Go Mobile, Raih Kesempatan untuk Meningkatkan Penjualan dengan Aplikasi Mobile (Mobile App)

Go Mobile, Raih Kesempatan untuk Meningkatkan Penjualan dengan Aplikasi Mobile (Mobile App)

by
Ahid Maulana
October 7, 2021

Disadari atau tidak, teknologi memegang peranan penting dalam menentukan arah bisnis di era pasar bebas seperti saat ini, dan salah satu teknologi yang berkembang sangat cepat adalah teknologi mobile.

Pamor teknologi mobile mulai berkembang, semenjak banyak pabrikan handphone mengadopsi sistem operasi Android sebagai sistem utama untuk mengoperasikan handphone mereka, yang kemudian lebih kita kenal dengan istilah smartphone.

Tren Perkembangan Teknologi Mobile

Semakin populernya teknologi mobile, berimbas pada kebutuhan pasar dan industri yang terus meningkat. Hal ini yang kemudian mendorong terciptanya teknologi / library / framework mobile baru, sebagai support bagi para developer dalam menciptakan aplikasi mobile yang dapat berjalan di sistem operasi, Android maupun iOS.

Setidaknya ada 3 teknologi yang tengah popular di tengah pasar dan industri sebagai solusi untuk kebutuhan dalam development aplikasi mobile. Adapun teknologi tersebut adalah

image by crowdforthink

React Native

React Native adalah Library besutan Facebook yang diperuntukan untuk membangun aplikasi mobile, baik Android maupun iOS hanya dengan menggunakan satu codebase. React Native juga dianggap sebagai Library yang mudah digunakan untuk membangun aplikasi mobile, semudah Anda membangun Web App. Hal inilah yang mendorong mengapa teknologi React Native berkembang sangat cepat, selain mudah, aplikasi yang dibuat pun cenderung lebih stabil dan scalable seperti halnya Anda membangun aplikasi dengan menggunakan Java (Android) ataupun Obj-C (iOS).

React Native sebagian besar menggunakan Javascript untuk membangun aplikasi mobile. Tidak seperti Phonegap, code javascript yang di-code dengan React Native tidak ditampilkan menggunakan webview, sehingga membuat aplikasi mobile tidak terasa native atau lelet. React Native juga menggunakan teknik bridging, sehingga code Javascript di bridge ke Java (untuk Android), dan ke Obj-C (untuk iOS) sehingga aplikasi yang dibangun dengan React Native, terasa benar - benar cepat.

Keuntungan: Relatif mudah dipelajari, performa yang cukup baik, dan terbukti telah digunakan di banyak perusahaan besar

Kelemahan: Sedikitnya Widget official, yang mana hal ini bisa merupakan hal yang baik maupun buruk. Contohnya ketika Anda melakukan update terlalu cepat versi React Native, terkadang ada beberapa plugin yang menjadi tidak compatible, hal ini tentu akan menjadi sebuah big issue jika dalam suatu aplikasi, plugin itulah yang menjadi plugin utama dalam aplikasi tersebut.

image by origogi

Flutter

Merupakan yang dibesut langsung oleh Google, yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman bernama “Dart”. Sama halnya dengan React Native, Flutter tidak menggunakan WebView seperti halnya Phonegap, melainkan Real Native Experience.

Selain itu Flutter juga digandang - gadang memiliki performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan React Native. Hal ini dikarenakan bahasa pemrograman Dart sebagai basis bahasa teknologi Flutter bisa langsung mengakses Native Widget OS tanpa melalui OEM Widget ataupun tanpa teknik Bridging seperti halnya React Native yang membutuhkan Java atau Obj-C untuk mengakses Native Widget tersebut.

Kelebihan: secara default Flutter menyediakan widget official yang bagus, sehingga untuk membangun UI/UX untuk aplikasi mobile menjadi lebih terstandar.

Kelemahan: Learning Curve yang cukup dalam, minimal Anda harus mengerti konsep dasar pemrograman dengan baik terutama OOP.

image by avengering

Progressive Web App (PWA)

Progressive Web App atau lebih dikenal sebagai PWA, sebenarnya merupakan aplikasi web seperti pada umumnya, namun PWA lebih menonjolkan untuk tampilan mobile. Perbedaan mendasar Web App biasa dengan PWA adalah terletak pada load time dan offline experience untuk penggunanya.

Dengan menggunakan bantuan Service Worker, Anda dapat menyimpan script html, css,dan juga javascript Anda pada sebuah cache, sehingga ketika user sudah mengakses sekali aplikasi PWA, maka user tidak perlu me-load dari awal lagi untuk script html, dan css pada halaman yang sudah diakses sebelumnya. Inilah yang menyebabkan aplikasi PWA terasa cepat jika diakses, dibandingkan dengan Web App pada umumnya.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan localstorage atau apapun itu untuk menyimpan data user yang sudah pernah diakses melalui REST API untuk meningkatkan lagi performa dari PWA ini, sehingga tidak perlu berulang - ulang mengakses REST API atau saat kondisi offline.

Pada Android sendiri, Aplikasi PWA bisa ditambahkan pada halaman Homescreen seperti halnya menambahkan widget atau icon aplikasi pada umumnya. Hal ini dimaksudkan agar user mudah mengakses aplikasi PWA dan memberi kesan yang positif untuk pengalaman pengguna

Pada Android, PWA ini bisa ditambahkan ke Home Screen untuk mempermudah akses aplikasi, sehingga aplikasi serasa telah didownload dari playstore. Maybe gambar di bawah akan memperjelas maksud saya.

Ada beberapa teknologi yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah proses development aplikasi PWA.

  1. Nuxt, merupakan library yang menggunakan vue.js untuk mendevelop PWA dengan mudah.
  2. React PWA, merupakan tool yang akan mempermudah Anda dalam mendevelop aplikasi PWA karena selain by default menyimpan code html, css dan js Anda via Service Worker, React PWA juga support untuk kebutuhan SEO (Search Engine Optimization).

Kelebihan: tanpa melakukan instalasi aplikasi via Playstore atau Appstore, user sudah bisa mendapatkan pengalaman native mobile seperti yang bisa kita dapatkan melalui aplikasi native pada umumnya

Kelemahan: Fitur “Add to Home screen” untuk saat ini hanya ada di Android.

Tren E-Commerce, Aplikasi Mobile dan Perubahan Behavior User

Teknologi mobile yang berkembang sangat cepat, membuat banyak pabrikan menciptakan smartphone yang terjangkau sebagai salah satu lini bisnis mereka. Sebut saja Xiaomi, Realme, Vivo, Oppo dan bahkan Samsung juga ikut meramaikan pasar smartphone “murah” demi menjangkau semua lapisan masyarakat.

Hal ini secara tidak langsung berdampak pada perubahan behavior user yang semakin hari semakin “dimanjakan” dengan berbagai layanan yang bisa diakses oleh mereka, hanya dengan menggunakan smartphone

Perubahan behavior user atau minat dan perilaku user inilah yang kemudian menciptakan tren baru di tengah masyarakat, terutama perilaku belanja masyarakat. Banyak masyarakat yang kemudian beralih dari berbelanja di toko offline (konvensional) menjadi belanja di toko online.

Bak gayung bersambut, adanya tren belanja baru di tengah masyarakat ini memicu para pebisnis untuk ramai - ramai menciptakan toko online mereka, demi meraup pelanggan yang lebih banyak. 

Apalagi dengan semakin berkembangnya platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, JD ID yang menyajikan berbagai penawaran menarik bagi user, yang membuat user semakin dimanja dengan banyaknya pilihan, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Tren eCommerce kemudian mencapai puncaknya ketika pandemi Covid19 menghantam semua sektor kehidupan, tidak terkecuali pada sektor bisnis dan sosial. Adanya Covid19, membuat perubahan perilaku masyarakat semakin diakselerasi dan semakin radikal. 

Ruang gerak masyarakat yang dibatasi karena adanya pandemi Covid-19, menciptakan peluang baru bagi para pebisnis untuk menyediakan layanan untuk kebutuhan masyarakat, seperti berbelanja tanpa harus keluar rumah.

Dari sinilah tren aplikasi mobile eCommerce atau toko online semakin memuncak, semakin cepatnya perkembangan teknologi, perubahan minat dan perilaku yang diakselerasi, ditambah pandemi covid-19 menjadi faktor utama memuncaknya tren tersebut.

Lalu bagaimana dengan bisnis Anda? Apakah tertarik untuk meramaikan tren aplikasi mobile untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan penjualan? 

Perlu Anda garis bawahi, bahwa ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi dengan melakukan transformasi digital pada bisnis Anda, tidak ada yang namanya garansi kesuksesan setelahnya. 

Selain itu untuk membuat sebuah aplikasi mobile yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda bukanlah perkara yang mudah dan murah. Oleh karena itu Anda perlu mematangkan strategi bisnis Anda, sebelum akhirnya memutuskan untuk mentransformasi digital bisnis Anda.

Bagaimana Membuat Membuat Aplikasi Mobile eCommerce Sesuai dengan Kebutuhan Bisnis Anda?

Jika Anda sudah memutuskan untuk mentransformasi digital bisnis Anda dengan segala resiko yang ada, dengan “imbalan” adanya potensi bisnis Anda semakin berkembang, dan mendapatkan omset bisnis yang lebih besar lagi, setidaknya ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membuat aplikasi mobile.

Riset Pangsa Pasar Bisnis Anda

Memang benar pengguna internet di Indonesia semakin meningkat di setiap tahunnya. Pada tahun 2021 awal menunjukan adanya peningkatan sebesar 15,5% dengan jumlah pengguna sebesar 27 juta. Pengguna media sosial juga mengalami peningkatan yang lumayan signifikan pada tahun 2021 menjadi 170 juta pengguna.

Namun Anda tetap harus memastikan apakah pangsa pasar yang Anda bidik sejalan dengan model bisnis yang Anda kembangkan, jika iya maka Anda bisa mendapatkan potensi besar untuk mengembangkan bisnis Anda dengan membuat aplikasi mobile.

Baca Juga: Model Bisnis eCommerce yang Mungkin Sejalan dengan Goal Bisnis Anda

Pahami Behavior Calon Konsumen Anda

Poin selanjutnya adalah Anda harus memahami behavior user yang Anda bidik sebagai calon konsumen bisnis Anda. Memang tidak mudah, setidaknya Anda perlu melihat data yang telah dikumpulkan, kemudian ambil kesimpulan dari data tersebut sebelum akhirnya memutuskan akan membuat aplikasi mobile untuk bisnis Anda atau tidak.

Selain itu, dengan mengetahui behavior calon konsumen Anda, Anda bisa menyediakan aplikasi mobile yang tepat guna bagi calon konsumen Anda, sehingga biaya yang digunakan untuk membangun aplikasi mobile tidak terbuang percuma dan yang terpenting konsumen Anda memiliki pengalaman yang menyenangkan dan menarik ketika menggunakan aplikasi mobile yang Anda bangun.

Menggunakan Jasa Software House Terbaik

Jika Anda telah memutuskan untuk membangun sebuah aplikasi mobile, artinya Anda harus memiliki divisi IT untuk membangun aplikasi tersebut. Lantas bagaimana jika Anda belum memiliki divisi IT pada perusahaan Anda sekarang? Menggunakan jasa software house bisa jadi salah satu solusi terbaik untuk mempercepat digitalisasi bisnis Anda.

Namun Anda harus selektif ketika memilih software house untuk membangun aplikasi mobile yang Anda inginkan. Mengapa? Pastikan Anda aware terhadap privasi dan data rahasia Anda, jika memang harus memilih software house, pilihlah software house dengan compliance terbaik yang dapat menjaga kerahasian data perusahaan Anda.

Softwareseni adalah salah satu software house dengan compliance terbaik yang ada di Indonesia. Softwareseni juga merupakan perusahaan konsultasi IT yang melayani jasa pembuatan software, maintenance website, dan aplikasi. Berawal dari 2013 dengan klien Australia dan berkembang ke berbagai negara hingga di 2017, Softwareseni mulai bekerja dengan perusahaan Indonesia.

Mengapa Harus SoftwareSeni?

Berstandar Internasional

Selain di Indonesia, SoftwareSeni juga memiliki Office di luar negeri, tepatnya di Sydney, Australia. Dengan standar internasional tersebut, SoftwareSeni telah memenuhi berbagai kebutuhan dan membantu menyelesaikan permasalahan digital dari berbagai client.

Tim yang Solid, Besar dan Profesional

Terhitung per 2021, SoftwareSeni memiliki lebih dari 190 staff profesional yang ahli di setiap bidangnya, sehingga apapun kebutuhan digital perusahaan anda, SoftwareSeni siap untuk memenuhinya.

Service yang Beragam

SoftwareSeni memiliki banyak service yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan digitalisasi perusahaan anda. Desain Grafis, User Experience, Customer Service and Support, Application Development, hingga Wordpress & Plugin Development merupakan servis - servis pilihan yang tersedia di SoftwareSeni Indonesia.

Model Kerjasama yang Bisa Disesuaikan

SoftwareSeni memiliki model kerjasama yang beragam sehingga anda memiliki banyak opsi yang anda bisa sesuaikan dengan kebutuhan bisnis anda.

Seat Outsourcing (Staf yang berdedikasi khusus untuk project anda), Ad Hoc (Tim yang siap sedia untuk request satuan anda), dan Project-based (Tim professional untuk menyelesaikan target project anda) merupakan model kerjasama yang tersedia di SoftwareSeni.

Telah Dipercaya oleh Perusahaan - perusahaan Besar Indonesia

Integritas SoftwareSeni dan profesionalitas tim yang ada di dalamnya, membuat SoftwareSeni banyak dipercaya oleh perusahaan - perusahaan besar di Indonesia, sebut saja Traveloka, Angkasa Pura, Astra Internasional, Canny Class, Museum Kepresidenan Yogyakarta dan masih banyak perusahaan besar lainnya yang mempercayakan kebutuhan digitalisasi perusahaan mereka pada SoftwareSeni

Jadi, apakah Anda tertarik untuk membangun aplikasi mobile bersama Softwareseni?

FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577