Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Java dan Javascript yang Harus Anda Pahami

Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Java dan Javascript yang Harus Anda Pahami

by
Rian Romadhon
November 2, 2020

Java dan JavaScript adalah elemen penting dalam dunia IT yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia kini. Namun, yang perlu dipahami, keduanya tidak memiliki keterkaitan satu sama lain kendati penamaannya beririsan. Bahkan nyatanya, perbedaan Java dan Javascript terbilang cukup jelas dan signifikan.

Mengenal Java

Java merupakan bahasa pemrograman yang sangat banyak digunakan dalam berbagai software development untuk di platform komputer maupun ponsel. Sampai saat ini, Java bahkan masih menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling populer dan dimanfaatkan secara luas untuk pengembangan bermacam-macam produk software maupun aplikasi.

perbedaan java dan javascript

Sejarah Perkembangan Java

Java terlahir sebagai bagian dari The Green Project di Sun Microsystems dengan nama awalnya berupa Oak. The Green Project sendiri berlangsung selama 18 bulan mulai dari awal tahun 1992 hingga pertengahan tahun 1992, tepatnya saat musim panas. Adapun beberapa nama besar di balik proyek tersebut adalah Patrick Naughton, Mike Sheridan, dan James Gosling.

The Green Project akhirnya menghasilkan produk yang dinamakan Java Oak, yakni sebuah program yang ditujukan sebagai pengendali (controller) sebuah perangkat dengan teknologi layar sentuh. Penggunaan nama ‘oak’ pun tidak lain merupakan gagasan yang terinspirasi dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruang kerja James Gosling.

Sayangnya, nama Oak pada akhirnya tidak dirilis lantaran sudah adanya perangkat lunak lain yang terdaftar dengan nama tersebut. Sebagai gantinya, nama Java digunakan dan dirilis untuk kali pertama pada 1995. ‘Java’ konon terinspirasi dari kopi murni kesukaan James Gosling yang berasal dari Pulau Jawa.

Perkembangan Java

Java telah mencapai usia lebih dari dua dekade. Selama kurun waktu tersebut, perkembangan bahasa pemrograman ini pun terbilang cukup kontinyu.

  • 1996

Perilisan versi awal Java JDK 1.0 dengan berbagai paket standar awal.

  1. java.lang : kelas elemen dasar
  2. java.io : kelas input dan output
  3. java.util : kelas pelengkap seperti struktur data dan penanggalan
  4. java.net : kelas TCP/IP
  5. java.awt : kelas dasar aplikasi antarmuka dengan pengguna alias GUI
  6. java.applet: kelas dasar aplikasi untuk di penjelajah situs
  • 1997

Perilisan JDK 1.1 dan perkenalan platform Java Card 2.0.

  • 1999

Perilisan source code platform Java 2.

  • 2000

Perilisan J2SE 1.3. 

  • 2002

Perilisan J2SE 1.4.

  • 2004

Perilisan J2SE 5.0, platform Java 2 edisi Standard 5, dan Sun Java Studio Creator.

  • 2006

Perilisan Java SE 6.

  • 2011

Perilisan Java SE 7.

  • 2014

Perilisan Java SE 8.

  • 2017

Perilisan Java SE 9.

Karakter Java

Salah satu perbedaan Java dan JavaScript dapat dilihat dari sisi karakter masing-masingnya. Java secara umum merupakan bahasa pemrograman yang memiliki orientasi objek. Implementasinya dapat diterapkan di seluruh jenis sistem operasi karena sifatnya yang juga open source.

Adapun beberapa karakter Java yang lebih detail adalah sebagai berikut.

  • Berorientasi Objek

Java memiliki karakter object oriented, artinya program berbasis Java dapat dibuat secara modular dan dapat dipergunakan kembali.

  • Sederhana

Java memiliki sintaks yang mirip dengan bahasa pemrograman C++. Hanya saja, bahasa pemrograman Java melakukan beberapa perbaikan seperti menghilangkan pointer yang rumit dan multiple inheritance serta penggunaan memory garbage dan memory allocation.

  • Interpreted

Program berbasis Java dijalankan menggunakan interpreter Java Virtual Machine (JVM). Hal tersebut menjadikan source code Java yang sudah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat diimplementasikan dalam beraneka macam platform.

  • Dinamis

Java memungkinkan perubahan pada sebuah class dengan melakukan penambahan properties tanpa mengganggu program yang menggunakan class tersebut.

  • Robust

Keandalan Java sangat tinggi dengan kemampuannya dalam mendeteksi error yang lebih teliti dibandingkan bahasa pemrograman lainnya. Adapun bagian Java yang berfungsi dalam mengatasi error tersebut adalah runtime-Exception.

Kelebihan Java

Bukan tanpa alasan Java menjadi bahasa pemrograman yang sangat populer dan masih menjadi favorit hingga kini dalam mobile app development dan berbagai produk IT lainnya. Beberapa faktor utamanya adalah sebagai berikut.

  • Kesederhanaan sintaks Java memberi kemudahan dan kenyamanan tersendiri bagi programmer, terutama bagi yang masih baru. 
  • Berbagai fiturnya tidak lagi dikerjakan secara manual sehingga programmer jadi makin terbantu.
  • Library Java terbilang lengkap sehingga sangat membantu programmer dalam menciptakan aplikasi sesuai keperluannya.
  • Karakter object oriented Java memungkinkan pemeliharaan maupun pengembangan software dapat dilakukan dengan mudah.

Kekurangan Java

Kendati begitu, Java juga memiliki beberapa hal yang dinilai sebagai kekurangan dibandingkan hal serupa pada bahasa pemrograman lainnya seperti berikut ini.

  • Java menawarkan sangat banyak fitur luar biasa, mulai dari kemudahan dalam penyusunan script hingga object oriented. Namun, hal ini juga berdampak pada besarnya kapasitas memori yang diperlukan sehingga perangkat komputer maupun ponsel yang digunakan perlu memiliki RAM besar.
  • Program berbasis Java mudah untuk didekompilasi alias diambil source code-nya. Dengan demikian, besar kemungkinan terjadinya pengambilan dan pembajakan aplikasi Java.
  • Java memerlukan waktu untuk proses kompilasi sebelum dijalankan. Beberapa bahasa pemrograman seperti Phyton tidak memerlukan proses ini sehingga proses running pun lebih cepat.

Mengenal JavaScript

JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan dalam website development sekaligus bagian fundamental dari World Wide Web. Bersama dengan HTML dan CSS, JavaScript membantu menjadikan halaman sebuah situs lebih menarik dan interaktif.

perbedaan java dan javascript

Sejarah Perkembangan JavaScript

Kemunculan perdana JavaScript adalah pada tahun 1995. Seorang karyawan Netscape bernama Brendan Eich merupakan sosok di balik kelahiran bahasa pemrograman ini. Adapun Netscape ialah sebuah perusahaan software terkemuka dengan produk web browser-nya yang sangat mashyur pula bernama Netscape Navigator.

Brendan Eich awalnya hanya diminta untuk membuat sebuah bahasa scripting seperti Java, tetapi untuk diimplementasikan di platform browser. Dia lantas membuat desain bahasa pemrograman yang dimaksud dengan menggunakan berbagai fitur yang terinspirasi dari beberapa bahasa pemrograman lainnya seperti Java, Scheme, dan Self.

Pengerjaan proyek tersebut cukuplah singkat—hanya sepuluh hari—sekaligus sangat mepet dengan peluncuran Netscape Navigator versi 2. Walau begitu, Brendan Eich berhasil menyelesaikan tugas tersebut dan menamakannya Mocha.

Mocha diaplikasikan pada Netscape Navigator dan mengalami perubahan nama menjadi LiveScript. Saat Netscape akhirnya bekerja sama dengan Sun (kini dikenal dengan nama Oracle) yang kala itu memegang lisensi Java, maka nama LiveScript pun berubah menjadi JavaScript. 

Alasannya tak lain adalah untuk keperluan marketing. Java yang lebih dulu hadir dan dinilai sukses diyakini mampu memberi dampak bagus pula untuk pamor dan kesuksesan JavaScript. Hasilnya pun terbukti seperti yang diprediksi.

Sayangnya, JavaScript hanya dapat diterapkan untuk Netscape Navigator. Di sisi lain, tak lama kemudian, Microsoft sebagai pesaing besar menghadirkan Jcsript yang diaplikasikan pada produk browser miliknya, yakni Internet Explorer. Adapun Jscript sendiri sesungguhnya merupakan hasil adopsi JavaScript.

Netscape kemudian melakukan standardisasi produknya. JavaScript berhasil diajukan ke ECMA International dengan label ECMA Script pada 1997. ECMAScript pun terus mengalami revisi dan peningkatan hingga menjadi bahasa pemrograman andal seperti saat ini yang dapat digunakan di berbagai model aplikasi.

Seperti contoh, JavaScript mempopulerkan AJAX tahun 2005. Library baru seperti JQuery dan MooTools pun dikembangkan guna meminimalkan ketidakkonsistenan browser

Karakter JavaScript

JavaScript mempunyai karakter tersendiri yang membuatnya sampai saat ini masih menjadi bahasa pemrograman paling populer. Setidaknya, berikut adalah beberapa karakter paling menonjol dari JavaScript.

  • Interpreted

Kode bahasa pemrograman ini dijalankan dari atas ke bawah dan menghasilkan perjalanan kode yang cepat. Programmer tidak perlu melakukan perubahan kode menjadi bentuk lainnya sebelum dijalankan pada browser.

  • Powerful

Interpreter JavaScript tidak lain adalah V8 yang banyak digunakan di Chrome dan Node.js. Hal ini pun mendukung optimalisasi pengkodean JavaScript dengan beberapa tugasnya seperti kompresi pointer, kompilasi, dan lain-lain.

  • Universal

Implementasi JavaScript dapat dilakukan di nyaris seluruh browser sehingga menjadikannya bersifat universal. Hal ini pun mendukung pengembangan web makin interaktif, dinamis, dan canggih.

  • Mendukung Pemrograman Berorientasi Objek

JavaScript mendukung pemrograman berorientasi objek karena mengenal konsep object, property, dan method. Adapun sifat dasar pemrograman berorientasi objek pada JavaScript adalah pewarisan (inheritance) yang disebut prototype.

  • Bebas

JavaScript memungkinkan programmer untuk tidak mendeklarasikan semua variabel, kelas, dan metode. Hal ini sekaligus menjadi perbedaan Java dan Javascript yang utama. 

Kelebihan JavaScript

JavaScript menawarkan berbagai keunggulan sejak kali pertama diluncurkan hingga kini setelah mengalami berbagai perkembangan. Berikut adalah beberapa kelebihan JavaScript dibandingkan beberapa bahasa pemrograman lainnya.

  • JavaScript memerlukan kapasitas memori yang kecil dan ringan sehingga penggunaan RAM pada perangkat pun tidak akan boros. 
  • Ringannya produk JavaScript sangat cocok dijadikan sebagai aplikasi sehari-hari dengan berbagai fitur yang menarik.
  • JavaScript termasuk bahasa pemrograman yang powerful, tetapi cukup mudah untuk dipelajari termasuk bagi newbie sekalipun.
  • Pengembangan aplikasi berbasis JavaScript sangat mudah dilakukan, seperti adanya penambahan fitur yang berhubungan dengan fungsi-fungsi penting dari aplikasi tersebut.
  • JavaScript dapat diimplementasikan untuk basis sistem operasi apa pun alias multiplatform, baik pada komputer maupun ponsel.
  • Pengguna JavaScript bisa mendapatkan resource bahasa pemrograman ini secara gratis dan menggunakannya secara penuh.
  • Pemanfaatan utama JavaScript adalah untuk sisi frontend web. Namun, programmer juga dapat menggunakan JavaScript untuk sisi server seperti node.js.
  • JavaScript bersifat universal alias didukung oleh hampir seluruh browser yang sering digunakan.

Kekurangan JavaScript

Bagaimanapun, JavaScript juga memiliki keterbatasan. Kendati secara umum bahasa pemrograman ini cukup memuaskan bagi para programmer atau developer, beberapa hal berikut tetap menjadi pertimbangan tersendiri.

  • JavaScript terbukti mampu membuat situs jadi lebih interaktif, dinamis, dan atraktif. Sayangnya, bahasa pemrograman ini tidak dapat membuat program aplikasi sendiri (stand alone) alias sangat bergantung pada aplikasi lainnya.
  • JavaScript sudah mempunyai objek yang built-in pada struktur bahasanya. Hal ini menjadikan JavaScript tidak dapat membuat class yang dapat menampung objek tambahan seperti di bahasa pemrograman lainnya.

Perbedaan Java dan JavaScript yang Fundamental

Java dan JavaScript sama-sama digunakan di hampir seluruh software house untuk menciptakan berbagai produk digital seperti web maupun aplikasi di komputer dan ponsel. Namun, sebagaimana penjelasan singkat mengenai sejarah keduanya, Java dan JavaScript sebenarnya tidaklah terlalu berhubungan maupun menjadi bagian dari masing-masing.

perbedaan java dan javascript

Untuk memahami lebih jelas mengenai perbedaan Java dan JavaScript, simak ulasan berikut.

Bahasa Pemrograman dan Scripting

Perbedaan Java dan JavaScript ini merupakan perbedaan dasar yang harus dipahami. Java merupakan bahasa yang digunakan untuk menjalankan aktivitas programming, sedangkan JavaScript merupakan bahasa yang digunakan untuk menjalankan aktivitas scripting. 

Programming dan scripting sama-sama aktivitas yang melibatkan kode-kode tertentu sehingga dalam prosesnya juga terdapat aktivitas coding. Namun, programming dan scripting sesungguhnya mempunyai makna yang sangat berbeda. 

Secara sederhana, programming dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengkodean sebuah instruksi untuk memerintah komputer agar menjalankan fungsi tertentu yang sesuai dengan algoritma. Cara untuk mengeksekusi sebuah program adalah dengan melakukan kompilasi. 

Namun, seiring dengan adanya kebutuhan untuk melakukan upgrade program tersebut (seperti adanya penambahan fitur), maka diperlukan sebuah cara untuk memenuhinya tanpa mengubah program secara keseluruhan. Penyisipan perubahan tersebutlah yang kemudian dikenal dengan sebutan scripting.

Pada dasarnya, sebuah program hanya akan dapat berjalan jika tidak ada kesalahan yang akan dibuktikan pada proses kompilasi. Adapun scripting tidak memerlukan compiler dalam proses eksekusinya sehingga program tetap dapat berjalan meski terjadi error pada sisi scripting.

Semua bahasa scripting termasuk dalam bahasa pemrograman, tetapi tidak semua bahasa pemrograman termasuk sebagai bahasa scripting. Dalam hal ini, Java merupakan bahasa programming, sedangkan JavaScript merupakan bahasa scripting. Skrip yang salah hanya akan berdampak pada tidak berjalannya fungsi skrip tersebut tanpa merusak program secara keseluruhan.

Pengembang yang Berbeda

Java dan JavaScript sama-sama dua bahasa yang lazim digunakan dalam pengembangan software maupun website. Nama keduanya pun mirip. Kendati begitu, asal usul keduanya berbeda.

Java dikembangkan oleh James Gosling saat dia masih tergabung di Sun Microsystems. Nama awal Java sendiri sebenarnya adalah Oak, tetapi kemudian disahkan menjadi Java karena terkait lisensi. Adapun pembuatan Java dilakukan sebagai pendukung bagian dari The Green Project.

Sementara itu, JavaScript dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape untuk mendukung perilisan Netscape Navigator versi 2. Nama awal JavaScript adalah Mocha, lalu berubah menjadi LiveScript. Pergantian nama menjadi JavaScript pada akhirnya dilakukan setelah Netscape bekerja sama dengan SunMicrosystems guna mendukung aktivitas komersial.

Sistem Kompilasi

JavaScript memang menyerupai Java, tetapi tanpa adanya pengetikan statis dan pengecekan tipe sebagaimana yang diterapkan pada Java. Kebanyakan sintaks JavaScript mengikuti sintaks ekspresi Java, pun demikian dengan konvensi penamaan dan konstruksi aliran kontrol dasarnya.

Sistem kelas kompilasi Java dibangun berdasarkan deklarasi, sedangkan JavaScript justru mendukung sistem runtime yang didasarkan pada sejumlah kecil tipe data. Pemrograman model objek yang didukung JavaScript menggunakan basis prototype alih-alih kelas yang lebih umum sehingga warisan tiap objek dapat berbeda-beda. Di samping itu, JavaScript juga mendukung fungsi tanpa persyaratan deklaratif khusus.

Aplikasi dan Platform Implementasi

Perbedaan Java dan JavaScript berikutnya terletak dari penggunaannya. Java kerap dimanfaatkan dalam pembuatan program, aplikasi, maupun website yang berdiri sendiri (stand alone). Sementara itu, JavaScript lebih banyak digunakan untuk membuat situs web lebih menarik dan interaktif. 

Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa pekerjaan yang cocok untuk menggunakan Java dan JavaScript.

  • Java
  1. Analisis big data
  2. Enterprise software
  3. Pekerjaan web dengan teknologi server side
  • JavaScript
  1. Teknologi Single-Page Application (SPA)
  2. Teknologi front-end seperti AngularJS, Backbone.js, ReactJS

Class

JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang bersifat prototype-based. Artinya, behavior reuse dilakukan melalui proses duplikasi dari objek sebelumnya yang sudah ada sebagai prototype. Sementara itu, Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat class-based. Artinya, tiap baris kode Java perlu masuk ke dalam Class tertentu. 

Syntax

Jika dirunut ke belakang, Java merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman C/C++ dan JavaScript merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman C. Perbedaan akar bahasa tersebut juga berdampak pada perbedaan syntax Java dan JavaScript.

Sama seperti bahasa C++, Java juga berorientasi pada objek. Oleh karena itu, berkas-berkas Java tidak lain adalah kelas-kelas dan objek yang dapat saling dipanggil dalam berkas lainnya. Sementara itu, sama seperti bahasa C yang lebih sederhana, syntax dalam JavaScript lebih simpel dan mudah.

Kendati begitu, baik Java maupun JavaScript sama-sama memiliki sifat yang case sensitive. Artinya, penulisan dengan huruf besar dan kecil berpengaruh terhadap perintah dan output yang akan dihasilkan.

Closures

JavaScript mendukung closures menggunakan fungsi anonim sehingga memungkinkan untuk melewati fungsi sebagai argument ke fungsi lainnya. Sementara itu, Java tidak mendukung metode ini. Guna mensimulasi closures, maka program Java perlu menggunakan Class anonim.

Kemudahan

Java dan JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang sama-sama relatif mudah dipelajari. Namun, jika keduanya harus dibandingkan, maka JavaScript cenderung lebih gampang untuk dipelajari bagi pemula.

Pasalnya, JavaScript mensyaratkan langkah-langkah yang sederhana. Programmer hanya perlu melakukan konversi perintah dalam syntax lalu menyisipkan skrip di area yang diperlukan atau diinginkan. Cukup dengan begitu saja, maka skrip pun dapat langsung dijalankan. 

Hal ini sangat berbeda dengan Java. Agar sebuah program dapat berjalan, maka programmer harus lebih dulu menyiapkan library yang sesuai, melakukan deklarasi yang benar, memahami algoritma pemrograman yang baik, dan memahami hubungan antarkelas dalam program.

Dukungan Perangkat

Perbedaan Java dan Javascript berikutnya ada pada dukungan perangkat yang diperlukan agar dapat menjalankan program yang dikerjakan. Dalam hal ini, Java memiliki requirement yang sedikit lebih banyak dibandingkan JavaScript.

Aplikasi maupun project lain berbasis Java hanya dapat dijalankan pada sistem yang sudah memiliki Java Virtual Machine (JVM). Dengan demikian, programmer harus lebih dulu melakukan instalasi JDK dan JRE.

Sebaliknya, JavaScript justru tidak memerlukan instalasi apa pun. Produk berbasis JavaScript dapat langsung dijalankan melalui web browser sehingga lebih ringkas dan memudahkan programmer. 

HTML

JavaScript mempunyai hubungan yang sangat erat dengan HTML mengingat peruntukan utamanya dalam pengembangan website. Skrip yang dibuat menggunakan JavaScript dapat langsung disisipkan pada kode HTML maupun dibuat dalam berkas terpisah. Adapun jika ingin dibuat secara terpisah, programmer hanya perlu memasukkan perintah untuk memanggil skrip tersebut kapan pun akan digunakan.

Hal ini berbeda dengan Java mengingat bahasa pemrograman yang satu ini sangatlah independen. Java dapat berjalan sendiri tanpa harus disisipkan dalam platform maupun kode-kode lainnya.

perbedaan java dan javascript

Nah, demikianlah informasi mengenai perbedaan Java dan JavaScript yang penting untuk diketahui bagi setiap programmer maupun tim developer proses digitalisasi dalam sebuah instansi. Jika Anda berencana untuk melakukan transformasi digital untuk mendukung kegiatan bisnis perusahaan, maka besar kemungkinan Java dan JavaScript akan menjadi bagian dalam produk digital yang diharapkan.

Namun mengingat sifatnya yang sangat teknis dan mendetail, ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan pihak IT consultant profesional seperti SoftwareSeni. Sebagai perusahaan one stop IT solution, kami siap membantu Anda mewujudkan transformasi digital yang terencana dan matang secara efektif dan efisien.

Punya Project atau Ingin Bekerja Sama?

Hubungi kami dan ciptakan software impianmu sekarang!
Office Address Image

SYDNEY

Level 28, 161 Castlereagh St, Sydney 2000
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Jl Magelang No 65, Tegalrejo, Yogyakarta, Indonesia 55242
+62 882 1673 4392