Fakta Menarik Tentang Digital Marketing Indonesia!

Fakta Menarik Tentang Digital Marketing Indonesia!

by
Rian Romadhon
October 4, 2021

Fakta Jumlah Pengguna Internet Indonesia

Tren jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama lembaga Survei Polling Indonesia pada tahun 2018-2019 menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 171,17 juta dari total populasi saat itu 264,14 juta jiwa atau sekitar 64,8%. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada pertumbuhan sebesar 10,12% atau sekitar 27,9 juta jiwa. 

Dari total data tersebut, provinsi terbanyak pengguna internet di Indonesia adalah Jawa Barat dengan lebih dari 35 juta orang. Disusul oleh provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing dengan sekitar 26 juta pengguna. Sedangkan wilayah dengan pengguna paling sedikit adalah Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Gorontalo. Jumlah di atas diperkirakan semakin bertambah di tahun 2020 mengingat adanya pandemi yang memaksa semua aktivitas beralih ke platform daring, termasuk untuk pekerjaan dan pendidikan. Sesungguhnya, ini adalah peluang yang tepat untuk Anda mulai beralih ke dunia digital marketing Indonesia sekarang.

Jika dicermati per segmen umur, penetrasi terbanyak pengguna internet Indonesia adalah kelompok umur 15-19 tahun dengan penetrasi 91%. Ini artinya dari total penduduk usia 15-19 tahun, 91% menggunakan internet. Sedangkan kelompok umur kedua terbanyak dengan penetrasi 88,5% adalah usia 20-24 tahun, dan yang ketiga adalah kelompok usia 25-29 tahun dengan penetrasi 82,7%. Fakta kelompok usia ini dapat menentukan strategi gaya pemasaran digital Anda jika hendak menyasar segmen tertentu.

Ada pula riset lain yang dilakukan oleh platform manajemen media sosial HootSuite dan agensi pemasaran sosial We Are Social, menyebutkan pengguna koneksi internet di perangkat mobile sekitar 338,2 juta pengguna atau 2x lebih banyak dibanding internet biasa. Angkanya naik 4,6% dibanding tahun sebelumnya. Total pengguna tersebut adalah 124% jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia. Bisa diambil kesimpulan bahwa satu penduduk bisa memakai internet mobile pada lebih dari satu alat. Perangkat mobile yang dipakai bisa berupa ponsel pintar atau tablet. Fakta ini tak boleh luput dari perhatian karena mobile app development kini memiliki peran penting dalam strategi menembus digital marketing Indonesia.

Fakta Jumlah Pengguna Media Sosial Indonesia

Selain penggunaan internet secara umum, media sosial alias medsos kini memiliki peranan penting dalam pengaturan strategi digital marketing Indonesia. Awalnya medsos hanya digunakan sebagai sarana sosialisasi dan ajang aktualisasi diri. Kemudian orang mulai mengamati pola perilaku pengguna medsos. Ada dampak yang cukup signifikan terhadap pola pikir penggunanya, termasuk juga mengenai selera terhadap produk yang sedang tren. 

Adanya orang yang diikuti atau menjadi panutan di medsos seperti para influencer, membuat keputusan konsumen untuk memakai suatu produk banyak dipengaruhi oleh pihak ketiga. Medsos cukup efektif untuk pemasaran karena konsumen seolah mendapat penerimaan sosial dari produk yang akan dibeli. Selain itu, konsumen akan cenderung mencari konten ulasan rekomendasi produk dari pengguna asli yang mereka percaya. Medsos juga menciptakan sarana komunikasi yang lebih intens antara penjual dan pembeli. 

Di Indonesia sendiri, data pengguna medsos pada riset Hootsuite dan We Are Social yang dirilis Januari 2020 tercatat sebanyak 160 juta pengguna dengan persentase 59%. Angka itu meningkat 8,1% dibanding tahun sebelumnya. Dilihat dari waktu penggunaan, rata-rata pengguna memakai medsos sekitar 3 jam 26 menit per hari. Angka ini melebihi rata-rata global yang tercatat 2 jam 24 menit per hari.

Data survei menyebutkan bahwa satu orang pengguna rata-rata memiliki 10 akun media sosial, baik yang aktif maupun tidak. Jika dilihat dari jenisnya, 5 besar media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia adalah YouTube dengan penetrasi 88%, WhatsApp (84%), Facebook (82%), Instagram (79%), dan Twitter (56%). Perlu diketahui juga bahwa masing-masing jenis media sosial memiliki karakteristik pengguna yang berbeda. Anda perlu jeli memanfaatkan potensi tersebut dengan merencanakan strategi pemasaran yang baik.

Situs yang Paling Banyak Dikunjungi Pengguna Internet Indonesia

Indonesia termasuk dalam 10 besar negara yang memiliki waktu berselancar di internet paling lama. Dalam sehari, rata-rata orang menghabiskan 7 jam 59 menit. Padahal rata-rata global adalah 6 jam 43 menit. Jika hendak beralih ke strategi digital marketing Indonesia, daftar situs internet yang paling banyak dikunjungi berdasarkan SimilarWeb berikut mungkin akan memberi Anda inspirasi mengenai pemasangan iklan di internet:

  1. Google.com
  2. Youtube.com
  3. Facebook.com
  4. Tribunnews.com
  5. Detik.com
  6. Instagram.com
  7. Whatsapp.com
  8. Ucweb.com
  9. Kompas.com
  10. Twitter.com

Sedangkan menurut platform Alexa, datanya sedikit berbeda sebagai berikut:

  1. Okezone.com
  2. Google.com
  3. Tribunnews.com
  4. Youtube.com
  5. Detik.com
  6. Liputan6.com
  7. Kompas.com
  8. Grid.id
  9. Tokopedia.com
  10. Sindonews.com

Keuntungan Memanfaatkan Digital Marketing di Indonesia 

Melihat dari beberapa fakta di atas, tentunya ada banyak keuntungan yang akan didapat dengan menerapkan strategi pemasaran digital. Berikut kami uraikan beberapa poinnya sebagai bahan pertimbangan.

1. Jangkauan pasar lebih luas

Keuntungan ini sudah tentu akan sangat menguntungkan dibanding strategi pemasaran konvensional. Daripada Anda harus mendatangi calon konsumen secara door to door, internet akan menghubungkan Anda dengan pelanggan di seluruh dunia. Tentunya juga akan lebih menghemat waktu. Apabila hendak menarget calon konsumen spesifik, Anda bisa gunakan strategi seperti SEO (search engine optimization) atau email marketing agar lebih tepat sasaran. Dengan jangkauan yang lebih luas, diharapkan angka penjualan akan lebih tinggi.

2. Interaksi lebih intens dengan pelanggan

Platform digital kini memungkinkan Anda berinteraksi secara real time dengan konsumen. Keuntungan ini bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenali respon dan harapan pelanggan terhadap produk. Selain itu juga lebih bisa membuat konsumen puas dengan pelayanan Anda dan kembali lagi untuk membeli produk lainnya. Pada umumnya, pelanggan juga akan lebih suka untuk bercerita ke orang lain mengenai suatu akun bisnis apabila mereka mendapatkan pelayanan yang baik meski hanya secara virtual.

3. Memperbesar kemungkinan memenangkan persaingan

Kini orang tak terlalu peduli apakah Anda merupakan pemilik perusahaan besar atau kecil, pemain lama atau baru, selama citra di platform digital bagus dan memiliki kualitas produk yang baik, konsumen akan lebih mudah tertarik. Persaingan menjadi lebih fair dan tiap orang memiliki posisi sejajar. Anda hanya perlu meningkatkan kreativitas dan terlihat unik supaya calon konsumen melirik produk yang dijual.

4. Memudahkan analisis pasar

Platform digital memudahkan pengumpulan dan pengolahan data karena semua serba otomatis. Dari data yang terkumpul selama interaksi dengan pelanggan, Anda bisa menganalisis banyak hal untuk menentukan strategi marketing selanjutnya. Misalnya saja Anda bisa melihat produk mana yang lebih direspon oleh konsumen, kapan waktu tersibuk dalam kunjungan website, ataupun tren paling mutakhir berdasarkan isu terkini.

Perkembangan Digital Marketing Indonesia dari Masa ke Masa

Sejarah paling awal dari perkembangan digital marketing tentulah penemuan komputer personal pada tahun 1980-an serta perkembangan internet di tahun 1990-an. Saat itulah orang mulai menyadari fungsi pemasaran di internet. Pada awalnya orang-orang mulai menaruh banner iklan pada website. Kemudian muncullah e-commerce seperti Yahoo! di tahun 1994. Setelah itu barulah muncul search engine seperti Google yang memudahkan pencarian di internet.

Selanjutnya pada tahun 2000-an, teknologi hardware semakin berkembang. Mulai muncul ponsel dan laptop berukuran semakin kecil. Orang mulai mencari informasi melalui ponsel karena lebih cepat. Layanan marketing mulai lebih luas dengan munculnya platform seperti Gmail, LinkedIn, Facebook, atau YouTube. Beberapa media sosial juga mulai berkembang, tetapi pada saat itu belum terlalu dilirik sebagai fokus marketing karena masih memiliki fungsi eksklusif sebagai tempat membangun jaringan pertemanan.

Barulah pada sekitar tahun 2010-an, media sosial berkembang cepat. Perilaku pengguna internet pun berubah pesat. Hal ini didukung pula dengan infrastruktur internet yang semakin memadai. Era big data mulai hadir sebagai solusi. Orang mulai mengalihkan sebagian besar aktivitasnya ke dunia maya. Harga ponsel pintar juga semakin terjangkau sehingga hampir semua orang memilikinya. Tentunya para ahli marketing tak ingin ketinggalan tren. Mereka mulai menciptakan konten-konten guna meraih pelanggan dari media sosial.

Saat ini, bahkan citra dari suatu perusahaan bisa dilihat dari media sosial dan platform digitalnya. Medsos yang tampak aktif dan edukatif akan lebih banyak menarik perhatian calon konsumen. Diprediksi bahwa tren digital marketing ini akan terus berkembang ke depannya. Maka dari itu, mau tidak mau Anda sebagai pemilik bisnis harus beradaptasi cepat dengan perubahan yang ada. 

Tren Penggunaan Media untuk Digital Marketing Indonesia 

Media pemasaran digital mungkin pada awalnya belum terlalu beragam seperti saat ini. Dulu orang mungkin cukup mengandalkan iklan teks dan gambar untuk menjangkau pelanggan melalui email. Namun kini semakin banyak platform yang bisa dilirik, termasuk beberapa media sosial yang menonjolkan konten tertentu sebagai keunggulan fiturnya. 

Beragamnya media yang bisa dimanfaatkan tersebut membuat Anda harus jeli agar tidak salah memilih strategi. Coba simak penjelasan mengenai beberapa media atau metode yang saat ini sedang tren dalam penggunaan digital marketing Indonesia berikut ini.

- Video Marketing

Beberapa data tentang strategi pemasaran produk melalui konten video menunjukkan bahwa sekitar 73% konsumen lebih tertarik membeli produk setelah menonton video dibanding media lain. Hal ini ditunjang juga dengan fakta lain bahwa pengguna internet di seluruh dunia yang menonton video setiap harinya berjumlah sekitar 100 juta, dan 92% dari jumlah tersebut akan berbagi video yang mereka tonton ke orang lain (ProceedInnovative.com). 

Beberapa platform online yang berfokus pada konten video misalnya saja YouTube, Instagram, dan Vidio.com. Tantangan dari video marketing adalah Anda perlu waktu dan tenaga lebih untuk membuat konsep yang kreatif guna memperkenalkan produk. Hasil eksekusi yang baik tentu akan membuat konsumen lebih tertarik membeli produk di kemudian hari.

- Voice Marketing

Media ini sedang naik daun seiring banyaknya orang yang mulai berbagi ilmu melalui podcast. Platform yang mengakomodasinya antara lain Spotify, Joox, atau Inspigo. Beberapa orang lalu melihat hal ini sebagai salah satu peluang pemasaran produk. Anda tak melulu harus mengiklankan produk secara hard selling tetapi bisa juga berbagi edukasi kepada pendengar mengenai value dari suatu produk.

- Instagram Stories

Mengingat pengguna medsos di Indonesia yang cukup banyak, tak heran fitur yang satu ini sedang banyak dilirik. Instagram stories dinilai lebih optimal dibandingkan feed. Apalagi kini ada banyak influencer yang memiliki kelompok penggemar khusus di medsos. Orang akan cenderung lebih percaya kepada rekomendasi dari orang yang berpengaruh seperti influencer karena testimoni mereka nampak nyata. Hal ini bisa juga menjadi peluang dalam memperkenalkan produk.

- Inbound Marketing

Metode ini memiliki pengertian sebuah strategi pemasaran yang berupaya agar konsumen tertarik mencari Anda, bukan sebaliknya. Caranya adalah dengan menyajikan konten yang memang banyak dicari dan menarik perhatian. Hal ini dimungkinkan karena kini orang cenderung mencari informasi melalui internet. Jika konsumen sudah lebih dulu menemukan Anda, akan lebih besar kemungkinan mereka akan membeli produk Anda. 

Anda cukup fokus menyediakan platform untuk menjalankan strategi tersebut, misalnya saja sebuah website khusus yang menyediakan edukasi terkait produk. Supaya tidak kesulitan melakukan website development yang user friendly, tidak  ada salahnya Anda memakai jasa pihak ketiga yang sudah ahli di bidangnya seperti SoftwareSeni. Tim profesional kami siap mengakomodasi kebutuhan Anda untuk berkecimpung di dunia digital marketing Indonesia.

Tantangan Penggunaan Digital Marketing untuk Pasar Konsumen Indonesia 

Tak bisa dipungkiri, ada banyak faktor yang menjadi tantangan dalam menjalankan strategi pemasaran digital di Indonesia. Namun demikian, bukan berarti hal tersebut menghambat langkah Anda. Justru Anda perlu mengenalnya supaya bisa mengantisipasi dan tidak terjebak dalam masalah yang seharusnya bisa dicegah. Berikut beberapa poin tentang tantangan menjalankan digital marketing Indonesia untuk Anda pahami.

1. Akses internet di Indonesia tidak merata

Ada fakta menarik tentang kecepatan internet di Indonesia. Rata-rata kecepatan untuk versi mobile pada tahun 2019 adalah 13,8 Mbps. Padahal rata-rata dunia mencapai 32 Mbps. Secara peringkat, Indonesia masuk ke urutan 45 dari 46 negara yang disurvei. Sedangkan untuk kecepatan internet broadband rata-ratanya adalah 20,1 Mbps dibanding rata-rata dunia yang mencapai 73,6 Mbps. Hal tersebut menempatkan Indonesia di peringkat 43 dari 46 negara.

Belum lagi infrastruktur internet yang belum merata. Pengguna di area Maluku atau Papua tentu memiliki akses yang berbeda dari area Jawa dan Sumatera. Bahkan untuk tiap kabupaten/kota di pulau Jawa pun aksesnya berbeda. Anda harus mengatur ulang strategi jika menyasar area tertentu dengan akses internet rendah.

2. Kesiapan menghadapi perubahan teknologi yang cepat

Teknologi berubah cepat sehingga dibutuhkan mental pebisnis yang mau terus belajar agar tidak kalah bersaing. Investasi waktu dan tenaga perlu diusahakan supaya dapat terus menciptakan inovasi. Kesiapan di sini termasuk masalah sumber daya manusia, keterampilan, serta dana. Butuh IT consultant khusus yang juga memahami metode pemasaran digital paling efektif sesuai karakter perusahaan dan konsumen yang dituju. Ada yang memahami secara setengah-setengah sehingga hasilnya hanya membangun awareness tetapi tidak menghasilkan direct selling.

3. Keamanan dan privasi pelanggan

Isu ini sedang menjadi sorotan karena banyak kasus penyalahgunaan data konsumen. Hal tersebut tentu akan sangat mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap produk Anda. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan memiliki sistem keamanan terstandar jika akan mengumpulkan data. Anda juga harus bisa meyakinkan konsumen bahwa data mereka akan aman. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah memberikan informasi mengenai aturan kebijakan privasi data, memberikan kontrol pada konsumen tentang apa yang akan dilakukan dengan data mereka (misal memilih menerima email notifikasi atau tidak), dan sebisa mungkin tidak melibatkan pihak ketiga dalam penyimpanan data.

4. Persaingan ketat

Persaingan bisnis tentu akan selalu ada apapun media yang digunakan. Namun dalam pemasaran digital, persaingan bisa jadi lebih luas karena tidak ada sekat atau batas wilayah tertentu. Semua bisa ikut bersaing di internet.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda perlu menetapkan target yang jelas untuk produk Anda. Setelah itu, lakukanlah riset untuk mengetahui perilaku spesifik pelanggan pada segmen tersebut. Baru setelah itu Anda bisa menjangkau mereka dengan media yang tepat dan memasarkan produk. Pembuatan strategi ini tentu memerlukan kerjasama dengan staf marketing yang handal dan bisa dipercaya.

Tips Memanfaatkan Pasar Digital Marketing di Indonesia

Setelah mengetahui semua fakta tersebut, mungkin Anda akan mulai yakin untuk beralih ke digital marketing. Ada beberapa tips yang bisa diikuti sebagai pemula. Pertama tentunya mengenai target pasar. Kenali karakter dan perilaku konsumen pada segmen pasar yang cocok dengan karakter produk.

Misalnya saja untuk target generasi Z usia belasan hingga 20-an tahun, Anda harus paham apa yang sedang menjadi tren di kalangan mereka lalu kaitkan materi iklan dengan tren tersebut. Hal ini akan berbeda jika targetnya generasi usia di atas 40 tahun. Mereka mungkin tak peduli dengan tren sehingga Anda harus memakai strategi lain. Memancing ketertarikan dengan nostalgia misalnya.

Konsumen kini juga cenderung lebih cerdas dalam memanfaatkan internet. Mereka cenderung tak suka lagi gaya pemasaran hard selling yang menjual produk secara terang-terangan. Oleh karena itu ada baiknya memakai teknik soft selling yang lebih membentuk citra alias personal branding perusahaan secara lebih unik. Teknik soft selling juga membuat pelanggan merasa lebih diperhatikan kebutuhannya dibanding hanya menjual produk apa adanya.

Nah, bagaimana? Apakah Anda mulai tertarik berkecimpung di arena digital marketing Indonesia setelah mengetahui fakta-fakta di atas? Tak ada salahnya mulai belajar dan menyusun strategi dari sekarang. SoftwareSeni selaku software house profesional siap membantu menyediakan platform digital seperti website, software, hingga mobile apps guna mendukung transformasi digital di perusahaan Anda. Jangan sampai kehilangan kesempatan. Segera hubungi SoftwareSeni dan beralih ke digital marketing sekarang juga!


FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577