Bersiaplah Menyambut Peluang Ekonomi Digital di Indonesia tahun 2021

Bersiaplah Menyambut Peluang Ekonomi Digital di Indonesia tahun 2021

by
Rian Romadhon
August 18, 2021

Ketika pandemi COVID-19 pun melanda di akhir tahun 2019 lalu, dunia mulai dihantam krisis global yang kian memburuk. Bagai jatuh tertimpa tangga, baik negara-negara maju maupun berkembang kini harus menghadapi dua masalah global yang mengerikan. Lalu, apakah peran ekonomi digital di sini? Sudah siapkah Anda menyambut peluang-peluangnya? Simak informasi selengkapnya di artikel ini. 

Mengenal Ekonomi Digital

IMF (International Monetary Fund) menyatakan bahwa dunia sedang mengalami resesi perekonomian yang lebih buruk dibandingkan dengan peristiwa Depresi Besar di era 1930-an lalu. Di tahun 2020 ini, kontraksi ekonomi diestimasikan mencapai 3%. Bahkan, IMF juga memperkirakan kerugian yang disebabkan wabah Covid-19 akan mencapai hingga USD 9 triliun dalam periode 2020-2021. Nilai itu kurang lebih setara dengan Rp144.000 triliun.

Pandemi COVID-19 adalah faktor pemicu utama dari krisis ekonomi global tersebut karena hampir setiap negara memberlakukan lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mengurangi penyebaran virus Corona. Akibatnya, banyak perusahaan yang mengalami penurunan revenue dan gulung tikar. Banyak pula pegawai yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Para pengusaha kecil pun semakin merana. 

Meskipun kini sudah banyak negara yang mulai melonggarkan kebijakan lockdown, tentunya proses pemulihan ekonomi akan memakan banyak waktu, tenaga, dan materi. Itulah mengapa dibutuhkan solusi akselerasi pemulihan finansial yang bersifat global, di antaranya melalui ekonomi digital

Mengapa Memilih Digitalisasi Ekonomi?

Di Indonesia sendiri, semakin banyak tenaga kerja yang dirumahkan karena banyak perusahaan yang mengalami penurunan omset atau bahkan gulung tikar. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung para pengusaha dan pekerja untuk memanfaatkan peluang ekonomi digital yang telah hadir beberapa tahun belakangan ini, terutama dalam situasi wabah COVID-19.

Tak dapat dimungkiri, pandemi justru membuat masyarakat kian terbiasa dengan aktivitas digital seperti sekolah atau seminar secara daring, belanja di online shop, dan sebagainya. Fenomena ini terjadi karena pandemi mengharuskan hampir semua orang di dunia untuk berada tetap di rumah. 

Ekonomi digital sendiri merupakan segala bentuk kegiatan perekonomian yang didukung oleh kekuatan teknologi informasi serta komunikasi. Aktivitas ekonomi tersebut mencakup pemasaran, transaksi jual-beli, dan aspek lainnya yang bernilai ekonomi. Digitalisasi ekonomi ini memang adalah sebuah inovasi yang positif karena dapat memudahkan hidup setiap orang dalam berbagai aspeknya.  

Manfaat utama yang dapat diambil dari bertransaksi secara daring yaitu kemudahan dan kelancaran. Kini, hanya dengan mengeklik aplikasi di ponsel pintar, Anda sudah dapat melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa apa pun. Produk yang ditawarkan pun dapat dikirimkan dengan cepat ke rumah Anda. Demikian pula dengan jasa yang dapat diakses secara online. Transaksi daring juga tergolong aman karena bebas dari risiko pencopetan.

Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Guna memulihkan perekonomian Indonesia pasca pandemi COVID-19, pemerintah, terutama Kemenparekraf mulai melaksanakan berbagai upaya. Pengembangan ekonomi secara digital ialah salah satu cara pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian tanah air. Pada bulan Mei 2020 lalu, dalam rangka mempromosikan produksi industri kreatif, pemerintah melakukan sosialisasi slogan “Bangga Buatan Indonesia” kepada seluruh masyarakat. 

Didukung sistem e-commerce (perdagangan elektronik), program pemerintah ini bertujuan tidak hanya untuk mempromosikan segala jenis produk buatan anak bangsa tetapi juga agar seluruh lapisan masyarakat bangga menggunakannya. Selain itu, pergerakan ini pun akan membentuk sebuah ekosistem yang kelak selalu mendukung para pelaku bisnis, misalnya dalam hal pembimbingan hingga perlindungan HKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Berdasarkan data survei Kemenparekraf dan BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015 lalu, sektor e-commerce berkontribusi kepada perekonomian negara sebanyak 7,38% dan itu setara dengan Rp852 triliun. Industri yang paling tumbuh pesat dalam sektor ini di antaranya arsitektur, desain komunikasi visual, video dan animasi, serta musik. 

1. Program “Desa Digital” di Jawa Barat

Sementara itu, di Provinsi Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil juga mendukung penyambutan peluang ekonomi digital di wilayahnya. Namun, program ini akan lebih difokuskan pada pengembangan ekonomi kreatif daerah pedesaan di Jawa Barat. Program yang diberi nama “Desa Digital” itu akan lebih diperkuat pengembangannya pada tahun 2021 nanti. Tujuannya, agar semua pelaku usaha kecil di desa dapat go international

Selain itu, dalam rangka pemulihan ekonomi dan kesehatan selama pandemi COVID-19, Pemerintah Daerah Jawa Barat juga akan mendukung penyesuaian baru dalam dunia bisnis. Misalnya, kafe dan resto diimbau untuk tidak hanya menyajikan kopi dan minuman serta makanan populer lainnya saja tetapi juga minuman herbal yang berkhasiat untuk meningkatkan imunitas tubuh seperti jamu. 

2. Jaminan Perlindungan Hukum

Mengingat sektor digitalisasi ekonomi ini rentan akan serangan siber seperti virus komputer, peretas, dan lainnya, pemerintah juga akan menjamin perlindungan hukum untuk para pelaku bisnis yang mengandalkan sistem e-commerce. Rancangan Undang-Undang tersebut adalah Perlindungan Data Pribadi atau RUU PDP.

RUU PDP tersebut mencakup hukum tentang penyimpanan, pemrosesan, serta pengiriman data yakni PP (Peraturan Pemerintah) No. 71/Tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Sistem serta Transaksi Elektronik (PSTE) maupun beberapa perjanjian internasional. Selain itu, terdapat pula Peraturan Pemerintah yang mengatur mengenai iklim usaha berbasis e-commerce yang kondusif yaitu PP No. 80/Tahun 2019 (PMSE).

Di samping itu, ada pula RUU yang mengatur Pajak Ekonomi Digital, yakni RUU No. 2/Tahun 2020, Penetapan Perpu No. 1/Tahun 2020, serta PMK No. 48/Tahun 2020. Terakhir, pemerintah juga mendukung jaminan perlindungan hukum untuk aspek logistik seperti Peraturan Presiden (Perpres) No. 26/Tahun 2012 dan Instruksi Presiden (Inpres) No. 5/Tahun 2020 terkait Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Peluang Ekonomi Digital 2021 Indonesia Menurut Para Ahli

Bank investasi multinasional serta perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat, Morgan Stanley rupanya telah memprediksi adanya peluang Indonesia menjadi salah satu negara yang didukung sistem ekonomi digital terbesar di seluruh dunia. 

Bank Morgan Stanley mengadakan sebuah riset terkait digitalisasi ekonomi di antara negara-negara ASEAN dan hasilnya ternyata Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dalam hal negara yang berinvestasi dalam perusahaan-perusahaan startup terbesar. Peringkat pertama diduduki oleh Singapura.

Menurut hasil penelitian lain yang dilakukan Temasek Holdings (perusahaan investasi), Google, serta Bain & Company (perusahaan konsultan manajemen), diprediksi bahwa revenue (pendapatan) perusahaan-perusahaan berbasis digital di Indonesia dapat mencapai hingga USD 133 miliar dalam satuan GMV (Gross Merchandise Value) pada tahun 2025 kelak. Itu hanya tinggal lima tahun dari sekarang!

Perusahaan jaringan layanan profesional multinasional, Ernst & Young juga mengadakan sebuah studi yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan transaksi e-commerce di Indonesia hingga 40% tiap tahunnya. Ada pun jumlah para pengguna internet tanah air telah mencapai angka 93,4 juta orang (71 juta yang termasuk di dalamnya ternyata adalah para pengguna ponsel pintar). Inilah yang membuat digitalisasi ekonomi di Indonesia sangat menjanjikan. 

Beragam UMKM berbasis Ekonomi Digital

Digitalisasi ekonomi rupanya tak hanya menjadi peluang yang besar bagi perusahaan berbasis online terkemuka seperti Gojek, OVO, dan BukaLapak tetapi juga untuk para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Berkat segalanya yang kini sudah serba digital, banyak UMKM yang memasarkan produk barang maupun jasanya dengan murah, mudah, dan dalam jangkauan yang lebih luas. 

Berikut ini beberapa contoh ragam industri yang dapat diselami para pelaku UMKM berbasis daring. Anda dapat mencobanya juga!

1. Digital Printing

Bisnis digital printing (percetakan digital) ialah sebuah jenis usaha yang berfokus pada percetakan gambar digital. Desain grafis atau gambar dalam file komputer ini pun dicetak ke dalam media yang dikehendaki. Anda dapat mencetaknya pada kertas, mug, kaos, tas, spanduk, gantungan kunci atau beragam jenis media lainnya.

2. Web Developer

Bila Anda punya keahlian di bidang IT (Teknologi Informasi), coba saja peluang usaha yang cukup menguntungkan sebagai freelance web developer. Kini, bisnis yang berkaitan dengan penyediaan jasa web developer sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian karena banyak dibutuhkan oleh perusahaan startup lainnya. Bahkan, selama masa pandemi pun, usaha ini justru berkembang dengan sangat pesat. 

3. Desainer Grafis

Bidang desain grafis pun kini menjadi peluang usaha berpotensi ekonomi besar karena sekarang banyak pelaku UMKM lainnya membutuhkan jasa untuk membuat desain logo, kemasan, dan lainnya pada produk mereka. Dengan demikian, Anda dapat menyediakan layanan jasa pembuatan desain grafis dengan tarif yang bersaing.

Tak hanya menawarkan jasa secara offline kepada para pengusaha startup agar produknya tampil menarik dan meningkat branding image-nya, Anda dapat pula menawarkan jasa Anda via portofolio online untuk menarik calon pelanggan secara daring. 

4. Blogger

Jangan salah, kini menjadi seorang blogger dapat juga menarik penghasilan yang cukup baik. Jika Anda suka menulis artikel konten blog yang menarik, tentunya akan menyenangkan mengisi pundi rezeki dengan hobi Anda. Ditambah lagi, platform yang digunakan untuk membuat blog juga tak membutuhkan biaya!

5. Content Creator

Hampir serupa dengan blogger, seorang content creator tugasnya membuat konten dalam blog, situs web, atau platform media sosial. Bedanya, content creator lebih luas ruang lingkupnya karena ia dapat membuat konten dalam bentuk apa saja, dari mulai artikel, foto, hingga video. Anda dapat membuat konten untuk Instagram dan YouTube, dua platform yang paling populer dan komersial saat ini. 

Banyak influencer atau public figure yang tak mampu mengisi konten untuk akunnya sendiri sehingga mereka akan menggunakan jasa seorang content creator. Nah, di situlah letak keuntungan bisnis di bidang ini. Modalnya tidak besar, hanya kuota internet, komputer, dan kemampuan mengedit foto dan video. Ditambah, semua itu dapat dikerjakan dari rumah! 

6. Penerjemah & Interpreter

Dalam bidang bahasa, Anda juga dapat menjalankan usaha berbasis online sebagai penerjemah atau interpreter. Dengan kian maraknya konten berbahasa asing di dunia maya maupun dunia nyata, semakin luas pula peluang bagi para penerjemah untuk menerjemahkan konten-konten tersebut ke dalam bahasa ibu kita, yaitu bahasa Indonesia. 

7. Seni Lukis & Ilustrasi

Sama seperti desainer grafis atau arsitek, dunia seni lukis dan ilustrasi berkaitan dengan berkreasi secara visual atau gambar. Dengan penggunaan digitalisasi ekonomi, Anda dapat memasarkan lukisan/ilustrasi hasil karya sendiri dan melayani pelanggan secara online.

8. Toko Online

Bila Anda tertarik dengan dunia berdagang atau seorang ibu/bapak rumah tangga yang menginginkan income tambahan sambil mengurus rumah dan keluarga, buka saja sebuah toko online. Produk yang dijual dapat bervariasi, dari mulai pakaian sampai makanan. Anda bisa membuat produk sendiri atau menjadi reseller

Platform yang dipilih untuk membuka online shop juga beragam, seperti Instagram, Facebook, atau marketplace seperti Tokopedia atau Shopee. Tentunya, akan tampil lebih profesional jika Anda mempunyai situs web toko online sendiri. 

9. Jastip

Usaha jastip atau jasa titip juga sedang marak akhir-akhir ini, terutama bagi mereka yang suka traveling. Namun, ketahui skema bisnis jastip terlebih dahulu agar segalanya lancar. Misalnya, apakah konsumen harus membayar uang muka sebelum mendapatkan barang atau Anda membeli barang untuk kemudian dibayar konsumen setelahnya. 

10. Catering Makanan & Minuman Sehat

Bisnis di bidang food and beverage selalu laris manis, terutama di masa pandemi ini. Jika Anda punya hobi atau keahlian dalam dunia memasak, membuka catering makanan dan minuman sehat bisa jadi pilihan tepat. Jenis UMKM ini dapat dijalankan secara online jika Anda memasarkan masakan Anda pada sebuah platform dunia maya. 

11. Pengajar Les Online

Bagi Anda yang punya minat dan skill di bidang pendidikan, les online bisa jadi solusi. Selama pandemi, sekolah-sekolah pun harus mengadakan proses belajar secara daring dan para siswa belajar dari rumah menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet, atau sejenis. Jadi, Anda juga dapat membuka usaha yang menawarkan jasa les atau kursus online

Materi pelajaran yang ditawarkan pun dapat bervariasi, dari bahasa Inggris, menggambar, hingga Matematika. Modalnya pun sangat minim, hanya ponsel pintar atau laptop, dan kuota internet saja. 

12. Konsultan

Terakhir, jika Anda seorang ahli di bidang konsultasi, baik itu mengenai bisnis, human resource, kesehatan, teknologi, dan sebagainya, Anda dapat mencoba memulai usaha konsultasi online. Dewasa ini, semakin banyak lembaga yang mengadakan webinar (seminar daring) dan cukup sukses. Jadi, tak ada salahnya Anda mencoba peruntungan di bidang ini juga. 

Prediksi Kendala yang akan dihadapi

Revolusi industri global telah mendorong banyak negara untuk tetap berkreasi di bidang yang unik dan berpeluang besar ini. Namun, selalu ada kekurangan dari setiap kelebihan. Sektor ini juga tidak luput dari kendala atau tantangan. Berikut ini sebagian yang perlu Anda ketahui. 

1. Serangan Siber

Menurut data survei Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terdapat kurang-lebih 88,4 juta serangan siber yang terjadi di dunia maya sejak tanggal 1 Januari 2020 sampai 12 April 2020. Tipe serangan yang paling banyak muncul ialah trojan activity, pencurian data, dan peretasan aplikasi web. Terdapat pula serangan siber yang berhubungan dengan wabah  COVID-19. Maka, masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat menjelajahi internet.

2. Kurangnya Sumber Daya Manusia Berkualitas

Tantangan lainnya di dunia digitalisasi ekonomi Indonesia ialah kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut data Google, pada tahun 2017 lalu, negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia masih kekurangan tenaga profesional untuk meningkatkan perkembangan ekonomi digital. Kendala ini pastinya menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah untuk diatasi.

Masalah ini memang tidak dapat ditangani secara instan tetapi tidak mustahil dipecahkan. Dalam hal ini, pemerintah harus menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat untuk mengedukasi serta mempersiapkan mereka dalam rangka menghadapi era teknologi maju ini. 

3. Akses Internet yang Masih Sulit Dijangkau

Sama seperti sumber daya manusia, infrastruktur pun sangat penting guna mendukung kemajuan digitalisasi ekonomi di tanah air. Jaringan akses internet di negeri ini masih sangat minim. Artinya, belum seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati kemudahan-kemudahan melakukan kegiatan ekonomi secara digital. 

Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet di Indonesia pada tahun 2017 yang lalu, akses internet memang masih terpusat hanya di wilayah terbesar di Indonesia, seperti Jawa, Bali, Sumatera, serta Nusa Tenggara. Sementara itu, wilayah terpencil seperti Sulawesi, Kalimantan, maupun Papua belum dilengkapi akses internet yang memadai. 

Untuk itu, pemerintah harus memperbanyak pembangunan menara-menara BTS (Base Transceiver Station) untuk membuka akses internet di tiap daerah. Hal ini juga dapat mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah tersebut. 

4. Kian Ketatnya Persaingan Pasar

Jangan lupa, perekonomian berbasis digital juga berdampak pada semakin ketatnya persaingan pasar. Banyak produk impor dari negara-negara lain seperti Cina, Korea, dan Jepang yang masuk ke pasar Indonesia dengan mudahnya seiring perkembangan e-commerce yang pesat. Akibatnya, banyak produk lokal yang kalah saing dan berakhir tidak laku di pasaran. 

Di sinilah peran pemerintah serta pihak swasta untuk lebih mendukung pemasaran produk buatan dalam negeri. Diperlukan pembinaan maupun bantuan secara materi bagi para pelaku UMKM yang hendak memajukan pasar produk lokal, baik secara nasional maupun global.

Kesimpulan

Meskipun sarat dengan peluang yang sangat besar, ekonomi digital di Indonesia tetap berkendala, terutama dalam sektor keamanan. Oleh karena itu, sebelum Anda mempersiapkan diri menjadi salah satu pengusaha berbasis online, ada baiknya menggunakan jasa tenaga ahli yang dapat membantu Anda membangun perusahaan startup Anda.

Untuk membangun sebuah perusahaan online, Anda membutuhkan sebuah website yang dapat meyakinkan calon konsumen bahwa perusahaan Anda profesional dan terpercaya. Nama domain yang unik nan menarik juga dapat meningkatkan branding image perusahaan Anda. Maka, disarankan untuk menggunakan jasa web hosting terbaik di Indonesia untuk melakukan semua tugas itu.  

Salah satu penyedia jasa software house terkemuka di Indonesia adalah SoftwareSeni, perusahaan one-stop IT solution yang beroperasi di wilayah D.I. Yogyakarta, SoftwareSeni. Didukung tim tenaga profesional dan IT Consultant andal, Anda dapat berkonsultasi terkait proyek-proyek pengembangan situs web maupun mobile app secara terperinci.

Jangan khawatir, dengan teknologi mumpuni serta dukungan dari tim IT ahli dan terpercaya, tentunya website dan aplikasi berkualitas dapat Anda miliki. SoftwareSeni telah berpengalaman dalam menjaga keamanan dari semua data konsumen yang bersifat konfidensial. Hasil kerjanya pun sangat sesuai standar pengoperasian secara internasional.

Demikian informasi mengenai peluang ekonomi digital tahun 2021 di Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat, terutama bagi Anda yang sedang bersiap menjadi seorang pengusaha. Jangan lupa, jika Anda membutuhkan jasa IT consultant, serta website development, software development, dan mobile app development, hubungi segera SoftwareSeni. Selamat berkarya!


FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577