Era Digital Adalah Peluang Bisnis Yang Menguntungkan

Era Digital Adalah Peluang Bisnis Yang Menguntungkan

by
Rian Romadhon
September 8, 2021

Seiring dengan berkembangnya teknologi, datangnya era digital tidak lagi dapat dihindarkan. Era digital adalah suatu masa di mana para konsumen memiliki perjalanan yang benar-benar berbeda dari yang sebelumnya mereka alami. 

Dulu model marketing funnel merupakan model pemasaran yang umum digunakan. Menurut model ini, konsumen mengetahui tentang suatu produk melalui upaya pemasaran, kemudian menyatakan minatnya terhadap suatu produk sebelum kemudian memutuskan untuk membelinya. Di era digital, model ini ternyata sudah mulai usang.

Model terbaru adalah decision journey atau perjalanan keputusan yang dibuat oleh McKinsey & Co. Model ini menunjukkan perjalanan seseorang hingga menjadi seorang konsumen. Kini, calon pembeli yang tertarik setelah melihat suatu produk baru di sosial media dapat langsung memutuskan membelinya berdasarkan ratusan review dan testimoni dari konsumen produk tersebut.

Kini, konsumen bisa menemukan sendiri produk yang mereka inginkan dari konsumen lainnya dan terciptalah perputaran pembuatan keputusan untuk membeli suatu produk. Inilah salah satu alasan mengapa era digital bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Definisi Era Digital

Era digital adalah suatu periode di mana pergeseran proses terjadi dari ekonomi berbasis industri ke ekonomi berbasis informasi menggunakan komputer atau perangkat teknologi lainnya sebagai media atau komunikasi. Pada periode ini informasi menjadi tersedia secara luas dan mudah diakses secara elektronik oleh siapa saja.

Era digital ditandai dengan teknologi yang meningkatkan kecepatan dan perluasan pengetahuan dalam perekonomian dan masyarakat. Implikasi sosial dan ekonomi dari era digital ini sangatlah besar dan akan semakin meningkat seiring dengan fungsi teknologi yang menjadi lebih berbasis pengetahuan. Karena itulah, memahami era digital akan membantu membangun hubungan sosial-ekonomi yang berkelanjutan  baik dengan teknologi maupun dengan pengetahuan yang dibantu oleh teknologi.

Bagaimana Era Digital Mengubah Model Bisnis di Dunia?

Kita adalah masyarakat yang didorong oleh teknologi digital. Begitu besar dampak teknologi digital hingga ada beberapa negara yang warganya tidak memiliki cukup air, tetapi memiliki telepon pintar atau smartphone. Digital era adalah periode di mana pemasaran digital memiliki pengaruh luar biasa pada interaksi, pekerjaan, belanja, hingga kebiasaan hidup masyarakat.

Seiring dengan terus berkembangnya era digital, maka perusahaan dituntut untuk memiliki pemahaman kuat tentang bagaimana memanfaatkan dunia digital untuk memaksimalkan kesadaran dan dampak brand mereka. Oleh karena itu, disadari atau tidak, era digital telah mengubah model bisnis di dunia. Berikut ini beberapa perubahan yang terjadi di dunia bisnis dalam era digital.

1. Persaingan yang semakin ketat

Era digital adalah era persaingan ketat antar bisnis setiap detiknya. Di era yang serba cepat ini, konsumen bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan dengan mudah dan cepat hanya dengan menekan satu tombol saja. Kemudahan ini mengharuskan setiap bisnis untuk terus berinovasi dan menjadi yang terdepan agar bisa memberikan kepuasan kepada para konsumen.

Kepuasan konsumen ini tidak hanya diperoleh dengan memberikan produk yang sesuai saja. Interaksi secara real-time dengan elemen personalisasi juga perlu dilakukan untuk menjaga agar konsumen tetap merasa terlibat dan terhubung dengan brand tersebut. 

Tidak hanya itu saja, pembaruan dan inovasi juga harus terus dilakukan demi bertahan dalam persaingan bisnis. Kedua hal ini merupakan suatu kebutuhan untuk menyelamatkan bisnis agar tidak ketinggalan dan mengalami kejatuhan.

2. Meningkatnya jangkauan ke konsumen

Kompetisi memang semakin meningkat bersamaan dengan era digital transformation. Meski demikian, perusahaan tetap bisa memanfaatkan iklim ini karena era digital memungkinkan perusahaan tersebut menjangkau konsumen global.

Setiap jenis produk dan layanan akan memiliki pasarnya tersendiri karena konsumen memiliki cara untuk mengakses produk dan layanan tersebut dengan mudah. Dengan demikian, mengutamakan inovasi akan membuat bisnis lebih mampu bertahan dan meraih keuntungan berkat semakin meningkatnya jangkauan kepada para konsumen.

3. Peningkatan arah bisnis

Bertransformasi dari bisnis tradisional menjadi digital sudah bukan lagi pilihan, bahkan perusahaan harus mulai memanfaatkan perubahan tersebut. Dengan melakukan digitalisasi layanan dan produk secara maksimal, maka tidak akan lagi ada hambatan dalam hubungan antara perusahaan dan konsumen.

Era digital adalah awal yang baik bagi para perusahaan tradisional untuk mulai melakukan upaya mengubah atau menambah layanan baru yang tersedia secara digital untuk meningkatkan keuntungan mereka. Keuntungan yang lebih baik juga dapat diperoleh dengan monetisasi platform digital atau melakukan kolaborasi dengan mitra. 

Kunci Penting Pemasaran di Era Digital

Dengan kemajuan teknologi yang ditawarkan di era digital, maka strategi pemasaran yang digunakan juga berbeda. Pasalnya, kini para calon konsumen bisa menemukan sendiri produk yang diinginkannya melalui rekan atau sosial media. Review produk dari para pengguna lain bisa dengan mudah ditemukan.

Sistem yang berbeda membutuhkan strategi yang berbeda. Oleh karena itu, era digital juga memiliki strategi pemasaran yang berbeda pula. Berikut ini beberapa kunci penting  yang perlu dipertimbangkan saat melakukan pemasaran di era digital.

1. Permudah layanan konsumen

Dalam pemasaran tradisional, mempermudah layanan konsumen merupakan hal yang paling utama. Dalam pemasaran di era digital, hal ini juga masih harus diperhatikan. 

Jangan hanya fokus pada apa yang dibutuhkan pelanggan. Lebih dari itu, cari tahu apa saja yang dapat Anda berikan untuk mempermudah kehidupan sehari-hari konsumen Anda. 

Mari kita ambil contoh dari perusahaan teknologi yang terkenal, Apple. Untuk mencapai kesuksesan produk-produknya, perusahaan raksasa ini tidak bertanya apa yang diinginkan para konsumennya. Sebaliknya, perusahaan ini fokus pada apa masalah yang dihadapi para konsumennya.

Jangan berhenti dengan hanya memberikan kepuasan pelanggan saja. Bangun kesetiaan pelanggan dengan meringankan masalah yang dihadapi dan mempermudah kehidupan sehari-hari konsumen. 

2. Temukan konsumen di mana pun mereka berada

Cari tahu seberapa lama konsumen menghabiskan waktu online dan di platform apa. Pasalnya, dengan mengetahui keberadaan mereka di dunia digital, para digital marketer bisa membuat strategi pemasaran yang sesuai dengan sasaran konsumen mereka. 

Memiliki akun di salah satu media sosial paling populer tidaklah cukup. Perusahaan harus memiliki akun, aplikasi ataupun saluran sebanyak mungkin karena di sana lah para konsumen mereka menghabiskan sebagian besar waktunya. 

Akun sosial media atau situs perusahaan juga harus berada di urutan pertama mesin pencari. Tidak hanya itu saja, perusahaan juga harus secara rutin mengirimkan e-mail ke konsumen dan calon pembeli potensial sekaligus menyediakan konten berkualitas bagi mereka.

3. Menjadikan konsumen sebagai duta produk

Salah satu langkah terbaik untuk menjangkau konsumen sebanyak mungkin adalah dengan membiarkan konsumen yang bersuara. Dalam beberapa sektor bisnis, informasi dari mulut ke mulut masih menjadi cara pemasaran yang ampuh dan tepercaya. 

Konsumen umumnya akan memilih suatu produk berdasarkan rekomendasi keluarga atau teman. Artinya, jika konsumen merasa puas atau senang dengan produk atau layanan yang diberikan, kemungkinan besar mereka akan merekomendasikan produk atau layanan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.

4. Berikan pengalaman tak terlupakan untuk pelanggan

Cara terbaik membuat konsumen yang puas dengan produk atau layanan perusahaan menjadi duta online adalah dengan membuat mereka merasa hebat dan spesial saat menggunakan produk atau jasa bisnis Anda. 

Mari kita ambil contoh dari apa yang dilakukan oleh perusahaan alat olahraga Nike. Perusahaan ini memanfaatkan mobile app development dengan sangat baik. Bagaimana tidak, perusahaan ini telah lama memasang chip pelacak kebugaran di produk sepatunya. 

Alat tersebut membuat para pemakai sepatu Nike mampu mengamati dan melacak perkembangan kebugaran mereka. Selain itu, konsumen juga bisa membagi informasi tersebut ke berbagai situs sosial populer seperti Facebook serta jaringan sosial milik Nike sendiri.

Pelacakan ini memberikan kesan bahwa konsumen sangat diperhatikan. Selain itu, sistem ini juga memberi informasi kepada Nike berapa lama konsumen memakai sepatunya dan memberi tahu jika sepatu tersebut sudah waktunya untuk diganti. 

Untuk memaksimalkan peluang yang didapatkan di era digital, perusahaan harus mulai berpikir seperti konsumen. Pergi ke tempat-tempat yang dituju konsumen, membiarkan mereka menjadi pembicara, dan meningkatkan pengalaman mereka. 

Langkah Penting Agar Bisnis Sukses di Era Digital

Hal-hal yang terjadi dalam era digital adalah perubahan pasar, perilaku konsumen, perkembangan produk, dan perilaku tenaga kerja. Semua aspek model bisnis ini akan mengalami perubahan besar ketika mulai memasuki era digital. Tanpa persiapan matang, tentu perusahaan tidak akan dapat bertahan.

Agar perusahaan mampu bertahan dan sukses di era digital, setiap lapisan di perusahaan harus memahami perubahan yang terjadi dan perspektif baru yang harus dilakukan. Perusahaan mungkin juga akan perlu berkonsultasi dengan seorang IT consultant untuk bisa mendapatkan gambaran persiapan seperti apa yang harus dilakukan dalam menyambut era digital.

1. Jangan menyederhanakan perubahan yang akan terjadi

Era digital adalah sebuah perubahan radikal dari cara berbisnis kita selama 100 tahun terakhir. Bisnis tidak lagi bisa bergantung pada asumsi tentang proses, produk dan perilaku konsumen saja. Jangan menyepelekan perubahan besar yang akan terjadi, karena hal ini akan membuat perusahaan kewalahan atau kurang siap menghadapi masalah yang mungkin timbul ketika ranah bisnis mulai beralih ke era digital.

2. Era digital adalah tentang budaya, bukan teknologi

Teknologi memang menjadi pendorong utama perubahan menuju era digital. Software development, website development, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, big data, dan internet of things memungkinkan masyarakat untuk mengakses berbagai informasi dan menikmati berbagai layanan favorit tanpa kesulitan.

Meski demikian, tantangan terbesar dari pergeseran ini bukanlah penerapan teknologi tersebut, melainkan budaya perusahaan. Budaya ini tertanam jauh di dalam fondasi perusahaan sehingga membutuhkan upaya perubahan manajemen yang memiliki sasaran pasti dan berkelanjutan.

Perubahan menuju era digital dimulai dari perubahan budaya. Perusahaan harus fokus pada sikap dan perilaku para karyawan terlebih dahulu. Selanjutnya, baru mengembangkan proses bisnis yang ada. Investasi teknologi digital yang tidak dibarengi dengan penyesuaian budaya perusahaan hanya akan menyembunyikan masalah untuk sementara waktu sebelum nantinya akan terungkap kembali.

3. Data merupakan elemen penting

Dalam era digital, fondasi pertumbuhan perusahaan adalah manajemen data. Jangan terburu-buru mengeluarkan biaya untuk memprogram kecerdasan buatan jika masing-masing unit bisnis perusahaan memiliki informasi konsumen yang berbeda dan belum mencapai kesepakatan tentang bagaimana mengelompokkan produk-produk perusahaan.

Mulailah dari dasar dengan melakukan normalisasi data dan meningkatkan kualitas data. Tanpa keduanya, AI dan ML tidak akan mampu memberikan hasil yang memuaskan. Minta para pemimpin tim untuk membersihkan dan merapikan data setidaknya sampai Anda tahu persis data seperti apa yang dibutuhkan dan alasannya,

Peluang yang Dimiliki Bisnis di Era Digital

Era digital adalah peluang bisnis yang paling menguntungkan untuk saat ini. Bagaimana tidak, kita kini telah berevolusi menjadi masyarakat yang didorong oleh teknologi digital, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Perubahan ini memberikan peluang emas bagi bisnis untuk meraih kesuksesan bisnis. Berikut ini beberapa peluang yang bisa dipersiapkan di era digital.

1. Komunikasi langsung

Adanya komunikasi langsung dan instan membuat perusahaan dapat terhubung langsung dengan konsumen. Hal ini berarti perusahaan dapat dengan segera mengetahui permintaan konsumen dan memenuhinya. Kecepatan komunikasi ini juga berarti masyarakat akan lebih cepat mengetahui tentang produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan hanya dari mulut ke mulut atau antar sosial media para konsumen.

2. Fokus pada data

Transformasi di era digital juga berarti kemudahan dalam pengumpulan data. Dengan data konsumen yang terkumpul ini, perusahaan bisa membuat kebijakan yang menguntungkan dan bermanfaat bagi para konsumen. Dengan perencanaan dan strategi yang baik dalam memanfaatkan data tersebut, maka kesuksesan bisnis bukanlah hal yang mustahil.

3. Terpupuknya kedekatan dengan konsumen

Di era digital ini, konsumen akan selalu meminta transparansi dalam setiap produk dan layanan yang diberikan oleh perusahaan. Hal ini berimbas pada meningkatnya kepercayaan konsumen pada pelanggan tersebut. 

Selain itu, dari data pelanggan yang terkumpul, perusahaan juga dapat memberikan kebijakan atau personalisasi produk atau layanan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, Dalam jangka panjang, hal ini akan memupuk kedekatan antara perusahaan dan konsumen sehingga kemudian terbentuk kesetiaan pelanggan.

4. Influencer menjadi cara pemasaran baru yang efektif

Era digital juga melahirkan banyak influencer-influencer baru dengan ratusan ribu hingga jutaan pengikut. Tidak hanya selebriti, orang ‘biasa’ dengan pengikut jutaan juga bisa menjadi influencer yang mampu mendorong pengikutnya untuk membuat keputusan. 

Keberadaan influencer ini menjadi strategi pemasaran baru yang cukup efektif. Bagaimana tidak, perusahaan bisa menggunakan jasa mereka untuk memperkenalkan produk kepada para pengikutnya.

5. Mendorong inovasi

Era digital mendorong brand untuk terus berinovasi menggunakan cara-cara baru untuk menggapai dan terlibat dengan konsumen mereka. Berbagai sektor bisnis harus selalu kreatif dan mengambil inisiatif baru agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. 

6. Brand terasa lebih hidup

Karena kepopuleran dan pengaruhnya, pemasaran melalui sosial media telah membuat brand terasa lebih hidup dan manusiawi. Inilah mengapa aspek pemasaran ini harus menjadi langkah terdepan dan fokus utama strategi pemasaran perusahaan.

Konsumen perlu mengenal dan mempercayai perusahaan yang mereka gunakan produk dan jasanya. Melalui pemasaran sosial media, konsumen memiliki jalan untuk lebih mengenal perusahaan tersebut. 

7. Kecepatan tinggi

Era digital dengan berbagai macam teknologi yang dibawanya memberikan kecepatan tinggi di berbagai aspek bisnis. Hal ini membuat masyarakat selalu menuntut agar produk dan layanan diberikan serba cepat dan praktis. Untungnya, keberadaan teknologi mempermudah perusahaan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Otomatisasi bisa menjadi jawaban untuk dapat memenuhi permintaan konsumen yang serba cepat tersebut. Perpaduan bisnis dengan teknologi adalah masa depan bisnis di era digital. Oleh karena itu, penggunaan aplikasi berbasis cloud, aplikasi keuangan, serta aplikasi maupun teknologi otomatisasi lainnya akan semakin populer dan umum digunakan.

8. Masyarakat lebih adaptif

Transformasi digital juga membawa perubahan pada perilaku manusia. Masyarakat menjadi lebih adaptif terhadap perubahan agar bisa mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan. Kita bisa melihat contoh kasusnya dari berbagai gaya hidup baru yang terjadi selama pandemi Covid-19 ini.

Masyarakat yang adaptif ini berarti mereka juga akan siap dengan perubahan yang dibawa dan diperkenalkan perusahaan di era digital. Tidak hanya itu saja, mencari sumber daya manusia yang melek teknologi juga tidak akan sulit karena semakin banyak yang menyadari perubahan yang terjadi.

9. Zero-surveillance

Kini bisnis tidak perlu dilakukan secara saling berhadapan. Segala aspek bisnis dapat dilakukan dari jarak jauh hanya dengan menggunakan situs, e-mail, atau chatting. Dengan kemudahan ini, perusahaan bisa mengurangi biaya operasional yang diperlukan untuk menjalankan kantor sehari-hari.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Era digital memang membawa banyak peluang bagi para pelaku bisnis dengan berbagai manfaat yang ditawarkannya. Dengan pendekatan yang tepat, era digital adalah ladang untuk mengembangkan bisnis dan meraih keuntungan yang besar. Meski demikian, peluang ini juga bukan tanpa tantangan.

Berikut ini beberapa tantangan yang akan dihadapi perusahaan-perusahaan di era digital.

1. Keraguan untuk melakukan perubahan

Baik manusia maupun organisasi sama-sama menyukai rutinitas dan kepastian. Inilah mengapa kebanyakan perusahaan tetap bertahan pada model dan proses bisnis yang sama meski sudah memasuki era digital. 

Sikap seperti ini akan sangat berisiko di era digital karena dapat menghambat perkembangan perusahaan itu sendiri dan membuatnya kalah bersaing dengan bisnis lain di bidang yang sama. Perlu disadari bahwa transformasi digital sangatlah penting bagi perusahaan.

2. Tidak memiliki visi yang jelas

Beberapa perusahaan mungkin sudah mulai melakukan transformasi untuk memasuki era digital. Namun sayangnya, mereka mengalami kegagalan dalam transformasi digital tersebut. Hal ini bisa terjadi karena perusahaan tidak memiliki visi yang jelas.

Dalam kasus seperti ini, biasanya transformasi dilakukan hanya dengan melibatkan para karyawan level atas atau unit bisnis tertentu saja. Selain itu, tidak adanya visi atau target yang jelas juga bisa menjadi salah satu alasan kegagalan upaya transformasi digital tersebut.

3. Data pelanggan tidak digunakan secara efektif

Inti dari transformasi digital adalah data pelanggan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi para pelaku bisnis untuk mencapai kepuasan pelanggan. Sayangnya, seringkali data tidak digunakan dengan baik karena kurangnya metode pengumpulan, penyimpanan dan pemakaian yang efektif.

Beberapa perusahaan yang belum siap dengan perubahan ke ranah digital ini seringkali tidak memahami apa yang bisa mereka lakukan dengan data tersebut. Alhasil, sumber daya yang seharusnya bermanfaat ini menjadi tidak terpakai dan sia-sia.

4. Tidak memiliki keterampilan teknis

Era digital memang tidak hanya berhubungan dengan teknologi, namun teknologi adalah bagian besar dari transformasi tersebut. Oleh karena itu teknologi inovatif akan sangat diperlukan demi kelancaran bisnis, seperti AI dan ML, blockchain, IoT, otomatisasi proses robotik, dan lain-lain. 

Memang ada banyak software house tersedia yang bisa menjadi solusi untuk kurangnya karyawan dengan keterampilan teknis ini. Namun, perusahaan akan tetap memerlukan tim khusus yang bertugas untuk mengikuti inovasi dan tren yang terus berubah dan berkembang ini.

Kesimpulan

Era digital telah berada di depan mata dengan segala peluang dan tantangannya. Dengan strategi dan perencanaan yang tepat, perusahaan bisa memanfaatkan era digital untuk membantu mengembangkan bisnisnya. Kunci dan langkah-langkah penting untuk sukses di era digital telah diberikan. 

Untuk menunjang kesuksesan perusahaan Anda di era digital, ada baiknya untuk mempertimbangkan pembuatan aplikasi web dan mobile untuk bisnis Anda. Tenang saja jika anda masih belum mempunyai divisi IT yang mumpuni karena software house sudah banyak berdiri, contohnya SoftwareSeni; perusahaan ini sudah berpengalaman dan terpercaya dalam pembuatan mobile app dan web app. Ketahui proyek-proyek SoftwareSeni lebih jauh dengan mengklik tautan ini dan jika berminat untuk bekerja sama, hubungi SoftwareSeni segera!



FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577