Startup 101: Mockup Mobile App Itu Penting?

Startup 101: Mockup Mobile App Itu Penting?

by
Rian Romadhon
July 29, 2021

Studi Perfecto Mobile memperlihatkan kalau 58% pengguna mobile app merasa frustrasi dengan inkonsistensi tampilan antarmuka app. Alhasil, mereka pun memilih untuk menghapus aplikasi tersebut dari handphone miliknya. Hal ini tentu menjadi permasalahan serius perusahaan. Padahal, problem itu muncul karena pihak perusahaan mengesampingkan salah satu proses desain yang krusial, yakni pembuatan mockup mobile app

Mayoritas perusahaan berpikir kalau mendesain antarmuka aplikasi merupakan tanggung jawab seorang frontend developer. Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah, terutama kalau dipandang dari perspektif engineering. Hasilnya, mereka pun berpikir untuk menggunakan versi tampilan yang diasumsikan bakal memberi rasa nyaman kepada user. Pada kenyataannya, asumsi seperti itu merupakan upaya menyepelekan pentingnya proses desain aplikasi. 

Kenapa Membutuhkan Desain Mockup?

Anda mungkin berpikir, mengapa harus membuat mockup? Terlebih, proses pembuatannya bakal membuat beban biaya yang lebih banyak dan pengerjaannya juga memerlukan tim khusus.

mockup mobile app

Namun, dengan melalui tahapan ini, Anda bisa memperoleh tujuh manfaat utama yang sangat krusial, yakni: 

1. Mengetahui estimasi biaya

Mockup dapat membantu developer dalam menilai seberapa besar biaya yang diperlukan dalam proses pengembangan aplikasi. Estimasi biaya itu dapat diketahui dengan mempertimbangkan durasi pengerjaan mobile app. Makin rumit tingkat desain, lama pengerjaannya pun makin lama. 

Hanya saja, ada catatan penting yang perlu dijabarkan agar bisa memperoleh estimasi yang akurat. Mockup merupakan simulasi tampilan aplikasi yang bersifat statis. Jadi, kalau ingin menghadirkan efek animasi atau bagian yang bisa digerakkan, Anda perlu mengomunikasikannya secara khusus pada tim. 

Lalu, seberapa lama waktu rata-rata pengerjaan mockup? Berkaitan dengan hal ini, ada dua faktor yang tak bisa dilepaskan dan saling berkaitan, yakni: 

  • Desainer UI/UX. Setiap desainer memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Mereka pun mempunyai pola pendekatannya masing-masing saat mengerjakan mockup. Ditambah lagi, tidak ada standar umum berkaitan dengan mockup fidelity ataupun timeline pengembangan aplikasi. 
  • Desain tampilan aplikasi. Kalaupun Anda sudah mengenal cara kerja seorang desainer UI/UX dan sering berkolaborasi dengannya, proses estimasi tak bisa secara langsung dilakukan. Anda tak bisa serta-merta memperoleh mockup yang sempurna. 

Sebelum membuat mockup, desainer perlu terlebih dahulu membuat sketsa tampilan aplikasi. Sketsa tersebut kemudian ditransformasi menjadi wireframe. Setelah menjalani tahapan wireframe, Anda dapat memperoleh mockup yang kemudian dapat dikembangkan lagi menjadi sebuah prototype

Selain itu, ada pula beberapa informasi penting yang perlu diberikan kepada desainer UI/UX agar estimasi dapat dilakukan, yakni: 

  • Jumlah tampilan halaman atau layar yang perlu dikerjakan desainer UI/UX
  • Ada tidaknya panduan gaya yang harus diikuti desainer selama pengerjaan mockup 
  • Fungsi yang dimiliki oleh aplikasi dan cara pengguna melakukan navigasi selama menjalankannya.
  • Ukuran layar yang dibutuhkan

2. Mempermudah pengeditan tampilan aplikasi

Mockup dibuat dengan menampilkan kondisi desain sebuah aplikasi dalam kondisi sebenarnya. Karena dibuat memiliki tampilan yang real, Anda pun dapat menilai seberapa bagus desainnya, termasuk dari aspek penempatan elemen ataupun pemilihan warna.

Dengan mengetahui desain tampilan aplikasi yang sebenarnya sebelum tahap akhir, Anda dapat melakukan perubahan desain secara lebih mudah. Perubahan desain tampilan relatif jauh lebih mudah dilakukan saat proses pembuatan mockup dibandingkan sudah memasuki tahapan coding.

Kemudahan melakukan revisi desain mockup tidak hanya berkaitan dengan aktivitas coding. Dukungan berbagai aplikasi mockup builder juga sangat membantu dalam memudahkan proses revisi tersebut. Terlebih, aplikasi pembuat mockup memiliki fungsi yang mendorong kolaborasi serta komunikasi dari pihak-pihak terkait.

3. Menghindari kesalahan interpretasi

Tanpa melihat desain tampilan aplikasi secara langsung, tak menutup kemungkinan kesalahan saat memahami spesifikasinya. Lewat pembuatan sebuah mockup, kesalahan seperti ini dapat diminimalkan. Terlebih, mockup bakal menjelaskan secara rinci spesifikasi tampilan mobile app

Contoh paling mudah berkaitan dengan kesalahan interpretasi desain adalah penggunaan warna. Mockup tidak hanya memperlihatkan skema warna yang dipakai dalam aplikasi. Namun, mockup juga menunjukkan kode dari setiap warna yang digunakan. Dengan begitu, pengerjaan produk akhir dapat dilakukan sesuai ekspektasi. 

4. Mengurangi biaya

Pembuatan mockup memang memerlukan tim secara khusus. Namun, proses pembangunan mockup tidak serta-merta bakal menimbulkan biaya software development membengkak. Sebaliknya, kehadiran mockup dapat meminimalkan bujet pengerjaan aplikasi.

Manfaat dalam mengurangi biaya pengerjaan aplikasi dapat dilakukan karena proses yang diperlukan untuk membangun mockup tak terlalu kompleks. Lewat mockup, tim pun bisa memperoleh desain tampilan aplikasi yang paling optimal. Kalaupun terjadi kesalahan, revisi yang diperlukan relatif sederhana.

5. Menarik investor

Manfaat yang tak kalah pentingnya dari mockup adalah pemakaiannya sebagai sarana menarik investor. Kehadiran seorang investor merupakan faktor yang krusial dalam perkembangan sebuah startup. Terlebih, mayoritas startup masih belum memiliki pemasukan rutin dan hanya mengandalkan dana investor. 

Agar tujuan menarik perhatian investor berjalan dengan lancar, Anda perlu menghadirkan keunikan aplikasi dalam mockup. Tak cukup sampai di situ saja, mockup juga perlu memiliki desain yang elegan sehingga memberikan kesan tersendiri kepada para investor. 

6. Tes pasar

Pengembangan mockup juga dapat menunjukkan secara jelas kalau aplikasi yang dibuat memiliki kesiapan secara estetika untuk segera dirilis ke publik. Sebagai contoh, Anda dapat mengamati beberapa aplikasi pada salah satu kategori dan menganalisisnya. Dari situ, Anda akan memperoleh insight terkait adanya kesamaan pada penggunaan desain tombol, usability, layout, serta skema warna. 

Insight tersebut memberikan informasi yang sangat berharga pada segmen pasar tertentu. Untuk bisa bersaing pada segmen pasar tersebut, Anda perlu mendesain desain tampilan aplikasi yang memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka. Selanjutnya, dengan mengembangkan mockup, Anda punya keleluasaan ketika ingin menguji apakah desain yang dibuat benar-benar sesuai untuk segmen pasar yang ditargetkan atau tidak.

7. Meningkatkan kenyamanan pengguna aplikasi

Pembuatan mockup memiliki dampak secara langsung pada tampilan antarmuka aplikasi. Desain tersebut akan memperlihatkan bagaimana respons para pengguna terhadap produk aplikasi yang tengah dikembangkan. 

Di waktu bersamaan, mockup juga dapat dijadikan sebagai landasan untuk memperoleh beberapa informasi penting, seperti adanya inkonsistensi yang ditemukan pengguna, tingkat kenyamanan, hal-hal yang perlu ditingkatkan, dan lain sebagainya. 

Desain Visual dan Interaksi dalam Mockup

Mockup dapat berfungsi secara maksimal kalau desainnya dibuat secara benar. Pembuatannya tidak hanya memerlukan elemen visual, tetapi juga memperlihatkan interaksi yang bakal dilakukan oleh para pengguna selama menjalankan aplikasi. 

mockup mobile app

1. Komponen Visual dalam Mockup

Dalam proses pembuatan mockup mobile app, ada tuju elemen visual yang tak boleh dilewatkan keberadaannya, yaitu: 

  • Skema warna. Penggunaan warna menjadi parameter penting dalam pembuatan mockup. Anda perlu memastikan kalau perpaduan warna terlihat harmonis dan elegan. Selain itu, penggunaan warna juga perlu merepresentasikan brand yang ingin dihadirkan dalam aplikasi. 
  • Layout. Layout merupakan parameter yang memperlihatkan penempatan setiap elemen pada tampilan aplikasi. Biasanya, layout sebuah aplikasi akan membentuk pola tertentu. 
  • Tipografi. Penggunaan font juga jadi pertimbangan penting saat membangun mockup mobile app. Anda tidak hanya perlu memperhatikan jenis font yang dipakai, tetapi ukuran dan tingkat ketebalannya. 
  • Gambar. Penggunaan gambar tak boleh dilewatkan dalam sebuah mockup aplikasi. Seperti yang sudah ditekankan sebelumnya, mockup merupakan simulasi tampilan akhir dari sebuah aplikasi. Kalau tak ada gambar dalam mockup, orang akan beranggapan bahwa tampilan aplikasi juga tidak akan memiliki gambar. 
  • Navigasi. Desain navigasi sangat penting untuk mengarahkan dan memudahkan pengguna dalam memanfaatkan berbagai fitur aplikasi. Anda perlu memastikan bahwa tombol navigasi dapat ditemukan dan berjalan sesuai fungsinya. Cara melakukan desain navigasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan tombol, menu, ataupun breadcrumb
  • Ikon. Penggunaan ikon merupakan salah satu faktor yang tak boleh dilewatkan selanjutnya. Penggunaannya bisa menjadikan antarmuka aplikasi jadi lebih user friendly
  • White space. Penempatan white space dalam sebuah aplikasi juga perlu dipertimbangkan secara matang. Keberadaannya bermanfaat untuk memberi ruang bagi mata sehingga bisa mendapatkan waktu jeda dan beristirahat. Selain itu, pemakaiannya dapat memberi kesan kalau desain tampilan aplikasi tidak terlalu padat. 

2. Interaksi dalam Mockup

Mockup memang biasanya didesain secara statis. Oleh karenanya, banyak desainer yang tidak memasukkan interaksi di dalamnya. Meski begitu, tak sedikit pula desainer UI/UX yang berpikiran lain. Terlebih lagi, fungsi utama sebuah mockup adalah sebagai jembatan komunikasi dengan kolega dan klien dalam upaya memperlihatkan produk akhir aplikasi. 

Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau Anda mendesain mockup mobile app yang bersifat clickable sehingga dapat dipahami dengan mudah. Terlebih, teknologi modern saat ini juga mendukung para desainer dalam menciptakan mockup yang clickable. Hal tersebut dapat dilakukan tanpa harus mengubah mockup menjadi sebuah prototype yang interaktif. 

Cara Membuat Desain Mockup Mobile App

Proses pembuatan mockup dapat dilakukan dengan tiga pilihan metode yang bisa dijalankan secara bebas. Masing-masing metodologi tersebut punya plus dan minusnya tersendiri. 

membuat mockup mobile app

1. Coding mockup

Metode pertama adalah membangun mockup lewat coding. Cara ini memang terlihat praktis karena dapat menyelesaikan proses desain dan coding dalam sekali waktu. Hanya saja, tidak semua orang dapat melakukannya. Cara ini dapat berjalan lancar kalau Anda merupakan seorang desainer tech savvy yang sekaligus memiliki kemampuan coding

Namun, pada kenyataannya hampir mustahil untuk bisa menemukan seorang desainer yang punya kemampuan coding layaknya frontend developer. Di sisi lain, Anda juga bakal sangat kesulitan ketika ingin mencari tenaga frontend developer yang mengerti cara mendesain UI/UX sebaik desainer.

2. Aplikasi desain

Solusi kedua adalah dengan menggunakan aplikasi desain. Beberapa desainer memilih cara ini karena mereka sudah familier dan enggan beralih ke aplikasi lain. Terlebih, aplikasi desain seperti Sketch dan Photoshop sudah cukup mampu digunakan untuk membuat desain tampilan statis dari sebuah aplikasi. 

Namun, ada tantangan yang perlu diperhatikan ketika memilih menggunakan aplikasi desain untuk membuat mockup aplikasi mobile ataupun saat mengerjakan proyek website development. Anda bakal perlu waktu lebih banyak ketika ingin mengubah mockup menjadi prototype

Kabar baiknya, ada beberapa aplikasi mockup yang dapat membantu memudahkan pekerjaan ini. Oleh karenanya, langkah ini terkesan tidak terlalu praktis. Ditambah lagi, proses pengerjaannya pun kian rumit ketika proyek dikerjakan secara bersama-sama oleh beberapa orang desainer. 

3. Aplikasi mockup builder

Solusi ketiga adalah memanfaatkan aplikasi yang memang secara khusus memiliki fungsi membangun mockup. Aplikasi ini dikenal dengan sebutan aplikasi prototyping. Kegunaannya pun sangat praktis dan memberikan solusi praktis ketika ingin membangun desain dan prototype.

Aplikasi mockup builder dapat membantu Anda mengerjakan tiga tahapan proses desain dalam satu tempat. Tiga tahapan yang dimaksud adalah wireframe, mockup, dan prototype. Solusi inilah yang saat ini sering dijadikan pertimbangan oleh para desainer saat membangun mockup

Selain menghadirkan solusi yang praktis, kualitas hasil desain mockup menggunakan aplikasi prototype juga tidak kalah bagus. Banyak aplikasi menyediakan akses library dengan koleksi elemen yang sangat banyak. Tak cukup sampai di situ saja, desainer dapat pula membangun mockup yang interaktif di dalamnya. 

Pertimbangan Penting saat Membuat Mockup Aplikasi Mobile

Keberadaan aplikasi mockup memang membuat proses pembuatan mockup jadi lebih ringkas. Meski begitu, ada lima poin penting yang perlu diperhatikan saat membangun mockup, yakni: 

  • Hadirkan desain yang responsif. Anda perlu memastikan kalau aplikasi dapat dijalankan secara optimal dalam berbagai ukuran layar. 
  • Manfaatkan SVG untuk elemen grafis. Penggunaan vektor grafis pada mockup memberi keuntungan utama dalam hal kualitas gambar. Berbeda dengan bitmap, kualitas piksel vektor grafis tidak akan mengalami penurunan ketika terdapat perubahan ukuran gambar. 
  • Gunakan font Google. Pemakaian font milik Google memiliki tiga manfaat utama. Selain membuat tampilan aplikasi jadi lebih menarik, Anda juga bisa memperoleh konsistensi tampilan serta kinerja mobile app yang lebih cepat. 
  • Keep it simple. Desain kompleks tidak akan membuat pengguna aplikasi nyaman. Sebaliknya, pastikan bahwa tampilan layar aplikasi terlihat sederhana sehingga dapat dijalankan dengan mudah oleh para penggunanya. 
  • Lakukan permintaan akses data hanya ketika benar-benar dibutuhkan. Para pengguna perangkat mobile saat ini sudah cukup cerdas dalam menjaga privasi data pribadinya. Kalau aplikasi meminta akses data pribadi (data mining) yang terlalu banyak, akan timbul ketakutan berlebih pada sisi pengguna. 

Berkaitan dengan cara pembuatan mockup berkualitas yang profesional, Anda dapat pula memilih untuk memanfaatkan layanan pihak ketiga. Hanya saja, pastikan kalau mereka mampu memberikan hasil dengan kualitas terbaik. Solusinya, Anda dapat menggunakan jasa IT consultant SoftwareSeni yang sudah berpengalaman. 

Pilihan Aplikasi Membangun Mockup Mobile App

Untuk membangun mockup menggunakan aplikasi mockup builder, Anda dapat memanfaatkan berbagai tool di internet. Pilihannya sangat variatif, termasuk aplikasi yang berbayar ataupun gratis. Ditambah lagi, sebagian besar aplikasi tersebut merupakan web app yang dijalankan menggunakan aplikasi browser. 

membangun mockup mobile app

Sebagai rekomendasi, berikut ini adalah tuju aplikasi prototyping yang dapat Anda pertimbangkan ketika ingin membangun mockup

#1. Mockplus

Rekomendasi tool untuk membangun mockup yang pertama adalah Mockplus. Aplikasi ini menyediakan solusi pembuatan mockup yang fleksibel. Anda bisa memilih untuk menjalankannya di perangkat desktop atau menggunakan versi web app. Terlepas dari pilihan versi aplikasi yang digunakan, Anda akan memperoleh fasilitas penyimpanan berbasis awan yang dapat diakses dari mana saja. 

Cara pembuatan mockup aplikasi mobile di Mockplus juga tak terlalu sulit atau memerlukan keahlian teknis tinggi. Tersedia pilihan template yang dapat disesuaikan dengan ukuran layar sesuai kebutuhan. Anda bisa menjumpai library dengan koleksi lebih dari 200 komponen dan 3.000 ikon. Menariknya lagi, cara penggunaan aplikasi ini mudah, cukup drag & drop saja. 

#2. UXPin

Kemampuan yang dimiliki oleh aplikasi UXPin tidak kalah lengkap dibandingkan Mockplus. Keberadaan fitur built-in libraries membuat Anda bisa memilih beragam jenis elemen, seperti warna, font, ataupun ikon secara bebas. Anda pun dapat mengatur jenis interaksi dalam mockup yang dilakukan tanpa harus coding

Daya tarik lain yang membuat UXPin layak untuk dipertimbangkan adalah dukungannya terhadap mockup testing. Aplikasi ini dapat melakukan pengujian secara langsung menggunakan real input. Sebagai tambahan, Anda dapat melakukan kolaborasi secara mudah berkat fitur preview link

#3. Balsamiq

Balsamiq dikenal sebagai salah satu aplikasi prototype yang cukup populer di kalangan para desain UI/UX. Seperti halnya Mockplus, Anda bisa menjumpai Balsamiq dalam versi cloud ataupun desktop. Untuk kemudahan dalam menjalankannya, pihak Balsamiq menyediakan fitur integrasi yang cukup lengkap, mulai dari Google Drive, Jira, hingga Confluence

Cara pemakaian Balsamiq tidak kalah mudahnya kalau dibandingkan dengan aplikasi serupa di pasaran. Anda dapat mengarahkan kursor pada panel dan selanjutnya tinggal drag & drop pada elemen yang ingin ditambahkan. Menariknya lagi, Balsamiq menyediakan free trial selama 30 hari sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan layanannya. 

#4. Moqups

Pemakaian aplikasi mockup builder bernama Moqups juga bakal sangat membantu kelancaran proyek software development yang tengah Anda tangani. Aplikasi ini menawarkan fleksibilitas pemakaian karena merupakan aplikasi berbasis cloud. Alhasil, Anda dapat menjalankannya dalam berbagai perangkat, baik desktop atau mobile.

Ketersediaan beragam jenis template mockup di aplikasi Moqups dapat memperlancar proyek pembuatan mobile app. Ditambah lagi, pilihan template di aplikasi ini sangat beragam, seperti template landing page, admin dashboard, ecommerce, dan lain sebagainya.  Tak cukup itu saja, Moqups menyediakan cara pemakaian yang mudah dengan sistem drag & drop.

#5. Axure

Kalau menginginkan aplikasi mockup builder yang powerful, Axure adalah solusinya. Aplikasi ini dikenal sebagai tool enterprise-grade untuk pembuatan wireframe dan mockup. Fitur unggulan yang membuatnya terlihat menonjol dibandingkan aplikasi lain adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan animasi, adaptive view, serta conditional user flow

#6. Justinmind

Aplikasi ini menyediakan tool lengkap untuk menyelesaikan proses desain tampilan mobile app, mulai dari tahapan wireframe hingga prototype. Justinmind menawarkan kemudahan pemakaian pada perangkat mobile, dibuktikan dengan dukungan gesture operation, efek interaktif, serta transition. 

Di dalam aplikasi Justinmind, Anda dapat menemukan berbagai template mockup dan wireframe yang dapat dikustomisasi secara bebas. Cukup drag & drop, Anda pun sudah bisa memiliki mockup aplikasi sendiri. Kalau ingin membuat tampilannya terlihat lebih kompleks, tersedia fitur penambahan interaksi dan animasi yang dapat dilakukan tanpa coding

#7. Figma

Solusi terakhir adalah Figma yang menyediakan solusi all-in-one dalam proses desain dan prototype. Keberadaan layer panel di dalam aplikasi dapat membantu para desainer untuk bekerja secara terorganisasi. Fitur kolaborasinya juga memungkinkan pengerjaan proyek secara real time oleh beberapa desainer sekaligus. 

Tujuh aplikasi yang menyediakan solusi pembuatan mockup secara praktis itu dapat Anda temukan dalam versi berbayar ataupun gratis. Besaran biaya berlangganan untuk masing-masing aplikasi juga berbeda. Anda pun dapat menyesuaikan pemakaiannya berdasarkan tingkat kebutuhan dan bujet. 

aplikasi mockup mobile app

Nah, itulah alasan lengkap mengapa mockup mobile app merupakan tahapan penting yang harus dilakukan dalam proses mobile app development oleh startup. Fakta memperlihatkan, rata-rata pengguna aplikasi hanya butuh waktu 5,8 hari untuk menghapus mobile app yang telah diunduhnya. Tak ingin aplikasi yang telah Anda buat dengan kerja keras memiliki nasib seperti itu, kan? 

Kalau ingin cara yang praktis, manfaatkan saja layanan dari software house berpengalaman, SoftwareSeni. Cukup pesan, Anda pun sudah bisa memperoleh mockup berkualitas sesuai spesifikasi yang diinginkan.

FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577