Menyelamatkan Bisnis Melalui Digital Payment, Begini Seluk Beluknya!

Menyelamatkan Bisnis Melalui Digital Payment, Begini Seluk Beluknya!

by
Rian Romadhon
September 23, 2021

Sepuluh tahun belakangan ini, model transaksi bisnis mengalami banyak perubahan terutama dengan adanya teknologi digital payment. Ditambah lagi dengan adanya pandemi di awal tahun 2020 ini, semakin banyak orang mengubah sebagian besar aspek hidupnya menjadi digital. 

Sebut saja seperti bekerja jarak jauh, berbelanja online, hingga memesan makanan dari rumah. Meski semua model kegiatan tersebut sudah ada sejak lama, belakangan ini semakin banyak orang menyadari kemudahan dan manfaatnya. 

Sebagai pendukung semua kegiatan tersebut, digital payment menawarkan pembayaran yang lebih praktis. Bagi Anda para pemilik bisnis, penggunaan pembayaran digital ini juga bisa menyelamatkan bisnis, lho! Bagaimana bisa? Mari kita kenali seluk beluknya. 

Cara Kerja Digital Payment

Banyak digital payment saat ini merupakan pihak ketiga atau third party yang menjadi perantara pemilik usaha dan pembeli. Karena alur kerjanya yang cukup aman, pihak pembeli dan pengusaha sama-sama bisa mendapatkan keuntungan. Inilah mengapa, banyak pengguna internet kini bergerak menuju pembayaran cashless, non tunai, atau digital.

Bahkan, menurut Statista.com, transaksi dengan menggunakan pembayaran digital di Indonesia meningkat sekitar 15,7% menjadi hampir US$36 juta pada tahun 2020 ini. Meski pertumbuhannya agak lambat jika dibandingkan dengan negara seperti Jepang dan Tiongkok, peningkatannya cukup pesat terutama pada transaksi e-commerce. Hal ini sebenarnya sudah dapat diprediksi mengingat Indonesia adalah negara dengan pengguna internet terbanyak di Asia Tenggara. 

Cara kerja digital payment bisa dibilang aman karena beberapa faktor. Terlebih lagi jika digunakan pada platform e-commerce dengan sistem keamanan yang mumpuni, baik penjual maupun pembeli tidak perlu khawatir akan transaksi yang tidak wajar.

Pada e-commerce, uang yang dibayarkan pembeli pada situs atau aplikasi e-commerce akan masuk ke sebuah payment gateway dan diproses dalam payment processor. Kemudian, prosesor tersebut akan meneruskan uang ke akun bank milik penjual. 

Sebelum masuk ke bank, biasanya uang tersebut akan tertahan terlebih dahulu di payment gateway hingga ada konfirmasi dari pembeli. Jadi, pembeli perlu melaporkan pada platform e-commerce kalau barang yang dibelinya sudah sampai dengan baik. 

Setelah itu, barulah nominal yang sudah terverifikasi kebenarannya dikirim ke bank yang kemudian bisa diambil oleh penjual. Ada dua langkah penting dalam proses uang sampai ke tangan Anda sebagai penjual:

Pertama, adalah proses otorisasi.

  1. Pembeli melakukan transaksi di situs atau aplikasi e-commerce, atau situs Anda sendiri.
  2. Informasi transaksi disampaikan ke payment gateway yang akan mengenkripsi data agar tetap rahasia dan mengirimkannya ke prosesor pembayaran yang bisa jadi pihak ketiga.
  3. Prosesor pembayaran mengirimkan informasi ke bank penyedia pembayaran milik pembeli.
  4. Bank memberikan sinyal “iya” atau  “tidak”. Jika menggunakan kartu kredit, ini bisa berarti pembayaran disetujui atau ditolak sesuai dengan status kredit pemegang kartu.
  5. Sinyal pesan tersebut disampaikan kepada Anda, apakah transaksi disetujui atau tidak.

Langkah yang cukup rumit itu dilakukan hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Proses selanjutnya adalah penyelesaian.

  1. Bank penyedia milik pembeli akan mengirimkan uang hasil transaksi ke rekening Anda. 
  2. Uang siap diambil.

Biasanya, setiap melakukan transaksi, pembeli wajib mengkonfirmasi kebenarannya melalui sistem OTP (One Time Password) rahasia yang dikirimkan melalui pesan singkat ke nomor pembeli. 

Kemudian, uang tidak akan diteruskan ke Anda sebagai penjual apabila pembeli belum menerima produknya. Jadi, pembayaran jenis digital ini memang aman bagi penjual maupun pembeli. 

Sementara pada digital payment berupa e-money atau e-wallet, pengguna harus mengisi sejumlah uang ke akun digital payment. Setelah berubah menjadi saldo digital, nominalnya dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, baik bertransaksi secara online maupun di toko offline. 

Proses verifikasinya dilakukan melalui OTP jika online, dan langsung melalui kode QR di aplikasi jika transaksinya offline. Di Indonesia sendiri, pembayaran digital berupa e-wallet sudah mulai menjamur. Beberapa nama yang besar di pasar digital adalah OVO, GoPay, Dana, dan LinkAja. 

Server e-wallet tersebut bekerja sama dengan sejumlah e-commerce dan bank penyedia pembayaran ternama di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pilihan, pengguna bisa menentukan mana yang paling nyaman dan aman bagi perilaku transaksinya. 

Namun begitu, sistem uang atau dompet elektronik terkadang memiliki kekurangan. Salah satu di antaranya adalah lupa kata sandi. Jika Anda lupa kata sandi dan tidak bisa masuk ke dalam aplikasi, Anda perlu melakukan verifikasi ulang ke penyedia uang elektronik dengan proses yang cukup rumit. 

Satu lagi, jika e-money disimpan dalam bentuk kartu, siapa saja bisa menggunakannya untuk bertransaksi tanpa harus memasukkan PIN seperti kartu ATM. Jadi, kemudahan yang ditawarkan sesungguhnya harus dibarengi dengan sikap yang lebih hati-hati, ya!

Keuntungan Digital Payment bagi Bisnis

Dengan menyebarnya pandemi COVID-19 yang datang tanpa diduga, semakin banyak orang bergantung pada pembayaran digital. Hal inilah yang dianggap bisa menyelamatkan bisnis. Sebab, Anda masih tetap bisa melayani pembeli tanpa harus melakukan transaksi secara tatap muka atau langsung.

Beberapa keuntungan digital payment bagi pemilik bisnis adalah:

  • Pemeriksaan pembayaran yang menggunakan kartu debit dan kredit bisa lebih mudah diperiksa.
  • Enkripsi data melindungi data pembeli sehingga minim penipuan. 
  • Anda tidak perlu menyediakan banyak rekening untuk banyak transaksi.
  • Proses verifikasi yang cukup cepat, bahkan bisa menangani ratusan hingga ribuan transaksi dalam satu waktu. 
  • Terdapat menu rekonsiliasi jika terdapat masalah dalam transaksi seperti transaksi ganda atau pengembalian dana. 
  • Bisa meminimalisir penipuan sebab otorisasi dilakukan setiap kali transaksi dilakukan jika melalui aplikasi atau platform. 

Pembayaran digital sudah sejak lama digunakan, berawal dari penggunaan kartu kredit dan mulai meluasnya internet. Adanya pembayaran jenis ini memudahkan konsumen untuk membeli sesuatu dari jarak jauh. Hingga kini, pembelian secara online menjadi salah satu kenyamanan tersendiri bagi sebagian orang. 

Selain digunakan untuk pembayaran online, pembayaran offline menggunakan pembayaran digital juga dianggap lebih aman sekarang. Sebab, tidak perlu ada kontak ke uang fisik yang dikhawatirkan bisa menjadi salah satu sarana penyebaran virus. Hal ini membuat wacana cashless community atau masyarakat non tunai semakin bisa direalisasikan. 

Kalau Perlu, Siapkan Personel untuk Mengurus Digital Payment

Meski hampir seluruh tahapan dalam pembayaran digital bekerja secara otomatis, terkadang ada persoalan teknis yang perlu diselesaikan secara manual. Umumnya, persoalan tersebut bisa merupakan hasil kesalahan mesin atau berhubungan dengan pengembalian dana. 

Jika transaksi bisnis Anda memiliki volume yang cukup tinggi, pertimbangkan untuk mempersiapkan personel khusus yang mengurus digital payment. Terpisah dari fungsi finansial secara keseluruhan, personel ini akan merekam jejak transaksi yang terjadi dan membuat laporan seperti layaknya laporan keuangan khusus untuk transaksi dengan pembayaran digital.

Selain itu, petugas tersebut juga akan membantu ketika pelanggan mengalami masalah. Karena sebagian besar digital payment adalah melalui pihak ketiga, Anda sebagai pebisnis perlu sedikit bersabar untuk melakukan proses verifikasi data dan otorisasi jika terjadi kendala dalam transaksi. Hal tersebut dilakukan demi keamanan transaksi antara Anda dan pembeli.

Memilih Platform Digital payment untuk Kerja Sama

Setidaknya ada 3 jenis digital payment, dari mulai yang paling tradisional hingga yang paling modern. Di antaranya adalah SMS banking, mobile banking, dan e-money atau e-wallet. Semuanya memungkinkan pengguna untuk bertransaksi hanya dari ponselnya. 

Sementara itu, terdapat juga beberapa e-money keluaran bank berbentuk kartu yang bisa digunakan untuk berbagai macam pembayaran seperti bayar tol dan berbelanja di gerai swalayan. Tanpa menggunakan PIN, kartu ini bisa langsung digunakan untuk transaksi hanya dengan menempelkannya ke sensor yang tersedia. 

Jika Anda berjualan di platform e-commerce, biasanya mereka sudah memiliki fitur pembayaran digital sendiri. Selain itu, mereka juga menerima berbagai jenis pembayaran dari penyedia digital payment dengan sejumlah biaya layanan. Namun begitu, biaya layanannya sangat kecil sekitar Rp1.000 – Rp2.500 per transaksi. Beberapa nama besar penyedia pembayaran digital Indonesia adalah:

1. OVO

OVO adalah salah satu penyedia layanan digital payment yang sudah tergolong perusahaan unicorn sejak 2019. Berdiri pada tahun 2006, OVO bertransformasi menjadi salah satu kanal pembayaran digital terbesar di Indonesia dengan dukungan dari Lippo Group dan Bank CIMB Niaga. 

OVO juga bekerja sama dengan salah satu penyedia layanan kendaraan yaitu Grab. Selain bisa digunakan untuk berbagai e-commerce dan transaksi Grab, OVO juga memberikan layanan pinjaman yang dikenal sebagai OVO PayLater yang berfungsi mirip seperti kartu kredit virtual.

2. GoPay

GoPay menjadi populer karena fungsinya yang memudahkan pengguna aplikasi kendaraan, GoJek. Karena memiliki banyak layanan, GoPay menjembatani kebutuhan pengguna aplikasi yang ingin menyewa kendaraan, memesan makanan, layanan rumah, hingga membeli obat-obatan. 

Meski awalnya hanya digunakan untuk pembayaran transaksi layanan GoJek, saat ini sudah banyak merchant offline yang menerima pembayaran melalui GoPay. Sistem pembayarannya adalah dengan memindai kode QR unik yang dikeluarkan oleh merchant. Salah satu daya tariknya adalah penawaran promosi yang menguntungkan pelanggan setianya.

3. LinkAja

LinkAja dulu dikenal sebagai T-Cash yaitu pembayaran digital milik Telkomsel. Kalau ada yang masih ingat, dulu Telkomsel mengeluarkan semacam kartu kecil berbentuk bulat yang bisa ditempel di belakang ponsel. 

Pengguna mengisi saldo T-Cash melalui nomor ponsel dan tinggal tap di gerai yang bekerja sama dengan T-Cash. Saat ini, T-Cash lebih dikenal dengan LinkAja yang menyambungkan layanan dari beberapa bank besar seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN. 

Walaupun setiap bank memiliki nama yang berbeda untuk layanan digitalnya, LinkAja menjadi wadah bertemunya pembayaran dari seluruh bank tersebut. Adanya LinkAja juga meminimalisasi biaya transaksi yang biasanya ada saat melakukan transfer antar bank.

4. Dana

Dana merupakan layanan pembayaran digital yang dikeluarkan oleh PT Kreatif Media Karya. Memiliki aplikasi tersendiri, Dana bisa digunakan di sejumlah e-commerce besar di Indonesia. 

Selain digunakan untuk pembayaran e-commerce, aplikasi e-wallet ini juga bisa digunakan untuk membayar tagihan seperti tagihan listrik, layanan seluler, dan lain-lain. Sebagai fitur tambahan, Dana memungkinkan adanya transfer uang antar pengguna.

Dana bisa dikatakan sebagai salah satu aplikasi pembayaran digital yang cukup aman karena proses verifikasinya yang dilakukan secara serius. Anda perlu memasukkan data seperti KTP, KK, alamat, dan nomor telepon dengan sungguh-sungguh. 

5. Shopee Pay

Dikeluarkan oleh platform Shopee, ShopeePay memberikan banyak keuntungan bagi pengguna platformnya. Misalnya saja dengan memberikan gratis ongkos kirim bagi pengguna Shopee Pay. 

Kini, ShopeePay bisa digunakan di berbagai merchant dengan logo atau QR Shopee Pay. Selain gratis ongkos kirim di aplikasi e-commerce, ShopeePay juga menawarkan banyak cashback yang cukup menguntungkan. 

Meski namanya Shopee Pay, pengelola pembayaran digital ini adalah pihak ketiga yang bekerja sama dengan Shopee. Anda tinggal membuat akun jika ingin merasakan manfaat ShopeePay sebagai pemilik bisnis.

Hampir semua pembayaran digital kini menawarkan opsi paylater atau beli sekarang – bayar kemudian. Konsepnya mirip dengan kartu kredit, tetapi hanya melalui aplikasi ponsel. 

Karena proses pengajuan hanya dilakukan melalui aplikasi, maka limit yang didapatkan pun tidak terlalu besar, hanya untuk berbelanja di platform e-commerce saja. Bagi Anda yang tergoda untuk menggunakan fitur ini, sebaiknya gunakan dengan bijak dan hitung kemampuan bayar di kemudian hari agar tidak terjebak dengan utang kredit.

Setiap platform pembayaran digital memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Meski banyak platform lainnya selain yang disebutkan di atas, kelima platform tersebut paling banyak bekerja sama dengan merchant sehingga mudah untuk digunakan di mana saja. Sebagai konsumen, Anda bisa memilih penyedia digital payment sesuai dengan keuntungan yang ditawarkannya yang dapat berupa diskon, jumlah merchant, dan kemudahan isi ulang atau top up.

Sementara sebagai pebisnis, Anda perlu menentukan platform digital payment yang paling mudah digunakan bagi pelanggan. Sebaiknya, pelajari masing-masing cara pembayaran, cara pencairan, laporan, hingga cara refund agar Anda bisa mengatasi jika terjadi persoalan. 

Lebih baik lagi jika digital payment disediakan oleh bank karena sudah memiliki reputasi yang terkenal baik. Urusan pengumpulan dana pun akan lebih mudah jika Anda sudah menjadi nasabah bank tersebut sebelumnya. 

Mengenal QRIS, Kode QR Milik Indonesia untuk Pembayaran Online

Belakangan ini, layanan keuangan di Indonesia mulai memperkenalkan QRIS, yaitu kode QR Indonesia yang sudah terstandarisasi. Sejak tahun 2019, setiap penyedia jasa layanan pembayaran digital perlu mengadopsi QRIS untuk bertransaksi. 

Pada dasarnya, QRIS sama dengan kode QR biasa yang merupakan salah satu bentuk payment gateway, namun dilakukan lintas platform dan mengikuti standar Indonesia. Terdapat dua jenis QRIS, yaitu statis dan dinamis. 

QRIS dianggap lebih aman terutama untuk transaksi di bawah Rp2 juta. Sementara untuk penjual atau merchant, penggunaan QRIS untuk pembayaran digital lebih menguntungkan karena biaya layanan yang rendah yaitu sekitar 0.7% per transaksi. Angka tersebut tentu lebih murah dibandingkan dengan transaksi menggunakan gateway seperti Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dengan biaya layanan sebesar 1%.

Secara bertahap, para penyedia layanan digital payment dan e-commerce diharapkan segera mengadopsi penggunaan QRIS yang terstandarisasi pada setiap transaksi. 

Menyediakan Pilihan Pembayaran Digital pada Situs Sendiri

Jika Anda masih berjualan di situs atau platform e-commerce, Anda bisa dengan mudah menentukan pembayaran digital mana saja yang bisa diterima. Pembeli bisa melakukan pembayaran melakukan cara apa pun, dan Anda tinggal menerimanya melalui akun digital payment setelah transaksi terverifikasi oleh bank dan Anda sebagai penjual.

Lain halnya kalau Anda membangun website e-commerce sendiri. Anda perlu menentukan metode pembayaran apa saja yang bisa diterima di website. Sebelumnya, pastikan perusahaan atau toko online sudah memiliki akun resmi di aplikasi pembayaran digital. Dengan begitu, pengguna atau pembeli juga bisa lebih mempercayai sistem penjualan di website Anda. 

Untuk membantu Anda dengan hal tersebut, sebagai software house, Software Seni menawarkan website development  untuk toko online dengan sistem pembayaran yang beragam. Dengan begitu, Anda bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Kelebihan memiliki website toko online sendiri adalah:

1. Lebih dipercaya oleh pelanggan.

Terlebih jika berhubungan dengan keaslian produk. Jika Anda menggunakan website sendiri, pelanggan tidak perlu khawatir akan mendapatkan produk tiruan.

2. Tawaran promosi tidak akan tertumpuk oleh penjual lain.

Promosi di situs e-commerce umum dilakukan secara serentak. Jadi, walaupun sudah melakukan promosi berupa potongan harga, terkadang promosi tersebut tidak masuk di laman utama sehingga pelanggan tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai promosi toko Anda. 

3. Toko Anda terlihat lebih profesional.

Karena membuat akun e-commerce umum tergolong cukup mudah, maka sulit untuk menjadikanya representasi dari toko atau usaha Anda. Ini artinya, Anda bisa dengan mudah menentukan model promosi yang akan dilakukan.

4. Anda bisa menciptakan sistem pembayaran yang lebih aman.

Bekerja sama dengan sejumlah bank dan penyedia pembayaran digital, Anda bisa menciptakan sistem pembayaran tersendiri atau menggunakan yang sudah ada. 

5. Layanan purnajual atau aftersales bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

Walaupun pengguna tetap bisa melakukan komplain melalui platform e-commerce, Anda dapat menjawab dengan lebih leluasa dan menawarkan solusi jika transaksi dilakukan di toko online sendiri.

6. Stok barang di website bisa terintegrasi dengan inventaris perusahaan.

Pada rekap harian, Anda bisa langsung mengecek jumlah stok barang dan jumlah transaksi yang terjadi setiap harinya. Hal ini tentunya akan memudahkan laporan harian penjualan. 

7. Anda bisa lebih memantau lalu lintas pendatang website. 

Website memiliki perangkat analisis tersendiri. Inilah mengapa Anda dapat melihat demografi pengunjung website terutama yang membeli produk Anda. Hal ini nantinya berfungsi ketika Anda ingin memasang iklan atau melakukan riset pasar.

8. Database pengunjung website bisa disimpan dan digunakan sebagai alat analisis pasar. 

Analisis pasar dapat mengubah model transaksi hingga membantu Anda melakukan inovasi pada produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kesimpulan Penggunaan Digital Payment untuk Bisnis

Dengan banyaknya layanan offline yang terbatas aktivitasnya selama pandemi, berpindah ke layanan online menjadi pilihan yang terbaik. Para pebisnis dituntut untuk beradaptasi dengan cepat dan memikirkan versi daring dari usahanya. Penjualan yang biasanya lebih gencar dilakukan di toko, kini harus lebih intens beriklan secara online. 

Pengusaha makanan perlu memikirkan sistem kemasan yang aman agar produknya bisa dijual secara pesan – antar, tempat kursus dan sekolah beralih ke pembelajaran daring, dan lainnya. 

Ke depannya, keberadaan platform e-commerce, media sosial, dan website akan semakin dibutuhkan. Kalau digabungkan dengan penggunaan portal digital payment yang mumpuni, bisa jadi pelanggan akan lebih nyaman bertransaksi di website Anda, bukan e-commerce umum lainnya. 

Menggunakan website toko online sendiri juga memberikan Anda ruang yang lebih bebas untuk membuat program penjualan. Misalnya saja memberikan gratis ongkos kirim, atau mengeluarkan produk sesuai dengan kemauan dan karakteristik pelanggan Anda. 

Bagaimana? Sudah siap dengan perpindahan ke digital payment?

Perubahan ini tentunya akan berdampak kepada fitur-fitur yang ada pada website dan aplikasi perusahaan. Namun jangan khawatir, SoftwareSeni siap membantu Anda dalam mengintegrasikan fitur-fitur tersebut kepada website atau aplikasi anda. Klik tautan ini untuk melihat proyek-proyek yang sudah sukses dikerjakan oleh SoftwareSeni.

Jika berminat dengan jasa dari SoftwareSeni, segera klik tautan ini untuk memulai kolaborasi!



FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577