Bagaimana Memilih Mobile App Developer yang Tepat?

Bagaimana Memilih Mobile App Developer yang Tepat?

by
Rian Romadhon
January 4, 2021

Mobile app developer adalah para programmer yang telah terbiasa dan terlatih membangun produk berupa aplikasi berbasis mobile. Pekerjaan yang mereka lakukan didasarkan pada ide-ide desain serta penerapan rekayasa perangkat lunak. Tugas seorang pengembang mobile app ini sangat berbeda dengan web developer.

Dalam melakukan pengembangan aplikasi mobile, para pengembang aplikasi akan menggunakan beberapa sistem dan bahasa pemrograman yang berbeda-beda untuk menghubungkan satu dengan lainnya. Pengembangan aplikasi ini biasanya dilakukan dengan sistem operasi iOS ataupun Android.

Pengembang aplikasi mobile sangat dituntut agar dapat memberikan atensi khusus bagi kesesuaian aplikasi dengan berbagai sistem operasi yang terpasang di berbagai perangkat yang berbeda-beda.

Bagi perusahaan yang ingin menciptakan aplikasi mobile-nya sendiri, tentunya wajib memilih developer terpercaya. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih mobile app developer? Simak ulasannya berikut ini.

Mengenal Mobile App Development

Secara sederhana, mobile app development merupakan pengembangan aplikasi berbasis mobile yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin membangun aplikasi mobile-nya sendiri. Mereka yang berkecimpung di bidang ini biasa disebut dengan mobile app developer atau singkatnya pengembang aplikasi.

mobile app developer

Saat ini, aplikasi mobile memang sangat populer dan dibutuhkan hampir oleh setiap orang, apalagi mereka yang memiliki ponsel pintar. Ada dua sistem operasi yang biasa terpasang pada ponsel pintar kebanyakan orang, yaitu iOS dan Android. Keduanya kebetulan juga sudah sangat familier bagi pengguna smartphone di Indonesia.

Aplikasi mobile sering dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan software development. Perusahaan pengembang menawarkan pembuatan aplikasi mobile, seperti aplikasi untuk Android dan aplikasi khusus untuk iOS. Perusahaan pengembang aplikasi mobile di Indonesia sendiri saat ini jumlahnya sudah cukup banyak. Tidak hanya perusahaan saja, tetapi ada juga yang bekerja secara individu sebagai pengembang aplikasi mobile.

Masing-masing perusahaan tentunya memiliki maksud dan tujuannya sendiri dalam mengembangkan aplikasi. Hal ini sesuai dengan jenis bisnis dari perusahaan tersebut. Namun, kebanyakan perusahaan menginginkan pengembangan aplikasi mobile yang bertujuan untuk peningkatan keterikatan para pelanggan, perpindahan ke sistem digital, peningkatan produktivitas, dan lainnya. Pembuatan aplikasi mobile juga sudah menjadi tuntutan di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang.

Mobile Developer dan Web Developer. Apa Bedanya?

Masih banyak orang yang belum paham apa itu mobile developer dan web developer. Meskipun keduanya mirip, kedua profesi tersebut sangatlah berbeda, baik dari sisi pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dilakukan.

perbedaan mobile app developer dengan web app developer

Apa saja perbedaannya?

1. Mobile App Developer

Seperti yang sudah sedikit diuraikan di atas, mobile app developer merupakan sebuah profesi yang menuntut para pengembang untuk dapat menguasai spesialisasi teknologi seluler, seperti pembuatan aplikasi untuk Android atau iOS maupun sistem operasi mobile lainnya.

Secara umum, pengembang aplikasi mobile inilah yang merancang dan membuat beragam aplikasi yang kita temui di Google Play Store dan App Store atas permintaan khusus dari berbagai perusahaan yang menyewa jasa mereka. 

Tim pengembang aplikasi mobile harus memiliki kemampuan bahasa pemrograman yang mumpuni. Hal ini wajib dikuasai karena bahasa pemrograman merupakan penunjang pekerjaannya.

Tidak hanya bahasa pemrograman saja, pengembang aplikasi mobile juga wajib menguasai beragam tools, seperti Xamarin, Sencha, dan sebagainya. Profesi pengembang aplikasi sendiri dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenisnya, yaitu Android Developer, iOS Developer, dan Video Game Developer. Pembagian ini didasarkan pada keahlian dari masing-masing pengembang.

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, zaman sekarang orang-orang lebih nyaman menggunakan ponsel pintar dibandingkan dengan komputer. Selain ringkas dan efisien, smartphone menawarkan segudang aplikasi mobile yang lebih cepat bila dibandingkan dengan web app. Tidak heran jika saat ini sudah banyak software house yang juga membuka jasa pembuatan aplikasi berbasis mobile.

2. Web Developer

Bila mobile app developer lebih menitikberatkan kepada pembangunan aplikasi berbasis mobile, maka web developer adalah pengembangan aplikasi yang didasarkan pada website.

Website developer memiliki tanggung jawab dalam pembuatan website dari awal hingga siap digunakan, termasuk website development. Mereka melakukan pemrograman terhadap website agar mudah dipakai oleh user atau para penggunanya.

Sama halnya dengan pengembang aplikasi mobile, web developer juga harus mampu menguasai bahasa pemrograman dalam membangun website. Selain bahasa pemrograman, pengembang web harus lihai menguasai berbagai macam kemampuan pendukung lain, seperti JavaScript, domain, coding, database, dan lain-lain yang menjadi dasar pembangunan website. Sementara itu, tools yang biasa digunakan oleh web developer di antaranya Firebug, Sublime Text, jQuery, dan lain sebagainya.

Web developer biasanya dibagi lagi atas beberapa beberapa jenis keahliannya, seperti frontend developer, backend developer, JavaScript developer, dan full stack developer.

3. Tugas dan Tanggung Jawab

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, walaupun keduanya bertindak sebagai pengembang, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. 

Seorang web developer memiliki tanggung jawab untuk fokus terhadap pembuatan website, sementara mobile app developer terfokus hanya pada pembuatan aplikasi untuk ponsel pintar saja dengan sistem operasi Android ataupun iOS.

Dari perbedaan tugas dan tanggung jawab pengembangan tersebut, maka produk yang dihasilkan juga akan berbeda. Pengembang aplikasi mobile nantinya akan menghasilkan aplikasi dan web developer akan menghasilkan produk berupa website. Meskipun berbeda, tujuan pembuatan website dan aplikasi tersebut tetaplah sama, yaitu untuk membantu pengguna/user menikmati produk tersebut.

Pertimbangan Memilih Mobile App Developer

Di era kemajuan industri digital saat ini, telah banyak perusahaan yang menyadari betapa aplikasi mobile sangat diperlukan, terutama untuk memanjakan pelanggan demi mendapatkan keuntungan yang besar. Mobile app pada kenyataannya memang lebih memudahkan para pelanggan dalam mendapatkan layanan.

Menanggapi kebutuhan dan permintaan pengembangan aplikasi mobile yang terus meningkat, kini sudah banyak tim pengembang yang tidak hanya menawarkan pengembangan website saja, tetapi juga pengembangan di bidang aplikasi mobile.

memilih mobile app developer terbaik

Membuat mobile untuk bisnis adalah sesuatu yang serius. Oleh karena itu, sebaiknya tidak dilakukan dengan sembarangan. Dalam memilih pengembang aplikasi, Anda memang seharusnya  mempertimbangkan beberapa hal. Pertimbangan apa saja yang perlu diambil ketika akan menunjuk tim pengembang aplikasi mobile? Berikut beberapa di antaranya:

1. Pilih Pengembang yang Memiliki Passion

Undang beberapa pengembang yang sudah berpengalaman dan beritahukan mereka tentang proyek yang akan Anda kerjakan. Beri kesempatan mereka untuk mempresentasikan proposal penawaran dan perancangan aplikasi mobile yang akan dibuat. Dari beberapa presentasi yang ada, kemudian pilih mobile app developer yang kira-kira memang serius dalam mengerjakan proyek tersebut.

Antusiasme para developer dalam mengerjakan proyek terlihat pada saat mereka menyampaikan rancangan desain proyek yang diminta. Tentu saja, antusiasme tersebut bisa menjadi nilai positif dalam melakukan pengerjaan proyek yang diberikan.

2. Jenis Aplikasi yang Akan Dikembangkan

Bila ingin membangun aplikasi dalam tempo yang singkat serta terjangkau, maka langkah di atas sepertinya tidak perlu dilakukan. Beberapa perusahaan mobile app developer menawarkan pemakaian template untuk aplikasi-aplikasi mobile berbujet minim serta pengerjaannya yang cepat. Pilihan ini cocok untuk aplikasi sederhana, tanpa fitur canggih.

Namun, bila aplikasi yang dibuat ingin disisipi dengan berbagai macam fitur canggih, maka langkah pertama patut dilakukan untuk memilih developer yang memang terbiasa dengan proyek-proyek besar. Dengan begitu, mereka dapat menangani permintaan pembuatan aplikasi secara spesifik. Kualitas layanan yang diberikan pastinya lebih baik dibandingkan dengan pengembang yang hanya mengandalkan template.

3. Selalu Minta Rekomendasi

Jika langkah pertama masih berat dilakukan, sebaiknya Anda minta rekomendasi orang lain. Pilih kurang lebih 10 mantan klien dari developer yang akan diajak bekerja sama. Lihat feedback yang diberikan, apakah mereka merekomendasikan atau justru sebaliknya.

Bila banyak yang memberikan nilai positif, maka pengembang tersebut bisa dipertimbangkan. Selain dari rekomendasi para klien, Anda bisa juga mencari developer yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak terbaik.

4. Melihat Portofolio yang Dimiliki Pengembang

Ketika meminta penawaran dari para pengembang, jangan lupa untuk meminta portofolio yang mereka miliki. Kebanyakan perusahaan mobile app developer sudah menyertakan portofolio mereka pada proposal penawaran.

Periksa portofolio yang sudah mereka kerjakan. Cek apakah aplikasi yang pernah mereka bangun memiliki desain menarik atau fitur istimewa dan kelancaran penggunaan aplikasi.

5. Aplikasi untuk Android atau iOS?

Sebagian developer aplikasi mobile rata-rata hanya mengembangkan aplikasi bagi salah satu sistem operasi saja, Android atau iOS. Oleh sebab itu, sebaiknya tentukan aplikasi yang akan dibangun akan bekerja di sistem operasi mana sejak awal.

Bila sudah menentukannya, Anda akan lebih mudah memilih developer yang sesuai. Jika ingin lebih mudah lagi, maka sebaiknya pilih perusahaan pengembang yang dapat menangani pembuatan aplikasi yang dapat dijalankan baik di Android maupun iOS.

6. Kualitas Layanan yang Diberikan

Kualitas pelayanan dan kerja sama yang baik tentunya tidak luput dari pertimbangan ketika Anda memilih pengembang aplikasi mobile. Tidak hanya memberikan jaminan kualitas terhadap produk aplikasi yang sedang dibuat saja, perusahaan pengembang yang baik tentunya dapat membantu mencari solusi atau ide dari sudut pandang lain dalam tahap pengembangan aplikasi.

Proses pembuatan aplikasi tidak terjadi secara singkat. Akan ada banyak diskusi dan keputusan yang diambil. Oleh karena itu, penting memilih pengembang yang sesuai dan dapat diajak berdiskusi dengan baik.

7. Ketahui Kebutuhan Aplikasi yang Dikembangkan

Sebelum memutuskan menyewa developer aplikasi mobile, tentunya Anda sudah tahu aplikasi seperti apa yang dibutuhkan, termasuk system requirement-nya. Semua yang dibutuhkan dan diinginkan tersebut dapat disampaikan kepada pengembang aplikasi mobile yang telah dipilih.

Informasi yang disampaikan sifatnya adalah fungsionalitas dari aplikasi yang akan dibuat atau dikembangkan. Bila ada kendala dalam menyampaikan fungsionalitas dari aplikasi tersebut, Anda bisa menunjukkan aplikasi sejenis agar dapat dijadikan sebagai contoh dan acuan.

8. Model Pengembangan

Meskipun pengembang yang dipilih memiliki layanan dan kualitas terbaik, belum tentu mereka memiliki seluruh sumber daya manusia yang dibutuhkan. Beberapa software house yang memiliki keterbatasan personil biasanya akan menggunakan pihak ketiga dalam proyek pengembangan aplikasi. 

Namun, bila Anda menginginkan layanan end to end service, lebih baik hindari pengembang dengan sistem seperti di atas. Sering kali, model layanan tersebut hasilnya menjadi kurang memuaskan. Ditambah lagi, terkadang Anda juga harus bekerja dua kali untuk mengecek kesesuaian pekerjaan.

Bila memerlukan servis end to end, lebih baik komunikasikan di awal dengan tim pengembang. Pastikan mereka memiliki layanan yang dibutuhkan secara lengkap dan memiliki spesialis tersendiri dalam masing-masing tim agar dapat melakukan pelayanan maksimal.

9. Harga yang Ditawarkan

Harga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih tim pengembang aplikasi mobile. Kadang kala, ketika pertimbangan-pertimbangan di atas sudah terpenuhi dan cocok dengan salah satu pengembang kompeten, ternyata penawaran yang diajukan cukup tinggi.

Hal tersebut tentunya lumrah terjadi. Karena harga menggambarkan kualitas, makin baik layanan dan kualitas yang diberikan, tentunya makin tinggi juga harga yang diminta. Aplikasi mobile dengan spesifikasi yang tinggi dan canggih memerlukan banyak biaya dalam pengembangannya. Pengembang yang sudah berpengalaman tentu akan menawarkan harga kompetitif sesuai dengan kualitas dan jaminan layanan yang diberikan.  Namun, masih banyak pula pengembang berpengalaman yang menawarkan pengembangan aplikasi dengan harga yang relatif terjangkau.

10. Tetap Utamakan Kualitas

Selain kualitas pelayanan yang diberikan, tentu saja yang menjadi pertimbangan terakhir adalah kualitas produk aplikasi yang akan dihasilkan. Anda bisa melihatnya pada saat mobile app developer mempresentasikan rancangan ide dan desainnya. Meskipun mereka menawarkan harga penawaran yang cukup rendah, tetap pertimbangkan juga kualitas aplikasi yang dibuat.

Pastinya, kualitas dari aplikasi mobile yang dibuat akan mencerminkan citra dari perusahaan kepada para pelanggan. Bila kualitas aplikasinya kurang baik, pelanggan akan memberikan nilai buruk kepada perusahaan. Apalagi di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, mereka akan dengan mudah memberikan umpan balik negatif.

Pilih Hybrid atau Native?

Aplikasi yang ada rata-rata memang berjalan di sistem operasi Android dan iOS. Kedua sistem operasi tersebut memang telah familier untuk pengguna smartphone di Indonesia. Lewat beragam aplikasi yang ada, segala kebutuhan dapat terpenuhi dengan mudah dan cepat. Mulai dari memesan makanan, akomodasi, transportasi, keuangan, dan lain-lainnya sudah bisa dilakukan dengan aplikasi di ponsel pintar. Inilah sebabnya banyak perusahaan yang merasa perlu mengembangkan aplikasinya sendiri.

aplikasi native atau hybrid?

Dalam membantu para developer untuk membuat aplikasi mobile, saat ini juga telah banyak bermunculan platform untuk pembuatan aplikasi yang menggunakan berbagai bahasa pemrograman, seperti PhoneGap dan Ionic. Kemunculan platform tersebut membagi aplikasi mobile ke dalam dua jenis, yaitu aplikasi native dan hybrid.

Secara lengkapnya, perbedaan dari kedua jenis aplikasi tersebut adalah sebagai berikut:

- Aplikasi Native

Aplikasi native dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman yang spesifik dan dikhususkan untuk platform tertentu. Contoh bahasa pemrograman yang biasa digunakan adalah Swift dan Objective-C untuk sistem operasi iOS dan Java untuk sistem operasi Android.

Pengembangan aplikasi native wajib menyajikan pengalaman produk maksimal di perangkat mobile. Namun demikian, bujet yang dibutuhkan cukup tinggi karena akan digunakan untuk membangun dan mengembangkan aplikasi cross platform yang akan membuat aplikasi native selalu update.

- Aplikasi Hybrid

Aplikasi hybrid merupakan aplikasi web yang sengaja diubah menjadi kode native lewat sistem operasi Android atau iOS. Ciri dari aplikasi hybrid ini adalah penggunaan peramban dalam mengizinkan aplikasi tersebut untuk mengakses fitur-fitur di dalam perangkat smartphone. Alat-alat pengembang aplikasi hybrid di antaranya adalah Rubymotion dan Phonegap.

Aplikasi hybrid lebih mudah dibuat bila dibandingkan dengan aplikasi native. Aplikasi ini bisa juga dibuat dengan cepat untuk kebutuhan cross platform. Belum lagi, bujet yang ditawarkan juga lebih hemat dibandingkan dengan pengembangan aplikasi native.

mobile app developer

Sama seperti memilih pengembang aplikasi mobile, pemilihan native atau hybrid ini juga ada pertimbangannya, apalagi untuk sekelas perusahaan besar yang baru saja akan membuat aplikasi perdananya. Apa saja? Berikut penjelasannya :

1. Tentukan USP

USP atau unique selling proposition adalah suatu pembeda dari sebuah produk atau jasa yang dimiliki oleh kompetitor. USP ini yang akan menjadi kunci dalam membuat produk atau jasa yang dijual menjadi lebih unggul bagi pelanggan.

Bila sebuah bisnis memiliki nilai unique, maka bisnis tersebut sudah barang tentu berbeda dengan yang lainnya. Setelah memiliki keunikan, ada selling yang akan membujuk pelanggan agar membeli/menggunakan produk atau jasa yang dijual. Sementara itu, proposition sendiri merupakan usulan yang diterima.

Untuk membuat aplikasi bagi produk yang telah memiliki USP, maka jenis aplikasi yang tepat adalah aplikasi native. Pengembangan aplikasi native memang memakan waktu relatif lama, tetapi pengembangan dengan jenis ini dapat memaksimalkan potensi dari platform yang diinginkan. Hal ini sangat berguna untuk UI atau pengalaman bagi pengguna aplikasi.

2. Waktu Rilis Aplikasi

Periksa timeline dan jadwal rilis aplikasi yang sedang dibuat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pembuatan sebuah aplikasi mobile. Faktor-faktor tersebut di antaranya ada berapa banyak fitur yang ada di dalam aplikasi, jumlah personel yang terlibat, biaya yang dibutuhkan, dan pemilihan jenis aplikasinya.

Bila memiliki bujet yang rendah dan aplikasi ingin selesai dengan cepat, maka aplikasi mobile jenis hybrid bisa dipilih. Alasannya adalah aplikasi jenis hybrid bisa bekerja di berbagai macam sistem operasi dan proses pengerjaannya yang tidak terlalu makan banyak waktu. Jadi, aplikasi dapat dirilis dengan segera dan tampil di App Store atau Google Play Store.

3. Seberapa Sering Aplikasi akan Diperbarui

Ke depannya, apakah aplikasi yang dibuat akan sering dilakukan pembaruan untuk update konten beserta isinya? Bila nantinya akan sering dilakukan pembaruan, maka Anda dapat mempertimbangkan aplikasi jenis hybrid. Keuntungan aplikasi jenis ini adalah seluruh konten di dalam aplikasi dapat di-update secara langsung dari website. Namun, bila pembaruan atau perubahan yang dilakukan ada pada aplikasinya itu sendiri, maka akan lebih baik bila menggunakan jenis aplikasi native.

4. UX yang Lebih Baik

Jika aplikasi akan fokus dalam memberikan UX kreatif, baik, dan unik kepada para pengguna, jenis native bisa dicoba dipertimbangkan. UX yang dihasilkan dari aplikasi jenis hybrid sebenarnya juga tidak terlalu buruk.

Aplikasi yang dikembangkan oleh mobile app developer memang harus memperhatikan berbagai macam faktornya sesuai kebutuhan. Aplikasi jenis hybrid bisa digunakan jika ingin membuat aplikasi dalam waktu yang singkat dan bujet rendah. Hybrid juga telah menawarkan UX yang sudah cukup bagus sesuai kebutuhan dalam menyajikan konten saja.

Sementara jika menginginkan aplikasi yang lebih sempurna dengan UX terbaik serta beragam fitur canggih lainnya, aplikasi native adalah pilihan paling tepat. Dengan catatan, bujet dan sumber daya yang disiapkan lebih tinggi.

mobile app developer

Tertarik membuat aplikasi untuk perusahaan kalian sendiri? Tidak ada salahnya berkonsultasi dulu dengan IT consultant terpercaya seperti SoftwareSeni agar bisa berkonsultasi lebih detail terkait pembuatan aplikasi mobile.

Punya Project atau Ingin Bekerja Sama?

Hubungi kami dan ciptakan software impianmu sekarang!
Office Address Image

SYDNEY

Level 28, 161 Castlereagh St, Sydney 2000
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Jl Magelang No 65, Tegalrejo, Yogyakarta, Indonesia 55242
+62 858 6514 9577