengoptimalkan operasional sebuah situs maupun aplikasi supaya bekerja dengan baik. Hal ini kemudian mengacu pada sisi server pada suatu aplikasi dan segala sesuatu yang berkomunikasi antara database dan mesin pencari.

Singkatnya, seorang backend developer memiliki tugas untuk mengurusi hal-hal tersembunyi yang tidak kasat mata oleh user saat pertama kali melihat display situs atau aplikasi. Kemampuannya terletak pada kecepatan pengembang untuk menampilkan informasi yang dicari oleh user di mesin pencari dengan cepat dan akurat.

Perbedaan Frontend & Backend Developer

Dari penjelasan di atas, bisa dibilang bahwa frontend developer memiliki tugas yang menitikberatkan pada pengembangan yang mengacu pada user experience (client-side).

Dari sini, pengembangan akan dilakukan dalam menganalisis satu kode, desain, dan aplikasi debugging, sekaligus untuk memastikan user experience yang lebih baik. Dalam hal ini, debugging berarti proses mencari atau menganalisis kode pemrograman dengan tujuan perbaikan dan penyempurnaan. Frontend developer mengelola apa yang pertama kali dilihat orang di browser mereka, dan yang pasti bertanggung jawab atas tampilan, nuansa, dan desain dari suatu situs.

java script (perbedaan backend & frontend)

Di sisi lain, backend developer lebih fokus ke  pengembangan server-side, yang bertugas memastikan bagaimana sebuah situs atau aplikasi tersebut bekerja dengan baik. Melakukan pembaruan dan perubahan selain juga fungsi pemantauan situs yang akan menjadi tanggung jawab utama backend developer. Jenis pengembangan ini terdiri dari tiga bagian, yaitu pengembangan server, aplikasi, dan database.

Kode yang ditulis oleh pengembang inilah yang mengkomunikasikan informasi dari database ke browser. Lebih jelasnya, apa pun yang tidak dapat Anda lihat dengan mudah pada tampilan sebuah situs atau aplikasi adalah pekerjaan backend developer, yang sering juga disebut sebagai programmer atau web developer.

Cara Kerja Frontend & Backend Developer

Baik frontend maupun backend developer memiliki tugas dan fungsi yang saling melengkapi. Tanpa salah satunya, website dan mobile app development tidak bisa berjalan sempurna, dan justru bisa membingungkan user. Frontend developer mengatur sisi estetika dan tampilan sebuah halaman situs, serta mengatur bagaimana user bisa memiliki pengalaman menggunakan aplikasi yang menyenangkan.

Biasanya, situs web yang dibuat oleh frontend developer tidak perlu berinteraksi dengan informasi yang disimpan dalam database agar bisa berfungsi. Kontennya tetap/statis, dan tidak seperti  website yang dinamis, di mana sebagian besar data akan terus diunggah. Situs yang statis biasanya lebih sering digunakan untuk bisnis seperti restoran atau bisnis kecil yang dimiliki oleh kontraktor independen, desainer, atau pengacara dalam mempromosikan bisnisnya. Dalam situs ini, keberadaan suatu web dan kemampuan pencarian lebih penting daripada memungkinkan orang menyelesaikan tugas di situs web, contohnya seperti sosial media.

Java Script (cara kerja frontend & backend)

Dari situ, fungsi dari backend developer adalah mendukung frontend, yang berfokus pada pekerjaan di belakang layar, alias bekerja di server. Sama seperti semua infrastruktur dalam sebuah aplikasi, sisi ini adalah sisi yang tidak dilihat oleh user. Pihak developer fokus bekerja untuk mengoptimalkan kecepatan dan responsifnya suatu website, serta mengawasi fungsionalitas website tersebut. Tanggung jawab dari seorang backend developer yaitu mengawasi server, aplikasi dan database.

Backend developer ini lebih banyak bekerja pada situs yang dinamis, dan berbeda sekali dengan situs statis, karena mereka menyimpan informasi basis data. Konten akan terus berubah dan diperbarui. Contohnya termasuk Facebook, Twitter dan Google Maps.

Kapan Frontend & Backend Developer Bekerja

Frontend developer mulai bekerja setelah UI designer menyelesaikan desainnya. Apabila tidak ada perubahan, desain ini (yang biasa diunggah di Sketch) akan langsung diaplikasikan oleh frontend developer ke HTML, CSS, dan Javascript.

Sedikit penjelasan mengenai UI Designer di sini adalah seperti seorang arsitek, pihak yang memiliki ide untuk membuat halaman website seperti apa, lalu di implementasikan oleh frontend developer.

Kemudian, dari desain tersebut, frontend developer akan memindahkan semua sistemnya yang diatur oleh backend. Developer ini kemudian bekerja dengan menentukan dan menjalankan instruksi-instruksi yang akan dijalankan oleh website ataupun aplikasi seperti yang ada di ponsel pintar (smartphone) saat ini.

Sebagai contoh pada smartphone yang kita miliki, sudah tentu memiliki banyak fitur serta aplikasi, begitu juga tema-tema. Di situlah fungsi dari frontend, sehingga kita sebagai user bisa sering mengganti tema agar tampilan lebih menarik. Begitu pula fungsi dari smartphone kita yang pasti ada fitur “contacts” tempat kita bisa menyimpan nomor yang kita kenal di dalam database. Di sinilah backend developer mengambil alih, dengan proses yang begitu cepat langsung tersimpan ke dalam smartphone kita tanpa ada hambatan.

Pengertian Java Script Beserta Fungsinya

Setelah mengetahui apa itu frontend dan backend developer, marilah kita masuk pada penjelasan tentang java script. Dalam dunia software development atau website development, javascript adalah salah satu dari 3 bahasa pemrograman utama yang paling sering digunakan oleh para IT consultant yang ingin memulai kariernya di ranah teknologi.

pengertian java script dan fungsinya

Java script menjadi salah satu penemuan penting dalam kaitannya soal merespons user saat mengakses sebuah situs atau aplikasi. Selain itu, Java Script juga merupakan bahasa pemrograman komputer yang dinamis, ringan dan paling umum digunakan sebagai bagian dari halaman situs. Untuk implementasinya sendiri, penggunaan Java Script memungkinkan script dari sisi client untuk berinteraksi dengan user dan membuat halaman situs yang dinamis. Oleh karena itu, bahasa pemrograman ini sering disebut sebagai bahasa yang object-oriented.

Cara Kerja dan Fungsi Java Script Bagi User, Frontend dan Backend Developer

Untung mengetahui cara kerja dan hubungan javascript dengan frontend dan backend developer, kita harus memahami cara kerja Java Script itu sendiri terlebih dahulu. Java script dari sisi client memiliki script yang harus disertakan atau direferensikan oleh dokumen HTML agar kode tersebut dapat diinterpretasikan oleh browser itu sendiri. Artinya bahwa halaman situs tidak harus berupa HTML statis, tapi bisa juga menyertakan program yang memungkinkan untuk berinteraksi dengan user, dapat mengontrol browser, dan membuat konten HTML secara dinamis.

cara kerja dan fungsi java script

Secara umum, Java Script yang digunakan untuk sebuah website development atau mobile app development memiliki fungsi yang sangat membantu user experience, di antaranya:

- Minimnya interaksi ke sisi server

Is it a good thing? Yes, it is. Fungsi yang satu ini memungkinkan masukan (input) dari user bisa divalidasi terlebih dahulu oleh sistem yang dibangun frontend developer sebelum mengirimkannya ke halaman server. Hasilnya, ini bisa menghemat traffic server, dan membuatnya tidak terlalu terbebani.

- Memberikan feedback langsung

Java script memungkinkan tampilan feedback langsung kepada pengunjung atau user. Misal, Anda memasukkan informasi di suatu halaman situs, seperti nama, alamat, jenis kelamin, dan sebagainya. In case Anda luput dalam memasukkan suatu informasi atau kolom kosong, maka tidak perlu lagi menunggu halaman web untuk di refresh hanya untuk melihat apa yang belum dimasukkan. Java Script memungkinkan user untuk langsung diarahkan ke kolom kosong tersebut tanpa harus mengklik tombol “submit”.

- Membuat tampilan situs dan aplikasi lebih interaktif

Fungsi Java Script selanjutnya adalah membuat user menikmati interface pada situs atau aplikasi yang Anda buat lebih interaktif dan menarik, misal pada saat menggerakkan kursor, menggunakan mouse, atau menekan keyboard.

- Interface lebih menarik dan variatif

Interface yang lebih variatif menjadi nilai plus tersendiri bagi situs atau aplikasi yang menggunakan Java Script. Misalnya saja, Anda bisa memanfaatkan Java Script untuk melakukan drag and drop suatu file, atau melakukan slide halaman situs dengan lebih menarik.

Lebih Detail Mengenai Javascript

Dalam dunia pemrograman, Java Script juga sering disebut dengan js, yang selalu berjalan beriringan dengan HTML serta CSS. Saat ini, mayoritas software development sudah memasukkannya ke dalam setiap situs, aplikasi, serta mesin pencari secara otomatis. Oleh karena itu, Anda tidak perlu lagi menempel plugin-nya secara manual.

Dalam Java Script dikenal yang namanya framework Java Script, yaitu kerangka atau rumah aplikasi yang ditulis dalam Java Script. Istilah framework sendiri didefinisikan sebagai suatu kerangka program yang digunakan untuk membantu para developer, baik frontend maupun backend untuk mengembangkan kode secara konsisten.

Terdapat 7 macam framework java script yang saat ini digunakan dalam dunia pemrograman yaitu: Angular JS, React JS, Meteor JS, Node JS, Ember JS, Mithril JS, dan Vue JS. Apa saja perbedaan dari masing-masing Java Script framework tersebut? Mari kita bahas lebih detail.

Macam-Macam Java Script Framework yang Sering Digunakan oleh Frontend dan Backend Developer

Macam-macam framework java script

- Angular Js

Angular Js adalah salah satu jenis javascript framework yang sudah dirilis sekitar 10 tahun yang lalu, serta dikelola oleh Google. Dalam implementasinya, framework yang satu ini masih banyak digunakan oleh para frontend developer.

Kelebihan dari Angular Js adalah memperkenalkan sintak baru dari HTML kepada browser, yaitu HTML 5. Dalam HTML 5, para software developer akan menemukan beberapa elemen baru seperti audio, video, canvas dan sebagainya. Di sini, Angular Js berfungsi untuk menambah banyak elemen lagi, yaitu elemen yang mampu dimengerti oleh browser saat ini. Misalnya, draggable, atau elemen yang bisa di drag/seret, dan sintak ini bisa digunakan dalam bahasa Indonesia. Contonya saja, dalam perintah (command) seperti: <sembunyikan>, fungsinya bila di klik, maka elemen tersebut bisa tersembunyi.

Kelebihan selanjutnya dari Angular Js adalah dependency injection. Maksudnya, para developer dapat membuat beberapa komponen kode yang bisa digunakan fungsinya berulang kali.

- React Js

React Js adalah framework yang dikembangkan oleh Facebook. Fungsinya adalah untuk menangani tampilan situs maupun aplikasi smartphone saat ini. React JS adalah salah satu framework yang paling populer di kalangannya.

- Meteor Js

Framework Meteor JS dikembangkan di akhir tahun 2011 dengan nama Skybreak, kemudian pada tahun 2012 diganti menjadi Meteor. Meteor Js sering kali digunakan untuk membuat aplikasi web yang bersifat real-time. Ini merupakan salah satu framework yang memiliki fitur lengkap, mulai dari server-side maupun client-side dan semuanya mengandung satu bahasa, yaitu Java Script.

- Node Js

Bicara soal Node JS, Java Script framework yang satu ini lebih difungsikan ke client-side (browser). Nah di sinilah salah satu fungsi Node JS, yaitu sebagai pelengkap yang ada di server-side (database). Node JS dapat berjalan di sistem operasi Windows, Mac OS, dan Linux tanpa perlu ada perubahan kode.

- Ember Js

Ember Js diciptakan oleh Yehuda Katz, dan sering dikaitkan dengan Angular JS. Keduanya saling melengkapi dan memungkinkan developer untuk membuat aplikasi web satu halaman yang dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.

- Mithril Js

Mithril Js adalah framework yang berukuran kecil dan memiliki performa yang cepat. Arsitektur Mitrhil Js mirip dengan Angular Js. Mithril JS ini juga digunakan di salah satu platform Vimeo dan juga Nike.

- Vue Js

Vue JS adalah javascript framework untuk membangun antarmuka web yang interaktif. Vue JS memiliki dokumentasi yang detail, sehingga bagi para pemula dalam pemrograman Javascript dan HTML bisa mengembangkan aplikasi maupun halaman web sendiri.

Kekurangan Java Script

Disamping Kelebihan dalam Java Script sudah barang tentu ada yang namanya kekurangan, di antaranya:

- Memiliki risiko eksploitasi yang tinggi

Java Script memiliki risiko eksploitasi yang tinggi, yaitu para peretas mampu menyisipkan kode-kode yang awalnya digunakan sebagai proteksi sebuah situs, menjadi kode yang rentan terhadap serangan.

Contohnya, saat kita mendaftar ke salah satu media sosial, kita diminta untuk memasukkan username dan kata kunci (password). Di bagian password inilah biasanya para hacker menyisipkan kode yang dengannya mereka bisa mendapatkan password secara mudah, alhasil kita sebagai user yang memiliki akun media sosial baru, suatu saat bisa diacak-acak, dan bisa merugikan user.

- Tidak didukung semua perangkat mesin pencari

Penggunaan Java Script tidaklah statis, melainkan dinamis. Di beberapa perangkat dan browser, Java Script tidak bisa bekerja dengan baik, seperti browser yang sudah usang dan tidak memiliki pembaruan dari servernya.

- Proses render yang kurang baik

Jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang lain, proses render Java Script cenderung lebih lambat. Selain itu, prosesnya juga bisa mengakibatkan kode yang dimasukkan tidak konsisten dan tidak beraturan.

Korelasi Langsung antara Java Script dengan Frontend & Backend Developer

Seiring berkembangnya zaman, para developer mau tidak mau mereka harus selalu update dengan bahasa pemrograman yang terkini, seperti HTML (sebagai pondasi rumahnya), CSS (sebagai perabotan dan isi rumahnya) dan yang paling penting adalah Java Script, sebagai hal-hal yang bisa dilakukan dengan mudah di dalam rumah tersebut, seperti membuka pintu, menyalakan lampu dan lain sebagainya.

Bahasa pemrograman java script adalah ilmu yang harus dikuasai oleh IT consultant, frontend dan backend developer. Banyak sekali proyek lama maupun baru menggunakan Java Script sebagai dasarnya, di mana suatu aplikasi harus responsif dan user-friendly.

Sebagai suatu contoh pada media sosial kita saat ini salah satunya Facebook, bila diingat kembali, mulai dari pertama kali Facebook hadir hingga saat ini, tampilan awal dari situs jejaring sosial tersebut selalu berubah seiring berjalannya waktu. Kita sebagai pengguna dimanjakan dengan adanya fitur-fitur yang lengkap, beserta fitur chat, fitur privacy yang membuat kita sebagai pengguna tidak perlu khawatir tentang bocornya informasi pribadi kita, dan sebagainya.

Hubungan Java Script dengan frontend & backend developer

Terkadang, ketika situs atau aplikasi media sosial kita terasa lemot, kurang responsif dan banyak sekali bug, sering kali pihak developer meluncurkan versi terbaru dari platform media sosial tersebut untuk mengatasi gangguan-gangguan yang muncul. Hal yang demikianlah di dalamnya terdapat fungsi dari java script sendiri baik dari frontend maupun backend saling bertukar pikiran bagaimana supaya platform tersebut berjalan lebih baik lagi. Kedua fungsi developer tersebut menjadi vital dan sangat dibutuhkan untuk mengatasi suatu program dengan memanfaatkan Java Script.

Dari pihak backend developer, permasalahan sekuritas dalam suatu halaman web maupun aplikasi seluler adalah hal yang sangat penting. Mengingat semakin berkembangnya bahasa pemrograman saat ini, maka apa yang menjadi kelemahan suatu bahasa pemrograman tersebut dapat ditambal dari setiap kode yang ada, sehingga user sendiri merasa aman dan tidak khawatir terhadap serangan yang berbahaya dari pihak luar.

Nah, itulah penjelasan mengenai korelasi antara java script dengan frontend dan backend developer untuk menciptakan website development atau mobile app development yang reliable bagi para pengguna. Mengingat pentingnya situs atau aplikasi yang dibangun, ada baiknya Anda menyerahkan proses pembuatannya ke tangan pengembang yang tepercaya dan berpengalaman, terutama jika Anda masih awam di bidang ini. Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi tentang mana yang lebih baik, membangun web app atau mobile app yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577