Apakah Bisnis Startup di Indonesia Masih Menggoda?

Apakah Bisnis Startup di Indonesia Masih Menggoda?

by
Ahid Maulana
July 29, 2021

Dalam beberapa tahun terakhir, tren bisnis startup di Indonesia sedang naik daun. Mulai dari startup yang kelasnya “biasa-biasa saja” sampai yang besar seperti perusahaan jasa transportasi dan juga e-commerce.

Sayangnya, tidak semua startup bisa berjalan dengan baik dan akhirnya berkembang menjadi perusahaan besar. Karena salah kelola, tidak mendapatkan investor tambahan, hingga sudah salah sejak awal, mereka akhirnya gulung tikar.

Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong perusahaan rintisan atau startup untuk berkembang dengan baik. Bahkan usaha UMKM yang awalnya memiliki lingkup kecil didukung untuk terus mau melakukan inovasi.

Berbagai kegiatan seminar sampai inkubasi terus digiatkan. Pemerintah dan lembaga swasta menggalakkan hal ini dalam lima tahun terakhir agar tercipta perusahaan rintisan di berbagai bidang, tidak hanya ranah media dan perdagangan saja.

Nah, saat ini yang menjadi pertanyaan adalah, apakah bisnis startup di Indonesia masih menggoda bagi banyak orang khususnya investor? Lalu apa saja yang membuat sebuah startup tetap bertumbuh atau malah mandek perlahan-lahan.

Benarkah startup banyak dilakukan oleh orang yang sekadar “ikut-ikutan” dan tidak memiliki visi misi yang jelas sehingga jumlah pemilik perusahaan rintisan yang sukses jauh lebih sedikit?

Pengertian Startup dan Kriterianya

Startup adalah istilah pada perusahaan yang baru saja diciptakan. Umumnya perusahaan baru dimulai dari nol oleh satu atau beberapa orang dan akan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. 

Seiring dengan berjalannya waktu, pengertian dari startup mengalami perubahan. Sekarang, perusahaan ini tidak diartikan sebagai sesuatu yang baru saja. Namun, sebagai perusahaan yang memberikan disrupsi atau sesuatu yang baru dalam masyarakat. Perubahan itu bersifat positif dan membantu kehidupan.

Apakah semua usaha bisa dikatakan sebagai startup? Jawabannya tentu saja tidak. Misal Anda sedang membuat bisnis PO makanan. Kalau ukurannya kecil, belum disebut sebagai startup, tetapi lebih ke usaha mikro.

Perusahaan rintisan memiliki beberapa kriteria yang umumnya selalu ada dan terus mengalami perkembangan. Berikut beberapa kriterianya:

1. Berusia Sangat Muda

Namanya saja perusahaan rintisan, usianya tentu masih kurang dari 2 tahun atau maksimal kurang dari 3 tahun. Misalnya, perusahaan X baru menjalankan usahanya dalam waktu 18 bulan, kita bisa mengkategorikannya sebagai startup. Namun, jika sudah 10 tahun, predikat itu tidak ada meski perusahaan tidak berkembang dengan baik.

Di Indonesia sendiri ada beberapa perusahaan rintisan di bidang marketplace, jasa, hingga ke mobile app development untuk pertanian atau usaha lainnya. Mereka belum buka lima tahun, tetapi sudah memiliki banyak pelanggan dan pengguna setia.

Beberapa orang juga menganggap perusahaan sebagai startup apabila masih belum berkembang ke posisi yang diinginkan. Misalnya, perusahaan jasa yang butuh waktu 2-3 tahun bahkan lebih untuk menggaet pengguna. Mereka melakukan berbagai hal untuk meningkatkan kredibilitas sebelum berkembang.

Barulah di tahun 4 atau 5, perusahaan bisa memulai semuanya dengan sempurna dan mendapatkan keuntungan. Kalau tidak beruntung, pada tahun itu, perusahaan rintisan akan gulung tidak karena tidak bisa berkembang dengan baik.

2. Jumlah Pegawai yang Masih Sedikit

Startup memiliki jenis yang beragam mulai dari skala kecil sampai ke skala besar. Kalau perusahaan atau bisnis masih berskala kecil, jumlah pekerjanya lebih sedikit dibandingkan dengan perusahaan lain yang sudah berkembang selama beberapa tahun.

Pegawai yang bekerja biasanya berasal dari profesional yang ingin mengembangkan idenya. Sisanya adalah pegawai yang dipekerjakan karena memiliki visi dan misi yang kurang lebih sama.

Perusahaan rintisan umumnya masih belum memiliki gedung atau kantor sendiri. Untuk melakukan pekerjaan dan juga aktivitas bisnis, mereka akan menyewa virtual office. Beberapa pekerja juga melakukan WFH atau bekerja remote dari rumah mereka sendiri.

Pada startup yang memang memiliki backing modal besar, mereka bisa saja membuat kantor yang lebih layak. Mereka juga bisa merekrut karyawan yang jauh lebih banyak sesuai dengan kebutuhan.

3. Pendapatan dan Pengeluaran Cukup Jauh

Pernah mendengar istilah “bakar uang” yang dilakukan oleh perusahaan startup besar di Indonesia dan  dunia. Mereka “membakar uang” dalam bentuk penawaran promosi, potongan harga, hingga sesuatu yang gratis.

Dalam dua tahun sejak muncul startup jasa dan perjalanan di Indonesia, aneka diskon diberikan untuk kendaraan motor dan mobil. Pembelian makanan juga mendapatkan promosi sehingga pengguna aplikasi dari startup itu ada banyak.

Aktivitas “bakar uang” ini dilakukan untuk mendapatkan rasa percaya dari masyarakat, mendapatkan data, hingga memunculkan rasa ketergantungan. Kalau sudah merasa tergantung, meski harga dikembalikan ke normal mereka akan tetap menggunakannya.

Itulah kenapa dalam 2-3 tahun awal, beberapa perusahaan startup tidak mendapatkan untung sama sekali. Kalaupun ada untung, jumlahnya tidak akan besar. Sebagian besar perusahaan justru rugi meski mereka mendapatkan sesuatu yang berharga yaitu rasa percaya.

Setelah merugi, mereka akan mendapatkan untung perlahan-lahan. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh semua pemilik startup. Mengapa? Karena butuh dukungan modal yang cukup kuat dan sedikit “luck”. Kalau tidak beruntung, sudah keluar banyak, masyarakat tetap enggan menggunakan atau berpindah ke yang lain.

4. Diisi oleh Anak Muda dan Berinovasi Tinggi

Umumnya, startup yang ada saat ini diisi oleh anak-anak muda yang memiliki inovasi tinggi. Mereka adalah pencetus ide-ide baru yang awalnya dianggap tidak layak oleh orang-orang yang sudah “nyaman” di posisinya.

Usia pegawai startup umumnya berada pada rentang usia 25-34 tahun. Meski ada yang berada di atas atau di bawah itu, jumlahnya tidak akan terlalu banyak. Para petinggi atau orang berpengaruh biasanya berusia lebih matang.

Perekrutan anak muda sering dilakukan karena mereka tidak takut dengan tantangan. Hal-hal baru akan dilakukan meski beban pekerjaan akan lebih banyak dari biasanya.

5. Hadir Sebagai Jawaban dari Kebutuhan dan Disrupsi

Perusahaan startup hadir sebagai bentuk jawaban dari kebutuhan masyarakat. Misalnya, saat masyarakat ingin angkutan yang bisa menjemput langsung dari rumah, startup di bidang itu akhirnya muncul dan berkembang sampai ke kawasan Asia Tenggara.

Satu hal yang membuat startup itu bisa berkembang dengan baik adalah tercukupinya kebutuhan masyarakat. Segala hal yang dibutuhkan bisa diakomodasi dengan baik sehingga masyarakat mau terus menggunakannya.

Selain itu, adanya disrupsi atau gangguan pada hal-hal yang sifatnya normal. Misalnya, pada petani yang melakukan jual beli produk ke tengkulak atau ke pasar. Saat perusahaan di bidang agritech muncul, hal-hal yang sifatnya biasa mengalami perubahan atau berkembang jadi lebih baik.

Selain di bidang pertanian, bidang jasa juga banyak melakukannya. Misal, adanya startup pendidikan yang memberikan aneka materi menarik tanpa harus sekolah atau kuliah. Bahkan saat ini cari guru atau tutor bisa dilakukan langsung dari ponsel.

6. Cenderung Multitasking

Pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang bekerja di perusahaan startup biasanya multitasking. Asal masih berhubungan, semuanya akan dibebankan pada satu atau beberapa orang.

Kalau Anda bekerja di perusahaan yang memang sudah berkembang, aneka divisi akan dibentuk sehingga pekerjaan akan didelegasikan sesuai dengan kebutuhan. Itulah kenapa lowongan pekerjaan dari perusahaan startup sering memberikan syarat cukup banyak untuk memaksimalkan resource yang dimiliki.

7. Terintegrasi dengan Teknologi

Jenis perusahaan atau bisnis startup memang ada banyak mulai dari yang kecil sampai skala besar atau startup unicorn. Sebagian besar dari bisnis itu selalu terintegrasi dengan teknologi baik itu website atau mobile app development.

Melalui teknologi yang mereka ciptakan itulah kebutuhan masyarakat terpenuhi. Misalnya, menciptakan aplikasi agar bisa belanja online langsung dari ponsel. Ada juga yang membuat website untuk aktivitas belajar.

Karena selalu berhubungan dengan IoT (Internet of Things), perusahaan rintisan selalu dianggap sebagai perusahaan digital. Padahal, layanan yang diberikan sama saja, hanya dibuat lebih mudah dan dijangkau oleh orang di Indonesia atau seluruh dunia.

Statistik Startup di Indonesia dan Dunia

Berdasarkan situs Startup Ranking, Indonesia hingga saat ini masih memiliki setidaknya 2.193 startup yang diakui. Jumlah ini sebenarnya bisa lebih banyak mengingat pemerintah terus menggalakkan program 1000 Startup Digital.

Yang membuat startup tidak terlihat naik signifikan adalah karena tidak semua startup terbuka dengan pendataan. BPS mengatakan kalau perusahaan rintisan agak lebih sulit untuk dimintai data-data.

Selain itu, kemungkinan besar startup mengalami kegagalan setelah berjalan selama beberapa tahun. Mereka harus tutup karena tidak mendapatkan keuntungan dan biaya operasionalnya terus mengalami pembengkakan.

Untuk mengetahui statistik startup, simak beberapa penjelasan di bawah ini.

1. Sekitar 90% Startup Gagal

Dilansir dari Forbes, Neil Patel mengatakan bahwa sekitar 90% perusahaan rintisan mengalami kegagalan. Hal ini bisa terjadi sejak tahun pertama, tiga tahun pertama, atau di atas lima tahun setelah menjalankan bisnis.

Kegagalan ini disebabkan oleh banyak faktor yang cukup rumit. Namun, hal yang paling sering menyebabkannya adalah finansial, tidak ada perkembangan, banyak saingan baru, hingga tidak adanya backing investor.

Selama perusahaan rintisan tidak bisa memberikan solusi dan menjadi andalan banyak orang, mereka akan gagal. Apalagi target market yang mereka sedang sasar tidak memberikan respons positif.

2. Hanya 40% yang Mendapat Untung

Berita baiknya sekitar 40% startup masih mendapatkan keuntungan meski besarnya bisa bervariasi. Ada yang berkali-kali lipat dari modal awal dan ada yang sedikit asal masih balik modal saja.

Keuntungan ini bisa didapatkan kalau perusahaan startup mendapatkan rasa percaya dari masyarakat. Akhirnya, berbagai jenis produk atau layanan yang diberikan akan selalu diminati oleh banyak orang.

Semakin kuat modal yang diberikan, risiko rugi akan rendah. Apalagi kalau pemodalnya tidak hanya satu. Peluang mendapatkan keuntungan akan besar karena ada koordinasi yang baik.

3. Gagal Karena Tidak Mempertimbangkan Kebutuhan

Sekitar 42% startup mengalami kegagalan karena mereka tidak memberikan jawaban dari permasalahan yang sedang terjadi. Padahal, pemecahan masalah adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh banyak orang.

Misalnya, permasalahan yang sedang dihadapi adalah sulitnya menjual ke banyak orang di seluruh Indonesia. Solusinya adalah platform yang akan mempertemukan antara penjual dan pembeli.

Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan perusahaan rintisan bisa bertahan dengan baik atau mengalami kegagalan di tengah jalan. Proses inkubasi di awal pembuatan sangat penting untuk mencegah kegagalan.

4. Bisnis Gagal Karena Arus Uang

Lebih dari 80% perusahaan gagal karena masalah keuangan yang mereka miliki. Kegagalan bisa terjadi pada tahun pertama sehingga pemilik bisnis rintisan tidak bisa melihat adanya kesuksesan.

Kegagalan masalah uang ini muncul karena di awal berdirinya perusahaan, jumlah dana yang dimiliki sangat sedikit. Artinya untuk mencukupi operasional harian saja kurang, apalagi untuk berinovasi.

Selain modal awal yang kurang, aktivitas “bakar uang” yang salah perhitungan juga menyebabkan adanya kegagalan. Setelah memberikan promosi, keuntungan tidak kunjung datang.

5. Startup yang Paling Banyak Gagal

Startup yang sering kita dengar umumnya bergerak di bidang penjualan dan juga jasa. Padahal, jumlah usaha rintisan ada banyak sekali, baik itu di bidang teknologi informasi, pertambangan, asuransi, sampai ke konstruksi dan manufaktur.

Startup yang bergerak di bidang teknologi informasi adalah yang paling banyak gagal. Setidaknya lebih dari 60% tidak bisa menjalankan usahanya dengan baik dan akhirnya ditutup. 

Selanjutnya, ada usaha manufaktur dan konstruksi yang mengalami kegagalan sampai 50%. Asuransi dan finansial juga mengalami kegagalan di atas 55%.

Bidang Startup yang Berkembang di Indonesia

Jenis startup yang ada di Indonesia ada banyak meski tidak semuanya berkembang dan diterima baik oleh masyarakat. Bidang-bidang yang cukup menarik perhatian dan memberikan “solusi” terdiri dari:

1. Jual-Beli Produk

Jual beli produk merupakan ide startup yang paling banyak dipakai oleh pengembang. Apalagi behavior yang dimiliki oleh pembeli dan penjual mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka ingin membeli dan menjual barang dengan mudah tanpa harus bertatap muka. Selain itu, tidak adanya modal yang besar juga membuat penjual tidak bisa memiliki toko atau gudang sendiri.

Akhirnya dibuatlah platform untuk jual beli secara online atau e-commerce. Saat ini ada banyak startup jual beli online di Indonesia baik yang dikembangkan anak lokal atau dari luar negeri.

2. Pariwisata

Sebelum Covid-19 akhirnya masuk ke Indonesia dan menyebabkan kekacauan, dunia pariwisata sedang mengalami kemajuan. Hal ini ditandai dengan banyaknya aplikasi berbasis pariwisata yang fiturnya beragam.

Biasanya aplikasi atau situs dengan fokus ke pariwisata menjual voucher hotel, tempat memesan hotel, memesan pesawat dan kereta, sampai menyediakan aneka paket wisata.

Saat pandemi masuk ke Indonesia, beberapa startup yang bergerak di bidang pariwisata mengalami penurunan. Namun, tetap ada yang bertahan dan berkembang.

3. Pendidikan

Sedikit berkebalikan dengan startup pariwisata yang terganggu dengan Covid-19, startup di bidang pendidikan sedang mengalami kenaikan. Apalagi tren belajar secara online terus dilakukan oleh banyak orang termasuk mereka yang sudah bekerja.

Startup di bidang pendidikan menghadirkan solusi belajar dengan memanfaatkan teknologi. Pembelajaran bisa dilakukan secara dua arah sehingga ada interaksi antara guru dan murid. Selain itu, ada yang berbasis video.

4. Transportasi

Startup transportasi berkembang dengan baik di Indonesia. Apalagi jumlah penduduk di negeri ini memang banyak. Versi modern dari ojek dan taksi akhirnya berkembang hingga ke negara tetangga.

Bidang transportasi adalah pilihan yang tepat karena banyak orang yang membutuhkan. Apalagi bisa menjemput dan mengantar langsung ke rumah. Selain itu, layanan tambahan seperti pemesanan makanan juga membuat layanan ini masih diminati.

5. Crowdfunding

Perusahaan rintisan di bidang crowdfunding juga berkembang dengan baik di Indonesia. Apalagi saat ini banyak public figure menggunakannya untuk membantu seseorang yang kurang mampu dan kegiatan amal lainnya.

6. Pertanian

Konsep penjualan dari petani langsung ke masyarakat diberikan oleh startup di bidang pertanian. Mereka memberikan wadah penjualan agar petani di bidang apapun mendapatkan harga yang lebih sesuai.

Biasanya bisnis startup ini akan menyediakan semacam gudang untuk tempat stok barang. Bila ada pesanan, mereka akan mengantarnya sesuai dengan alamat. Biasanya masing-masing kota akan punya gudang lokal tersendiri.

7. Uang Digital

Perusahaan rintisan di bidang uang digital juga merajalela di Indonesia, bahkan dunia. Saat ini, semua hal bisa dibeli secara cashless dengan berbekal aplikasi atau kartu tap. Jadi, tidak ada lagi yang namanya pusing mencari kembalian atau membawa banyak uang di dompet.

Startup Sukses dan Inovasinya

Jumlah startup sukses di Indonesia tidak terlalu banyak. Namun, perannya untuk masyarakat cukup mengena. Berikut beberapa contoh perusahaan rintisan yang sukses dan inovasi yang diberikan.

1. Traveloka

Traveloka adalah salah satu perusahaan rintisan di bidang pariwisata dan pemesanan tiket. Layanan ini membantu siapa saja yang ingin pelesir di dalam negeri atau luar negeri.

Inovasi yang diberikan adalah kemudahan dalam memesan tiket pesawat dan kereta, bahkan melakukan reschedule. Selain itu, ada inovasi di bidang layanan dan paket pariwisata yang menawarkan potongan harga.

2. Gojek

Semua orang mengenal Gojek sebagai aplikasi untuk memesan ojek secara online. Platform yang sudah berkembang sampai ke beberapa negara Asia Tenggara ini menawarkan berbagai inovasi menarik.

Selain memesan kendaraan secara online. Ada inovasi lain yang diberikan, salah satunya adalah pemesanan makanan secara online, belanja di minimarket, mengirim barang, sampai membeli pulsa dan paket data.

3. Bukalapak atau Tokopedia

Inovasi yang diberikan adalah jual beli barang secara online dengan berbagai program yang menarik. Promosi berupa potongan harga, flash sale, sampai ke pembelian pulsa dan emas. Mereka juga mengintegrasikan toko brand besar dengan gudang sehingga bisa dikirim dengan mudah.

4. Kopi Kenangan dan Startup Makanan Lain

Sejak Kopi Kenangan ini muncul, ratusan cabangnya muncul di seluruh Indonesia. Perusahaan rintisan lain juga ikut-ikutan meniru. Inovasi yang diberikan oleh perusahaan kopi ini adalah adanya nama-nama menu sentimental, varian kopi yang beragam, dan menjangkau banyak kota-kota kecil.

Bagaimana Peluang Bisnis Startup di Indonesia?

Peluang bisnis startup jenis apa pun di Indonesia masih terbuka dengan lebar. Hanya saja, pemilihan bidang usaha harus hati-hati dan dipikirkan dengan matang mengingat ada beberapa zona yang telah dikuasai oleh “raksasa”. Kalau mau masuk di zona itu, akan cukup sulit untuk berkembang karena harus bersaing dengan perusahaan yang sudah besar.

Misalnya, di bidang e-commerce dan transportasi online. Agak sulit kalau mau membuka startup di bidang itu. Namun, kalau di bidang makanan, pertanian, sampai ke usaha yang berhubungan dengan UMKM, kemungkinan besar bisa berkembang dengan baik.

Tips untuk Startup

Banyak pertimbangan sebelum membangun startup, model bisnis, target market, hingga sistem digital seperti website maupun mobile app merupakan elemen - elemen penting sebelum membuat sebuah startup.

Terkhusus untuk sistem digital merupakan suatu keharusan jika Anda ingin membangun sebuah startup. Mengapa demikian? Di era teknologi 4.0 ini sebuah startup haruslah memiliki sistem digital yang membuat semua pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Departemen IT menjadi sangatlah penting untuk mengubah gagasan bisnis Anda menjadi sebuah produk digital. Lantas bagaimana jika Anda belum mempunyai departemen IT? Berkolaborasi software house bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda, sebelum Anda memiliki departemen IT Anda sendiri.

SoftwareSeni merupakan salah satu software house terbaik di Indonesia siap mendampingi Anda untuk membangun startup impian Anda. Dengan standar Internasional membuat SoftwareSeni dipercaya oleh perusahaan - perusahaan besar nasional seperti Traveloka, Angkasa Pura, Astra Internasional, hingga organisasi kemanusiaan seperti Peduli Anak.

Mengapa Anda Harus SoftwareSeni?

Berstandar Internasional

Selain di Indonesia, SoftwareSeni juga memiliki Office di luar negeri, tepatnya di Sydney, Australia. Dengan standar internasional tersebut, SoftwareSeni telah memenuhi berbagai kebutuhan dan membantu menyelesaikan permasalahan digital dari berbagai client.

Tim yang Solid, Besar dan Profesional

Terhitung per 2021, SoftwareSeni memiliki lebih dari 170 staff profesional yang ahli di setiap bidangnya, sehingga apapun kebutuhan digital perusahaan anda, SoftwareSeni siap untuk memenuhinya.

Service yang Beragam

SoftwareSeni memiliki banyak service yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan digitalisasi perusahaan anda. Desain Grafis, User Experience, Customer Service and Support, Application Development, hingga Wordpress & Plugin Development merupakan servis - servis pilihan yang tersedia di SoftwareSeni Indonesia.

Model Kerjasama yang Fleksibel

SoftwareSeni memiliki model kerjasama yang beragam sehingga anda memiliki banyak opsi yang anda bisa sesuaikan dengan kebutuhan bisnis anda.

Seat Outsourcing (Staf yang berdedikasi khusus untuk project anda), Ad Hoc (Tim yang siap sedia untuk request satuan anda), dan Project-based (Tim professional untuk menyelesaikan target project anda) merupakan model kerjasama yang tersedia di SoftwareSeni.

Telah Dipercaya oleh Perusahaan Besar Indonesia

Integritas SoftwareSeni dan profesionalitas tim yang ada di dalamnya, membuat SoftwareSeni banyak dipercaya oleh perusahaan - perusahaan besar di Indonesia, sebut saja Traveloka, Angkasa Pura, Astra Internasional, Canny Class, Museum Kepresidenan Yogyakarta dan masih banyak perusahaan besar lainnya yang mempercayakan kebutuhan digitalisasi perusahaan mereka pada SoftwareSen

Kesimpulan

Startup di Indonesia ada banyak dan menjangkau banyak kategori dari transportasi, jasa, jual-beli, sampai ke pariwisata. Semua perusahaan rintisan ini bisa berkembang dengan baik karena mendapatkan “rasa percaya” dari masyarakat.

Meski mendirikan perusahaan rintisan ini tidak mudah, peluang startup berkembang di Indonesia masih terbuka lebar. Apalagi ada beberapa bagian dan kebutuhan masyarakat yang masih belum terpenuhi.

Pemerintah juga terus mendukung kemajuan startup khususnya di bidang digital. Melalui dinas terkait dan juga pihak swasta, beberapa pelatihan seperti inkubasi atau percepatan dilakukan agar perusahaan rintisan baru terus bermunculan.

Di samping itu, membangun startup berbasis teknologi digital kini menjadi lebih mudah dengan adanya software house seperti SoftwareSeni yang menawarkan berbagai jasa digitalisasi untuk kebutuhan perusahaan Anda. 

Tertarik untuk berkolaborasi dengan SoftwareSeni untuk membangun startup?



FAQ

Table of Contents

+ Show

Punya Project atau Ingin Membuat Aplikasi?

Hubungi kami segera dan konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda lebih lanjut
Office Address Image

SYDNEY

55 Pyrmont Bridge Road,
Pyrmont NSW 2009 Australia
+61 2 8123 0997

YOGYAKARTA

Unit A & B
Jl. Prof. Herman Yohanes No.1125, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
+62 858 6514 9577