Startup Pertanian Adalah Solusi Bagi Petani?

Startup Pertanian Adalah Solusi Bagi Petani?

by
Ahid Maulana
August 2, 2021

Jumlah petani di Indonesia saat ini ada sekitar 33.4 juta penduduk. Dari jumlah itu, hanya ada sekitar 2.7 juta jiwa petani muda yang mau menjalankan usaha secara cerdas dan memanfaatkan teknologi dalam pertanian.

Selebihnya, petani hanya menjalankan kegiatan produksi secara manual layaknya leluhur puluhan tahun silam. Berbagai inovasi pertanian kemungkinan tidak ada atau sangat sedikit. Efeknya, jumlah panen yang dihasilkan tidak bisa maksimal.

Belum lagi kalau ada masalah yang berhubungan dengan iklim dan masalah biologi lain, misalnya hama. Peluang mendapatkan panen besar semakin tipis. Bisa panen dengan hasil pas-pasan saja sudah beruntung.

Pekerjaan petani juga masih dianggap sebelah mata oleh sebagian besar orang di Indonesia khususnya area perkotaan. Alih-alih menjadi petani, banyak sekali anak muda yang lebih memilih kerja kantoran.

Dengan stigma negatif yang masih menempel, lahan pertanian di Indonesia semakin sempit akibat perubahan fungsi. Sebagian lahan basah pertanian diubah menjadi kawasan industri karena dianggap lebih bermanfaat.

Padahal, di beberapa negara besar, pertanian adalah salah satu fondasi penting yang terus dipertahankan. Pekerjaan ini bukan sesuatu yang menghasilkan sedikit uang. Justru dengan bertani, mereka mendapatkan banyak keuntungan.

Kuncinya adalah mengembangkan teknologi dalam pertanian seperti agritech. Ada yang memanfaatkan aneka teknologi dan ada juga yang menciptakan berbagai startup pertanian yang membantu petani.

Efeknya, pekerjaan petani tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Bahkan, bagi sebagian orang, petani modern adalah salah satu dream job yang ingin dicapai.

Mengenal Startup Pertanian (Agritech)

Begitu mendengar kata startup pertanian, apa yang langsung Anda pikirkan? Sebagian besar orang langsung berpikir tentang cara-cara membuat pertanian menjadi lebih mudah dan menghasilkan banyak produk serta revenue.

Perusahaan startup sendiri diartikan sebagai usaha rintisan yang baru dilakukan dalam waktu kurang dari lima tahun. Umumnya, perusahaan ini mengembangkan teknologi baru yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Startup pertanian bisa diartikan sebagai perusahaan rintisan yang memanfaatkan teknologi jenis apa pun untuk membantu proses produksi. Selanjutnya ada juga teknologi yang membantu proses distribusi dan juga penjualan hasil tani.

Apa saja yang berhubungan dengan agritech bisa menjadi startup pertanian asal dikelola dengan baik. Selain itu, perusahaan rintisan di bidang pertanian harus mampu menjawab semua kebutuhan baik dari petani atau konsumen.

Bagaimana Startup Pertanian Membantu Petani?

Startup pertanian yang berkembang di Indonesia atau seluruh dunia umumnya bergerak di beberapa bidang di bawah ini.

1. Smart Farming

Smart farming adalah salah satu model pertanian yang meng-upgrade apa saja yang sudah dimiliki oleh petani saat ini. Efisiensi dilakukan untuk menghindari keborosan. Selain itu, peningkatan hasil juga menjadi fokus utama.

Petani tidak akan bekerja secara manual untuk menggarap berhektar lahan yang kadang sulit untuk diolah. Mereka akan memanfaat metode bertani yang cerdas seperti beberapa contoh berikut.

- Sistem Irigasi Otomatis

Salah satu komponen penting dari bertani sayuran atau buah-buahan adalah adanya sistem irigasi. Sistem pengairan yang tepat akan membuat proses tumbuh dan kembangnya tanaman berjalan dengan baik dan menghasilkan produk secara maksimal.

Apabila lahan yang dipakai untuk bertani jumlahnya tidak lebar, pengairan mungkin bisa dilakukan secara manual. Bahkan ada petani yang rela membawa wadah air dan menyiram satu per satu tanamannya. Cara ini akan melelahkan dan buang-buang waktu.

Dengan pengairan otomatis, proses pemberian air bisa berjalan dengan lebih baik. Tidak ada yang namanya telat mengairi tanaman karena semua sudah terjadwal dengan baik.

Selain itu, pengairan yang tepat juga mencegah tanaman mati busuk karena terlalu banyak air. Terakhir, petani juga bisa menghemat air untuk keperluan lainnya.

- Menggunakan Prediksi Cuaca

Bertani yang dilakukan di Indonesia hanya mempertimbangkan dua musim saja yaitu kemarau dan penghujan. Sebelum bertanam, ada baiknya mengetahui kondisi cuaca dan iklim agar proses bertani bisa berjalan dengan lancar.

Misal dalam beberapa bulan akan hujan terus-menerus, tentu Anda tidak akan menanam tanaman yang tidak tahan banyak air. Sebaliknya kalau akan kemarau, Anda juga tidak akan menanam tanaman yang doyan sekali dengan air.

Pada negara empat musim seperti Amerika, melihat kondisi cuaca dan iklim sangat penting saat bertani. Pasalnya, ada beberapa tanaman yang hanya bisa ditanam saat musim semi dan akan mati saat terkena udara dingin serta salju.

Prediksi cuaca memang tidak selalu akurat 100% tetapi bisa dipakai untuk memberikan gambaran secara umum. Selain itu, beberapa pertanian modern juga banyak yang menggunakan sensor cuaca secara mandiri di lahannya sehingga hasilnya bisa lebih baik.

- Bertani secara Presisi

Maksud bertani secara presisi di sini adalah bertani dengan melihat kondisi tanah, kontur, dan cuaca sekitar. Masing-masing daerah memiliki kecocokan sendiri-sendiri dengan tanaman apa saja yang bisa tumbuh dan berkembang di sana.

Misalnya, di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, beberapa hasil pertanian yang bisa diproduksi di sana adalah aneka sayuran, beberapa jenis buah, dan juga bunga. Karena lokasinya cocok, hasil yang didapatkan bisa maksimal dan risiko terjadi kegagalan semakin rendah.

- Vertical Farming

Faktanya tidak semua petani memiliki lahan yang lebar untuk melakukan usaha pertaniannya. Namun, mereka memiliki alternatif lain dengan menanam secara vertikal. Mereka membuat lahan ke atas agar hasil yang didapatkan bisa lebih maksimal.

Karena lahan vertikal memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, tidak semua jenis tanaman bisa diaplikasikan ke metode ini. Hanya beberapa saja seperti jenis sayuran dan juga buah. Hasilnya bukan untuk produksi massal, tetapi lebih ke hasil eksklusif seperti pertanian organik.

- Hidroponik

Pertanian cerdas terakhir yang bisa dipakai untuk membantu petani adalah hidroponik. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan cairan bernutrisi ke tanaman yang agak sulit dikembangkan secara konvensional. Misalnya, beberapa jenis sayuran seperti selada dan juga bunga.

Hidroponik tidak memerlukan lahan yang besar, terkadang sistemnya bisa digabung dengan pertanian vertikal. Perawatannya juga cukup mudah meski kontrol yang ketat harus benar-benar dilakukan dengan baik khususnya pada nutrisi yang kandungan berganti-ganti.

Hidroponik umumnya cenderung tidak menggunakan pestisida sehingga lebih sehat. Kemudian, hasil pertaniannya akan disuplai langsung ke beberapa restoran atau supermarket sehingga harga jual lebih tinggi.

2. Platform untuk Menjual dan Distribusi

Apakah startup pertanian hanya membantu dari sisi produksi saja agar hasilnya maksimal? Jawabannya adalah tidak. Ada juga yang membantu proses menjual dan mendistribusikan produk pertanian hingga sampai ke tangan dari konsumen yang membutuhkannya.

Menjual dan distribusi adalah dua hal yang saling berkaitan. Umumnya, barang yang dijual berjenis PO (pre-order) atau sudah tersedia. Mengapa harus dengan sistem pesan dahulu? Sebab, hasil pertanian tidak semuanya tahan lama setelah dipetik. Oleh karena itu, hasil tani baru akan dipetik setelah ada pesanan agar sampai ke tangan konsumen dalam keadaan masih segar.

Itulah kenapa beberapa startup di bidang pertanian memiliki sistem distribusi yang baik. Mereka akan menggaet petani lokal yang tidak begitu jauh dari gudangnya. Dengan waktu distribusi yang pendek, hasil pertanian bisa langsung dikirim ke pelanggan tanpa harus mengalami kerusakan.

Proses penjualan dan distribusi ini biasanya dilakukan dengan menggunakan semacam aplikasi. Mereka melakukan mobile app development dan juga website development untuk menciptakan platform yang mudah diakses oleh banyak pelanggan.

3. Pemanfaatan Drone atau Pesawat Nirawak

Beberapa perusahaan pertanian besar di seluruh dunia biasanya memiliki pesawat baik yang ada awaknya atau yang nirawak (drone). Teknologi ini dimanfaatkan untuk banyak hal, tetapi fokusnya tetap saja satu yaitu untuk meningkatkan hasil produksi dan membuat prosesnya jadi lebih efisien waktu.

Pesawat nir awak atau drone bermanfaat untuk melakukan beberapa hal di bawah ini:

- Keamanan pertanian

Drone digunakan untuk melihat keamanan pertanian, apalagi jika produknya termasuk unggulan. Kasus seperti pencurian atau perusakan kemungkinan tetap ada. 

Pesawat nirawak akan melihat kawasan pertanian dari atas dan memotret apa saja yang terjadi. Kalau ada hal-hal yang sifatnya cukup “urgent”, petani bisa segera mengatasinya.

- Memberikan pestisida/herbisida/insektisida

Musuh dari tanaman ada banyak, mulai dari aneka hewan besar seperti tikus, serangga, hingga ke gulma yang menyebabkan hasil pertanian tidak maksimal. Untuk mengatasi hal ini, proses penyemprotan bahan kimia atau organik dilakukan secara berkala.

Pada lahan yang tidak terlalu lebar, proses ini bisa dilakukan secara manual oleh petani. Namun, pada lahan yang sangat luas, drone digunakan untuk langsung menyemprotkan cairan secara aerosol dari atas untuk mempersingkat waktu.

- Melakukan pemupukan

Pemupukan juga dilakukan dengan memanfaatkan drone, khususnya pupuk jenis cairan yang tidak terlalu berat. Proses pemupukan bisa berjalan dengan cepat sehingga petani bisa melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.

- Menanam dari biji

Beberapa jenis tanaman pertanian tidak ditanam dalam bentuk anakan kecil yang sudah ditumbuhkan pada lahan semai. Ada yang langsung disemai dari biji ke tanah yang sebelumnya sudah diberi pupuk dan memiliki cukup air. Dalam hal ini, drone dipakai untuk menyebarkannya dengan cepat.

- Melakukan pemetaan dengan sensor

Salah satu fungsi utama dari drone adalah melakukan pemetaan lahan baik dalam bentuk foto atau video. Pemetaan juga bisa menggunakan kamera khusus untuk melihat suhu untuk melihat apakah hasil pertanian dan peternakan bisa berjalan dengan baik.

Suhu yang terlalu ekstrim kadang menyebabkan masalah pada hasil pertanian termasuk hewan ternak. Masalah kesehatan menjadi isu yang penting, apalagi ada yang tidak tahan dengan suhu terlalu tinggi dan terlalu rendah.

- Melakukan polinasi

Polinasi atau penyerbukan juga bisa dilakukan dengan menggunakan drone. Alat ini dipakai untuk membawa serbuk sari yang akan diterbangkan di atas tanaman yang memiliki banyak bunga betina. Proses ini dilakukan pada tanaman yang tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri.

4. Sensor dengan Basis IoT

Startup pertanian yang bergerak di bidang Agritech umumnya membuat semacam software khusus dengan basis IoT. Internet of Things bisa digunakan untuk menyediakan informasi yang akurat terkait dengan prakiraan cuaca hingga kualitas tanah.

Pembuat aplikasi ini bertujuan untuk meminimalkan  jumlah petani yang melakukan “kerja kasar” di lahan pertanian. Semua sumber daya akan dimaksimalkan, dan waktu pengerjaan akan diminimalkan. Jadi, semua proses bisa dijalankan dengan sederhana dan hasilnya maksimal.

5. Penggunaan Big Data dan Blockchain

Pertanian modern ternyata menggunakan big data hingga blockchain untuk memaksimalkan hasil pekerjaannya. Dengan menggunakan dua hal penting ini, berbagai masalah terkait pertanian termasuk distribusi bisa diatasi dengan maksimal.

- Fungsi big data untuk pertanian:

  • Membuat strategi untuk mengatur hasil pertanian dengan level yang cukup besar. Misalnya, level nasional yang butuh banyak data agar proses produksi dan juga distribusi berjalan dengan baik.
  • Memberikan data metrik terkait dengan cuaca yang akan terjadi, keadaan tanah, dan efisiensi panen. Data ini bisa dipakai untuk masa produksi selanjutnya sehingga apa yang dihasilkan bisa diserap semuanya.

- Fungsi blockchain untuk pertanian:

  • Memudahkan pembeli atau konsumen untuk mengetahui dari mana hasil pertanian yang mereka konsumsi berasal.
  • Memudahkan proses distribusi, mencegah adanya permainan harga, dan memaksimalkan apa saja yang akan didapatkan oleh produsen.
  • Meminimalkan tangan penyambung atau perantara dari produk yang dijual. Semakin sedikit perantara yang dipakai, harga ke konsumen tidak akan tinggi. Harga yang tetap rendah akan menjaga banyaknya permintaan.

6. Bioteknologi

Penggunaan teknologi tidak berhenti pada hal-hal yang berhubungan dengan internet dan juga big data saja. Teknologi dalam biologi juga dipakai untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengembangkan tanaman yang memiliki kemampuan adaptasi sangat baik. Misalnya, bisa bertahan di mana saja meski suhunya ekstrem. Selain itu, tanaman juga tahan terhadap serangan aneka hama.
  • Menciptakan produk yang akan mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga panen bisa cepat dilakukan.
  • Peningkatan kualitas atau kesuburan tanah.
  • Meningkatkan hasil pertanian dengan bibit yang jumlahnya sama dan proses perawatan yang tidak diubah.

7. Penggunaan Teknologi Modern Termasuk Robot

Penggunaan teknologi modern juga bisa dilakukan untuk membantu proses bertani agar berjalan dengan baik. Teknologi yang dipakai bisa bervariasi mulai dari alat untuk tanam otomatis, panen otomatis, sampai proses pengairan yang sangat cerdas.

Robot juga bisa digunakan untuk meningkatkan tingkat presisi dalam bertanam dan menggenjot hasil pertanian. Petani tetap terlibat di dalamnya, tetapi hadir dalam posisi pengawas.

Peluang Startup pertanian 

Bagaimana peluang perusahaan startup yang bergerak di bidang pertanian? Apakah sangat besar atau justru sangat terbatas khususnya di Indonesia? Secara umum, peluangnya masih sangat besar khususnya pada pengembangan aplikasi dan platform digital lainnya.

Saat ini startup di Indonesia banyak berkembang di bidang jasa angkutan, e-commerce, dan kesehatan. Belum banyak startup yang bergerak di bidang pertanian  dan fokus mereka lebih pada penjualan.

Ada beberapa alasan mengapa peluang agritech ini bisa dimanfaatkan dengan baik:

1. Meningkatkan Produksi Makanan Sehat

Makanan sehat masih sangat digalakkan di Indonesia. Apalagi kasus seperti gizi buruk dan ibu hamil yang kekurangan gizi masih ada. Mengembangkan perusahaan rintisan di bidang pertanian untuk makanan sehat akan berjalan dengan baik, apalagi jika bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah.

2. Memangkas Distribusi dan Harga

Harga sayuran dan buah-buahan di beberapa daerah di Indonesia sering memiliki perbedaan yang besar. Apalagi, kalau sudah masuk ke pasar modern, harganya bisa naik hingga beberapa kali lipat dari harga petani.

Peluang besar bisa didapatkan oleh startup yang bergerak dalam bidang distribusi. Jadi, biaya bisa dipangkas karena hasil panen tidak harus melalui banyak perantara.

3. Jumlah Petani yang Banyak

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, jumlah petani yang ada di Indonesia ada lebih dari 30 juta. Sayangnya, tidak semuanya mendapatkan akses ke teknologi yang modern. Kalau ada perusahaan yang bisa menjalin kerja sama dengan banyak petani, agritech bisa dikembangkan.

4. Saingan yang Lebih Sedikit

Jumlah pengusaha yang bergelut di startup bidang pertanian tidak terlalu banyak. Kalaupun ada tidak semuanya bisa berjalan dengan baik. Apalagi sekitar 90% startup gagal di beberapa tahun pertama. Praktis jumlahnya jadi fluktuatif atau malah mengalami penurunan.

Meski saingannya sedikit, bukan berarti bisnis yang dijalankan langsung diterima dengan baik di kalangan masyarakat. Selama hukum “permasalahan dan solusi” tidak dijalankan dengan baik, akan sulit bagi sebuah startup untuk terus berkembang.

5. Dorongan dari Banyak Lembaga

Startup jenis apa pun khususnya yang menyambung dunia digital dan teknologi akan mendapatkan banyak dukungan. Pemerintah mendorong tumbuhnya banyak perusahaan rintisan baru. Selain itu, beberapa lembaga juga menyediakan program akselerasi dan inkubasi.

Dukungan ini akan memudahkan perkembangan startup di Indonesia. Jadi, peluang masih ada dan terbuka dengan lebar.

Tantangan Startup pertanian 

Tantangan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pertanian ternyata sangat banyak dan beragam. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik:

1. Manajemen Tanah dan Lingkungan

Saat mengelola lahan pertanian, risiko terjadi kerusakan pada lahan dan lingkungan akan besar. Apalagi tanah terus digunakan tanpa ada usaha pemupukan ulang. Setelah beberapa musim, tanah tidak akan bisa digunakan kembali.

Selain itu, penggunaan berbagai obat kimia untuk membunuh hama juga bisa menyebabkan kerusakan tanah dan pencemaran lingkungan. Itulah kenapa bahan organik selalu dianjurkan meski biaya yang harus ditanggung lebih besar.

2. Adanya Perubahan Iklim

Perubahan iklim juga menyebabkan usaha pertanian jadi menantang. Apalagi, kalau mendadak terjadi perubahan musim padahal belum panen. Kerusakan bisa saja terjadi dan memicu adanya kerugian yang cukup besar.

Apalagi saat ini pemanasan global sedang terjadi di seluruh dunia. Mau tidak mau, tanaman juga harus beradaptasi dengan baik, terutama saat terjadi kenaikan suhu yang terlalu besar.

3. Adanya Penipisan Sumber Daya 

Penggunaan mesin dan berbagai alat berat untuk mempercepat proses pertanian juga masih memiliki efek samping. Salah satunya adalah penggunaan bahan bakar minyak yang jumlahnya banyak. Seharusnya bahan bakar fosil dihemat atau dikurangi agar tidak cepat habis.

4. Peningkatan Residu Karbon

Berbagai usaha pertanian dan peternakan akan menyebabkan residu karbon tercipta dalam jumlah banyak. Karbon akan naik ke langit dan penyebab pemanasan global semakin parah. Itulah kenapa masalah karbon ini menjadi isu yang panas di seluruh dunia.

5. Pembukaan Lahan yang Terus-menerus

Bertanam secara vertikal memang jadi solusi yang terbaik. Namun, kalau ingin memproduksi hasil pertanian tertentu, lahan aktual yang besar harus disiapkan. Salah satu cara yang kerap dilakukan meski salah adalah melakukan penebangan hutan untuk membuka lahan baru.

6. Merancang Sistem Smart Farming

Bukan perkara mudah untuk merancang sebuah sistem, apalagi jika hal itu berkaitan dengan sistem transisi, seperti transisi dari sistem tradisional ke sistem digital. Effort dan biaya yang besar terkadang menjadi kendala utama selain bagaimana membangun tim development yang solid agar transisi sebuah sistem berjalan mulus dan sukses.

Lantas bagaimana jika anda belum memiliki tim development yang solid dan mumpuni? Software house merupakan salah satu solusi terbaik yang bisa anda pilih untuk membangun sebuah sistem digital dan melakukan transisi dari sistem tradisional ke sistem digital.

Tantangan lainnya adalah bagaimana caranya anda memilih sebuah software house yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan sistem digitalisasi anda, sehingga transisi sistem digital anda menjadi lebih mudah dan berjalan dengan baik.

SoftwareSeni merupakan salah satu software house terbaik di Indonesia untuk saat ini. Dengan lebih dari 170 staf profesional di bidangnya, SoftwareSeni dapat membantu anda dalam membangun sistem digital yang anda inginkan. Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan SoftwareSeni dibandingkan software house lainnya.

a. Pengerjaan Berstandar Internasional

SoftwareSeni telah memiliki klien yang tersebar di berbagai negara contohnya Australia, America, dan negara-negara Asia. Dengan pengalamannya dalam menangani klien internasional, SoftwareSeni telah memiliki standar internasional dalam pengerjaan proyek-proyek IT. 

b. Tim Profesional dan Berpengalaman

Saat ini, SoftwareSeni telah memiliki lebih dari 170 staff profesional dan berpengalaman sesuai dengan bidangnya. Jadi, saat anda memiliki masalah apapun terkait kebutuhan digital perusahaan Anda, tim dari SoftwareSeni akan sigap dan cekatan untuk menemukan solusi terbaik bagi perusahaan Anda.

c. Service yang Beragam

Selain memiliki layanan software development dan website development, SoftwareSeni juga siap melayani Anda dalam urusan lain seperti desain grafis, Wordpress & Plugin Development, User Experience, dan bahkan jika perusahaan Anda membutuhkan tim Customer Service, SoftwareSeni siap menyediakannya untuk anda!

d. Model Kerja sama yang Fleksibel

Ada tiga model kerja sama yang ditawarkan oleh SoftwareSeni yaitu support, projects, dan team extensions. Dalam model kerja sama support, tim SoftwareSeni akan menjadi pendukung proyek atau tim IT Anda. Anda juga dapat mempercayakan sebuah proyek untuk dikerjakan oleh tim SoftwareSeni dalam model kerja sama projects. Bahkan, jika perusahaan anda tidak memiliki tim IT, model kerja team extensions akan sangat membantu Anda karena tim SoftwareSeni bertindak sebagai tim IT di perusahaan Anda.

e. Telah Dipercaya oleh Perusahaan - Perusahaan Besar Indonesia

Di Indonesia, SoftwareSeni juga merupakan software house yang sudah dipercaya perusahaan-perusahaan besar. Beberapa perusahaan tersebut diantaranya Museum Kepresidenan Yogyakarta, Angkasa Pura, Astra Internasional, dan masih banyak lainnya. Integritas dan kualitas SoftwareSeni memang sudah sangat terbukti dalam kancah nasional maupun internasional.

Jadi jika anda adalah seorang pebisnis yang sedang mencari software house untuk kebutuhan sistem smart farming, SoftwareSeni adalah pilihan software house yang tepat bagi anda untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi perusahaan anda.

Berminat untuk mengembangkan sistem smart farming bersama SoftwareSeni?

FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577