SoftwareSeni Logo

67 Checklist & Estimasi Biaya Jasa Pembuatan Website Ecommerce

December 27, 2018

SoftwareSeni

Kenapa estimasi biaya jasa pembuatan website ecommerce itu penting? Simak penjelasan berikut ini.

Untuk membuat website ecommerce yang luar biasa dan berbeda dari yang ada di pasaran, sebaiknya Anda tidak menggunakan website builder. Hal itu karena, tentu saja, kualitas website ecommerce Anda menjadi sekedar rata-rata. Selain masalah desain, Anda harus berurusan dengan arsitektur informasi, aplikasi web yang rumit, dan proses secure payment. Belum lagi seluruh fungsi tambahan seperti proses checkout dan bentuk-bentuk kompleks lainnya.

Tidak Punya Waktu untuk Mempelajari Dasar-Dasar Pembuatan Website eCommerce?

Biarkan pakar teknologi kami menyesuaikan website eCommerce dengan kebutuhan bisnis Anda.

Anda dapat menekan biaya dengan menggunakan template gratis atau pre-built website SaaS – tetapi jika Anda memerlukan fitur yang harus disesuaikan dengan kebutuhan khusus Anda, mau tidak mau Anda harus menghubungi jasa pembuatan website ecommerce.

Namun, sebelum Anda terjun langsung dan memilih perusahaan jasa pembuatan website ecommerce, Anda perlu mempelajari dasar-dasar pembuatan website eCommerce. Dengan begitu, Anda akan lebih memahami seluk beluk proses pembuatan dan memiliki dasar pengetahuan untuk melakukan efisiensi biaya.

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membuat Website eCommerce

Yang harus Anda lakukan pertama kali adalah memastikan kebutuhan dan sasaran bisnis ecommerce Anda sebelum menghubungi perusahaan jasa pembuatan website ecommerce. Semakin tepat sasaran daftar kebutuhan bisnis Anda, semakin baik produk akhir yang akan Anda dapatkan.

  1. Mobile First – Dengan pengguna telepon seluler (ponsel) di tanah air yang mencapai 371,4 juta pengguna atau 142 persen dari total populasi (262 juta jiwa), merancang website ecommerce yang mobile responsive menjadi hal yang wajib dilakukan.
  2. Target Penjualan – Berapa banyak produk yang akan Anda jual? 10, 50, 100? Kebutuhan desain dan proses development yang harus dilalui akan sangat berbeda tergantung model bisnis Anda.
  3. Page Type – atau jenis laman. Website ecommerce yang ingin memiliki tingkat konversi tinggi harus memiliki laman beranda (homepage), kategori, produk, pembayaran (check out), dan blog yang dirancang dengan baik.
  4. Website Security – Website, terutama website eCommerce kustom, rentan terhadap risiko keamanan. Untuk menghindari masalah di masa mendatang, Anda memerlukan software yang dibangun dengan baik untuk bisnis online Anda.
  5. Speed dan Performance – Website yang bekerja lebih cepat artinya memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi. Inilah sebabnya mengapa mengontrol konten website Anda dan aplikasi pihak ketiga sangat penting.
  6. Foto Produk – Gambar produk dapat mensukseskan atau menghancurkan reputasi bisnis eCommerce Anda. Buat foto produk yang bagus dan informatif sebelum Anda memulai proses pembuatan website, sehingga perusahaan jasa pembuatan website ecommerce dapat membuat website yang disesuaikan dengan konten yang telah Anda siapkan.
  7. Live Chat Integration – Pelanggan menginginkan jawaban yang cepat untuk pertanyaan-pertanyaan mereka. Pastikan desain dan development website Anda mengakomodir kebutuhan ini. Live Chat juga dapat meningkatkan penjualan.
 

Apa itu Pembuatan Website eCommerce?

Pembuatan website, kadang-kadang juga disebut dengan website development, terdiri dari banyak pekerjaan. Ini termasuk membangun, menyesuaikan, dan memperluas website melalui coding atau bahasa pemrograman tertentu seperti CSS, JavaScript, atau HTML. Setelah berhasil dibangun, tim web developer dapat mengubah website menjadi aset bisnis online yang efektif dan kompeten untuk meningkatkan penjualan online Anda.

Untuk dapat launching bisnis eCommerce yang efektif dan berfungsi dengan baik biasanya membutuhkan analisis kebutuhan eCommerce Anda, perumusan rencana desain website, mendaftar ke web hosting, dan penjadwalan proses launching.

Apa Peran Tim Developer dari Jasa Pembuatan Website eCommerce?

Peran tim developer terletak di proses manajemen produk – serahkan semua pekerjaan pada mereka untuk menyatukan visi Anda. Mereka bertanggung jawab untuk mengintegrasikan user interface ke user friendly code.

Mereka memastikan semua fitur berfungsi dan tool khusus seperti Google Analytics dapat ditambahkan. Mereka juga memastikan semua aplikasi dan plugin third party terintegrasi. Tim developer terbaik juga dapat membuat mobile apps.

Selain memastikan setiap fitur berfungsi dengan kinerja yang memuaskan, mereka juga bertanggung jawab untuk:

  1. Memperbarui server database seperti MySQL
  2. Coding dengan PHP
  3. Mengelola software lain untuk integrasi API, plugin, atau addons
  4. Menangani teknologi web front-end, termasuk HTML5, CSS, AJAX, JSON, JavaScript, dan JS Framework
  5. Unit testing/API testing experience
  6. Membuat rencana testing
  7. Pengorganisasian data eCommerce
  8. Deployment management
  9. Mengoptimalkan konfigurasi server web
  10. Scaling aplikasi web
  11. Membuat payment form kustom dengan integrasi gateway pembayaran
  12. Mempertahankan server berbasis LAMP menggunakan SSH, Webmin, Plesk, dan sejenisnya
 

Apa yang Harus Diperhatikan Dari Jasa Pembuatan Website eCommerce Berkualitas?

Ada 7 keterampilan utama yang harus dimiliki oleh tim web developer:

Skill Desain Web

Saat membuat atau mendesain ulang website eCommerce, tim desain grafis yang baik harus dapat menentukan desain dasar dari website, yaitu flow, tata letak (layout), jarak (spacing), keseimbangan/proporsi, warna, dan kontras. Semuanya harus bekerja sama secara harmonis untuk menciptakan produk yang menarik dan dapat mengkonversi pelanggan. Jika dilakukan dengan benar, Anda akan memiliki website yang efektif, terlepas dari seberapa sederhana desain website tersebut.

Kemampuan komunikasi yang baik

Tim website developer berisi sumber daya kreatif, produktif, dan sangat efektif; tetapi mereka membutuhkan arahan. Sebagian besar proyek mencakup banyak sumber daya yang sangat spesifik seperti developer, QA, desainer grafis, dan pakar teknologi. Saat memulai proyek, selalu ada proyek manajer (PM) yang menjembatani kebutuhan Anda dan tim website developer.

Salah satu fungsi utama dari PM adalah untuk mengkoordinasikan semua sumber daya dan setiap tugas – memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dalam urutan yang tepat sesuai dengan tenggat waktu (dan dana) yang dialokasikan, serta memfasilitasi komunikasi antara stakeholder tertinggi (tetapi belum tentu memahami “gambaran besar” proyek itu) dan anggota tim proyek software developer yang lain.

Seorang manajer proyek layaknya konduktor orkestra tim web development. Hal pertama yang ia lakukan adalah berkenalan dengan spesifikasi teknis dan tanggal jatuh tempo. Berdasarkan informasi ini, rencana proyek disusun dan dibagi menjadi beberapa tahapan yang juga dikenal sebagai sprint (setting fungsional untuk jangka waktu tertentu).

Selain itu, manajer proyek berkomunikasi dengan Anda sepanjang waktu. Jadi, jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin membuat beberapa perubahan pada proyek – dialah orang yang harus Anda hubungi.

Maka kemampuan komunikasi yang baik dari tim website development mutlak diperlukan untuk memastikan semua hal berjalan dengan lancar.

Kemampuan Problem-Solving

Anda dan tim dari jasa pembuatan website ecommerce harus telah memiliki dialog kesepakatan yang sempurna dan jelas, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan yang tidak terhindarkan di suatu hari.

Terkadang, ada klien yang sudah tahu website ecommerce seperti apa yang ia inginkan, namun tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata yang tepat. Oleh karena itu, tugas dari tim developer adalah dengan sabar menyesuaikan produk dengan kebutuhan klien.

Di sepanjang proses development, website dapat mengalami masalah teknis di fungsi, penelusuran (browsing), pemeliharaan (maintenance), atau integrasi. Tim developer berpengalaman dapat dengan mudah menemukan akar masalahnya, dan memberi solusi yang dibutuhkan.

Up-to-Date Dengan Teknologi Web Terkini

Seperti teknologi, tren desain website e-commerce datang dan pergi. Tim developer yang kompeten harus selalu up-to-date dengan perkembangan teknologi web. Untuk dapat melakukannya, mereka dapat:

  1. Subscribe resource terpercaya seperti blog dan sosial media web developer kelas dunia.
  2. Rajin membaca artikel terbaru tentang industri ini.
  3. Membangun koneksi dan bergabung dengan komunitas yang aktif di industri yang sama.
  4. Sadarilah bahwa mereka tidak selalu tahu segalanya dan selalu ada banyak hal untuk dipelajari.
 

Skill Coding HTML, CSS dan JavaScript

Bahasa pemrograman web ini adalah domain dari pengembang situs web. Mereka perlu mendapatkan pemahaman lanjutan tentang HTML, CSS, dan JavaScript sehingga mereka tahu fungsi apa yang mungkin dan mana yang tidak. Ini untuk menghindari kesalahan desain yang dapat menyebabkan penundaan peluncuran.

Keahlian PHP dan MySQL

PHP dan MySQL mungkin merupakan tool website development yang paling sering digunakan. Yang pertama adalah untuk membuat halaman web dinamis dan interaktif, sedangkan yang kedua adalah untuk mengelola konten dalam database. Menguasai kedua bahasa pemrograman ini mampu membuat developer untuk membangun hampir semua jenis website – dari contact form sederhana hingga e-commerce.

Melek Bisnis eCommerce

Mengembangkan website informatif benar-benar berbeda dari membangun website eCommerce. Ada pertimbangan-pertimbangan bisnis yang perlu dipikirkan sepanjang waktu.

Apa cara pembayaran yang paling cocok untuk Anda? Apakah Anda lebih suka menggunakan transfer ATM atau cash-on-delivery? Bagaimana strategi pemasaran digital Anda? Apakah Anda perlu menyiapkan third party apps? Apakah tim developer tahu cara merancang conversion optimization testing, yang sangat krusial untuk pertumbuhan bisnis ecommerce.

Tim website developer juga berperan besar dalam kesuksesan bisnis online. Oleh karena itu, tim developer yang Anda ajak bekerja sama, selain ahli dalam hal website development secara teknis, harus juga memiliki kepakaran tentang cara kerja dunia ecommerce.

Berapa Biaya Pembuatan Website Ecommerce eCommerce?

Sama halnya dengan biaya pembuatan aplikasi berbasis web, sulit untuk menentukan harga pasti sebuah produk software. Harga sebuah software sangat tergantung pada requirements dan platform yang digunakan. Kedua hal tersebut dapat berbeda antara satu software dan software lainnya, tergantung kebutuhan Anda.

Biaya pembuatan website ecommerce mulai dari Rp55,000,000. Harga ini dapat bertambah bahkan setelah website diluncurkan karena kinerja dan fungsi website perlu ditingkatkan sesekali.

Area utama yang mempengaruhi estimasi biaya pembuatan website ecommerce

 

Jumlah Produk

Jika Anda memiliki satu macam barang untuk dijual di website e-commerce produk, Anda cukup memiliki website dengan desain yang sederhana. Jika Anda memiliki ribuan atau lebih produk untuk dijual, Anda memerlukan desain yang kompleks (mega menus, paginasi, pemfilteran, pencarian berskala, halaman kategori, dll.) untuk mengakomodasi produk Anda dan konten yang diperlukan.

Platform eCommerce yang Digunakan

Biaya licensing bergantung pada seberapa sederhana atau kompleks platform eCommerce. Sebagai contoh, builder dengan lebih banyak fitur fungsionalitas memakan lebih banyak biaya dibandingkan platform. Platform SaaS bulanan memiliki fungsi dan kustomisasi terbatas. Misalnya, di Shopify Anda tidak dapat menyesuaikan desain check out page.

Platform SaaS bulanan menawarkan harga terjangkau dengan membatasi fungsionalitas. Untuk solusi eCommerce seperti Magento atau WooCommerce, sebaiknya Anda menghubungi jasa pembuatan website ecommerce karena platform ini tidak dirancang untuk pemilik bisnis non-tech.

Preferensi Desain Website

Kebanyakan platform, seperti SaaS, memiliki banyak koleksi desain, template, atau tema responsif yang dapat Anda terapkan sendiri. Cukup menelusuri sendiri, Anda dapat menemukan tema spesifik yang sangat sesuai dengan brand Anda. Menggunakan tema bawaan adalah ide bagus karena mudah diterapkan dan tidak mahal. hasilnya , Anda mendapat website eCommerce responsif, yang membedakan bisnis Anda dari kompetitor.

Pemrograman dan Fungsi Kustom

Top-ranking platform memberi extension atau modul support yang dapat ditambahkan ke website untuk peningkatan fungsionalitas. Secara segi biaya biasanya lebih murah jika dibandingkan dengan mengembangkan aplikasi sendiri. Pastikan Anda memeriksa dengan jasa pembuatan website ecommerce untuk extension yang tersedia, seperti CMS atau ERP, sebelum melakukan koding kustom.

Paket Web Hosting

Paket hosting rata-rata mulai dari (…) per bulan. Sebelum memutuskan untuk berlangganan, cermati baik-baik limit dan layanan yang ada di paket penawaran. Produk, storage, trafik, order atau transaksi memiliki limit maka Anda harus melakukan double check mengenai Ram, HDD, CPU, Bandwidth, Email dan beberapa fitur lainnya.

67 Checklist Saat Membuat Website Ecommerce

 

Konten

Sebelum meluncurkan website ecommerce, pastikan konten website Anda bebas dari kesalahan. Konten adalah corong marketing paling efektif untuk bisnis online, sehingga konten Anda harus sinkron dengan nilai dan sasaran bisnis Anda.

Berikut ini daftar checklist di area konten untuk memastikan konten Anda telah sempurna.


1. Ejaan sempurna.

2. Masalah tata bahasa telah diperbaiki.

3. Tidak ada tanda baca yang hilang.

4. Kapitalisasi yang tepat digunakan.

5. Paragraf disusun dengan baik.

6. List diformat dengan baik.

7. Header (H1, H2, H3) berada di tempat yang seharusnya.

8. Formatting tidak sembarangan.

9. Konsistensi dalam data flow diimplementasikan.

10. Tidak ada kata atau frasa yang berulang.

11. Gambar / video / audio ditampilkan dengan bagus.

12. Suara / nada yang tepat digunakan.

13. Detail hak cipta ditunjukkan secara jelas di halaman.

14. Tautan ke sumber disertakan.

15. Detail kontak perusahaan ditampilkan dengan jelas dan benar.

16. Gambar memiliki alt text yang sesuai.

Catatan: Anda mungkin memerlukan sistem konten manajemen yang akan membantu Anda untuk membuat, memperbarui, dan mengelola semua jenis konten Anda.

Desain

Pekerjaan terkait desain harus selesai sebelum website diluncurkan. Desain website harus dapat diakses dengan mudah, dan selaras dengan strategi branding Anda. Pertimbangkan target pasar Anda. Apakah desain website telah sesuai dengan kelompok usia mereka? Juga, apakah responsif dengan semua jenis desktop, laptop, tablet, dan smartphone? Desain responsif tidak hanya harus terlihat bagus di perangkat apapun, baik itu ponsel atau laptop, tetapi juga fast-loading. Berikut adalah checklist yang perlu Anda periksa:


17. Tata letak (layout) responsif.

18. Website kompatibel dengan browser populer.

19. Kode HTML atau CSS telah divalidasi.

20. Favicon telah diunggah.

21. App icons ditampilkan dengan baik, terutama pada telepon seluler iOS.

22. Pilihan font tidak aneh.

Functionality

Ada kalanya form dan data yang disimpan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk memverifikasi fungsionalitas, Anda perlu meluangkan waktu untuk meninjau hal-hal berikut:


23. Form mengirim data dengan benar.

24. Page terima kasih muncul setelah menekan tombol “kirim”.

25. Data yang disubmit dikirim ke email atau nomor telepon user.

26. Semua field memiliki label yang sesuai.

27. Tautan/links berfungsi dengan baik dan di-set ke “terbuka di tab baru”.

28. Ikon media sosial terhubung ke halaman yang benar dan berfungsi dengan baik.

29. Feed (media sosial, RSS, berita) ditampilkan secara real-time.

30. Logo perusahaan ditautkan ke homepage website.

31. Semua page dioptimalkan untuk speed.

32. 404 not found page telah dibuat.

33. Third party tools (software eCommerce, CRM, marketing extension) berfungsi dengan baik.

34. Video dapat berputar di semua perangkat.

Ecommerce SEO

Langkah selanjutnya adalah membuat website ecommerce Anda SEO-friendly. SEO adalah jalan untuk pengguna dapat menemukan website Anda (inbound marketing). Untuk itu, Anda harus memastikan hal-hal berikut:


35. Riset kata kunci (keyword research) mencakup konten informatif dan komersial.

36. Halaman diberi judul menarik (tidak lebih dari 60 kata).

37. Meta deskripsi yang menarik ditambahkan di setiap halaman (tidak lebih dari 140 karakter).

38. Metadata lengkap untuk social media sharing.

39. Metadata bebas dari kesalahan ejaan dan tata bahasa.

40. Semua gambar memiliki alt tag.

41. Website memiliki sitemap XML dinamis.

42. XML sitemap di submit ke search engine utama.

43. URLs menunjukkan arsitektur informasi website.

44. URLs lama dialihkan ke 301 pages atau 410 deleted.

45. Rel = “noindex” ditambahkan pada page yang tepat.

Analytics

Analisis dan reporting website membuat Anda sebagai pemilik untuk dapat meningkatkan website seiring website tersebut bekerja. Anda dapat melacak apa saja yang telah Anda lakukan dengan memeriksa:


46. Website analytics code disisipkan dalam website code.

47. Alamat IP dikecualikan dari pelacakan (seperti yang diinginkan).

48. Kanal penjualan dan sasaran di-set di analytic tool.

49. Akun Google Analytics dan Google Webmaster Anda saling terkait.

50. Akun Google Analytics dan Google Adwords Anda saling terkait.

Data Backup

Data loss (hilangnya data) adalah salah satu resiko paling naas yang harus dihadapi pemilik website. Untungnya, Anda selalu dapat melakukan pencegahan kehilangan data dengan mengikuti beberapa langkah pencegahan berikut:


51. Script dimonitoring sepanjang waktu.

52. Final backup dari website terjamin.

53. Jadwal backup reguler diatur secara otomatis.

54. Kata sandi dan kredensial lainnya tersimpan dengan aman.

55. Files terorganisir dengan rapi.

56. Ukuran files HTML, Javascript, SVG, dan CSS disesuaikan untuk menghemat ruang.

57. Ukuran gambar dikompresi atau dioptimalkan.

58. Website memiliki cache strategy.

59. Website telah dites untuk loading-time.

60. Page resources mengunduh satu per satu.

61. Script execution di jeda saat halaman sedang diunduh.

62. Page enhancement diinstal.

Hore! Website eCommerce Anda Sudah Tayang di Google!

Sebelum Anda merayakan, berikut adalah beberapa point penting untuk re-cek:


63. Konten Anda dapat dibagikan di media sosial.

64. Anda telah menetapkan tujuan jangka panjang dan sasaran bisnis.

65. Strategi konten Anda telah diimplementasikan.

66. Pengujian ketat terkait otomatisasi fitur website telah dijalankan.

67. Tools pelaporan yang akurat telah diintegrasikan ke dalam website, sehingga Anda dapat mengukur progresnya.

Wujudkan Website eCommerce Impian Anda

Pembuatan website eCommerce membutuhkan lebih dari sekedar proses coding biasa. Ini memerlukan strategi khusus pembuatan website, terutama ketika terkait hal-hal seperti enkripsi keamanan, integrasi shopping cart, dan optimalisasi pembayaran. Fokus pada kelancaran poin-poin tersebut dapat memberi pelanggan shopping experience terbaik, dan kesempatan lebih besar untuk menjadi repetitive buyers.

Melakukan redesign atau bahkan memulai dari nol sebuah proyek omni-channel yang kompleks, kami memiliki semua sumber daya yang Anda butuhkan untuk membangun bisnis online yang solid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *