Mockup Software dan Kejelasan Intellectual Property, Perlukah?

Mockup Software dan Kejelasan Intellectual Property, Perlukah?

by
Rian Romadhon
January 19, 2021

Ketika membuat software untuk tujuan tertentu, Anda mungkin berpikir bahwa frontend developer adalah orang yang bertugas memberikan tampilan atau nuansa dalam perangkat lunak yang Anda inginkan. Namun, tugas developer yang sebenarnya adalah mengurus bagian teknis. Jadi, jika ingin melihat gambaran bagaimana produk akhir Anda, maka akan dibuat sebuah sample yang disebut dengan mockup software. Orang yang membuatnya biasanya adalah desainer.

Apa Itu Mockup Software?

Dalam bahasa Indonesia, mockup disebut dengan istilah maket. Di dunia arsitektur, maket adalah miniatur atau bentuk skala kecil dari bangunan asli yang ingin dibuat. Dengan melihat maket, orang bisa membayangkan bagaimana wujud bangunan yang akan dibuat nantinya meski dalam ukuran yang kecil dan tidak bisa digunakan.

mockup software

Hal yang sama juga berlaku dalam pembuatan mockup software atau maket softwareMockup merupakan sebuah gambar statis dengan tingkat kesesuaian menengah hingga tinggi dengan produk finalnya. Tujuan pembuatannya adalah untuk mendemonstrasikan skema warna, tata letak konten, font, ikon, visual navigasi, gambar, dan nuansa dari keseluruhan produk digital yang akan dibuat.

Komponen dalam Mockup Software

Adapun komponen yang dapat Anda lihat melalui mockup perangkat lunak yang dibuat oleh desainer, antara lain:

  • Content lay-out atau tata letak konten. Bagian ini akan menunjukkan bagaimana konten ditampilkan pada halaman atau layar. Desainer mungkin akan menggunakan diagram Gutenberg, tata letak pola-Z, atau tata letak pola-F.
  • Skema warna. Skema warna pada aplikasi maupun perangkat lunak akan memberikan nuansa dan pengalaman berbeda pada masing-masing pengguna. Karena warna dapat memengaruhi pengalaman pengguna, Anda harus memilihnya dengan bijak. Perhatikan juga tingkat kontras warna agar teks bisa dibaca dengan baik dan keseluruhan elemen terlihat jelas.
  • Tipografi. Bagian yang termasuk dalam tipografi adalah jenis font, ukuran, gaya, spasi, hingga perataan teks. Jangan sampai ada bagian dari desain yang mengganggu pengguna dalam membaca teks.
  • Spacing atau jarak. Dalam sebuah desain, penting adanya keseimbangan antara halaman yang terisi dengan halaman yang kosong. Jika layar terlalu penuh dengan tulisan atau warna, pengalaman pengguna akan jelek. Lewat mockup software, Anda bisa melihat apakah spacing-nya sudah cukup baik atau perlu diubah.
  • Visual navigasi. Beragam menu seperti pull-down, sider, footer, panah, atau slider juga bisa dilihat melalui maket perangkat lunak.

Selain bagian-bagian di atas, komponen visual lain mencakup gambar background, ikon, hingga elemen dekoratif lainnya juga akan ditampilkan melalui maket.

Apa Manfaat Menggunakan Mockup?

Dengan membuat dan melihat mockup, Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat, antara lain:

  • Mockup adalah tampilan yang realistis bagi proyek Anda. Ini adalah kesempatan yang sempurna untuk melihat bagaimana produk digital yang ingin Anda buat. Apakah skema warnanya sudah sesuai dengan tujuan pembuatan perangkat lunak? Bagaimana dengan menu-menunya? Apakah Anda merasa nyaman melihat tampilan aplikasinya? Maket merupakan cara Anda untuk dapat melihat produk akhir, bahkan sebelum developer membuatnya.
  • Mockup mudah direvisi. Proses software development bukanlah hal yang bisa dilakukan dalam waktu cepat. Anda mungkin menginginkan perubahan pada beberapa bagian dari software. Melakukan revisi lewat mockup jauh lebih mudah ketimbang harus mengubah kode ketika produknya sudah jadi. Ini akan membuat proses pengerjaan software berjalan lebih efisien.
  • Mockup dapat menjadi representasi dari proyek Anda. Bagi Anda yang masih memerlukan persetujuan dari para stakeholder, menunjukkan maket akan menjadi cara yang bagus untuk meyakinkan mereka. Mockup sangat intuitif, dapat dimengerti dengan mudah, dan sangat mirip dengan produk akhirnya.
mockup software

Perbedaan Mockup dengan Wireframe dan Prototipe?

Banyak orang yang bingung membedakan antara mockup, wireframe, dan prototipe. Secara ringkas, wireframe merupakan struktur dari perangkat lunak, sedangkan prototipe mewakili fungsionalitasnya. Di sisi lain, mockup menunjukkan tampilan visualnya. Jika digabungkan, wireframe, prototype, dan mockup merupakan bagian-bagian untuk mencapai sebuah desain perangkat lunak yang sempurna.

  • Wireframe. Wireframe atau gambar rangka adalah perencanaan sebuah situs (dalam pembuatan website), struktur aplikasi (atau perangkat lunak), serta skenario aliran pengguna.
  • Prototipe. Maket dan prototipe adalah dua hal yang berbeda. Maket bersifat statis (hanya bisa dilihat) sementara prototipe bisa di-klik. Tujuan dari pembuatan prototipe adalah untuk mendemonstrasikan bagaimana fungsionalitas dari sebuah aplikasi. Sementara itu, maket hanya menunjukkan tampilannya saja.
  • Desain. Desain memiliki makna yang sangat luas dalam bidang pengembangan perangkat lunak maupun website development. Desain adalah proses kerja seorang desainer dalam menampilkan visi lewat pemilihan warna, bentuk, dan font yang tepat. Di sisi lain, desain juga merupakan proses pembuatan software hingga bisa digunakan dengan baik.

Mengapa Anda Memerlukan Mockup dalam Pembuatan Software?

Selain bisa melihat bagaimana gambaran wujud akhir dari proyek yang dikerjakan, mockup penting karena beberapa alasan:

  • Tidak ada mockup, tidak ada perkiraan markup. Frontend developer menggunakan mockup untuk memperkirakan berapa lama proses pengerjaan perangkat lunak akan berlangsung. Meskipun sifatnya statis, jangan lupa beritahu developer Anda tentang bagian mana yang ingin dibiarkan statis, dan mana yang ingin dibuat dalam bentuk animasi. Kalau ada halaman yang ingin dibuat dalam beberapa slider, proses pengerjaan kodenya akan lebih lama ketimbang hanya gambar statis. Jika tidak ada maket, Anda mungkin tidak bisa mendapatkan gambaran perkiraan waktu pengerjaannya.
  • Tidak ada mockup, tidak ada pengkodean HTML. Mockup untuk software, aplikasi atau situs ibarat lanskap bagi para pengembang. Mereka melihat, kemudian membuatnya. Tanpa adanya maket, mereka akan kesulitan dalam memilih warna, bentuk serta jenis huruf yang diinginkan. Jika tidak ada maket, maka akan sulit mendapatkan bentuk akhir sesuai yang diinginkan.
  • Tidak ada mockup, tidak ada investor. Banyak pemilik produk yang mencoba membuat investor atau mitra terkesan dengan proyek mereka lewat maket. Jika Anda bisa menunjukkan maket dengan tampilan yang menarik kepada calon investor, maka kucuran dana akan segera meluncur ke kantong Anda.
  • Mockup akan mewujudkan kenyamanan pengguna. Bagi sebuah situs, aplikasi, atau perangkat lunak, user experience adalah hal yang terpenting. Sebelum menjual produk Anda, posisikan diri sebagai pengguna. Perangkat yang Anda ciptakan harus nyaman dan intuitif agar pengguna tidak kebingungan dalam menggunakannya. Jika fungsi navigasinya tidak jelas, tampilannya membingungkan dan tidak ramah pengguna, maka artinya produk Anda gagal. Hal-hal semacam ini paling mudah diidentifikasi dan diperbaiki selama proses pembuatan mockup.

Intellectual Property dalam Pembuatan Software

Intellectual property atau kekayaan intelektual adalah sesuatu yang dilindungi oleh hukum. Artinya, ketika Anda membuat sebuah gambar, menulis lagi, mendesain karakter, dan lain sebagainya, itu merupakan hak intelektual yang Anda miliki sampai menjualnya kepada orang lain.

intellectual property mockup software

Ketika Anda memiliki sebuah kekayaan intelektual, Anda memiliki hak untuk menggunakan dan mengambil keuntungan darinya. Anda juga boleh melisensikan produk tersebut kepada orang lain dengan seizin Anda.

Kekayaan intelektual dilindungi secara hukum dengan empat cara, yakni:

  • Hak Cipta. Biasanya digunakan untuk karya seni dan sastra.
  • Paten. Digunakan untuk melindungi inovasi, penemuan, dan solusi yang bersifat teknis dari masalah yang ada.
  • Merek dagang atau trade mark. Merek dagang digunakan untuk membedakan barang dan jasa perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya. Ini termasuk nama perusahaan dan merek yang digunakan.
  • Rahasia dagang. Termasuk strategi atau metode bisnis yang digunakan.

Perlindungan Kekayaan Intelektual Perangkat Lunak di Indonesia

Menurut hukum Indonesia, intellectual property dalam pembuatan perangkat lunak termasuk ke dalam hak cipta atau copy right. Hal ini dijelaskan dalam Undang-undang Hak Cipta yakni UU No. 19 tahun 2002. Untuk perangkat lunak, perlindungan paten yang berlaku di Indonesia adalah selama 50 tahun, lebih lama dibandingkan perlindungan paten perangkat lunak di Amerika Serikat yang hanya 20 tahun. Lalu, apakah bisa software yang Anda buat dipatenkan di Indonesia?

Menurut Budi Rahardjo selaku pakar perangkat lunak sekaligus dosen di Institut Teknologi Bandung, paten untuk perangkat lunak tidak perlu dilakukan di Indonesia. Ini karena bentuk yang dipatenkan dalam perangkat lunak berbentuk kode algoritma matematika. Jika ini dipatenkan, ini justru akan menghambat pengembangan inovasi dan pengetahuan di bidang perangkat lunak.

Lantas bagaimana dengan kekayaan intelektual dari mockup software? Karena mockup sifatnya hanyalah gambaran visual, mockup software termasuk ke dalam desain industri. Desain industri sendiri merupakan:

  • Berbagai bentuk kreasi berupa konfigurasi, komposisi garis, warna atau gabungan dari keduanya.
  • Konfigurasi tersebut berbentuk 2 atau 3 dimensi (mockup berbentuk 2 dimensi, sehingga memenuhi kategori ini).
  • Bentuk harus memiliki nilai estetis.
  • Semua komponen yang disebutkan digunakan untuk menghasilkan sebuah produk atau komoditas (dalam hal ini berupa perangkat lunak).

Menurut sistem konstitutif di Indonesia, perlindungan terhadap desain industri menggunakan prinsip First to File. Artinya, siapa yang pertama kali mengajukan, maka dialah yang berhak atas desain tersebut. Sebuah desain industri juga tidak akan mendapatkan perlindungan hukum jika tidak didaftarkan. Jadi, jika ingin mockup software yang Anda buat tidak dimanfaatkan oleh pihak lain terutama untuk tujuan-tujuan komersial, Anda harus mendaftarkannya.

cara melindungi intellectual property mockup software

Bagaimana Cara Membuat Mockup Software dan Melindungi Kekayaan Intelektualnya?

Proses pembuatan mockup merupakan tugas desainer. Namun, sekarang Anda juga bisa membuat mockup sendiri dengan menggunakan tools yang tersedia di internet. Di antara sekian banyak tools ini, ada yang berbayar dan ada juga yang gratis. Simak beberapa opsinya berikut ini!

  • MOQUPS. Situs ini memungkinkan Anda membuat diagram, wireframe, dan prototipe tanpa harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Anda bisa menggunakannya untuk membuat desain mobile app development maupun aplikasi yang berbasis web.
  • MOCKPLUS. Alat pembuat prototipe ini bisa digunakan dengan cara drag and drop. Anda juga bisa melakukan uji coba dengan perangkat aslinya.
  • BALSAMIQ. Perangkat lunak wireframing ini seperti sketsa yang memungkinkan Anda lebih kreatif dalam merancang desain awal untuk perangkat lunak.
  • Mockingbird. Aplikasi mockup berbasis website ini dirancang untuk pembuatan prototipe dengan cepat. Mockingbird memungkinkan Anda membuat interface dengan cepat lewat mode drag-and-drop editor.

Hindari Hal-hal Berikut Ini dalam Pembuatan Mockup Perangkat Lunak Anda

Proses pembuatan mockup pada dasarnya sama dengan proses pembuatan desain industri lainnya. Untuk mendapatkan lisensi, Anda juga harus memastikan bahwa semua komponen yang Anda gunakan untuk membuat mockup tidak melanggar hukum.

Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh seorang desainer saat merancang situs maupun aplikasi adalah tidak memerhatikan lisensi font atau gambar yang mereka gunakan. Ini bukan hanya mengenai cocok atau tidaknya gambar atau font yang Anda pakai, tetapi bagaimana status lisensinya: berbayar atau tidak.

Khusus untuk penggunaan font, ada beberapa pencipta yang hanya mengizinkan untuk penggunaan personal. Ada juga yang sudah diamankan dengan perlindungan hak cipta. Anda harus benar-benar memerhatikan kategori material yang digunakan, apalagi jika produk akhirnya akan digunakan untuk tujuan komersial.

Pelanggaran terhadap penggunaan hak cipta ini bisa menyebabkan tuntutan hukum berupa hukuman kurungan maksimal empat tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar. Ini tentu akan merugikan, bukan hanya Anda tetapi juga pemilik hak cipta dari material yang Anda gunakan.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melindungi mockup dari permasalahan hukum, yakni:

  • Gunakan font atau foto dengan izin pemilik hak cipta. Untuk menghindari jeratan pidana, pastikan Anda meminta izin kepada pemilik hak cipta dari font atau gambar yang akan dipakai dalam pembuatan mockup yang akan segera difinalisasi.
  • Bayarkan royalti. Di beberapa situs penyedia gambar grafis atau font, mereka biasanya mensyaratkan pembayaran royalti jika orang lain ingin menggunakan material yang mereka miliki.
  • Gunakan font atau gambar yang gratis. Ada banyak situs yang menyediakan gambar atau pilihan font secara gratis tanpa dikenakan bayaran. Ini akan membebaskan produk akhir mockup Anda dari berbagai masalah hukum.
  • Buat font dan gambar sendiri. Anda tentu ingin produk yang Anda buat terlihat berbeda dengan produk pesaing. Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat font atau gambar sendiri. Selain unik, Anda bisa juga sekalian mendaftarkannya ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual).

Mengapa Perlindungan Hak Cipta untuk Mockup Software Itu Perlu?

Ketika membuat sebuah mockup software, ada berbagai komponen di dalam perangkat lunak tersebut yang bisa dilihat secara langsung. Hal ini tentu akan menimbulkan keresahan bagi pembuat mockup karena desain maupun komponen di dalamnya bisa saja dimanfaatkan atau ditiru oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai sebuah produk digital, mockup software juga membutuhkan perlindungan secara hukum. Ada beberapa alasan kenapa intellectual property untuk produk berupa mockup itu penting, antara lain:

  • Memperoleh perlindungan hukum. Dalam dunia bisnis, tiru-meniru merupakan hal yang umum ditemukan. Dari sisi pencipta asli, hal ini tentu sangat merugikan. Ketika mendaftarkan desain berupa mockup tersebut kepada pihak terkait, Anda akan memperoleh jaminan dan perlindungan hukum. Ini akan melindungi hak-hak Anda seandainya ada orang lain yang ingin memanfaatkan karya Anda untuk tujuan komersial. Jika menemukan orang yang berusaha menjiplak atau meniru mentah-mentah mockup Anda, Anda bisa menyeretnya ke ranah hukum untuk mendapatkan sanksi.
  • Melindungi produk dari pembajakan. Dalam bisnis perangkat lunak, menemukan produk yang mirip satu sama lain juga bukan hal yang sulit. Anda tentu tidak ingin pemikiran yang sudah Anda tuangkan ke dalam bentuk mockup ditiru orang lain yang tidak bertanggung jawab.
  • Mendorong inovasi tanpa rasa khawatir. Salah satu faktor yang menghambat inovasi adalah rasa khawatir dari para inovator. Adanya perlindungan hukum terhadap desain dalam berbagai bentuk membuat para pengusaha berani melakukan gebrakan-gebrakan baru, tanpa merasa cemas ada orang lain yang akan menggunakan karyanya tanpa izin. Perusahaan raksasa seperti Apple pun bisa tumbuh besar dan sukses karena mereka betul-betul menjaga paten dan hak cipta untuk desain, merek bahkan komponen setiap produknya.
  • Dapat dikomersialisasikan. Pada saat membuat mockup, Anda mungkin akan membuat font dan mengambil foto sendiri. Semua produk yang Anda ciptakan ini adalah hak Anda sebagai pencipta. Anda berhak mendistribusikan dan mengambil manfaat ekonomi dari desain tersebut. Selain menggunakannya untuk produk software yang sedang Anda kerjakan, komponen-komponen ini dapar dilisensikan secara terpisah dan bisa menjadi salah satu produk yang berdaya jual.
mockup software

Bagaimana Cara Mendaftarkan Hak Cipta Desain Mockup Anda?

Ingin mendaftarkan desain mockup software Anda dan komponen-komponen lain yang ada di dalamnya? Ada beberapa cara yang dapat Anda pilih, yakni:

1. Datang Langsung ke Kantor DJKI

Untuk proses pendaftaran, Anda bisa datang langsung ke kantor pusat DJKI di Jalan H.R Rasuna Said Kav. 8-9, Jakarta Selatan, 12940. Jika Anda tinggal di daerah, proses pendaftaran dapat dilakukan melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Anda hanya perlu mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran. 

Beberapa dokumen yang diperlukan untuk pengajuan perorangan adalah surat pernyataan mengenai keaslian karya cipta, NPWP, contoh karya, serta identitas Anda. Jika Anda mewakili perusahaan, maka yang dibutuhkan adalah surat pengalihan hak (jika ada pengalihan ciptaan dari pembuat kepada pemegang hak cipta), NPWP, dan akta perusahaan.

2. Melakukan Pendaftaran Melalui Konsultan HKI

Jika merasa proses pengurusan HKI terlalu merepotkan, Anda bisa menggunakan jasa konsultan HKI. Selain bisa membantu proses pengurusan, Anda juga bisa mendapatkan bantuan advokasi seputar HKI. Anda bisa menanyakan apa saja bagian dari mockup Anda yang bisa mendapatkan perlindungan secara hukum.

3. Melakukan Pendaftaran Secara Online

Pendaftaran hak cipta secara online juga bisa dilakukan oleh para pemilik produk digital. Adapun prosedurnya adalah:

  • Pilih menu ‘Hak Cipta’ kemudian klik ‘Permohonan Baru’
  • Unduh template surat pernyataan. Lengkapi data yang diminta kemudian cetak. Tempelkan materai Rp6.000, bubuhkan tanda tangan lalu scan dan simpan file dalam format PDF
  • Lengkapi data yang diminta dalam form online di halaman website
  • Submit kemudian cek email untuk mendapatkan kode pembayaran
  • Setelah proses pembayaran terverifikasi, Anda akan mendapatkan pemberitahuan lewat email. Anda biasanya akan menunggu 1-3 hari kerja untuk proses verifikasinya.

Meskipun proses pembuatan mockup bisa dilakukan lewat situs atau generator, ada proses kreatif yang terlibat di dalamnya. Ini merupakan sebuah bentuk kekayaan intelektual yang harus dilindungi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kalau Anda membuat mockup dan proses pembuatan software dilakukan oleh pihak ketiga, pastikan ada perjanjian yang detail mengenai status mockup yang Anda buat. 

Karena tidak semua orang bisa membuat mockup sesuai dengan kebutuhan, ada baiknya Anda berkonsultasi IT consultant terpercaya. SoftwareSeni sebagai perusahaan onestop IT solution sekaligus software house akan membantu Anda dalam proses pembuatan mockup hingga mengembangkan produk perangkat lunak yang Anda butuhkan. Percayakan proses pembuatan mockup software dan pengembangannya hanya pada SoftwareSeni untuk mendapatkan hasil terbaik yang efektif dan efisien.

Punya Project atau Ingin Bekerja Sama?

Hubungi kami dan ciptakan software impianmu sekarang!
Office Address Image

SYDNEY

Level 28, 161 Castlereagh St, Sydney 2000
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Jl Magelang No 65, Tegalrejo, Yogyakarta, Indonesia 55242
+62 858 6514 9577