Keuntungan Membangun React App Menggunakan Laravel

Keuntungan Membangun React App Menggunakan Laravel

by
Rian Romadhon
November 16, 2020

Peningkatan user experience merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi developer atau penyedia jasa layanan pembuatan aplikasi yang berbasis web. Hal ini tentunya agar bisa terus beradaptasi dengan tuntutan teknologi terbaru agar produk yang dihasilkan dapat meningkat dan memiliki kualitas terbaik. 

Salah satu contoh teknologi dengan segudang fitur menarik adalah React App. Untuk membangun React App sendiri, kita bisa menggunakan Laravel. Apa dan bagaimana keuntungan membangun React App menggunakan Laravel React, berikut ulasannya.

Sekilas Tentang React App

React App adalah library Javascript dan dibuat oleh Facebook. React merupakan library yang mempunyai sifat composable user interface. Ini berarti, kita bisa membuat beragam UI yang dapat dibagi menjadi beberapa komponen atau membuat sebuah tampilan website agar lebih menarik.

React menggunakan HTML, CSS, dan Javascript untuk membuat user interface web. Saat ini sudah banyak website yang menggunakan React, beberapa di antaranya merupakan website e-commerce populer. React digunakan karena dapat memberikan berbagai macam kemudahan yang dibutuhkan oleh developer untuk mengembangkan website atau aplikasi agar dapat berjalan dengan ringan dan cepat serta mudah digunakan oleh penggunanya.

Ada beberapa fitur yang dipunyai oleh React, seperti :

1. Declarative

React dapat membuat UI interaktif agar memudahkan proses pembuatan desain sederhana di setiap state di dalam aplikasi. Declarative views juga dapat membuat sebuah kode agar mudah diprediksi dan lebih mudah untuk di-debug.

2. Component – Based

Fitur ini memungkinkan developer untuk membuat Encapsulated Component yang bisa mengendalikan setiap step kemudian bisa membuat complex UIs atas dasar kemampuan tersebut.

3. Learn Once, Write Anywhere

Fitur baru dapat dengan mudah dikembangkan tanpa harus mengganti kode sebelumnya dengan menggunakan React. React dapat bekerja menggunakan Node JS atau mobile apps dengan penggunaan React Native.

Apa Itu Laravel React?

Bagi para programmer, khususnya yang menggunakan PHP, Laravel dikenal sebagai kerangka yang dapat membantu mengoptimalkan PHP di dalam website development. Bahasa pemrograman PHP memang dikenal sangat dinamis. 

Namun, dengan digunakannya Laravel, PHP kemudian menjelma menjadi semakin kuat, mudah, aman, dan cepat. Di antara beberapa kerangka lainnya, Laravel selalu memiliki teknologi terbaru pada setiap rilisan terbarunya.

Laravel React merupakan teknologi pengembangan web populer yang digunakan untuk membangun aplikasi web modern. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Laravel sendiri merupakan kerangka atau framework PHP yang berada pada sisi server. React sendiri adalah pustaka Javascript yang berada pada sisi klien.

Laravel adalah kerangka kerja PHP yang khusus dirancang untuk pengembangan web masa kini. Sintaks pada Laravel dikenal ekspresif karena dapat mendorong penamaan  untuk sebuah paradigma konfigurasi. Laravel mempunyai berbagai macam fitur yang dibutuhkan dalam memulai sebuah project secara langsung.

Adapun React merupakan library Javascript kenamaan yang dibuat oleh Facebook dalam membangun sebuah aplikasi. React dapat membantu kita untuk memecah tampilan menjadi beberapa komponen, setiap komponen akan menjelaskan part yang berasal dari user interface aplikasi. Manfaat dari pendekatan dengan basis komponen mempunyai manfaat tambahan dari penggunaan kembali komponen dan modularitas.

Perbedaan antara library dan framework ada pada fleksibilitas kodenya. Kerangka atau framework adalah serangkaian kerangka yang telah memiliki cara dan aturan dalam penulisan sebuah baris kode. Library sendiri yang akan memungkinkan kita dapat “mengacak-acak” dan membuat sebuah kode dapat beradaptasi dengan baik.

Sejak dirilis pada tahun 2011 lalu, hingga kini Laravel berkembang cukup pesat. Saat ini, Laravel merupakan salah satu kerangka pemrograman yang populer di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Dalam proses web development kemungkinan besar developer memakai basis code tunggal, baik dari sisi server maupun klien. Sayangnya, tidak semua developer diberikan kebebasan dalam memanfaatkan teknologi yang mereka kuasai. Menggunakan tumpukan Javascript untuk keseluruhan project adalah sesuatu yang normal. Tidak ada yang salah atau melarang jika ingin menggunakan beberapa teknologi lain untuk server atau klien.

Fokus pada Laravel adalah pada bagian end-user, ini berarti tugasnya untuk menangani kejelasan dan kesederhanaan dalam penulisan ataupun tampilan web. Selain itu, Laravel juga memastikan aplikasi web memiliki fungsionalitas agar dapat bekerja sesuai tujuannya. Karena kelebihan-kelebihan tersebut, banyak pengembang web lantas menggunakan kerangka ini dalam membangun semuanya, dari website sederhana hingga skala besar.

Secara umum, sebagai kerangka dalam website development, Laravel React memiliki beberapa manfaat, seperti website dapat lebih mudah dikembangkan atau istilah pemrogramannya lebih scalable. Kedua, telah tersedia namespace untuk pengorganisasian dan pengaturan sumber daya website. Waktu pengembangan website akan menjadi semakin cepat karena Laravel dapat digabungkan dengan berbagai bagian dari kerangka lainnya untuk development.

Tools Andalan dari Laravel

Menjadi framework andalan membuat Laravel React juga memiliki berbagai peralatan unggulan. Dua di antaranya, yang kebetulan jarang terdapat di kerangka lainnya adalah Composer dan Artisan. Keduanya memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Composer

Di dalam composer sendiri terdapat dependencies serta kumpulan berbagai library. Penyimpanan dependencies seluruhnya menggunakan format file composer.json. Penyimpanan tersebut bisa diletakkan di dalam folder utama website. Karena hal tersebut, composer kemudian sering disebut dengan nama dependency management.

Dependency merupakan sebuah kebutuhan, bisa disebut juga dengan ketergantungan. Dalam membuat sebuah project, seperti website development, ada saatnya library yang berisi beragam fungsi tersendiri untuk pembuatan website diperlukan.

Sebelum adanya composer, kita harus mengunduh terlebih dahulu library yang diperlukan, ekstrak file-nya, kemudian file tersebut dimasukkan ke dalam project yang sedang dibuat. Proses ini memakan banyak waktu, apalagi bila library atau package yang dibutuhkan cukup banyak. Dengan menggunakan composer proses tersebut dapat dipercepat sehingga menjadi lebih mudah dan ringkas.

2. Artisan

Artisan adalah command line interface bawaan khusus dari Laravel. Artisan meliputi beraneka ragam command/perintah untuk membantu pembangunan sebuah website atau mobile app development. Artisan bisa dibilang sangat membantu pengerjaan proses pembangunan React App. Utamanya, dapat mempersingkat waktu pengerjaan serta memperkecil kesalahan dalam pengerjaan.

Artisan dikembangkan menggunakan PHP, maka pada saat dijalankan, perintah yang digunakan adalah runtime engine dari PHP. Ada beberapa hal yang dapat dibuat menggunakan Artisan, seperti model, controller, ataupun migrasi database.

Kelengkapan Fitur Laravel React

Sama seperti kerangka lainnya, ada berbagai macam fitur yang dapat membantu dalam proses pembuatan React App. Fitur-fitur yang tersedia tentunya juga tidak semua dimiliki oleh framework lain. Laravel terhitung sebagai kerangka modern, sehingga berbagai hal baru sudah bisa dilakukan dengan mudah, seperti proses autentikasi terbaru.

Beberapa fitur yang dimiliki Laravel, di antaranya adalah:

1. Blade Template Engine

Blade adalah template engine yang difungsikan dalam untuk merancang  tata letak yang unik. Desain layout nantinya bisa dipakai pada tampilan lain, sehingga dapat tersedia desain yang konsisten dan terstruktur selama proses development.

Bila dibandingkan dengan template engine lainnya, Blade memiliki beberapa kelebihan, seperti tidak adanya batasan developer dalam menggunakan kode PHP standar di dalam tampilan dan desain pada tampilan blade yang tetap akan di-cache sebelum dilakukan pembaruan.

2. Routing

Pada Laravel, setiap permintaan akan dipetakan lewat bantuan rute. Routing pada dasarnya adalah membuat rute atau jalan sebuah request kepada controller yang berkaitan. Routing diyakini bisa membuat website development menjadi lebih mudah serta peningkatan performanya. Ada tiga kategori routing dalam Laravel, yaitu basic routing, route parameters, dan named routes.

3. Modularity

Tersedia kumpulan library dan modul yang berkaitan dengan composer. Fitur satu ini nantinya dapat membantu menyempurnakan serta meningkatkan fungsi maksimal dari website yang dibangun. Modularity juga memudahkan dalam proses pembaruan di masa depan.

4. Testability

Salah satu nilai plus dari Laravel adalah tersedianya fitur pengecekan lengkap. Kerangka ini memungkinkan proses pengecekan menggunakan PHP unit dan file phpunit.xml, keduanya dapat dengan mudah disesuaikan lewat aplikasi website yang sedang dibuat. Selain itu, Laravel dibangun pula dengan menggunakan metode assistant yang nyaman. Ini memungkinkan pengembang dapat menguji website secara ekspresif.

5. Query Builder and ORM

Database query builder pada Laravel menyediakan interface lancar yang digunakan dalam membuat serta menjalankan database query.  Fitur query ini bisa dipakai pada saat mengoperasikan bermacam operasi database yang ada di dalam website dan juga compatible dengan berbagai sistem database yang ada.

6. Authentication

Proses implementasi autentikasi terbilang cukup sederhana. Semua proses konfigurasi autentikasinya dijalankan secara otomatis.

File konfigurasi autentikasinya dapat ditemukan pada ‘config/auth.php’. Di dalamnya terdapat berbagai pilihan autentikasi yang telah didokumentasikan secara sempurna dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem kapan saja.

7. Schema Builder

Class Laravel Schema mengakomodir database agnostic untuk keperluan manipulasi tabel. Skema dapat berjalan dengan baik pada berbagai tipe database yang telah didukung oleh Laravel dan memiliki API yang sama di dalam keseluruhan sistem.

8. Configuration Management Features

Semua file konfigurasi Laravel dapat ditemukan di dalam direktori config. Masing-masing pilihannya telah terdokumentasikan secara rapi sehingga developer tidak perlu khawatir bila akan mengubah konfigurasi yang ada.

9. E-mail Class

Tersedia API untuk berbagai library Swift Mailer. Library ini terbilang populer karena terkoneksi pada SMTP, Postmark, Mailgun, SparkPost, Amazon SES, dan sendmail. Adanya fitur ini akan memudahkan user dalam pengiriman e-mail secara cepat lewat aplikasi lokal maupun layanan cloud.

10. Redis

Redis digunakan di dalam Laravel agar dapat menghubungkan sesi yang ada dengan cache general-purpose. Maka dari itu, session akan terhubung langsung dengan Redis.

Redis adalah salah satu aplikasi open source dan di dalamnya tersimpan key-value. Dikenal sebagai server struktur data karena dapat menyimpan berbagai tipe key, seperti lists, sets, sorted sets, strings, dan hashes.

11. Event and Command Bus

Tersedianya metode pengumpulan tugas yang dibutuhkan sebuah aplikasi agar dapat bekerja dengan mudah dan perintah yang sederhana adalah salah satu keunggulan fitur event and command bus.

Fitur-fitur andalan dari Laravel di atas tentunya tidak ditemukan pada kerangka lainnya. Laravel React memang tepat untuk membangun sebuah sistem yang memiliki skala besar.

Penggunaan Add-On Package pada Laravel

Laravel React memiliki bermacam-macam packages yang dapat berfungsi untuk membuat aplikasi lebih cepat, meningkatkan performanya, dan memperkuat keamanannya. 

Untuk dapat mengakses secara maksimal paket-paket tersebut, kita perlu menambahkan Laravel Add-On Package. Dengan penambahan ini, aneka fitur tambahan dapat dengan mudah digunakan. Fitur tersebut dapat digunakan untuk aplikasi hosting, routing, migration, test, dan views, serta berbagai fitur berguna lainnya.

Ada beberapa packages Laravel yang perlu diketahui karena sering digunakan pada aplikasi Laravel secara umum. Beberapa di antaranya adalah:

1. Laravel Debugbar

Package satu ini membantu pengguna dalam menambahkan toolbar developer dalam aplikasi. Sesuai namanya, Laravel Debugbar ini berfungsi untuk tujuan debugging. Ada beberapa pilihan yang ada di dalam Debugbar. Fitur yang tersedia dapat membantu dalam menampilkan seluruh query yang ada di dalam aplikasi, terkait dengan rute.

Seluruh template yang pernah di-render nantinya akan ditampilkan oleh Laravel Debugbar. Selain template, parameter yang telah dipakai sebelumnya juga bisa ditampilkan.

2. Migration Generator

Untuk proses migrasi dari database yang telah tersedia, digunakan package Migration Generator. Paket tersebut sudah termasuk dengan indeks dan foreign keys di dalamnya. Dengan menjalankan package ini, seluruh kegiatan migrasi tabel di dalam database dapat dilakukan secara cepat dan mudah.

3. Laravel User Verification

Fungsi package ini adalah menangani validasi email dan verifikasi user. Selain itu, bisa untuk menyimpan token verifikasi bagi pengguna yang telah teregistrasi. Dapat pula mengirim dan mengatur antrian email lewat tautan token verifikasi, mengatasi token verifikasi, serta menandai pengguna yang sudah valid. User Verification juga memungkinkan pengecekan rute middleware.

4. Entrust

Dalam menambahkan role-based permission pada aplikasi Laravel 5 menggunakan package Entrust yang lebih fleksibel. Ada 4 tabel yang ada di dalam Entrust, yaitu roles tables berfungsi sebagai penyimpan role records, permissions table untuk permission record, role_user table untuk one-to-many relations di antara roles dan users, serta permission_tools table untuk penyimpanan relasi many-to-many di antara beberapa roles dan permissions.

5. Spatie

Pada proses web development, penting untuk membentuk aturan dan permission. Di dalam Laravel sudah terdapat beberapa package untuk mendukung bentuk aturan dan permission yang dimaksud. Seperti package di atas, Spatie juga termasuk package yang bisa meningkatkan efektivitas dari sebuah kode program. Kelebihan Spatie, seperti SpatieRoles, permissions, middleware, permissions langsung yang terdiri dari berbagai instruksi blade, serta perintah Artisan.

Keuntungan yang Diperoleh Menggunakan Laravel React

Dalam membangun React App menggunakan Laravel React, selain kemudahan penggunaan dan kaya akan fitur seperti di atas, ada beberapa keuntungan lainnya. Berikut beberapa keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh.

1. Modul dapat Dibagi Secara Independen

Dalam satu aplikasi Laravel, digunakan sekitar lebih dari 20 modul library. Masing-masing modul dibagi lagi menjadi beberapa bagian modul individu. Secara independen, setiap modul menggunakan prinsip PHP modern dan menjaga fungsi-fungsi penting aplikasi Laravel. Modul yang ada nantinya akan menjadikan aplikasi lebih responsif, informatif, dan modular.

2. Adanya Tools Artisan

Dalam setiap web development, developer kadang juga perlu untuk melakukan interaksi antar framework dengan menggunakan command line guna untuk membuat dan menjembatani environment di dalam project Laravel.

Di sini, Artisan berguna sebagai command line. Tugas utamanya adalah melakukan repetisi dan proses pemrograman kompleks. Beberapa developer terkadang memang lalai dalam hal tersebut. Dalam kasus semacam ini, Artisan berguna untuk memonitornya selama project berlangsung.

Lewat Artisan, developer bisa lebih cepat dan mudah dalam melakukan migrasi database. Pengelolaan struktur di dalam database juga bisa di-handle pada saat migrasi berlangsung.

3. Penggunaan Unit Testing

Pada saat membuat mobile app development atau membuat aplikasi lain menggunakan Laravel, ada saatnya developer menggunakan konsep Unit Testing. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan tes dalam jumlah banyak tanpa harus mengacaukan fungsi aplikasi yang ada dan membuat aplikasi berjalan lebih responsif.

4. Mendukung Kerangka MVC

Laravel React merupakan satu dari banyak kerangka yang mendukung kerangka MVC (Model View Controller). MVC ini yang meng-handle sebagian besar bagian dari aplikasi Laravel.

Dengan framework MVC, antara logika dan tampilan aplikasi akan sangat mungkin untuk dipisahkan. Dokumentasi lengkap, didukung berbagai aplikasi tambahan, dan performa yang maksimal telah tersedia secara lengkap di dalam Laravel yang terintegrasi dengan MVC.

5. Pola Tampilan Ringan

Kerangka Laravel dikenal memiliki pola atau template tampilan yang cukup ringan. Tersedia juga fitur untuk penambahan pola ringan lainnya. Developer nantinya bisa mengembangkan atau membuat aplikasi menggunakan tampilan yang cukup kuat. Tampilan ini bisa digunakan dengan menambahkan beragam CSS, gambar, dan teks terstruktur dengan kode lengkap.

Pola tampilan di dalam aplikasi memiliki andil besar dalam mobile app development atau berbagai macam aplikasi lainnya. Di dalam Laravel, template engine memiliki banyak bagian pada saat proses pembuatan template.

6. Memiliki Berbagai Library Object Oriented

Kerangka Laravel ini memiliki banyak sekali library object oriented. Laravel juga memiliki library yang tidak dipunyai oleh kerangka PHP lainnya, bahkan yang juga sama-sama populer.

Library utama yang harus wajib ada di dalam sebuah framework adalah autentikasi. Library ini berfungsi untuk menampilkan fitur autentikasi yang cukup maju. Autentikasi dalam Laravel juga menyediakan bcrypt hashing, salah satu fitur canggih dalam autentikasi.

Mulai Menggunakan Laravel React

Sebelum mulai menggunakan Laravel React, developer perlu menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar penggunaan Laravel bisa lebih maksimal. Untuk website development ada dua hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu, yaitu:

1. Mengetahui Dasar Penggunaan PHP

Laravel merupakan kerangka yang dibuat untuk mendukung bahasa pemrograman PHP. Untuk bisa mengoperasikannya, seorang developer tentunya harus mengetahui dulu bagaimana menggunakan PHP karena Laravel berasal dari PHP. Maka dari itu, sebelum mulai menggunakan Laravel, ada baiknya untuk mempelajari PHP terlebih dahulu. Tidak harus sampai paham secara detail, yang penting paham dasar-dasar PHP.

2. Mengetahui Dasar Kerangka MVC

Selain PHP, Laravel juga identik dengan pengelolaan struktur data atau MVC. Mempelajari MVC juga sama pentingnya dengan belajar PHP di dalam proses website development. MVC memang dikenal luas dalam proses pengembangan website. Front-end dan back-end yang terpisah memang menjadi fitur terkini dan memudahkan para developer. Mengetahui dasar-dasar kerangka MVC sama saja memahami Laravel mengeksekusi masing-masing file dan resource yang ada di dalamnya.

Itulah beberapa keuntungan yang didapatkan dalam membangun React App menggunakan kerangka Laravel React. Laravel memang menjadi framework populer dan digunakan oleh hampir setiap project web development. Laravel memiliki banyak keistimewaan, seperti fitur dan packages yang lengkap serta dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.


Laravel bisa dijadikan untuk membuat website dengan spesifikasi tinggi, tetapi menggunakan kerangka yang sederhana. Namun, tetap perhatikan lebih detail lagi kebutuhan dari aplikasi atau website yang sedang dikembangkan. Bisa juga dengan menghubungi software house terpercaya, seperti Softwareseni untuk berkonsultasi dalam pembuatan website, aplikasi mobile, atau lainnya.

Punya Project atau Ingin Bekerja Sama?

Hubungi kami dan ciptakan software impianmu sekarang!
Office Address Image

SYDNEY

Level 28, 161 Castlereagh St, Sydney 2000
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Jl Magelang No 65, Tegalrejo, Yogyakarta, Indonesia 55242
+62 882 1673 4392