Jadi UX Designer Itu Mudah? Kata Siapa?

Jadi UX Designer Itu Mudah? Kata Siapa?

by
Rian Romadhon
July 29, 2021

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di bidang User Experience (UX) dalam 20 tahun terakhir membuat UX designer dituntut untuk menciptakan produk yang tidak hanya mudah digunakan, melainkan juga mampu memenuhi kebutuhan pengguna.

Desainer UX memiliki peran penting dalam proyek software development, website development, maupun mobile app development. UX designer membantu developer dari sisi teknis dan memudahkan pengguna untuk mencapai tujuan bisnis. Singkatnya, UX adalah sweet spot dari kemampuan tim developer, kebutuhan user, dan tujuan bisnis.

Sekilas Tentang UX Designer

User Experience (UX) merupakan proses merancang produk melalui pendekatan user sehingga tercipta produk yang sesuai keinginan dan kebutuhan pengguna. Desain UX yang baik akan memberikan kenyamanan dan pengalaman menyenangkan ketika digunakan oleh pengguna.

Komponen UX terdiri dari struktur desain, aspek desain visual, navigasi penggunaan produk, fitur produk, dan aspek interaksi user. UX juga berkaitan dengan cara Anda menentukan konten, branding, dan copywriting sesuai target pengguna.

ux designer

Jika UX erat kaitannya dengan pengalaman pengguna ketika berinteraksi dengan produk, maka UX Design adalah proses yang dilalui seorang perancang dalam menentukan pengalaman untuk pengguna. Sementara itu, UX designer adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mengubah konsep menjadi suatu produk yang bermanfaat dan menyenangkan ketika digunakan. 

Dalam prosesnya, seorang desainer UX akan bekerja sama dengan tim lain. Tujuannya adalah untuk mencari titik temu dari kemajuan teknologi, kebutuhan pengguna, dan tujuan bisnis. Nantinya, titik temu tersebut akan diubah menjadi sebuah produk yang berguna, bermakna, dan menyenangkan.  

Seorang desainer UX setidaknya harus menguasai kemampuan dasar, seperti mendesain mockup atau membuat wireframe. Untuk memudahkan pencarian titik temu antara kebutuhan user dengan tujuan bisnis, seorang desainer UX juga harus mengerti tentang data analitik dan marketing.

Mengikuti perkembangan teknologi untuk mengoptimalkan kinerja dan hasil desain merupakan suatu keharusan bagi seorang desainer UX. Mengingat produk yang akan dihasilkan didesain untuk kenyamanan pengguna, seorang desainer UX setidaknya harus menguasai metode user research demi memahami perilaku pengguna. 

Perbedaan UX dengan UI Designer

Tak sedikit orang beranggapan bahwa desain UI sama dengan UX, padahal keduanya berbeda. UI dan UX memang berperan penting dalam proses pengembangan produk. Namun, keduanya tidaklah sama, baik secara teori, proses, maupun fungsi. 

User Interface (UI) berkaitan dengan tata letak grafis suatu aplikasi atau web. Ranah utama UI terdiri dari grafis, desain interface, desain visual, dan ikon. Desain UI bertujuan untuk menampilkan antarmuka yang seragam dan selaras dari segi warna, huruf, gambar, dan lainnya. 

Desain UI mencakup seluruh elemen visual, apa yang ditampilkan, dan bagaimana user berinteraksi dengan aplikasi atau halaman web. Visualisasi dan fokus pada tampilan antarmuka merupakan kunci UI design. Mudahnya, desain UI adalah bagaimana produk yang diciptakan terlihat menarik di mata pengguna.

ux designer

Seorang desainer UI harus memiliki kemampuan untuk menata bentuk tampilan antarmuka yang dapat menggambarkan tujuan, kepribadian, atau karakter sesuai keinginan pengguna. 

UI Designer wajib memastikan seluruh elemen, baik besar atau kecil menyatu sempurna untuk menciptakan tujuan dan estetika. Pasalnya, tampilan yang bagus dapat meningkatkan kesetiaan user.

Berbeda dengan desain UI yang fokus terhadap tampilan interface, UX Design fokus pada perancangan, bagaimana interface bekerja. Cakupan desain UX lebih luas, mulai dari research pasar hingga implementasi interface. Seorang UX designer harus bisa menggali masalah spesifik pengguna secara mendalam kemudian mencari solusinya. 

Kendati UI dan UX berbeda, keduanya saling terkait dan bekerja secara berkesinambungan. Dalam sebuah proyek, UI Designer akan menentukan interface semua elemen, sedangkan desainer UX akan mengurus application flow untuk memastikan bagaimana tombol bekerja dan antarmuka dapat memenuhi kebutuhan pengguna. 

Ketika terjadi perubahan, seperti penambahan tombol di halaman website, UX designer akan menentukan lokasi penempatan tombol. Sementara itu, desainer UI akan mengurus desain website agar sesuai dengan tata letak baru. 

ux designer

Agar lebih jelas, simak perbedaan UI dan UX berikut ini.

1. Tujuan 

Tujuan desain adalah perbedaan mendasar dari UI dan UX. UI design memiliki tujuan utama untuk memperindah tampilan suatu produk, sedangkan tujuan UX design adalah memberikan user pengalaman menyenangkan ketika menggunakan produk. 

Keindahan tampilan menjadi fokus utama desain UI, sedangkan desain UX berfokus pada kepuasan pengguna. JIka UI design memengaruhi kesan pertama user ketika melihat produk, maka desain UX memengaruhi pengalaman user saat produk digunakan. 

2. Proses

Mengingat tujuan desain keduanya tak sama, perancangan UI dan UX juga berbeda. Proses UX desain berlandaskan riset user untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan dan disukai target pengguna. Dalam proses pembuatannya dibutuhkan peran dari berbagai pihak. Salah satunya adalah UX researcher. Nantinya, setelah riset dilakukan, seorang desainer UX akan merancang sketsa desain dengan prototipe dan wireframe.

Kendati membutuhkan riset, desainer UI hanya meriset hal yang berkaitan dengan desain. Tujuannya adalah untuk menciptakan desain menarik sesuai dengan konsep. Perancangan model desain yang dilakukan oleh seorang desainer UI dimulai dengan pembuatan mockup lebih dulu.

3. Komponen

Komponen UI design berfokus pada keindahan tampilan, meliputi warna, tipografi, gambar, video animasi, tombol, dan visual interaksi lainnya. Sementara itu, UX design memiliki komponen yang lebih luas, mulai dari fitur, navigasi, struktur desain, interface, copywriting, hingga branding

4. Tools

Untuk menghasilkan keindahan visual, seorang desainer UI membutuhkan tools yang mendukung pembuatan desain interface, seperti Principle, Adobe illustrator, Frames X, dan Flinto. Aplikasi tersebut telah dilengkapi sejumlah tools penting, yakni easy transitions, unique interaction icon, dan UI assets and kits.

Untuk mendapatkan umpan balik atau masukan dari pengguna, UX designer membutuhkan aplikasi yang dapat mendukung perancangan prototype desain, seperti InVision, Adobe XD, Sketch, Figma, dan Axure. Aplikasi ini dilengkapi fitur real-time editing, collaboration, dan easy to test design untuk memudahkan desainer UX menciptakan produk yang user-friendly. 

5. Skill

Seorang UI designer setidaknya harus memiliki kemampuan desain grafis, creative thinking, convergent thinking, dan design branding yang baik. Dengan kemampuan tersebut, desainer UX akan mampu menghasilkan produk berdesain menarik sekaligus mudah untuk interaksi.

Lantaran bertanggung jawab dalam pembuatan desain produk menggunakan pendekatan user, UX designer setidaknya harus memiliki kemampuan riset, problem solving, creative thinking, critical thinking, dan analytical thinking.

Peran dan Tugas User Experience Designer

Desainer UX memiliki peran penting membuat prototipe, menguji penelitian dan kegunaan, serta bekerja sama dengan tim developer. Meskipun demikian, sebenarnya peran desainer UX tergantung dari besar kecilnya perusahaan. 

ux designer

Sebagai contoh, pada perusahaan startup, desainer UX bertanggung jawab pada seluruh bagian proses desain. Pada perusahaan besar, peran desainer UX hanya berfokus pada satu bagian saja, seperti Information Architect, Usability Specialist, UX Research, dan lainnya. 

Tugas

Tugas seorang desainer UX sangat bervariasi, tergantung tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan. Meskipun demikian, terdapat sejumlah fungsi umum seorang desainer UX, antara lain:

- Product Research

Product research mencakup titik awal perancangan produk, yakni riset user dan pasar. Keduanya sangat penting untuk menghindari asumsi. Alhasil, ketika membuat keputusan, seorang desainer UX akan menentukannya berdasarkan data dan informasi dari pengguna.

Dengan adanya penelitian produk, seorang desainer UX dapat mempelajari perilaku, kebutuhan user, motivasi, dan sasaran. Secara tidak langsung, hal ini akan memudahkan proses identifikasi peluang produk sekaligus menentukan skala prioritas dari berbagai aspek.

Umumnya, proses pengumpulan data bisa didapatkan dari wawancara pribadi dengan user, survei online, competitive analysis, dan fokus group. Nantinya, data yang telah dikumpulkan akan dianalisis kemudian diubah menjadi informasi kualitatif dan kuantitatif untuk pengambilan keputusan.

- Membuat Persona dan Skenario

Seorang desainer UX harus melakukan proses identifikasi user dan persona (representatif kelompok user) berdasarkan hasil penelitian produk. Persona adalah identitas fiktif yang menggambarkan perilaku, motivasi, dan kebutuhan pengguna dari produk yang hendak dibuat. 

Tujuan dari persona sendiri adalah untuk menggambarkan pola produk sesuai identifikasi pengguna. Setelahnya, desainer UX akan menulis scenario, yakni narasi yang mencerminkan kegiatan dari salah satu user dan kesesuaian produk dengan kehidupan.

- Information Architecture (IA)

Setelah menyelesaikan persona dan scenario, desainer UX bertugas mendefinisikan Information Architecture (IA). Information Archictecture merupakan proses pembuatan struktur produk yang memudahkan user memahami di mana lokasi dan posisi saat produk digunakan. Information Archictecture menghasilkan hierarki, navigasi, dan kategorisasi produk.

- Membuat Wireframes

Ketika Information Archictecture rancangan telah ditentukan, tugas selanjutnya adalah membuat wireframes. Wireframes berkaitan erat dengan UX karena menjadi representasi awal sebuah desain dan mewakili setiap langkah atau tampilan yang mungkin dibutuhkan oleh pengguna ketika berinteraksi dengan produk. Wireframes harus bisa mewakili objek User Interface yang sesungguhnya.

- Prototyping

Banyak orang mengira bahwa wireframe dan prototipe adalah sama. Sebenarnya, keduanya berbeda. Wireframes hampir sama dengan blueprint arsitektur, sedangkan prototipe mewakili produk akhir tingkat menengah ke atas. Prototipe memberikan gambaran tentang rasa ketika berinteraksi langsung dengan produk. 

Singkatnya, prototipe adalah stimulasi interaksi paling akhir antara user dengan antarmuka. Untuk membuat prototipe, desainer UX biasanya menggunakan aplikasi Adobe XD atau Sketch.

- Product Testing

Product testing memberikan pengetahuan tentang pengalaman user selama berinteraksi degan produk. Hal ini memudahkan UX Designer mengetahui permasalahan yang mungkin terjadi. 

Melakukan tes sembari mengamati perilaku user terhadap produk merupakan cara umum yang biasa dilakukan seorang desainer UX ketika melakukan product testing. Biasanya, desainer UX juga melakukan pengumpulan dan menganalisis feedback verbal maupun nonverbal dari user. Tujuannya adalah untuk membantu desainer UX memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.

Skill Yang Dibutuhkan Seorang Desainer UX

Desain UX merupakan suatu proses untuk menciptakan produk yang relevan sekaligus memberikan pengalaman bermakna pada user. UX melibatkan seluruh proses pengembangan produk, termasuk aspek desain, branding, fungsi, dan kegunaan. 

Pentingnya UX dalam pembuatan website mengharuskan seorang desainer UX terus belajar untuk meningkatkan mutu sebuah produk. Sebagai seorang desainer UX, Anda harus memikirkan produk yang dibuat, mengapa produk dibuat, dan bagaimana cara menggunakannya.

skill ux designer

Lantaran bekerja di bidang teknologi dan software, seorang desainer UX wajib memiliki kemampuan berikut ini. 

Hard Skill

Desainer UX harus bisa memahami kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, desainer UX memerlukan hard skill agar peran dan tugasnya dapat terselesaikan dengan baik.  

- Visual Communication

Jika memiliki impian menjadi seorang desainer UX, maka asah kemampuan komunikasi visual Anda. Anda harus bisa membuat koneksi melalui sebuah gambar. Dengan kemampuan ini, pekerjaan membuat ikon, presentasi, dan prototype interaktif menjadi lebih mudah.

- Desain Interaksi

Sebagai seorang desainer UX, Anda harus bisa merancang desain produk yang tidak hanya menarik, melainkan juga menyenangkan. Kemudahan berinteraksi akan membuat pengguna merasa puas dengan produk tersebut.

- Wireframing dan Prototyping

Kemampuan wireframing dan prototipe merupakan dasar penting dari proses desain. Desainer UX akan melakukan trial untuk menguji kemampuan produk sebelum diluncurkan. Kemampuan ini juga memudahkan desainer UX berkomunikasi dengan tim, developer, pemegang saham, dan pengguna.

- UI/UX writing

Selain desain dan coding, kemampuan menulis juga diperlukan seorang desain UX. Melalui tulisan menarik, interaksi user dengan produk menjadi lebih baik. 

- Riset 

Desainer UX harus bisa memahami keinginan dan pandangan pengguna. Kemampuan riset akan membantu desainer UX untuk merencanakan dan menganalisis hasil temuan dari beragam metode penelitian secara tepat. 

- Information Architecture 

Kemampuan Information Architecture dibutuhkan oleh desainer UX untuk memudahkan menentukan prioritas dan mengatur informasi kompleks. Dalam pembuatan produk digital, seorang desainer UX akan mendapatkan informasi dari banyak perspektif berbeda, seperti manajemen proyek dan desain produk. 

Soft Skill

Seorang desainer UX juga harus memiliki soft skill untuk menerjemahkan tujuan dan tetap mengutamakan pengguna. Adapun soft skill yang dibutuhkan, antara sebagai berikut.

- User Empathy 

Untuk memahami kebutuhan, desainer UX harus bisa memosisikan diri sebagai seorang pengguna. Dari sudut pandang user, desainer UX bisa mengambil keputusan bisnis secara tepat sasaran. 

- Kemampuan Berkomunikasi

Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, seorang desainer UX akan kesulitan memaparkan produk kepada klien, pemegang saham, ataupun pengguna.

- Mengelola Data

Dihadapkan dengan jenis orang dan spesialisasi, mulai dari coding, desain, hingga marketing, desainer UX harus memiliki kemampuan mengolah data yang baik agar pekerjaan dapat terselesaikan sesuai target.

- Berpikir Kritis

Untuk menganalisis masalah secara mendalam sekaligus mempertanyakan asumsi diperlukan kemampuan berpikir kritis. Seorang desainer UX harus melatih dan mengasah kemampuan berpikir kritis dengan cara mencari kelemahan sistem, mengidentifikasi kesalahan penalaran, dan mengecek kendala sebelum menghubungkan seluruh ide.

- Problem Solving 

UX designer tidak hanya bertugas menciptakan pengalaman bagi pengguna, tetapi menerjemahkan tujuan atau target dan kebutuhan proyek ke dalam desain. Dengan kemampuan problem solving yang baik, tugas desainer UX menjadi lebih ringan. 

- Penguasaan Tools

Tools merupakan peralatan yang dibutuhkan untuk melancarkan tugas atau pekerjaan sebagai seorang desainer UX. Beberapa tools yang dapat menunjang pekerjaan desainer UX, antara lain:

  • Wireframing Tools: Wireframe, Pencil, Moqups, dan Balsamiq.
  • Usability Tools: Attensee, UserVoice, MouseStats, dan Appsee.
  • Usability Testing Tools: Crazy Egg dan Loop11. 
  • A/B Testing Tools: Visual Website Optimizer, Desinion, dan Optimizely.
  • Collaboration Tools: Notism, Trello, FileSquare, dan Red Pen.

Selain kelima tools tersebut, desainer UX juga membutuhkan KPI atau metrik untuk mengukur kinerja dan kesuksesan. Ukuran sukses seorang UX designer adalah ketika pengguna merasa puas dengan kemudahan penggunaan produk. 

Rating yang diberikan pengguna dan rekomendasi produk kepada orang juga bisa dijadikan sebagai indikator kesuksesan. Untuk meningkatkan kemampuan UX dan selalu mendapatkan informasi terbaru seputar desain UX, Anda bisa bergabung di komunitas Product. 

Berada di dalam komunitas tidak hanya membuat Anda menemukan banyak teman, tetapi juga memotivasi untuk terus meraih cita-cita sebagai desainer UX profesional.

Tips Sukses Menjadi Seorang UX Designer

Menjadi seorang UX designer bukan hal yang mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Anda bisa menggapai impian tersebut dengan terus belajar dan meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan dalam pembuatan produk digital.

tips sukses ux designer

Cara lain yang dapat Anda coba adalah dengan mengikuti sejumlah tips sukses berikut ini.

- Baca Buku UX

Kendati gelar akademis di bidang desain UX bukanlah persyaratan mutlak, hal ini bisa membantu karier Anda. Namun, bagi yang berasal dari latar belakang berbeda, Anda bisa mempelajari UX melalui buku. 

Anda bisa membaca buku karya Jesse James Garrett yang sangat direkomendasikan bagi pemula, yakni The Elements Of User Experience, A Project Guide To UX Design, dan UX For Beginners, A Crash Course In 100 Short Lessons.

Buku lain yang juga dapat menambah pengetahuan Anda mengenai UX design, di antaranya:

  • The Nondesigner’s Design Book karya Robin Williams.
  • Undercover User Experience Design karya Cennydd Bowles dan James Box.
  • Smashing UX Design, Foundations for Designing Online User Experiences karya Jesmond Allen dan James Chudley.
  • Sketching User Experiences karya Bill Buxton.
  • Lean UX, Applying Lean Principle to Improve User Experience karya Jeff Gothelf dan Josh Seiden.
  • Lean UX, Designing Products with Agile Teams karya Jeff Gothelf dan Josh Seiden.
  • The UX Team of One, A Research and Design Survival Guide karya Leah Buley.
  • Observing The User Experience karya Vijay Kumar.

- Mengikuti Kursus

Mengikuti kursus merupakan opsi lain untuk mempercepat proses pembelajaran. Terdapat dua jenis kursus yang dapat dijadikan pilihan, yakni daring dan kursus tatap muka langsung. 

Jika Anda lebih menyukai kursus via internet, maka UX Apprentice, Fundamentals Of UX Design, dan UX Apprentice dapat dijadikan sebagai solusi terbaik. Kursus tersebut menawarkan program lengkap untuk calon UX designer yang dikemas menarik dan mudah dipahami pemula.

Selain kursus, Anda juga bisa mendapatkan pelatihan gratis atau informasi terbaru dari beberapa situs yang mengulas UX design, di antaranya UX Mastery, 52 Weeks of UX, Mockplus Blog, UX Mag, dan UX Daily.

- Praktik

Setelah mempelajari desain UX, cobalah untuk mempraktikkannya. Kerahkan kemampuan Anda untuk menciptakan sebuah produk. Tak perlu berkecil hati apabila karya pertama Anda tidak sesuai harapan. Teruslah berlatih. Makin sering melakukan praktik, Anda akan makin lihai dalam merancang dan menguasai tools UX design.

Bagi Anda yang ingin memiliki proyek software development atau hendak merancang aplikasi UX rumit, tak ada salahnya untuk menggunakan layanan software house, SoftwareSeni. 

SofwareSeni merupakan perusahaan one stop IT solution yang menawarkan kemudahan dalam pembuatan website development ataupun mobile app development. Perusahaan yang berlokasi di Yogyakarta ini didukung oleh ratusan tenaga ahli, baik IT Consultant maupun staf berpengalaman lainnya. 

Berbekal keahlian dan pengalaman mumpuni, SoftwareSeni mampu menghasilkan produk berstandar tinggi dan teruji secara internasional. Tak heran perusahaan besar, seperti Astra, Traveloka, dan Angkasa Pura pernah menjalin kerja sama dengan SoftwareSeni.

Demikianlah sekilas informasi mengenai UX designer yang perlu Anda ketahui. Jika Anda ingin berkonsultasi atau memerlukan jasa IT Consultant, maka segera hubungi SoftwareSeni.

FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577