Ada Apa Dengan E-commerce?

Hal apa yang pertama kali muncul dipikiran kamu ketika ada yang bertanya tentang manfaat e-commerce? Mudah, murah, banyak pilihan, dan banyak diskon? Atau harbolnas (hari belanja online nasional? Mungkin kebanyakan dari kamu memposisikan diri sebagai pembeli ketika ada pertanyaan akan manfaat e-commerce. Sebenarnya, apa benar e-commerce dapat membantu perkembangan bisnis? Bukannya semakin mudah orang menjual barang, semakin banyak pesaing di pasar? Simak penjelasan berikut!

manfaat e-commerce bagi bisnis

Perkembangan website e-commerce dengan cepat merubah perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli. Semula harus keluar rumah untuk membeli barang, sekarang hanya perlu menggerakan jari tangan sambil duduk santai dan barang akan datang ke rumah pembeli. Tentu hal ini merupakan contoh nyata dari implementasi transformasi digital. Meskipun demikian, apakah kamu sadar dengan hadirnya website e-commerce akan menarik lebih banyak pemain di pasar. Itu karena penjual tidak lagi memerlukan biaya marketing yang memiliki citra “mahal” dan jika dieksekusi dengan buruk maka akan menyakitkan bagi dompet. Penjual hanya perlu aktif di media sosial dan melakukan campaign secara gratis melalui internet. 

Bayangkan berapa banyak biaya operasional yang terpangkas karena kehadiran e-commerce. Eits, tunggu dulu, biaya operasional merupakan salah satu entry barrier bagi pelaku bisnis untuk masuk ke pasar. Jika entry barrier, dalam hal ini biaya operasional, dapat berkurang, maka akan lebih banyak pemain baru di pasar. Efeknya, persaingan akan semakin ketat. Belum lagi jika para pemain di pasar e-commerce menawarkan barang yang memiliki fungsi dan harga yang relatif sama. Apa yang akan kamu lakukan sebagai penjual? Banting harga? 

Mungkin, jika kamu berpikir untuk mengurangi margin keuntungan dengan banting harga atau “asal balik modal”, kamu tidak sendiri. Sekarang banyak industri yang kalang kabut setelah kehadiran website e-commerce. Pasalnya, potential customer dapat membandingkan produk serupa dengan harga yang ditawarkan. Tentu ini akan berpengaruh bagi calon customer yang sensitif dengan harga (price-sensitive customer). 

Kamu bisa melihat fenomena ini dengan jelas di industri perhotelan. Banyak hotel yang melakukan perang harga (price-war) untuk mendapatkan pelanggan yang sensitif dengan harga. Hasilnya, tentu tidak baik bagi bisnis itu sendiri. Untungnya, pada industri perhotelan terdapat metode distribusi revenue atau yang sering dikenal dengan revenue management. Dengan revenue management, bisnis hotel dapat selamat jika strategi penetapan harga kamar hotel dapat dieksekusi dengan benar.

Tetapi, apa jadinya jika kamu menjual barang sekali pakai? Barang konsumsi? Merubah harga menjadi sulit karena trend kenaikan permintaan pasar lebih sulit untuk diprediksi. Beda dengan hotel, yang dapat menentukan harga berdasarkan season, kalender, dan juga historical purchase dari hotel itu sendiri. 

Pernah mendengar price-discrimination? Itu merupakan salah satu cara yang dilakukan website e-commerce untuk menghindarkan dari perang harga (price-war).

Sekarang, negara Barat semakin waspada terhadap e-commerce yang melakukan praktik price-discrimination. Apa lagi itu price-discrimination? Apa ada hubungannya dengan manfaat e-commerce? 

Price-discrimination merupakan istilah dari ketidakadilan penjual dalam memberikan harga kepada pembeli. Jadi, pembeli A dengan pembeli B di e-commerce yang sama akan mendapatkan produk yang sama dengan harga yang berbeda. 

Lalu? Bukankah itu sah-sah saja? Itu yang dinamakan personalized experience, bukan? 

Melakukan personalized experience dengan menyesuaikan harga dengan kebiasaan user memang termasuk salah satu manfaat e-commerce. Tetapi, yang menjadi salah adalah ketika user tidak tahu akan transparansi website e-commerce yang menawarkan harga berbeda pada setiap user dengan barang dan merek yang sama. Sampai sini paham?

Yuk lanjut.

Dari berbagai macam pro dan con yang terjadi setelah hadirnya website e-commerce, apa yang harus kamu lakukan untuk bisa memiliki website e-commerce yang lebih daripada yang lain?

5 Trend E-commerce Yang Harus Kamu Tahu

Simak trend e-commerce apa saja yang sedang naik daun ini.

trend manfaat e-commerce

1. Value Chain Management

Salah satu kelemahan dari website e-commerce yaitu tidak bisa menyampaikan value barang yang kepada pembeli tepat pada setelah proses transaksi selesai. Titik ini yang masih menjadi kelebihan offline store. Ketika kamu membeli barang di offline store, kamu bisa langsung membawa barang yang kamu beli tepat setelah kamu membayar barang tersebut.

Maka dari itu, banyak website e-commerce yang mulai menerapkan one-day service dengan strategy same-day delivery seperti Amazon. Meskipun demikian, fitur same-day delivery baru bisa dinikmati di kota-kota besar di Indonesia. Masih belum semua user bisa merasakan fitur ini. 

Contoh perusahaan yang berhasil memotong value chain agar customer dapat langsung merasakan value dari barang / layanan yang mereka beli adalah Netflix. Perusahaan kenamaan Netflix telah berhasil menciptakan sistem e-commerce mereka yang menawarkan layanan streaming berlangganan. Transformasi digital yang dilakukan Netflix tidak main-main. Dari perusahaan penyewaan CD fisik merubah produk utama mereka menjadi bentuk digital. Sehingga, customer Netflix tidak perlu lagi menunggu untuk bisa merasakan value atau nilai dari barang yang mereka sewa / beli. Sekarang, ketika kamu selesai melakukan transaksi, pada saat itu juga kamu bisa merasakan value dari transaksi tersebut tanpa ada jeda.

Pada intinya, banyak e-commerce yang mulai berlomba-lomba untuk bisa melakukan value delivery produk ke customer seefisien mungkin. Jadi, kamu sudah punya solusi akan hal ini? Jika sudah, buat website e-commerce untuk bisnis mu dan tunjukan pada dunia bahwa kamu bisa memecahkan masalah value chain ini!

2. UI / UX

Apa yang pertama kali kamu lakukan ketika berkunjung ke website e-commerce? Mencari promo-promo? Mencari barang? Atau hanya sekadar melihat-lihat?

SoftwareSeni telah menyiapkan materi yang membahas kenapa User Experience itu penting dalam membuat website. Di sini pembahasan mengenai trend UI/UX pada website e-commerce akan lebih dipertajam lagi. 

Sebelum era Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan teman-temannya, apakah kamu masih ingat pengalaman pertama kali membeli barang via online? Apakah di facebook yang pernah populer dengan penjual baju couple nya? Atau mungkin di kaskus, untuk para agan-agan cendol? Bagaimana rasanya? Belum ada payment gateway, belum ada fitur halaman yang khusus memberi fasilitas jual beli, bahkan tidak ada jaminan barang sampai sesuai alamat. Ribet. 

Namun, setelah hadir website e-commerce dengan personalisasi fitur di dalamnya untuk kebutuhan jual beli, proses pencarian barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran dapat dilakukan secara “seamless”. Tentunya kemudahan proses ini tidak terlepas dari peran UI / UX yang paham betul pada bagaimana cara memberikan pengalaman terbaik bagi user atau pengguna. 

Alasan umum mengapa optimasi UI / UX pada website e-commerce semakin gencar adalah untuk memberikan kenyamanan lebih pada saat pengguna menggunakan e-commerce tersebut. Sehingga, user akan berlama-lama yang pada akhirnya akan membeli barang dari website e-commerce tersebut.

Dengan persaingan bisnis e-commerce yang semakin ketat, memanjakan user untuk terus menggunakan website mereka merupakan hal yang wajar. Apalagi jika e-commerce tersebut sudah merambah ke mobile application. Tentu kamu tidak akan senang jika mobile application e-commerce milikmu menjadi aplikasi pertama yang user hapus jika memori smartphone mereka mulai penuh. Itu kenapa sekarang website e-commerce berlomba-lomba memanjakan user dengan UI / UX yang menarik, intuitif, dan berguna. 

3. Smart Distribution

Dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), e-commerce dibentuk menjadi channel distribusi cerdas. Website e-commerce dapat membaca kebiasaan pengguna dalam menggunakan website. Mulai dari kategori apa yang sering dicari, barang apa saja yang sudah masuk kedalam wishlist, hingga history pembelian barang. Nantinya, data dari kebiasaan pengguna website e-commerce tersebut dapat digunakan sebagai strategy remarketing. Hal ini untuk memastikan anda membeli barang yang sering anda cari, hingga melakukan repurchase barang dari website e-commerce tersebut. 

Tentu trend smart distribution pada e-commerce ini akan terus berlangsung. Apa lagi setelah big data menjadi buah bibir orang banyak. Wow, apakah kamu pernah berpikir melakukan remarketing produk akan semudah itu? Dengan memiliki website e-commerce, kamu bisa melakukannya hanya dalam gerakan jari.

Tentunya, untuk menciptakan mesin e-commerce yang pintar, diperlukan kemampuan penciptaan platform yang pintar pula. Misalnya, dengan pemasangan fungsi tagging untuk menampilkan aktivitas pengguna di website melalui Google Analytics & Google Tag Manager. Hasil yang didapatkan dari aktivitas pengguna dari website e-commerce dapat bermacam-macam. Mulai dari halaman mana yang paling banyak dikunjungi di website e-commerce tersebut, hingga produk apa yang paling banyak terjual. 

Jadi pastikan jangan lagi ada data yang terbuang, semua data yang didapatkan dari aktivitas pengguna suatu website e-commerce dapat menjadi informasi penting. Oleh karena itu, pastikan pihak yang menciptakan website e-commerce dapat mengimplementasikan fungsi tagging dengan benar. Jika tidak, bayangkan berapa informasi yang akan terbuang sia-sia. Untuk bisa memilih pihak yang kredibel untuk membangun website e-commerce kamu, artikel mengenai 4 cara memilih Software House yang berkualitas telah kami siapkan untuk kamu.

4. Customer - Centric

E-commerce merupakan wujud dari implementasi Transformasi Digital. Tetapi, berdasarkan data, banyak perusahaan yang salah kaprah dalam mengimplementasikan e-commerce sebagai channel distribusi produk yang bisa diandalkan. Menurut Peter Bendor-Samuel banyak perusahaan yang tidak mempertimbangkan nilai daya saing perusahaan saat melakukan transformasi digital. Mereka terlalu fokus pada teknologi yang dinilai sebagai wujud dari transformasi digital. Padahal, tujuan akhir dari transformasi digital adalah customer itu sendiri. 

Oleh sebab itu, sekarang banyak perusahaan yang mulai mengimplementasi chatbot pintar untuk dapat terus memberi engagement 24 / 7 kepada pengunjung website e-commerce. Dengan berfokus pada customer - centric, pengguna website e-commerce akan memiliki pengalaman yang lebih baik. Pengalaman pengguna yang baik akan memberikan pengaruh pada keputusan akhir membeli dan kembali menggunakan website e-commerce tersebut.

5. On-The-Go Shopping

Sudah ada beberapa perusahaan retail yang mulai trend implementasi On-The-Go Shopping experience guna mendukung peningkatan mobilitas masyarakat. Misalnya Indomaret dan Lotte Mart. Mereka memiliki mobile e-commerce yang memungkinkan user membeli barang keperluan mereka dan mengambil barang tersebut di lokasi toko retail yang diinginkan. Hal ini tentu sangat membantu bagi orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi. 

Misalnya saja, ketika kamu membeli kebutuhan sehari-hari. Saat kamu pulang kerja dan terjebak di kemacetan, kamu bisa membeli kebutuhan sehari-hari dari dalam mobil. Pilihlah lokasi toko retail Indomaret atau lotte mart yang searah dengan jalan pulang. Ketika sampai lokasi toko tujuan, kamu cukup mengambil barang belanjaan yang telah kamu pilih tanpa harus berlama-lama berada di dalam toko. Simple.

Ada pula perusahaan Grab dengan fitur Grab Now. On-The-Go Shopping yang ditawarkan bukan lagi berupa barang, melainkan jasa ojek atau taxi. Ketika kamu melihat mitra grab berada di dekatmu, kamu bisa meminta mitra grab untuk mengantarkan ke tempat tujuan menggunakan fitur Grab Now. Sehingga, sistem tidak perlu mengirimkan request ke pada mitra grab terdekat lainnya. Kamu pun bisa menikmati jasa Grab tanpa harus menunggu mitra untuk datang.

Dari 5 trend e-commerce, mana trend yang menurut kamu paling menarik?

3 Manfaat E-Commerce Yang Jarang Orang Tahu

Setelah kamu tahu trend di dunia e-commerce, sekarang saatnya masuk lebih dalam lagi untuk tahu 3 manfaat e-commerce yang mungkin belum kamu ketahui.

manfaat e-commerce bagi bisnis

1. Menemukan titik buta / celah pasar dengan cepat

Sudah banyak orang yang tahu tentang manfaat e-commerce yang dapat membantu untuk menjangkau customer yang lebih luas daripada toko offline. Tetapi, masih sedikit yang tahu bahwa dengan menggunakan e-commerce bisa dengan mudah menemukan blind spot / celah pasar untuk bisnis dan produk. 

Misalnya perusahaan kosmetik. Banyak (tidak semua) perusahaan kosmetik menjadikan perempuan sebagai target pasar utama mereka, setidaknya di Indonesia. Tetapi, disadari atau tidak, terjadi peningkatan jumlah kaum adam yang membeli produk kosmetik (makeup, skin-care, etc). Mengutip isi dari artikel The Wall Street Journal, bahwa Perusahaan makeup asal New York, Milk Makeup mencatat 13% customer mereka adalah kaum adam. Untuk di Indonesia sendiri stigma “aneh” akan kaum adam yang menggunakan kosmetik masih cukup kental. Tetapi nyatanya, peningkatan akan permintaan kosmetik bagi pria justru meningkat. Bahkan, perusahaan Bluemercury, salah satu skin-care chain terus fokus untuk mengembangkan produk kosmetik khusus pria. Menurut Bluemercury, bukan hanya produk grooming, sekarang banyak kaum adam yang membeli produk makeup seperti concealer. Menarik bukan?

Kaum adam dengan stigma jauh dari produk kosmetik, justru kini menjadi salah satu target pasar perusahaan-perusahaan kosmetik besar. 

Bagaimana perusahaan kosmetik bisa tahu celah / blind spot dari pasar?

Jawabannya adalah data dan informasi dari website e-commerce. Dengan stigma kaum adam dan produk kosmetik yang kurang bersahabat, ada sebagian kaum adam yang merasa kurang nyaman untuk berbelanja produk kosmetik di toko offline. Sehingga, dengan datangnya website e-commerce, para kaum adam dapat membeli kosmetik tanpa merasa canggung datang ke toko offline. Padahal, there is nothing wrong with “a men wear cosmetics”, bahkan David Beckham saja banyak memakai produk kosmetik. 

Hadirnya e-commerce tentu dapat memperjelas celah pasar bagi bisnis. Data dan informasi pengguna website e-commerce dapat mempengaruhi keputusan bisnis perusahaan. Jika kamu benar-benar bisa membaca informasi dari data e-commerce dan dapat membuat keputusan berdasarkan data, bukan tidak mungkin bisnis kamu akan berkembang. 

2. Bisnis dapat terus berjalan 24 / 7

style="font-weight: 400;">Manfaat e-commerce yang paling dirasakan bagi para pemilik bisnis yaitu bisnis dapat terus berjalan 24 jam selama 7 hari. Sebelum trend website e-commerce pintar ada, banyak pelaku bisnis yang hanya dapat melakukan transaksi pada saat jam kerja. Kebanyakan dari pukul 8 pagi hingga pukul 8 malam. Setelah itu, calon pembeli tidak bisa melakukan transaksi untuk membeli produk. 12 jam terbuang. 

Website e-commerce memang dipersiapkan untuk ini. Berjalan 24 / 7 non-stop. Apalagi setelah ramai fitur live chat hingga chatbot. Tidak ada lagi kata tutup, bagi pemilik bisnis. Website e-commerce dengan pintar dapat melakukan engagement kepada calon pembeli. Sehingga, dapat mempertinggi peluang calon pembeli untuk bertransaksi di website e-commerce pintar. Bahkan ketika kamu tidur, website dapat menarik calon pembeli untuk bertransaksi. Menarik ya? 

Tetapi, tentu untuk membangun website e-commerce yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan bisnis kamu tidaklah mudah. Perlu partner software house profesional yang sudah berpengalaman dalam membangun website e-commerce. Pentingnya lagi, website e-commerce harus bisa di personalisasikan untuk memenuhi kebutuhan bisnis. 

Satu hal yang perlu kamu tahu bahwa “Low-Cost Software Development” bukan ide yang bagus.

Kenapa?

Ketika kamu menyerahkan aktivitas bisnis 24/7 kepada website e-commerce, tentu itu merupakan keputusan besar. Untuk menjamin website e-commerce dapat bekerja secara optimal, butuh tim hebat yang dapat menciptakan website yang memiliki user interface yang baik, memperhatikan user experience, dan memberikan pengalaman yang “seamless” dalam bertransaksi dalam website. 

Tidak lucu apabila ketika calon pembeli ingin melakukan transaksi di website e-commerce dan terjadi bug sehingga menghambat proses. Maka dari itu perencanaan pembuatan website e-commerce harus dipikirkan matang-matang. 

Kelihatan ribet ya? 

Eits. Jangan salah. Ketika kamu melakukan pengeluaran biaya untuk membuat website e-commerce, itu bisa masuk pada kategori investasi loh! Gak percaya? Coba baca artikel transformasi digital bisnis yang menguntungkan ini.

3. E-commerce sebagai personal shopper assistance

Manfaat e-commerce bukan lagi sekadar menjadi pengganti toko offline. Lebih dari itu. Kini, e-commerce sudah menjadi personal shopper assistant. Hadirnya fitur notifikasi via email sebagai pengingat mulai dari barang yang masuk kedalam wishlist calon pembeli, produk rekomendasi, sampai dengan pengumuman diskon atau promo yang sedang berlangsung.

Dari segi bisnis, tentu ini membawa dampak positif karena dapat meningkatkan pengalaman pengguna website e-commerce. Dengan demikian, pengguna akan dapat diarahkan, diingatkan, hingga dipermudah dalam melakukan transaksi dalam website e-commerce. Ketika kamu punya website e-commerce, sama saja kamu punya toko, kasir, dan customer service dalam bentuk digital. 

Menyediakan personal shopper assistant bagi pengunjung website e-commerce tentu akan membantu serta mempengaruhi pengguna untuk membuat keputusan. Misalnya, ketika ada notifikasi tentang barang diskon yang masuk ke wishlist pengunjung, tentu pengunjung akan mempertimbangkan untuk melakukan check out selagi masih ada diskon. Disadari atau tidak, hadirnya fitur notifikasi via email, atau push notification di smartphone, sedikit banyak memaksa pengunjung untuk melihat tawaran menarik di website e-commerce.

Ketika dulu hanya segelintir orang yang dapat merasakan personal shopper assistant di toko barang-barang flagship, sekarang fasilitas itu bisa kamu berikan kepada potential customer melalui website e-commerce. 

BONUS

4. G0-Global

Tunjukan produk unggulan kamu kepada dunia! Bukan rahasia lagi bahwa internet telah menjadi dunia ketiga. Dunia dimana semua orang dari seluruh dunia dapat bertukar informasi. E-commerce bisa menjadi platform buat kamu untuk menjangkau potential buyer dari seluruh dunia. Dengan catatan, regulasi dan logistik chain harus jelas. 

Dulu, sebelum ada e-commerce, para pengrajin, kesulitan untuk memasarkan hasil karya mereka. Para pengrajin memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk mengikuti pameran atau exhibition di luar negeri. Sekalinya pengrajin memiliki akses internet dan dapat menunjukan hasil karya mereka ke mata dunia, keterbatasan transaksi, serta mahalnya biaya administrasi menjadi penghambat bagi bisnis untuk berkembang.

Namun, dengan adanya fitur payment gateway memudahkan untuk bertransaksi antar negara dengan “seamless”.

Kesimpulan

Kehadiran e-commerce sebagai distribution channel baru harus diapresiasi. Selain memberikan begitu banyak kemudahan bagi pembeli, e-commerce juga memiliki banyak fitur yang dapat digunakan penjual untuk mengembangkan bisnis mereka. Tetapi, kemunculan e-commerce juga menghadirkan masalah baru. Price-war dan price-discrimination merupakan dua bentuk masalah yang muncul sejak kehadiran e-commerce. Dengan mudahnya pembeli untuk mengakses informasi mengenai harga suatu produk, penjual harus mengorbankan performa bisnis dengan “banting harga” untuk mendapatkan hati pembeli yang sensitif terhadap harga. Ditambah lagi, kini banyak negara Eropa yang was-was akan implementasi price-discrimination dimana ketidakadilan penawaran harga pada setiap calon pembeli yang tidak transparan.

Tetapi, dari semua masalah baru yang terjadi, tentu masih banyak manfaat e-commerce dan keuntungan dari website e-commerce. Manfaat e-commerce yang pertama adalah dapat menemukan celah pasar dengan cepat. Pengambilan keputusan bisnis akan menjadi lebih presisi dengan hadirnya data dan informasi pengguna website e-commerce. Menemukan celah pasar, untuk mendapatkan keuntungan lebih dalam waktu yang singkat dan biaya yang optimal adalah impian semua pemilik bisnis. 

Manfaat e-commerce yang kedua adalah bisnis dapat berjalan 24 / 7. Kehadiran e-commerce sesungguhnya memberikan peluang bagi pemilik bisnis untuk bisa menyediakan layanan transaksi 24 / 7. Fleksibilitas transaksi yang diberikan akan memudahkan pengguna website e-commerce untuk membeli barang kapanpun. Pagi, siang, atau malam, hingga weekday ataupun weekend, pengguna bisa melakukan transaksi pembelian kapanpun sesuai dengan keinginan mereka. 

Manfaat e-commerce yang ketiga adalah e-commerce sebagai personal shopper assistant. Dengan fitur live chat, chatbot, hingga notifikasi email sampai push notification disediakan untuk menambah pengalaman menyenangkan saat berbelanja. Tidak perlu takut ketinggalan promo atau diskon, ataupun kesulitan untuk bertransaksi. Sistem e-commerce dibuat untuk memudahkan kehidupan pengguna. Dari segi bisnis, tentu fitur ini akan memberikan nilai lebih kepada bisnis kamu karena pengguna akan merasa terbantu dan siap untuk melakukan pembelian barang selanjutnya.

Tidak berhenti sampai di situ. Manfaat e-commerce juga bisa membantu kamu untuk Go-International. Jadi, bukan cuma artis ya yang bisa Go-global. Bisnis kamu juga bisa! 

Cukup dua hal yang perlu kamu ingat saat berencana untuk membuat website e-commerce. Pertama, “Low-Cost Software Development” bukan ide yang bagus. Kedua, pilihlah Software House Profesional yang mampu mewujudkan website e-commerce sesuai dengan keperluan bisnis kamu.

Pastikan artikel ini tidak berhenti dikamu. Ayo share artikel ini dan biarkan lebih banyak orang tahu tentang manfaat e-commerce yang bukan itu-itu saja.

Tunggu apa lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *