Ingin Mendirikan Startup di Indonesia? Hindari 10 Kesalahan Ini!

Ingin Mendirikan Startup di Indonesia? Hindari 10 Kesalahan Ini!

by
Ahid Maulana
August 3, 2021

Seiring dengan kian banyaknya jumlah startup di Indonesia, istilah ini pun tentu tak asing lagi. Meski demikian, mungkin sebagian orang hanya mengenal istilah tanpa tahu arti atau makna dari kata tersebut. Umumnya, mereka mengartikan startup sebagai perusahaan yang baru dirintis dan bergerak di bidang teknologi internet atau digital. 

Secara harfiah, istilah startup berasal dari kata serapan bahasa Inggris (start-up) yang berarti tindakan untuk memulai sebuah usaha bisnis. Jadi, startup bisa diartikan sebagai sebuah perusahaan baru yang masih pada tahap rintisan untuk berkembang dalam menemukan pasar. 

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa karakteristik startup yang penting untuk Anda ketahui: 

  • Memiliki usia yang relatif muda, yakni sekitar 1-3 tahun
  • Perusahaan masih dalam rintisan dan memiliki sedikit karyawan 
  • Perusahaan masih dalam tahap berkembang
  • Perusahaan umumnya beroperasi di bidang teknologi 
  • Biasanya mengeluarkan produk dan dikelola dalam bentuk digital atau aplikasi
  • Pengoperasian layanan menggunakan website

Sekilas, bisnis startup memang identik dengan dunia teknologi dan internet. Meski sebenarnya, cakupannya pun lebih luas dari itu, yakni meliputi; bidang ekonomi, jasa, pertanian, pariwisata, pendidikan, hiburan, atau lainnya. 

Perkembangan Startup di Indonesia 

Di era digitalisasi Industri 4.0 saat ini, perkembangan bisnis startup di Indonesia bisa dibilang cukup menggembirakan. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan yang signifikan meski juga tidak memungkiri adanya perusahaan startup yang gagal di masa awal perintisan. Hal yang sebenarnya cukup wajar mengingat telah terdapat lebih dari 1.500 startup lokal yang terus berkembang dan bersaing. 

Cerahnya prospek startup di Indonesia ini sebenarnya juga tidak lepas dari tingginya antusiasme masyarakat dalam penggunaan internet. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada tahun 2020 telah terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 196,7 juta pengguna dari tahun sebelumnya yang hanya 171,2 juta. 

Data tersebut juga diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan internet, serta kian mudahnya mereka untuk mengaksesnya. Oleh karenanya, tak heran jika prospek bisnis ini terbilang cukup menggiurkan nan potensial. 

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis startup yang perkembangannya terbilang pesat serta memiliki pangsa pasar cukup besar, yakni:

1. Startup Game

Mengingat jumlah peminat game di Indonesia yang cukup besar, tak heran jika prospek startup di bidang ini pun relatif cerah. Dunia game yang tidak mengenal batasan usia ataupun ekonomi, menjadikan startup ini tidak akan sepi peminat. Hal-hal yang berkaitan dengan mobile app development pun menjadi sesuatu yang kian menarik untuk dipelajari.  

2. Startup Edukasi

Tak jauh beda dengan dunia game, startup edukasi pun memiliki pangsa pasar dari berbagai golongan tanpa batasan usia ataupun ekonomi. Menyajikan berbagai informasi menarik dan edukatif, tentunya akan sangat bernilai bagi para pelanggan.

3. Startup Perdagangan atau e-commerce

Startup di bidang perdagangan juga sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Beragam jenis e-commerce seperti Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan lainnya telah terbukti mampu membantu masyarakat berbelanja tanpa harus pergi ke pusat perbelanjaan. Anda tak perlu lagi repot-repot pergi ke luar rumah, cukup gunakan aplikasi, dan barang yang diinginkan telah bisa didapatkan. 

Satu kesamaan di antara ketiga jenis startup tersebut adalah kebutuhan untuk membuat aplikasi, entah itu web app ataupun mobile app. Umumnya, perusahaan startup memilih untuk membuat aplikasi menggunakan jasa software house. SoftwareSeni merupakan software house yang aman, terpercaya, dan berstandar internasional. Jadi, percayakan pembuatan aplikasi anda kepada SoftwareSeni.

Nah, ada apa sih dengan ketiga jenis startup tersebut? Well, ketiga jenis startup ini memang terbilang lebih potensial dibanding yang lain. Namun, bukan berarti startup bidang lainnya tidak bisa berkembang dan bersaing. Karena sebenarnya, kegagalan sebuah bisnis startup di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa potensial bidangnya, melainkan oleh banyak faktor kesalahan yang dilakukan. Apa saja? Yuk, simak uraian lengkapnya berikut.

10 Kesalahan yang Harus Dihindari Ketika Mendirikan Startup

Sebelum membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi ketika mendirikan Startup, ada baiknya para pendiri startup mengerti arah dari perusahaan tersebut nantinya; apakah teknosentris ataukah konsumensentris. Hal tersebut diperlukan agar perusahaan memiliki arah yang jelas.

Well, sebenarnya, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kegagalan, entah itu yang bersifat internal maupun eksternal. Namun umumnya, faktor internal lebih berpengaruh karena ini berhubungan dengan strategi dan manajemen. Termasuk, adanya beragam kesalahan yang sering kali dilakukan di masa awal perintisan startup. Berikut beberapa di antaranya:

1. Tidak Memiliki Visi Misi yang Jelas

Dalam memulai bisnis startup, langkah pertama yang harus diperhatikan adalah visi dan misi perusahaan. Hal ini penting, karena jika startup berjalan tanpa adanya visi dan misi yang jelas, maka Anda akan kebingungan untuk memulai bisnis. Anda juga akan kesulitan menghadapi berbagai masalah dan tantangan, hingga akibatnya target pasar akan tumbang dikalahkan oleh para pesaing. Ingat, visi dan misi perusahaan ibarat fondasi atau akar yang harus kokoh nan kuat, agar kedepannya laju bisnis bisa lebih mudah dan lancar. 

2. Tidak Memiliki Rencana Pertumbuhan

Selain visi misi, adanya business plan juga penting guna mengawal proses pertumbuhan bisnis startup. Bagaimanapun, mendirikan bisnis bukan hanya soal memulai sebuah usaha, tetapi juga tentang bertahan dan target jangka panjang. Hal ini juga sering diabaikan oleh para pebisnis startup yang menganggap bahwa persoalan tersebut bisa dipikirkan sambil lalu bisnis berjalan. 

Akibatnya, bisnis cenderung berjalan di tempat karena ketidaksiapan konsep dan rencana jangka panjang. Bahkan, kemungkinan terburuk, bisnis bisa terancam gagal karena ketidaksiapan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Tentu, ini akan berbeda jika Anda telah memiliki konsep dan rencana yang matang. Selain pertumbuhan dan perkembangan bisnis lebih terarah serta terencana, Anda juga akan lebih paham dan siap terkait manajemen risiko. 

3. Kurangnya Modal Awal

Memulai sebuah bisnis memang tak bisa lepas dari urusan modal. Begitu pun ketika mendirikan startup yang tentu membutuhkan modal tidak sedikit. Tidak bisa dimungkiri, bahwa besar kecilnya modal turut berpengaruh terhadap perkembangan bisnis. Startup dengan modal minim tentu perkembangannya tidak akan sama dengan mereka yang bermodal cukup atau bahkan besar. Karena nyatanya, kurangnya modal awal memang bisa menjadi faktor penghambat di masa awal perintisan. 

Namun tentunya, besar kecilnya modal ini juga harus diimbangi dengan kemampuan manajemen keuangan yang baik. Tak lain, agar uang bisa digunakan sebagaimana mestinya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. 

4. Tidak Fokus pada Satu Bidang

Hal yang sebenarnya simpel, tetapi seringkali diremehkan adalah tidak fokus pada satu bidang. Selama ini, banyak pebisnis startup yang gagal di masa awal perintisannya adalah karena mereka menjamah atau menekuni terlalu banyak bidang. Mereka beranggapan bahwa semakin banyak bidang yang ditekuni, maka jangkauan pasar akan semakin luas. Padahal, belum tentu demikian. 

Mengelola satu bidang saja Anda harus menghadapi persaingan yang ketat, apalagi jika banyak bidang. Yang ada, fokus menjadi terbagi dan cenderung setengah-setengah, hingga akhirnya startup yang belum berdiri kokoh itu pun harus tumbang. Tentu, Anda tidak ingin hal itu terjadi, bukan? 

Karenanya, fokuslah terlebih dulu pada satu bidang. Tekuni dengan baik, lakukan riset pasar yang optimal, kembangkan produk dengan beragam inovasi, dan beri layanan prima bagi para pelanggan. Niscaya, bisnis startup pun akan mulai dikenal dan kesuksesan bisa diraih. 

5. Tidak Memahami Pasar dan Target Konsumen

Kesalahan yang juga sering kali dilakukan oleh para pebisnis startup adalah abai terhadap kebutuhan pasar dan konsumen. Mereka tidak melakukan riset pasar terlebih dulu guna mengetahui apa saja yang tengah dibutuhkan oleh masyarakat atau target konsumen. Akibatnya, bisnis pun tidak berkembang karena ditinggalkan oleh calon pelanggan. 

Karenanya, sebelum mendirikan sebuah usaha atau bisnis, riset pasar sangat penting untuk dilakukan. Ketika Anda bisa menemukan sesuatu yang memang menjadi kebutuhan atau yang diinginkan oleh target konsumen, niscaya bisnis bisa berkembang dengan baik. 

6. Terlalu Memanjakan Investor 

Keberadaan investor memang sangat penting dalam sebuah bisnis. Apalagi, untuk bisnis startup yang memang membutuhkan suntikan dana atau modal di masa awal perintisannya. Memang, tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Hanya saja, sering kali urusan pendanaan ini turut berimbas pada pengistimewaan si penyumbang modal.

Pebisnis cenderung memanjakan investor dengan menuruti semua keinginan mereka. Termasuk kaitannya dengan ide-ide atau strategi yang berhubungan dengan jalannya bisnis. Jika hal tersebut berdampak positif, tentu tidak menjadi masalah. Yang dikhawatirkan, jika ide-ide atau keinginan tersebut cenderung tidak masuk akal atau justru bertentangan dengan kebutuhan pasar atau target konsumen. Tentu, hal ini bisa berdampak buruk pada bisnis Anda.

Jadi, alangkah baiknya jika Anda mencari investor yang memang satu visi agar bisa berjalan beriringan membangun bisnis. Serta, usahakan tetap kedepankan kebutuhan konsumen karena merekalah pengguna jasa atau layanan Anda. Caranya, tentu dengan melakukan riset pasar yang optimal. 

7. Waktu Peluncuran Produk 

Kesalahan berikutnya yang sering kali dilakukan para pebisnis startup di indonesia, adalah terlalu terburu-buru memperkenalkan layanan atau produk ke pasaran. Padahal, layanan atau produk masih belum siap dan layak untuk dipasarkan. Hal ini tentu bisa berakibat fatal karena bisa merusak kesan pertama produk di mata konsumen. Akibatnya, konsumen tidak lagi minat untuk membeli dan kemudian meninggalkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Jika ini terjadi, kemungkinan besar produk atau jasa startup Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor lain. 

Begitu pula dengan peluncuran produk yang terlalu lambat akan berdampak pada kalahnya bersaing karena milik para kompetitor telah lebih dulu masuk ke pasaran. Apalagi, jika produk tersebut diterima dengan baik dan berhasil mengambil hati para konsumen. Alhasil, produk Anda yang baru muncul di pasaran tidak lagi menarik minat masyarakat. 

Oleh karenanya, diperlukan perencanaan yang matang,  tak hanya dalam penciptaan suatu produk, kualitas, dan harga, tetapi juga waktu yang tepat untuk melakukan peluncuran produk.

8. Promosi Produk yang Asal-Asalan

Tak bisa dimungkiri bahwa promosi juga merupakan ujung tombak sebuah bisnis. Terlebih, bagi bisnis startup yang notabenenya baru dirintis sehingga sangat perlu untuk diperkenalkan ke khalayak ramai. Sayangnya, hal ini sering kali dikesampingkan sehingga yang ada hanyalah media dan konten promosi asal-asalan. Tak ayal, konten promosi cenderung membosankan dan tidak mampu menarik minat masyarakat untuk membeli atau menggunakan layanan Anda. Agar hal tersebut tidak terjadi, buatlah konsep yang bagus nan kreatif guna mempromosikan produk atau layanan startup.

9. Mempekerjakan Orang yang Salah

Di awal merintis sebuah bisnis, utamanya startup, kekompakan tim juga merupakan hal penting. Fakta menunjukkan, beberapa startup di Indonesia gagal karena kualitas dan kekompakan tim yang buruk. Entah karena adanya karyawan yang tidak kompeten atau karena kinerja yang kurang optimal. 

Jadi, demi kelancaran bisnis Anda, usahakan carilah karyawan yang kompeten di segala bidang guna menunjang perkembangan startup. Selain itu, pastikan bahwa mereka juga bisa menjadi tim yang solid, kompak dan terpercaya. 

10. Tidak Bisa Beradaptasi

Terakhir, kesalahan yang juga sering dilakukan oleh pebisnis startup di Indonesia adalah tidak beradaptasi. Maksud dari beradaptasi di sini adalah menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi pasar. Jadi, meski di awal, perusahaan telah merancang dan menetapkan visi misi, target plan, strategi, dan berbagai konsep lain, bukan tidak mungkin di tengah perjalanan ada sesuatu yang harus diubah menyesuaikan dengan keadaan. 

Misal, ketika model bisnis yang dirancang sebelumnya dirasa kurang cocok sehingga perlu diganti atau diperbarui. Dengan begitu, bisnis bisa lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai kondisi. Beda halnya jika startup Anda tidak beradaptasi, ketika ada masalah ketidakcocokan pada suatu konsep yang direncanakan, hal tersebut bisa menjadi pintu kebangkrutan bisnis. 

8 Tips Sukses Membangun Bisnis Startup

Merintis sebuah usaha bisnis memang bukan perkara mudah. Ada banyak tantangan dan hambatan yang akan hadir, sehingga dibutuhkan kesungguhan dan mental yang kuat. Bagaimanapun, sukses tidaknya bisnis startup sangat ditentukan oleh kesungguhan Anda dalam mengembangkan usaha tersebut. Utamanya di masa awal perintisan, ketika Anda masih harus membangun fondasi, menciptakan pasar, melebarkan jejaring, dan melakukan branding

Tak perlu risau, berikut beberapa tips sukses mendirikan bisnis startup yang penting untuk Anda ketahui:

1. Temukan Ide yang Brilian

Ada banyak orang yang memiliki keinginan untuk berbisnis, tetapi mereka tidak tahu hendak bergelut di bidang apa atau harus mulai dari mana. Jika Anda juga mengalami hal demikian, yang perlu dilakukan adalah cari dan temukan ide brilian. Tak perlu jauh-jauh, ide tersebut sebenarnya bisa ditemukan dari sekitar. 

Coba perhatikan lingkungan sekeliling, lihat apa yang sering kali menjadi masalah atau yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Solusi yang mereka butuhkan sebenarnya adalah ide brilian untuk dikembangkan. Jika masih ragu, cobalah berpikir lebih luas lagi tentang apa yang sekiranya dibutuhkan oleh banyak orang dan masih belum banyak pesaing. Di sini, Anda harus paham bahwa kebutuhan pasar adalah penentu utama sukses tidaknya sebuah bisnis. Tak peduli sebagus apa pun ide, tetapi pasar tidak membutuhkan itu, semuanya akan sia-sia. 

Jadi, usahakan temukan ide brilian yang bersumber dari kebutuhan pasar. Setelah menemukannya, lakukan analisis lebih mendalam terkait strategi, inovasi, dan konsep-konsep lain untuk mewujudkannya menjadi sebuah bisnis. Tetapi ingat, di sini, Anda juga harus mengedepankan sikap realistis agar analisis SWOT bisa lebih objektif. 

2. Bangun Tim yang Solid dan Jaga Kekompakan Tim

Berdasarkan data dari cbinsight.com, sekitar 13% perusahaan startup di Indonesia mengalami kegagalan karena faktor perpecahan tim. Nyatanya, kualitas dan kekompakan tim memang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah startup. Itulah mengapa, penting bagi Anda untuk membangun tim yang solid dan kompak. 

Memang, dalam perjalanan sebuah bisnis, masalah dan kesalahan dalam tim pasti akan terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana Anda bisa terus belajar mengevaluasi kesalahan tanpa menghilangkan kekompakan dan keharmonisan tim. Dengan begitu, atmosfer kerja akan nyaman dan tim akan semakin kompak mengembangkan bisnis startup. Niscaya, kesuksesan pun bisa diraih. 

3. Fokus dan Sabar

Satu hal penting yang perlu Anda ingat adalah tak ada bisnis yang instan. Merintis sebuah bisnis pasti membutuhkan waktu, dan karenanya Anda harus fokus dan sabar. Tak perlu gegabah untuk bisa membangun bisnis dalam satu waktu, yang akhirnya justru membuat Anda terjerembab dan gagal. Ingat, persaingan dunia bisnis juga sangat kejam sehingga dibutuhkan fokus dan kehati-hatian. Jangan sampai Anda kehilangan fokus dan konsistensi hingga menyebabkan usaha tumbang. 

Lebih baik, fokuslah menekuni bisnis tersebut dan sabar menghadapi segala tantangan yang ada. Dengan kesabaran, ketekunan, inovasi, serta semangat juang tinggi inilah usaha Anda akan bertahan dan bahkan bisa merajai pasar. 

4. Produk dan Layanan yang Baik

Kesuksesan sebuah startup juga ditentukan oleh kualitas produk dan layanan. Seberapa bagus produk dan layanan yang diberikan akan menentukan apakah konsumen akan bertahan atau tidak. Karenanya, usahakan ciptakan produk atau layanan yang memang berkualitas. Untuk produk, buatlah prototype terlebih dulu untuk dikembangkan, sebelum akhirnya diproduksi massal dan turun ke pasar. Jangan lupa akan evaluasi, agar jika ada kekurangan bisa segera diperbaiki dan ditingkatkan.

Selain itu, pastikan Anda dan tim bisa memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggan. Dengarkan keluhan dan aspirasi mereka selama itu bisa meningkatkan kualitas startup. Dengan begitu, niscaya pelanggan akan tetap bertahan dan startup Anda akan semakin berkembang.

5. Buat Business Plan yang Baik

Keberadaan business plan juga tak boleh dikesampingkan. Bagaimanapun, dengan business plan, usaha startup Anda akan lebih terarah dan terencana. Business plan sendiri merupakan konsep rancangan tujuan perusahaan, yang akan menjadi arah perjalanan serta acuan mau dibawa kemana bisnis yang Anda kelola. 

Setidaknya, di sini, Anda harus paham mengenai produk apa yang akan diproduksi, siapa target pasar serta konsumen yang dituju, kapan produk dibutuhkan dan diluncurkan, serta bagaimana cara mengembangkan produk serta layanan. Setelah itu, atur sebaik mungkin strategi bisnis startup agar bisa bersaing dengan kompetitor.

6. Urus Legalitas Perusahaan Startup

Setelah berhasil membangun perusahaan startup dan menciptakan sebuah produk yang inovatif, segeralah daftarkan legalitas (perusahaan dan produk) kepada HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Hal ini penting guna melindungi produk, nama brand, atau yang lainnya, dari tindakan plagiasi yang bisa dilakukan oleh kompetitor. Dengan adanya hak paten ini, maka kompetitor tidak akan bisa mencuri ide atau meniru produk Anda. 

Pastikan pula, perusahaan startup telah memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) badan usaha agar perusahaan bisa legal secara hukum. Setidaknya ada 6 dokumen yang dibutuhkan, yakni; Akta pendirian usaha, NPWP badan usaha, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), TDP atau Tanda Daftar Perusahaan, Merek Dagang/Copyright, serta Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP). 

7. Buat Konten Promosi yang Kreatif

Kunci keberhasilan sebuah bisnis juga terletak pada strategi pemasaran. Bahkan, bisa dibilang hal ini cukup menentukan, karena dari sinilah calon konsumen akan mengenal produk atau layanan. Jika konten promosi menarik, tentu akan membuat target konsumen ingin membeli atau menggunakan layanan yang Anda tawarkan. Begitu pun sebaliknya. 

Jadi, usahakan buatlah konten-konten yang kreatif, dan promosikan melalui berbagai media. Entah itu media sosial, seperti Instagram, Facebook, atau YouTube, atau melalui media informasi lainnya. Anda juga bisa juga sesekali menampilkan testimoni pelanggan agar calon konsumen juga akan semakin yakin. Usahakan pula konten promosi selalu berubah agar tidak membosankan.

8. Pastikan Anda Mempunyai Tim Development yang Solid

Tidak bisa dipungkiri Tim Development memiliki peranan krusial dalam perkembangan sebuah startup. Sebuah startup akan berkembang dengan cepat jika mempunyai tim development yang solid, sehingga ide-ide “gila” anda dapat terwujud dalam bentuk produk.

Lantas bagaimana jika anda belum mempunyai tim development yang solid? Jawabannya adalah bekerjasama dengan pihak ketiga atau software house.

SoftwareSeni adalah salah satu software house terbaik di Indonesia. Mengapa demikian? SoftwareSeni menawarkan jasa pembuatan aplikasi yang didukung oleh developer-developer profesional dan berstandar internasional. Jadi, anda tidak perlu khawatir, proyek IT startup anda pasti akan selesai dengan sukses dan tepat waktu.

Belum yakin dengan SoftwareSeni? Klik tautan ini untuk mengetahui proyek-proyek yang sudah SoftwareSeni kerjakan. Semua proyek tersebut selesai tepat waktu dan hasil yang memuaskan. Jadi, percayakan pembuatan aplikasi anda kepada SoftwareSeni. Klik tautan ini untuk memulai proyek bersama SoftwareSeni.

Itulah beberapa hal yang penting untuk diketahui oleh Anda calon pebisnis. Semoga bermanfaat dan semoga sukses.



FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577