Seberapa Penting React Native untuk Produk Digital?

Seberapa Penting React Native untuk Produk Digital?

by
Rian Romadhon
November 5, 2020

Apakah Anda tertarik membuat mobile app? Jika iya, maka dibutuhkan alat bantu berupa software yang memudahkan Anda dalam merangkai kode khusus. Sebagaimana diketahui, Anda perlu mempelajari bahasa pemrograman yang rumit sebelum membuat aplikasi. Namun, kehadiran React Native sangat membantu para pemula untuk membuat produk digital tanpa perlu mempelajari hal-hal spesifik.

Sebelum beralih pada penjelasan mengenai React, ada baiknya untuk mengetahui lebih dulu tentang perbedaan antara mobile app dengan mobile web. Meskipun sekilas hampir sama, keduanya berbeda.

Mobile web adalah sekumpulan html berbasis browser yang dirancang khusus untuk menampilkan konten di layar perangkat. Mobile web memiliki domain dan bisa diakses melalui jaringan internet. 

Sementara itu, mobile app adalah software yang dirancang untuk perangkat portabel. Untuk menggunakan mobile app, Anda harus mengunduh file dan melakukan proses instalasi. Berbeda dengan mobile web yang memiliki dua domain, mobile app hanya memiliki satu domain saja. Aksesnya pun terbatas pada sistem operasi perangkat yang Anda gunakan.

Kecanggihan teknologi dan makin menjamurnya pengguna ponsel pintar membuat pengembang berlomba-lomba menciptakan mobile app. Tidak hanya terbatas pada aplikasi chatting, melainkan juga gim, aplikasi belajar, terjemahan, dan marketplace

React Native Marketplacer

Pada dasarnya untuk membuat mobile app diperlukan proses panjang. Namun, hal tersebut tak lagi berlaku semenjak kehadiran React Native

Apa Itu React Native?

Mengingat bahasa pemrograman sistem operasi yang satu dengan lainnya berbeda, sebagian besar pengembang hanya fokus pada satu platform saja, misalnya Android atau iOS. Alih-alih mempelajari semua bahasa pemrograman untuk membuat sebuah aplikasi, Anda hanya perlu mempelajari cara menggunakannya. 

Tahun 2015, Facebook mengembangkan React Native untuk iOS yang kemudian disusul Android pada akhir tahun. React memungkinkan pengembang menciptakan aplikasi yang dapat dijalankan pada dua platform sekaligus dengan tetap mempertahankan nuansa, tampilan, dan produktivitas aplikasi asli. 

React Native adalah kerangka kerja JavaScript untuk membuat mobile app berbasis iOS dan Android. Berbeda dengan Ionic, framework ini benar-benar ditujukan untuk membuat mobile app, bukan Web App. React menawarkan kemudahan bagi pengembang untuk membuat satu aplikasi yang kompatibel dengan seluruh sistem operasi mobile. 

React juga memungkinkan web developer membuat mobile app yang tampak dan terasa “asli”. Dengan aplikasi ini, Anda akan merasakan sensasi menciptakan aplikasi yang persis dengan aplikasi native. Hal ini tak lepas dari banyaknya pustaka native yang tersedia. Aplikasi yang akan Anda buat nantinya akan terintegrasi langsung dengan aplikasi native.

Aplikasi native sendiri adalah aplikasi yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman spesifik untuk platform tertentu. Contohnya, bahasa pemrograman Swift atau Objective-C digunakan untuk platform iOS, sedangkan Java untuk platform Android.

Barangkali Anda bertanya-tanya, mengapa bahasa pemrograman sistem operasi berbeda? Hal ini tak lepas dari banyaknya perbedaan User Interface (UI) dan User Experience (UX) antara iOS dengan Android.

React Native App

Kendati demikian, perbedaan tersebut bukanlah penghalang dalam menciptakan mobile app. Pasalnya, React tidak hanya membuat render komponen yang berbeda di antara keduanya, tetapi juga membuat komponen yang sama sehingga dapat digunakan secara bersamaan.

React Native mirip dengan React for the Web yang ditulis menggunakan campuran markup XML-esque dan JavaScript atau yang dikenal dengan sebutan JSX. Aplikasi ini juga mengekspos antarmuka JavaScript untuk API sehingga Anda bisa mengakses kamera ponsel atau lokasi pengguna.

Sebagai mobile framework open source, React juga dimanfaatkan untuk mengembangkan aplikasi UWP dan WEB. Hal ini memberikan keleluasaan pada pengembang untuk menggunakan React dan platform asli secara bersamaan. Meskipun saat ini React hanya mendukung platform iOS dan Android, aplikasi ini memiliki potensi untuk berkembang ke platform masa depan. 

Bagaimana Cara Kerjanya?

React merupakan framework yang menggunakan komponen UI untuk membangun kode JavaScript. Sementara itu, ReactJS adalah pustaka JavaScript open source yang digunakan untuk membuat antarmuka pengguna. Kendati terdapat sejumlah perbedaan dan persamaan di antara keduanya, React dibangun di atas ReactJS.

Dikembangkan oleh Facebook, keduanya menggunakan prinsip desain yang sama, kecuali dalam hal merancang antarmuka. Lantaran menggunakan kode yang sama, Anda hanya perlu memahami tentang CSS, HTML, dan JavaScript

React bekerja dengan cara menanamkan bundel file JavaScript dalam aplikasi dan dijalankan melalui aplikasi yang dibuat. React memungkinkan Anda meletakkan file JavaScript di dalam server dan diambil ketika terhubung dengan internet. Dengan cara ini, Anda bisa memperbarui aplikasi tanpa melakukan proses unggah ke AppStore atau Google Playstore.

Alasan React Native Bagus untuk Pengembangan Produk Digital

Jika ditilik lebih lanjut, React menyerupai kombinasi CSS dengan Camel Case. Tak heran jika kemampuannya dimanfaatkan oleh pengembang besar. Bahkan, React turut mempengaruhi perkembangan produk digital perusahaan raksasa, seperti Walmart, Tesla, Baidu, Airbnb, Instagram, Skype, Gyroscope, Soundcloud, dan Bloomberg.

Agar lebih jelas, simak sederet alasan mengapa React Native sangat bagus untuk mengembangkan produk digital berikut ini. 

1. Simpel

Selama ini, banyak orang yang urung membuat aplikasi karena sulitnya mempelajari dan memahami bahasa pemrograman. Namun, React menawarkan kemudahan bagi pengembang pemula, terutama yang belum menguasai coding. Berbekal tutorial React, Anda bisa menciptakan mobile app yang diinginkan. 

React sangat simpel. Gayanya luwes sehingga mudah dipahami. Bahkan, tak sedikit pengembang yang menyebut bahwa React lebih mirip seperti pustaka JS dibandingkan dengan kerangka kerja. Meskipun demikian, ketika menciptakan sebuah aplikasi, setiap tindakannya terjadi secara sistematis.  

2. Hemat Waktu dan Biaya

Umumnya, dalam menciptakan sebuah aplikasi diperlukan waktu cukup lama. Namun, React memangkas waktu tersebut sehingga lebih efisien. React menyediakan banyak template yang dapat Anda gunakan. 

Caranya mudah, jika anda suda memiliki kode untuk sebuah fungsi, cukup copy kode tersebut lalu paste. Dalam sekejap, Anda bisa melihat langsung hasilnya. Apabila kurang sesuai, Anda bisa menggunakan template lain hingga menemukan yang paling tepat. Tetapi, anda juga harus mempertimbangkan originalitas kode dan etika developer agar tidak terjadi permasalahan terkait intellectual property dari produk digital yang sedang dikembangkan.

Berkat React, Anda juga bisa membangun lintas platform tanpa mencemaskan urusan biaya. Ketika aplikasi dibuat, lebih dari setengah kode bisa digunakan pada platform lain. Hal ini terjadi karena 95% kodenya adalah fv platform yang kompatibel dengan iOS maupun Android. Singkatnya, Anda hanya perlu menciptakan satu aplikasi saja.

Selain menghemat waktu dan tenaga, Anda bisa memangkas biaya pengeluaran. Bahkan, biaya yang seharusnya digunakan untuk membuat satu aplikasi beda platform bisa Anda manfaatkan untuk hal lain. 

React Native Cheaper

Tak hanya itu saja, kehadiran React memudahkan perusahaan meluncurkan sebuah aplikasi. Berkat keunggulan tersebut, perusahaan tak perlu memilih versi mana yang lebih dulu diluncurkan. Biaya pemeliharaan dan pembaruan aplikasi juga bisa ditekan semaksimal mungkin.

3. Hot Reload

Hot Reload merupakan salah satu fitur paling spesial dari React Native. Fitur ini memungkinkan developer melakukan penyegaran aplikasi ketika aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan. Memuat ulang aplikasi secara otomatis ketika kode berubah dapat meningkatkan waktu pengembangan. Tak perlu khawatir, sebab semua perubahan baru dapat dilihat melalui pelacakan langsung. 

4. Plugin Pihak Ketiga

Tak sedikit developer yang mengeluh kesulitan saat menciptakan sebuah aplikasi. Umumnya, ketika menggunakan kerangka kerja lain, pengembang tidak diizinkan menggunakan plugin pihak ketiga dengan alasan keamanan. Namun, lain halnya dengan React. Framework ini justru memberikan keleluasaan bagi developer untuk menambahkan plugin pihak ketiga. 

5. Satu Tim Cukup

Untuk menciptakan sebuah aplikasi, biasanya dibutuhkan tim yang terdiri dari banyak orang. Bahkan, bisa mencapai puluhan. Namun, hal ini tak berlaku jika Anda menggunakan React. Anda hanya perlu satu tim developer yang berisikan orang-orang andal dan mahir dalam serangkaian teknologi. 

Selain mengoptimalkan biaya pengeluaran, hal tersebut juga membuat pelaksanaan proyek pembuatan aplikasi berjalan lebih lancar. Pasalnya, makin sedikit jumlah orang di dalam tim, masing-masing bagian akan makin fokus pada pekerjaannya. 

6. Jangkauan Luas

Banyak pebisnis yang percaya bahwa membangun mobile app bisa meningkatkan peluang penjualan atau kesadaran merek. Dengan menggunakan React, pengembang bisa membuat aplikasi lintas platform yang dapat membantu perusahaan mengakses lebih banyak audiens. Bayangkan, hanya berbekal React, Anda bisa menargetkan pengguna Android dan iOS dalam waktu bersamaan. Sangat luar biasa, bukan? 

7. Fleksibel

Dengan pemrograman modular, Anda bisa dengan mudah membedakan fungsionalitas program. Berkat pengkodean deklaratif, proses pengkodean pun menjadi lebih sederhana. Ditunjang dengan IU yang cerdik, Anda bisa memahami kode tanpa kesulitan. 

Proses pengembangan React yang lebih cepat, fleksibel, dan kemampuan untuk menggunakan kembali komponen serta kemudahan pemeliharaan membuat aplikasi ini menjadi pilihan utama para pengembang. 

Lantaran memudahkan pembuatan software development dan menghemat waktu, sebagian besar industri maupun pengembang individu menggunakan React Native dengan Node JS untuk menciptakan mobile app yang menakjubkan. 

8. Performa Luar Biasa

Cara kerja React hampir sama persis dengan aplikasi asli yang dibangun di platform tertentu, seperti Android atau iOS. React sangat cepat karena bahasa pemrograman telah dioptimalkan untuk perangkat mobile. Maklum saja, React menggunakan GPU, unit pemrosesan grafis, bukan CPU atau unit pemrosesan pusat. Alhasil, kinerjanya lebih cepat. Bahkan, dibandingkan teknologi hybrid lintas platform.

Mulanya, aplikasi web mobile atau hybrid (PWA) sangat populer. Namun, kinerjanya kurang maksimal. Belum lagi, makin rumit aplikasi, makin banyak lag yang terjadi. React hadir untuk memecahkan masalah tersebut. React mengkompilasi aplikasi asli menjadi kode yang memungkinkannya bekerja pada kedua sistem operasi secara bersamaan tanpa jeda sama sekali.

9. Meningkatkan Aplikasi yang Ada

Apabila Anda telah memiliki aplikasi, tetapi ingin menambahkannya tanpa mengeluarkan banyak biaya tambahan, React merupakan solusi terbaik. Anda bisa memasukkan komponen React Native User Interface (UI) ke dalam aplikasi asli tanpa perlu menulis ulang aplikasi.

React Native UI

Menariknya, Anda juga bisa memindahkan aplikasi ke kerangka kerja pengembang lain tanpa mengulang proses pembuatannya dari awal. Anda bisa mengekspor aplikasi yang telah diciptakan dari React ke XCode atau Android Studio. Tentunya hal ini sangat menguntungkan Anda sebagai pengembangan.

10. Cocok untuk Startup dan Aplikasi Lintas Platform

Menawarkan kemudahan, React sangat cocok bagi startup yang ingin mencoba peruntungan di dunia bisnis. Dibangun menggunakan JavaScript, Anda tak akan merasakan kesulitan ketika memprogram sebuah aplikasi.

React juga dikenal sangat stabil sehingga cocok untuk mengembangkan aplikasi lintas platform. Bahkan, dibandingkan framework yang menggunakan komponen asli API, stabilitas React jauh lebih unggul dan andal dalam urusan arsitektur transposable. React juga memastikan aplikasi dapat bekerja optimal dan minim biaya.

React menjadi pilihan terbaik dalam mengembangkan aplikasi lintas platform karena memiliki arsitektur modular, sistem pengkodean lebih mudah dan baik, dan fleksibilitas tinggi. 

Kelemahan React Native

Sebagaimana Anda ketahui, tidak ada aplikasi yang sempurna. Sama halnya dengan aplikasi ini. Meskipun React menawarkan banyak keunggulan, faktanya aplikasi ini juga memiliki sejumlah kekurangan. 

Lantas, apa saja kelemahannya? Berikut uraiannya.

1. Harus Paham Komponen

Untuk mengembangkan sebuah aplikasi menggunakan React, Anda harus memahami komponen dari setiap platform. Pasalnya, iOS dan Android memiliki perbedaan arsitektur yang signifikan. Dengan kata lain, komponen native keduanya tidaklah sama. 

Ketika Anda membuat aplikasi dan membutuhkan komponen dari salah satu platform tersebut, Anda harus membuatnya secara manual. Hal ini mungkin tidak menjadi masalah bagi seorang profesional, tetapi sangat menyulitkan pemula. 

2. Modul Bisa Hilang

Tak banyak yang mengetahui bahwa React memiliki gangguan yang masih belum bisa ditangani, seperti hilangnya beberapa modul khusus. Meskipun tampak sepele, hilangnya modul mengharuskan Anda meluangkan waktu untuk membuatnya kembali.

3. JavaScript Berkembang Cepat

Kendati JavaScript merupakan keunggulan React, faktanya hal ini pula yang menjadi kelemahannya. Mengapa? Hal ini terjadi lantaran JavaScript memiliki perkembangan yang luar biasa cepat. Dampaknya, React tidak dapat digunakan sesuai dengan kinerja yang diinginkan. 

4. Framework Cepat Berubah 

Sama halnya dengan JavaScript, aplikasi ini juga memiliki perkembangan yang sangat cepat. Di satu sisi, hal ini sangat baik. Namun, disisi lain, hal ini membuat kinerjanya dipertanyakan karena berpotensi menimbulkan berbagai masalah baru.

5. Membutuhkan Macbook

Sebagaimana diketahui, untuk menciptakan dan mengembangkan aplikasi, dibutuhkan alat yang memadai. Sama halnya ketika hendak membuat aplikasi iOS atau mengubahnya dari Android ke iOS, Anda membutuhkan perangkat MAC OS. Artinya, setidaknya Anda harus memiliki perangkat yang mendukung sistem iOS, seperti Macbook. 

React Native iOS

6. Belum Memiliki Teknologi Canggih

Kendati simpel, React belum dibekali teknologi canggih sehingga Anda masih membutuhkan pengawasan dari pengembang profesional untuk mengawasi gangguan bug maupun teknis.

7. Keberadaannya Belum Pasti

Lantaran dikembangkan oleh Facebook tak membuat keberadaan React menjadi pasti. Meskipun telah dikenal luas, aplikasi ini bisa dihentikan atau dihilangkan kapan saja, sesuai dengan kebijakan Facebook.

8. Kinerja Terbatas

Sebagai kerangka kerja yang masih seumur jagung, performa React tergolong memuaskan, tetapi segelintir pengembang merasa kinerjanya kurang.  

Tutorial Bagi Pemula

Bagi Anda yang ingin membangun mobile app development sederhana menggunakan React, terdapat sejumlah hal yang wajib dipersiapkan. Anda tak perlu cemas sebab langkahnya tergolong mudah, sekalipun bagi pemula. 

Kendati menawarkan kemudahan bagi pemula, Anda tetap harus mempelajari JavaScript. Tanpa menguasainya, Anda akan kesulitan membuat aplikasi menggunakan bantuan React. Oleh karena itu, pelajari JavaScript melalui berbagai sumber, baik artikel maupun video. 

Selain JavaScript, Anda juga wajib memahami dasar ES2015+ atau ES6+ untuk memudahkan proses coding. Anda bisa mempelajari Mozilla Developer Network Series atau melalui video tutorial yang tersebar di internet.

Belajar React Native

Mempelajari hal tersebut secara otodidak memang tidak mudah, tetapi dengan kemauan keras, Anda bisa menguasai keduanya dalam jangka waktu singkat. 

Setelah benar-benar menguasai JavaScript dan ES6+, Anda perlu mempelajari React lebih dulu. Hal ini dilakukan agar Anda memiliki dasar yang kuat sebelum melanjutkan pada tahap instalasi dan pembuatan app mobile menggunakan React.

Pengenalan dan Instalasi

  • Sebelum melakukan instalasi React Native, Anda harus menginstal Android Studio dan JDK lebih dahulu. 
  • Untuk meringankan proses running aplikasi yang akan dibuat, instal emulator Genymotion.
  • Facebook sangat merekomendasikan Chocolatey untuk memudahkan instalasi paket lain yang dibutuhkan. Anda bisa mengunduh Chocolatey melalui situs resminya dan lakukan instalasi sesuai petunjuk, yakni melalui Command Prompt (CMD). Copy kode perintah lalu paste pada CMD yang telah diberi izin run as administrator
  • Setelahnya, instal Node Js menggunakan Chocolatey melalui CMD lalu dilanjutkan instalasi Phyton2 dengan cara sama.
  • Langkah selanjutnya adalah instalasi React Native. Instal melalui CMD dengan mengetikkan perintah sesuai petunjuk.
  • Apabila seluruh proses di atas selesai, buka Android Studio lalu unduh paket yang dibutuhkan, yakni Android SDK, Android SDK Platform, Android Virtual Device, dan Performance (Intel HAXM).
  • Sembari menunggu proses pengunduhan selesai, lakukan pengaturan pada Android Home. 
  • Untuk memulai pembuatan proyek mobile app development, buka Genymotion pilih virtual device API 23 kemudian buka CMD. Buat direktori baru untuk penyimpanan aplikasi. Ketik perintah CD Document kemudian react-native init HelloBadoy dan tunggu hingga selesai. 
  • Masuk ke direktori HelloBadoy lalu tulis perintah react-native run-android dan enter. Node JS akan terunduh secara otomatis. Jika prosesnya sukses, maka secara otomatis APK akan terbuka pada emulator.
  • Untuk memulai proyek software development, tulis coding melalui direktori HelloBadoy menggunakan Atom. Bisa juga menggunakan aplikasi lain. Ubahlah file index.android.js atau app.js. Tekan huruf R untuk menyegarkan aplikasi. 

Apabila Anda kesulitan dalam membuat aplikasi dasar, sangat direkomendasikan untuk mengikuti kursus singkat atau mempelajari React langsung dari ahlinya.

Kesimpulan 

Kendati masih memiliki sejumlah celah dan kekurangan, React ini mampu melewati serangkaian tes dan rintangan. Tak heran jika aplikasi ini menjadi pilihan pertama bagi sebagian besar software house, pengembang mandiri, maupun perusahaan startup.

Tidak hanya menawarkan kemudahan pengaplikasian, React juga hemat anggaran, fleksibel, dan dapat menekan beban kerja selama proses pembuatan aplikasi berlangsung. Hal menarik lainnya, hanya dengan aplikasi ini, Anda tak perlu membagi fokus antara platform Android atau iOS karena keduanya dapat dijalankan dalam waktu bersamaan. 

Itulah, salah satu alasan mengapa banyak software house menggunakan React untuk menyelesaikan proyeknya. Namun, bagi Anda yang hendak membuat aplikasi rumit, Anda bisa menggunakan jasa software house. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah SoftwareSeni.

SoftwareSeni adalah perusahaan one stop IT solution yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Didukung oleh IT Consultant dan tim andal, Anda bisa melakukan konsultasi mengenai proyek website development maupun mobile app secara spesifik.

Dengan kecanggihan teknologi ditunjang keahlian tim IT berpengalaman, Anda akan mendapatkan aplikasi berkualitas. Tak perlu cemas, SoftwareSeni menjaga keamanan data dan privasi Anda secara ketat. Hasilnya pun sesuai standar pengoperasian dan telah teruji secara internasional.

React Native Aman

Memiliki lebih dari seratus dua puluh ahli IT, SoftwareSeni telah menyelesaikan lebih dari seribu proyek dan bekerja sama dengan perusahaan papan atas kelas dunia, seperti Traveloka, Astra, dan Angkasa Pura. Secara tidak langsung, kehadiran SoftwareSeni telah memudahkan para pengembang pemula maupun profesional mendapatkan aplikasi berkualitas sesuai keinginan. 

Demikianlah sekilas informasi mengenai React Native yang dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus menambah wawasan. Apabila Anda memerlukan jasa IT Consultant, jangan ragu untuk menghubungi SoftwareSeni.

Punya Project atau Ingin Bekerja Sama?

Hubungi kami dan ciptakan software impianmu sekarang!
Office Address Image

SYDNEY

Level 28, 161 Castlereagh St, Sydney 2000
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Jl Magelang No 65, Tegalrejo, Yogyakarta, Indonesia 55242
+62 882 1673 4392