React Native Adalah Opsi Terbaik untuk Pengembangan Apps Anda?

React Native Adalah Opsi Terbaik untuk Pengembangan Apps Anda?

by
Rian Romadhon
November 6, 2020

Tahukah Anda bahwa penghasilan sebuah perusahaan dari pengembangan aplikasi seluler (mobile app development) sangat menggiurkan? Pasalnya, untuk tahun 2018 saja, penghasilan mobile apps tercatat telah meraup keuntungan lebih dari 365 miliar dolar AS.  Tren ini, kemudian, diprediksi oleh Statista akan terus meningkat hingga mencapai 935 miliar dolar AS pada tahun 2023 mendatang. 

React Native Adalah Pengembang Aplikasi


Fakta ini sejatinya tidak terlalu mengherankan bila mengingat ponsel sudah menjadi barang wajib bagi banyak orang. Hampir tidak ada individu pada rentang usia sekolah menengah, produktif, maupun lansia yang luput dari kepemilikan telepon seluler. Bahkan, terkadang anak-anak balita pun sudah memiliki barang mungil nan pintar tersebut. 

Melihat besarnya pangsa pasar ini, kemunculan banyak perusahaan start-up baru di Indonesia seharusnya sudah bisa diprediksi. Perusahaan-perusahaan baru tersebut tentu hadir dengan beragam kebutuhan akan mobile apps

Bagaimana dengan Anda? Berminat untuk memulai sebuah start-up? Sudah memutuskan untuk membangun sebuah mobile app juga? 

Sebelum memulai, perlu diingat kalau membangun sebuah aplikasi, baik itu berbasis web atau mobile, membutuhkan pemahaman bahasa pemrograman (programming language) yang mumpuni, sebut saja PHP/Java untuk Android atau Swift/Objective C untuk iOS. Inilah alasan kuat mengapa banyak orang undur diri jika berhadapan dengan pengembangan apps. 

Untungnya, sejak 2015, ada sebuah framework yang dapat menjembatani kesulitan apps developer ini, yakni React Native. Bahkan, bisa dibilang, React Native adalah opsi terbaik untuk pengembangan apps saat ini. Nah, agar lebih afdal mengenal React Native, pahami lima poin penting berikut ini terlebih dahulu.


Apa Itu React Native 101?

Merujuk artikel dari STXNEXT, React Native adalah sebuah kerangka kerja perangkat lunak (framework) yang memungkinkan setiap programmer untuk membangun sebuah mobile app layaknya “native”. Framework ini memanfaatkan JavaScript, sebuah bahasa pemrograman yang telah dirilis sejak 25 tahun silam (tepatnya 1995).

Sudah menjadi rahasia umum kalau Anda memerlukan bahasa pemrograman yang berbeda-beda (disebut juga “native”) untuk membangun aplikasi berdasarkan platform-nya, seperti Java (untuk Android) atau Swift (untuk iOS). Namun, React Native berhasil menghapus keharusan tersebut. Itulah mengapa React Native juga dikenal sebagai Cross-Platform Network

Sama dengan namanya, framework ini mampu mengubah aplikasi yang dibangun ke dalam kode “native” sesuai platform tujuan. Hebatnya lagi, apps yang diciptakan tetap berfungsi secara optimal layaknya sebuah aplikasi “native”. Tentu ini menjadi keuntungan bagi para developer yang mahir JavaScript karena tak perlu lagi mempelajari detail bahasa pemrograman lainnya. 

Sangat bermanfaat bukan? Sebagai informasi tambahan, berikut beberapa fakta menarik seputar React Native untuk diketahui. 

Fakta Menarik Seputar Framework React Native Ini

  • Tools keren ini pertama kali dikembangkan oleh tim Facebook untuk mobile app mereka di iOS juga Android. 
React Native Adalah Terobosan

Kemudian, lengkapi pemahaman React Native Anda melalui beberapa tutorial, seperti React by itself, Egghead.io: The Beginner's Guide to React, Wes Bos: React for Beginners, dan lainnya.

  • React Native tidak akan lenyap atau ditinggalkan dengan mudah karena sudah secara luas dipakai oleh banyak developer. Tambahan lagi, tim Facebook pastinya telah menyusun langkah strategis jangka panjang sebagai investasi perkembangan tools yang mereka bangun. 
  • Hemat dan Efisien adalah dua poin penting dari pengembangan program via React Native. Maka, sangat jelas mengapa banyak CEO mengidolakan framework ini. 
  • Tren penggunaan cross-platform oleh developer selalu meningkat. Peningkatannya diperkirakan mencapai 80,45 miliar dolar AS di tahun 2020 ini. Baca di sini untuk informasi lengkapnya. 

Bagaimana Cara Kerja React Native? 

Pada dasarnya, cara kerja React Native sama dengan React, tetapi berbeda pada targetnya. Jika React menyasar browser untuk pengembangannya, React Native, kebalikannya, menargetkan mobile app.

Dalam prosesnya, React Native membutuhkan bantuan berupa fitur bridging. Ya, Bridge disebut sebagai perantara yang mampu membantu untuk menjalankan kode JavaScript dari React Native ke dalam lingkungan seluler. Dengan kata lain, bridge berfungsi sebagai media komunikasi antarkode. 

Supaya lebih jelas mengenai cara kerja React Native, pahamilah panduan singkat menjalankan React Native untuk Android bagi pemula berikut ini. 

  • Instal Node.JS pada peranti yang akan digunakan untuk mengembangkan program. Ini berguna untuk menjalankan semua program JavaScript di luar browser yang sering Anda pakai.
  • Instal NPM (Node Package Manager) atau Yarn. Keduanya berfungsi untuk mengelola Project Node.JS yang telah terinstal sebelumnya. Patut diketahui kalau NPM biasanya akan secara langsung terinstal berbarengan dengan instalasi Node.JS. Namun, tidak halnya dengan Yarn, Anda perlu memasangnya secara terpisah.
  • Instal Java Development Kit (JDK) untuk membantu Anda dalam proses kompilasi aplikasi menjadi sebuah format berkas APK nantinya. 
  • Instal Android Software Development Kit (SDK). Android SDK digunakan untuk pengembangan aplikasi Android Anda. 

Bagaimana dengan iOS? Alur pengembangannya masih sama dengan di atas. Anda bisa memulai dengan memastikan peranti yang digunakan adalah MacBook (syarat mutlak dari Apple). Poin ini sebenarnya menjadi salah satu kelemahan dari React Native. Namun, agar tidak tumpang tindih, hal ini akan dibahas pada subheading khusus nantinya. 

Kemudian, pastikan MacBook telah terpasang Xcode. Lalu, instal Node.JS dan NPM agar Anda bisa menggunakan JavaScript. Langkah terakhir adalah lakukan pemasangan Homebrew, Watchman, dan tentunya React Native. Jika semua langkah sudah terlaksana, Anda sudah bisa memulai membuat aplikasi. 

Namun, pastikan Anda sudah benar-benar membaca dan memahami tutorial yang telah dibagikan pada poin fakta mengenai React Native di atas terlebih dahulu, ya.

Kelebihan React Native 101 

Anda mungkin masih bertanya-tanya mengenai alasan mengapa React Native 101 bisa tergolong ke dalam tools development populer masa kini. Tambahan lagi, Anda pasti mempertimbangkan banyak faktor mengapa React Native merupakan alat developer aplikasi paling pas buat produk Anda. 

Tenang! Rasa penasaran itu akan sirna sesudah Anda membaca beberapa kelebihan React Native 101 berikut ini. 

React Native Adalah Keuntungan


1. Tools Development Andalan Perusahaan Besar

Popularitas React Native tak perlu lagi diragukan. Mengapa? Karena seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa framework ini sangat terkenal sampai-sampai dianggap sebagai salah satu the world’s top technologies. Buktinya adalah banyak perusahaan besar ternama mempercayakan mobile app nya pada framework ini.

Dari artikel sebelumnya, beberapa aplikasi perusahaan raksasa yang menggunakan React Native adalah Facebook, Bloomberg, Soundcloud, Wix, Walmart, dan Instagram. Tambahan lagi, merujuk pada tulisan idcloudhost, Airbnb dan Baidu juga merupakan contoh perusahaan besar pengguna React Native lainnya.

Anda setidaknya sudah menggunakan dua atau tiga aplikasi tertera di atas, bukan? Bagaimana pengalaman Anda dalam menggunakannya? Masih ragu? 

Sampai saat ini, belum ada komplain besar-besaran tentang semua aplikasi di atas. Malahan, hampir seluruh pengguna aplikasi menyukainya. Hal ini dibuktikan dengan rating yang didapatkan masing-masing aplikasi (untuk bukti nyata, cek saja melalui Google Play atau App Store).

2. iOS or Android? React Native Adalah Jawaban buat Keduanya!

Salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran banyak calon user akan produk Anda adalah dengan cara menyediakan aplikasi untuk setiap platform yang beredar di target pengguna, seperti iOS dan Android. Maka, dari sinilah kesulitan dimulai. 

Masih ingat bukan kalau sebelumnya kita sudah membahas tentang PHP, Java, Swift, dan Objective C? Mereka adalah sederet nama dari bahasa pemrograman “khusus” untuk masing-masing platform yang harus dikuasai seorang developer

React Native Adalah Jawaban


Oleh karena alasan inilah, React Native disebut-sebut sebagai penyelamat app developer saat membangun aplikasi buat iOS atau Android. Penggunaannya yang bersifat cross-platform network membuat React Native bisa digunakan untuk dua sistem operasi sekaligus. Sifatnya yang lintas platform ini tidak hanya mempersingkat waktu pengerjaan, tetapi juga mengoptimalkan pembiayaan proyek.

3. Penggunaan Ulang Code dan Pre-Built Component yang Memudahkan

Sejatinya, konsep dasar pengembangan aplikasi lintas platform (cross-platform) ialah menampilkan basis kode standar yang bisa digunakan berulang pada masing-masing sistem operasi. 

Malahan, pada implementasinya, hampir 90% kode yang digunakan memiliki kesamaan untuk kedua platform, iOS dan Android. Pun, bila Anda sudah memiliki web app, Anda bisa langsung menggunakan kode yang ada sebagai mobile apps, loh. Inilah yang disebut memudahkan developer. Mereka tidak perlu repot-repot membangunnya secara terpisah. 

Tak hanya itu, sebagai open-source library, React Native memberikan keuntungan tersendiri bagi developer, yakni penggunaan pre-built components (kode yang sudah dibuat oleh app developer lain). Pada intinya, Anda tidak akan mengalami kesulitan saat mengembangkan mobile apps nantinya.

4. Efisiensi Waktu

Berkaitan dengan dua keunggulan React Native sebelumnya, bisa dikatakan bahwa pengembangan aplikasi menggunakan framework React Native adalah yang paling efisien waktu.

React Native Adalah Keunggulan


Alasannya? Pertama, Anda tidak perlu repot membuat aplikasi dengan bahasa pemrograman khusus. Kedua, adanya kode dan komponen dari app developer lain yang bisa dipakai ulang tentu memangkas waktu pengembangan.

Dengan kelebihan efisiensi waktu ini, Anda secara tidak langsung akan diuntungkan secara finansial. Makin singkat waktu pemrosesan aplikasi, maka makin kecil biaya operasional yang dikeluarkan. Setuju?

5. Third-Party Plugins, Kenapa Tidak?

Umur React Native terbilang masih sangat awal untuk menjadi tanpa celah. Anda mungkin saja tidak menemukan beberapa komponen yang Anda butuhkan. Akan tetapi, situasi ini bukanlah sebuah kendala besar. Pasalnya, framework ini menawarkan dukungan terhadap plugins pihak ketiga.

Dengan dukungan ini, Anda bisa menautkan atau menambahkan komponen apa pun yang dibutuhkan (misal Google Maps, Google Calendar, atau yang lainnya) melalui dua jenis plugins tersedia di React Native, yakni Native Modules dan JavaScript Modules. 

Tidak rumit bukan? Nyatanya, tools development ini memang sangat memanjakan para developer aplikasi. 

6. User Interface (UI) Sangat Simpel dan Apik

Sebuah aplikasi akan dianggap baik ketika user mendapatkan pengalaman menyenangkan dalam proses penggunaanya, seperti waktu muat yang cepat, tampilan antarmuka mulus juga responsif, dan sebagainya.

Pertanyaannya adalah bisakah mendapatkan semua indikator di atas melalui React Native untuk mobile app sekaligus software development project Anda. Tentu saja bisa karena React Native merupakan framework yang secara eksklusif mengkhususkan diri pada pengembangan UI seluler. Hasilnya pun sudah terbukti lebih baik dibandingkan framework lainnya. 

Framework ini menggunakan React JavaScript UI untuk membangun desain antarmuka pengguna. Sebab itulah, Anda lebih disarankan untuk membangun sebuah apps sederhana dengan tingkat kerumitan rendah. Dengan begitu, Anda bisa memberikan pengalaman terbaik untuk pengguna nantinya. 

7. Hasil Apps Stabil dan Berkinerja Baik

Pernahkah mengalami lagging ketika menggunakan sebuah aplikasi? Atau merasa suhu ponsel panas saat menjalankan aplikasi? Hal ini biasanya terjadi pada aplikasi-aplikasi yang menggunakan komponen sistem WebView. Kejadian tersebut tidak akan terjadi jika Anda membangun aplikasi menggunakan React Native. 

Sebagian besar developer menyetujui kalau apps yang dihasilkan via React Native lebih stabil dan berkinerja baik. Hal ini dikarenakan aplikasi-aplikasi tersebut dikompilasi menjadi “Native” dengan penggunaan Native API dan Native Component. 

Dengan begitu, aplikasi yang dihasilkan tidak hanya mampu dijalankan untuk dua sistem operasi sekaligus, tetapi juga berfungsi secara optimal tanpa jeda pada keduanya. 

Kelemahan React Native 101

Seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”, tools development andalan banyak developer aplikasi ini masih memiliki beberapa kekurangan. Ya, maklum saja karena tidak ada hal yang sempurna di dunia ini. 

Berikut ini akan dibahas beberapa kelemahan yang patut Anda ketahui. Bacalah secara cermat dan pahami. Kemudian, manfaatkan pengetahuan ini sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan mengenai jenis framework yang akan digunakan untuk proyek mobile app Anda selanjutnya.

1. Pesatnya Perkembangan JavaScript

Sudah tahukan kalau React Native merupakan cross-platform network yang dikembangkan dari JavaScript? JavaScript merupakan salah satu bahasa pemrograman utama bagi website development, selain HTML (Hypertext Markup Language) dan CSS (Cascading Style Sheets). 

Bahasa pemrograman ini berkembang sangat pesat dari zaman ke zaman. Akibatnya, perkembangan ini memberikan pengaruh tersendiri pada React Native sehingga terkadang tidak berjalan sesuai harapan. 

2. Performa Masih Banyak Dipertanyakan Banyak Developer

Sampai saat ini, perdebatan terkait kinerja React Native masih ada loh. Tak sedikit apps developer dan IT consultant menganggap performa yang ditawarkannya tidak optimal. 

Kinerja React Native Adalah


Dibandingkan dengan iOS atau Android, framework ini masih terbilang muda. Selain itu, terdapat lumayan banyak komponen yang belum tersedia dan kemudian berpengaruh pada kinerja React Native.

Akan tetapi, patut diingat bahwa pengukuran tingkat kepuasan akan “kinerja” sebuah aplikasi sejatinya bersifat lebih subjektif bila menyangkut opini individu. Selain itu, kemampuan developer dalam membangun kode-kode efisien juga sangat berpengaruh terhadap performa mobile app. Sehingga, pilihlah developer profesional untuk memastikan mobile app memiliki performa yang optimal.

3. Kaku untuk Platform Tertentu

Sebelumnya, kelemahan ini sudah pernah disinggung sedikit pada pembahasan cara kerja React Native, khususnya mobile app development untuk sistem operasi iOS. Anda tidak bisa menggunakan peranti selain mac OS dalam proses pengerjaannya. 

Meski sedikit menyita dana untuk membeli sebuah MacBook, Anda tetap harus melakukannya. Itulah mengapa React Native dianggap kaku untuk platform tertentu. Namun, poin ini sesungguhnya tidak akan menjadi sebuah masalah besar nan rumit kalau Anda atau tim sudah memiliki perangkat MacBook. 

Lantas, Apa Pengaruh Positifnya bagi Bisnis Anda? 

Setelah membaca semua penjelasan di atas, Anda mungkin saja berpikir kalau membuat mobile app menggunakan React Native sangat menguntungkan juga menggiurkan. 

Jadi, ingin segera membentuk tim developer? Tunggu sebentar! Jangan terlalu berambisi. Ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu apa saja pengaruh positifnya bagi bisnis Anda.

Pertama adalah bersinggungan dengan finansial. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pengembangan mobile app menggunakan React Native sangatlah mudah dijalankan. Lalu, apa kaitannya dengan bisnis Anda? Kemudahan dalam membangun aplikasi sudah pasti berimbas pada pemangkasan waktu dan biaya pengembangan. Nah, Anda sebagai pelaku bisnis tentu sangat diuntungkan dengan situasi ini. 

Selanjutnya, fokus utama dari React Native ialah User Interface (UI). Oleh sebab itu, aplikasi hasil pengembangannya pun tentu menawarkan pengalaman terbaik bagi pengguna, misal waktu loading cepat dan efisien (bahkan nyaris tanpa jeda), berbagai fungsi berjalan lebih lancar secara keseluruhan, dan lainnya. Kondisi tersebut sudah pasti berimbas pada penilaian user, bukan? Makin baik penilaiannya, makin meningkat pula bisnis Anda. Malah, tidak menutup kemungkinan untuk menjadi viral, loh. 

Poin berikutnya masih berhubungan dengan bujet. Usut punya usut, React Native tidak hanya mampu mengoptimalkan dana proyek pembuatan aplikasi saja, tetapi juga dapat membantu perusahaan Anda menekan biaya pemeliharaan (maintenance). Kok bisa? Tentu bisa! Mengingat React Native tergolong sebagai alat development aplikasi lintas platform (cross-platform network). Dengan begitu, Anda hanya perlu memantau pemeliharaan melalui satu pintu saja.

React Native Adalah Langkah Positif


Sampai di sini, sudah paham tentang seberapa banyak dampak positifnya bagi bisnis Anda? Karena itu, tidaklah mengherankan bila banyak CEO start-up yang kepincut dengan React Native. 

Kesimpulan

Menyimpulkan dari pemaparan di atas, React Native adalah alat bantu atau media untuk pengembangan mobile app. Penggunaannya memudahkan kalangan developer karena bersifat lintas platform artinya bisa digunakan pada iOS dan Android secara bersamaan. 

Penggunaan JavaScript lebih memfasilitasi banyak individu yang ingin mencoba terjun dalam dunia programming. Bahasa pemrograman ini sudah ada sejak dua puluh lima tahun silam sehingga terdapat banyak panduan yang bisa didapatkan jika ingin mulai mempelajarinya. Tak hanya itu, JavaScript juga tergolong bahasa pemrograman yang mudah buat dipelajari. 

React Native dirilis tahun 2015 sebagai hasil pengembangan dari tim Facebook. Sampai saat ini pun, React Native terus berkembang guna menjadi tools development andalan banyak orang. Perkembangan ini tak lepas dari dukungan komunitas React Native yang besar dan solid. Anggota komunitas (umumnya para ahli IT dalam berbagai keahlian) selalu bersedia berbagi informasi, pengalaman, bahkan sampai berbagi proyek. 

Selain itu, nama besar Facebook juga turut andil dalam menjamin keberlangsungan framework ini. Seperti pada pembahasan sebelumnya, tim Facebook pasti sudah memiliki rencana jangka panjang untuk tetap mempertahankan eksistensi React Native. Contohnya adalah tim selalu turut andil sebagai narasumber guna meng-update informasi-informasi terkini dalam berbagai seminar dan konferensi.

Poin penting lain yang wajib dilihat adalah kelebihan serta kekurangan dari React Native. Walaupun terdapat beberapa kelemahan, kekurangan-kekurangan tersebut tidaklah sebanding dengan kelebihan yang ditawarkannya. Apalagi kalau melihat dampak positifnya bagi bisnis Anda, kelemahan-kelemahan tersebut bukanlah sebuah masalah besar. 

Sepertinya, tidak ada alasan kuat lagi untuk menunda pengembangan mobile app bisnis Anda. Segeralah baca, pahami, dan lakukan tahapan-tahapan pembuatan mobile app, mulai dari melaksanakan market dan tech research, menentukan tujuan dari pembuatan mobile app, membuat blueprint tampilan dari proyek produk digital, membangun storyboard aplikasi, mempersiapkan backend, mengetes prototype, hingga pengembangan mobile app. 

Hal ini bertujuan agar proyek Anda berjalan lancar. Namun, jika Anda masih tetap mengalami kendala yang tidak bisa terpecahkan, ada dua cara terbaik yang bisa ditempuh. Pertama, berkonsultasi dengan IT consultant. Kedua, berkunjung ke software house, seperti SoftwareSeni. Beranggotakan tim ahli, dua wadah tersebut adalah tempat terbaik penyelesaian masalah seputar mobile app Anda.

Punya Project atau Ingin Bekerja Sama?

Hubungi kami dan ciptakan software impianmu sekarang!
Office Address Image

SYDNEY

Level 28, 161 Castlereagh St, Sydney 2000
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Jl Magelang No 65, Tegalrejo, Yogyakarta, Indonesia 55242
+62 882 1673 4392