4 Hal yang Membuat Proyek Pembuatan Aplikasi Berbasis Web Gagal

Project Management
Published on July 20, 2018

Di era globalisasi ini, pelaku bisnis maupun institusi pemerintah seolah diwajibkan untuk memiliki website atau aplikasi berbasis web untuk mengenalkan produk atau jasa yang dimiliki. Bekerja sama dengan software developer Indonesia untuk membuat website adalah komitmen bisnis guna memuaskan direksi, pemegang saham maupun para pelanggan.
 
Jaman sekarang, memiliki website sama krusialnya dengan memiliki toko fisik, gedung atau telepon kantor. Penelitian mengungkapkan 6/10 pelanggan berekspektasi jika brand atau perusahaan memiliki konten online tentang bisnis mereka.
 
Dari segi bisnis, ada 3 keuntungan utama yang Anda peroleh jika memiliki website:

a. Hadir 24/7

    Memiliki website artinya konsumen dapat menemukan Anda – kapan pun, dimana pun. Bahkan di luar jam kerja, website terus menemukan klien atau konsumen potensial untuk Anda. Kantor Anda boleh tutup pukul 5 sore, tetapi layanan dan produk-produknya tetap dicari orang 24 jam.
    Selain itu, konsumen dan klien mudah mengakses semua informasi perusahaan. Memiliki situs berkualitas baik dan mudah digunakan membuat pelanggan merasa nyaman menggunakan layanan Anda, sehingga mereka memiliki impresi positif terhadap layanan bisnis Anda.

b. Efisiensi biaya

    Sesederhana memajang informasi perusahaan, website juga memungkinkan Anda untuk menyediakan jasa atau produk langsung ke tangan konsumen. Di banyak kasus, perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya operasional yang relatif besar. Dampaknya, perusahaan memiliki produk atau jasa dengan harga kompetitif.

c. Perluasan pasar

    Dengan website, perusahaan Anda dapat diakses oleh siapa pun di seluruh penjuru dunia. Tidak ada lagi hambatan yang disebabkan oleh batas-batas geografis. Siapa pun, dari negara manapun, kini dapat menemukan perusahaan Anda dan pada saat yang bersamaan, menjadi konsumen bahkan investor potensial.

 
Banyak software house Jakarta yang menciptakan website dengan kualitas premium, dan memberi keuntungan signifikan pada pelaku bisnis, yaitu melonjaknya penjualan dan meningkatkan kredibilitas perusahaan.
 
Bagaimana jika perusahaan Anda tidak memiliki tim IT yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan? Tidak perlu khawatir, Anda dapat menghubungi Software Developer Indonesia untuk bermitra membangun kebutuhan IT Anda.
 

    Butuh tim terpercaya untuk membantu Anda mewujudkan software impian? Gratis konsultasi
    di sini

 
softwareseni
 
Namun, sejarah dipenuhi cerita dari bisnis gagal dari entrepreneur yang memiliki mimpi besar di tangan mereka. Tidak sedikit proyek pembuatan aplikasi berbasis web yang gagal. Faktanya (via):

  • 75% eksekutif bisnis dan IT mengantisipasi proyek perangkat lunak mereka akan gagal.
  • Kurang dari sepertiga dari semua proyek berhasil diselesaikan tepat waktu dan sesuai anggaran selama setahun terakhir.
  • 33% proyek gagal karena kurangnya keterlibatan dari manajemen senior.

 
Kegagalan suatu proyek IT tidak hanya berakibat secara finansial bagi perusahaan, namun juga berdampak langsung pada penurunan kepuasan pelanggan, bahkan berkurangnya keunggulan kompetitif. Seperti satu cerita kegagalan proyek Greyhound yang menjadi perbincangan banyak orang di tahun 90an.
 

Greyhound Lines Inc, sebuah perusahaan transportasi asal US membangun sebuah Sistem Reservasi Perjalanan dan Pemberangkatan Bus bernama TRIPS di awal 1990-an dan menghabiskan setidaknya US$ 6 juta untuk membangun aplikasi tersebut. Tapi TRIPS gagal total saat dipasang pada tahun 1993, bahkan ketika Greyhound mencoba menawarkan harga diskon 50 %.

 

Untuk menghindari penggunaan sistem tersebut, para agen tiket Greyhound terpaksa menulis tiket dengan tangan secara manual, dan para pelanggan harus menunggu dalam antrian dan beberapa orang bahkan terpaksa ketinggalan jadwal bus. Penumpang anjlok 12% dalam satu bulan. Hanya beberapa minggu setelah menjalankan TRIPS, Greyhound terpaksa menonaktifkannya di beberapa daerah sambil mencoba melacak sumber masalahnya.

 

Bencana ini mendorong terjadinya kerugian US$ 61,4 juta untuk semester pertama tahun 1994. CEO dan CFO Greyhound pun sampai mengundurkan diri. TRIPS kemudian berhasil dioperasikan, tapi Greyhound tidak pernah bisa mengembalikan statusnya sebagai penguasa transportasi. (sumber)

Sebagai tambahan, hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kegagalan kerap terjadi pada proyek yang memiliki kompleksitas tinggi dan berjangka pendek.
 
Tidak ada jaminan bahwa suatu institusi tertentu dapat terbebas dari kegagalan, baik institusi swasta, pemerintah maupun militer. Kegagalan dalam proyek IT merupakan kombinasi faktor teknis, sosial dan watak stakeholders proyek.
 
Untuk itu, kami merangkum 4 hal yang membuat proyek pembuatan aplikasi berbasis web gagal dan cara untuk menghindarinya.
 
software house jakarta bagus
 

1. Bekerja sama dengan software house yang salah

Salah satu faktor kegagalan yang lazim ditemui dalam pembuatan aplikasi web adalah bekerja sama dengan pihak software house yang salah. Software house adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang software development. Software house memberi solusi dari permasalahan klien di bidang teknologi dan informasi.
 
Sudah menjadi praktik umum jika perusahaan mempercayakan kebutuhan mereka pada perusahaan outsourcing penyedia jasa situs web. (Baca tulisan ini untuk lebih memahami kelebihan dan risiko bekerja dengan perusahaan outsourcing penyedia jasa situs web)
 
Namun, perusahaan besar sekelas IBM pun tidak luput dari perseteruan dengan klien.

Pada bulan November 2012, produsen bahan kimia Avantor Performance Materials mengajukan gugatan terhadap IBM, menyatakan bahwa pejabat IBM berbohong tentang kesesuaian sebuah paket perangkat lunak berbasis SAP yang dibangun untuk Avantor. Namun, ternyata sistem yang disebut Express Life Sciences Solution tersebut dianggap tidak cocok untuk Avantor dan proyek perangkat lunak berikutnya menyebabkan perusahaan “hampir berhenti beroperasi”.

 

Avantor juga menambahkan, bahkan para pekerja IBM sendiri mengatakan kepada Avantor bahwa proyek tersebut adalah proyek terburuk yang pernah mereka lihat. Tuduhan lain dari Avantor ke IBM, yang cukup sering juga digunakan dalam berbagai gugatan kegagalan ERP, adalah: bahwa IBM diduga menempatkan pekerja proyek yang “tidak kompeten dan sembrono” yang sering membuat kesalahan.

 

IBM juga mengambil jalan pintas untuk mencapai tanggal go-live lebih cepat, sebuah langkah yang ternyata berakibat bencana. IBM membantah balik dan mengatakan bahwa keluhan Avantor adalah “berlebihan dan salah arah,” dan mengatakan pihaknya akan mempersiapkan argumen sanggahan yang kuat.

software house jakarta
 
Oleh karena itu, menentukan software house adalah proses awal dengan pengaruh paling signifikan pada keberhasilan atau bahkan kegagalan dari proyek pembuatan aplikasi berbasis web perusahaan. Salah memilih membuat proyek membutuhkan waktu yang sangat lama untuk selesai dan bahkan tidak menutup kemungkinan mangkrak di tengah jalan.
 
Bayangkan kerugian finansial yang harus dilewati!
 
Maka, Anda dituntut untuk ekstra hati-hati dalam langkah awal ini. Melakukan pendekatan dengan siapa Anda akan bekerja sama sangatlah penting. Lakukan riset dengan teliti, menyeluruh dan mencari banyak referensi bisa menjadi teknik ampuh.
 
Pastikan software house yang Anda pilih memiliki sistem kerja dan komunikasi profesional, pengalaman yang tidak sedikit, dan track record yang wajar. Anda juga bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi siapa saja klien yang telah ditangani oleh software house tersebut.
 

    Tips lebih lengkap mengenai bagaimana cara memilih software house yang berkualitas dapat dibaca di sini

 

2. Budget yang tidak realistis dan skala ekspektasi

Tidak seorang pun ingin menetapkan ekspektasi yang non-realistis, namun seringnya hal itu tidak dapat terelakkan. Klien akan selalu menginginkan proyek dengan biaya terendah dan kualitas tertinggi. Software house tentu tidak ingin mengecewakan klien, maka mereka meyakinkan klien bahwa semuanya mungkin, termasuk tenggat pengiriman 24 jam.
 
Voilà! Baik klien maupun software house baru saja menetapkan ekspektasi yang tidak realistis.
 
Menetapkan ekspektasi yang tidak realistis adalah praktik bisnis yang buruk.
 
Alasan paling umum dalam kegagalan proyek pengembangan web adalah anggaran klien terlalu kecil jika dibandingkan dengan lingkup proyek. Antara keinginan klien terlalu banyak, dengan anggaran yang terbatas, atau software house menjanjikan jauh lebih banyak daripada yang seharusnya.
 
Mengapa mereka menjajikan sesuatu, lebih dari apa yang bisa mereka berikan?
Bisa jadi mereka tidak memiliki pengalaman yang diperlukan untuk proyeksi anggaran yang benar atau mereka tidak begitu profesional dan hanya ingin menghasilkan uang dengan cepat.
 
Setiap hubungan yang baik didasarkan pada kepercayaan dan janji yang harus ditepati. Ketika proyek akhirnya tertunda, klien akan merasa tidak puas dan marah. Tidak ada yang lebih merusak kepercayaan klien daripada komitmen yang rusak. Transparansi dan kejujuran yang berjalan beriringan adalah kunci di sini.
 
Software house yang berkualitas pasti akan selalu mengomunikasikan dan memberi pengertian pada klien, spesifikasi dan target apa saja yang dapat dicapai sesuai dengan budget yang dimiliki.
 

3. Pembuatan Aplikasi Berbasis Web dengan Technical Debts

Faktor lain yang berperan dalam kegagalan dalam proyek pembuatan aplikasi web adalah technical debts. Technical debts dalam software development dapat berupa lack of test automation, lack of deployment automation, lack of documentations, dirty and tightly coupled code, defects, bad design, dan hal-hal lain yang muncul karena software developer memotong jalur pintas demi memenuhi deadline.
 

Apa maksudnya?

 

tech debt

 
Technical debts sama seperti jenis hutang yang lain. Mari bandingkan dengan membeli rumah. Kebanyakan orang tidak memiliki ratusan juta rupiah di bank untuk membeli rumah. Maka, orang mengambil hipotek. Pembeli harus membayar kembali selama 15 hingga 30 tahun ke depan dengan bunga yang ditambahkan. Jika pembeli tidak membayar hipotek tepat waktu, maka mereka kehilangan rumah mereka.
 
Technical debts pun demikian. Teknik ini memungkinkan perusahaan untuk membuat software lebih cepat, namun dengan catatan bahwa mereka akan memperlambat pengembangan software tersebut di masa depan.
 
Technical debt adalah variabilitas yang dapat membuat software delivery menjadi tidak predictable. Perusahaan pada akhirnya akan dipaksa untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk memperbaiki “hutang” daripada jumlah waktu yang dibutuhkan mereka untuk menghasilkan solusi terbaik di awal.
 
Technical debts dapat muncul ketika pimpinan perusahaan hanya peduli dengan short-terms wins. Memaksa software developer untuk lembur demi memenuhi deadline hanya akan berakhir pada overburden, yang dapat berakhir pada delivery produk berkualitas rendah.
 
Selain itu, technical debts juga dapat muncul karena kurangnya keterampilan web developer untuk mengembangkan software secara profesional. Akibatnya, technical debts dapat menghantui software developer di kemudian hari yang dapat memperlambat pengembangan software.
 
Masih penasaran dengan apa itu tech debts?Simak video di bawah ini.
 

 

4. Spending zero for marketing

Istilah branding memiliki definisi luas yang terdiri dari banyak aspek. Singkatnya, brand suatu perusahaan mewakili misi, values dan pengalaman yang dapat dinikmati pelanggan dari produk dan layanan yang ditawarkan. Branding memantapkan posisi perusahaan dari kompetitor, dan menggabungkan seluruh emosi dan perasaan yang terkait dengan perusahaan tersebut.
 
Dibutuhkan waktu bertahun-tahun kerja keras untuk membangun citra merek yang positif, dan tambahan kerja keras lagi untuk mempertahankannya. Merek perusahaan dimulai dari desain yang hebat. Logo, skema warna, dan grafik adalah “jabat tangan” dan kesan pertama pelanggan atau klien saat menemukan merek Anda – dan kita semua tahu betapa pentingnya kesan pertama.
 
Untuk menciptakan kesan pertama yang positif ini, desainer harus memahami bisnis, tujuan, misi, dan end user perusahaan. Pencitraan merek dan desain harus berjalan seiring dan saling berhubungan. Pelanggan Anda harus dapat mengenali merek Anda dengan semua elemen bersamaan dan maupun terpisah.
 
Pikirkan aplikasi Anda seperti mobil – seseorang dapat mengenali merek Mercedes dengan logonya, tentu saja, tetapi mereka juga dapat mengenali merek tertentu dengan desain tertentu – aplikasi Anda harus mencakup kualitas desain yang sama.
 
branding
 
Dalam proyek pengembangan perangkat lunak, kebanyakan orang akan berbicara tentang aspek teknis – perencanaan menyeluruh, kualitas codebase, juga dukungan dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Meskipun semua penting untuk keberhasilan proyek, mereka tidak akan bekerja maksimal tanpa support konstan elemen non-pemrograman – konten, UX dan desain UI.
 
Oleh sebab itu, selain berinvestasi dengan software development, proyek pembuatan aplikasi berbasis web juga harus melibatkan tim UX dan UI yang mumpuni.
 
#Persiapan Konten
Tidak ada website tanpa konten.  Ingat apa yang Bill Gates katakan,  konten adalah raja. Memiliki project pembuatan aplikasi berbasis webartinya berkomitmen untuk juga melaksanakan strategi digital marketing untuk mempromosikan keberadaan website tersebut. Karena, apalah artinya project pembuatan aplikasi berbasis web dengan segala fitur canggih tetapi tidak banyak user yang mengakses website tersebut.
 
Penelitian tahunan dari Content Marketing Institute menunjukkan bahwa sebagian besar marketer menggunakan content marketing. Bahkan, teknik ini digunakan oleh banyak organisasi terkemuka di dunia, termasuk P&G, Microsoft, Cisco Systems, dan John Deere.
 
Content marketing juga dikembangkan dan dijalankan oleh bisnis kelas menengah dan toko kecil di seluruh dunia. Mengapa? Karena terbukti berhasil.
 
Salah satu alasan dari kegagalan proyek web adalah kurangnya konten. Jika klien tidak menyediakan konten, situs web tidak akan selesai dibuat. Mereka tidak dapat menulis maupun mengambil gambar tentang produk dan layanan klien.
 
Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah menulis konten terlebih dahulu, sebelum memulai pengembangan situs web. Dengan begitu, klien akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang seharusnya dan apa yang tidak boleh dimasukkan di situs web. Pembuatan konten harus mengikuti sitemap atau lebih baik lagi, sitemap dapat mengikuti konten.
 
#UX dan UI
Membuat project pembuatan aplikasi berbasis web yang bagus membutuhkan software development dan ahli desain UX (user experience). Memahami hubungan di antara keduanya sangat penting ketika Anda memiliki mitra untuk membantu Anda dengan proyek pembuatan aplikasi. Anda bisa saja membuat project pembuatan aplikasi berbasis web hebat namun jika user atau pelanggan merasa sulit untuk menggunakannya, proyek tersebut terbilang gagal.
 
Inilah sebabnya mengapa peran UX penting: di era ini, user berharap mengalami experience yang hebat saat menjalankan aplikasi, dan user dengan pengalaman buruk tidak akan memberi Anda kesempatan kedua. User experience penting tidak hanya untuk aplikasi atau website, tapi juga untuk setiap interaksi yang dimiliki pengguna dengan perusahaan, termasuk produk dan layanan.
 
Harvard Business Review menemukan bahwa 23% pelanggan yang memiliki pengalaman positif memberitahu 10 atau lebih banyak orang tentang pengalamannya. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa dorongan konsumen untuk ‘menghukum’ layanan yang buruk lebih dari memberi imbalan pada layanan yang menyenangkan. Maka, Anda dan tim IT harus memberi ekstra perhatian pada UX dan UI.
 
Apa perbedaan UX dan UI?
 
perbedaan ux dan ui
 
Desain UX (user experience) mengacu pada pengalaman pengguna, sementara Design UI merupakan singkatan dari user interface atau desain antarmuka pengguna. Kedua elemen ini sangat penting untuk suatu produk dan tidak dapat dipisahkan. Namun terlepas dari hubungan mereka, UX dan UI memiliki peran sendiri-sendiri, mengacu pada bagian-bagian yang sangat berbeda dari proses dan disiplin desain.
 
Sementara desain UX adalah bidang yang lebih analitis dan teknis, desain UI lebih dekat dengan apa yang kita sebut sebagai desain grafis, meskipun tanggung jawabnya agak lebih rumit.Kunci dari proyek yang sukses adalah membuat solusi perangkat lunak yang selaras dengan kebutuhan dan preferensi pengguna Anda.
 
Desain UX dan UI yang tepat membuat aplikasi yang lebih baik dan diterima oleh pengguna. Hal ini membantu Anda memenuhi sasaran bisnis Anda, karena pengguna adalah pasar Anda. Lebih lagi, desain UX dan UI juga mengurangi biaya dan menghemat waktu. Memberi perhatian lebih pada UX dan UI menghindarkan Anda dari kegagalan.
 

 
Aplikasi-aplikasi yang paling sukses tidak benar-benar bagus ketika pertama kali dibuat. Bahkan, sebagian besar produk itu tampak benar-benar berbeda, melayani kebutuhan dan pasar yang berbeda! Seperti cerita kesuksesan Facebook di bawah ini,
 
Kegagalan proyek dapat dideskripsikan sebagai satu atau kombinasi dari pembengkakan biaya, delivery yang terlambat, kualitas yang buruk, dan atau mengembangkan produk yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.
 
Terlepas dari keterlibatan developers selama tahap perencanaan, seringnya, mereka yang menanggung beban tanggung jawab untuk situasi semacam itu; karena merekalah yang membangun aplikasi. Namun, jika ditilik lebih dekat, tidak selalu ada bukti yang menunjukkan ketidakmampuan software developer.
 
Pada akhirnya, cara terbaik untuk menghindari kegagalan proyek adalah untuk tetap selangkah lebih maju dari proyek Anda. Pastikan sebelum memulai proyek, sepakati poin-poin berikut ini.

  • Target – sepakati tujuan yang jelas dan spesifik. Bahkan, jangan memulai proyek sebelum semua stakeholders memiliki objektif yang sama.
  • Batasan – Kenali batasan internal atau eksternal yang ada.
  • Perkiraan – Kalkulasi teknis tentang apa yang mungkin dapat dilakukan pada tingkat skala proyek, biaya, jadwal, staf, dan probabilitas yang ditentukan.
  • Komitmen – Keputusan bisnis yang dibuat dengan memilih satu skenario perkiraan dan menetapkan sumber daya yang tepat untuk memenuhi target dalam satu set batasan.
  • Rencana – Satu set tugas dan kegiatan pr oyek yang akan memberi kemungkinan untuk memenuhi komitmen di tingkat skala proyek, biaya, jadwal, staf, dan probabilitas yang ditentukan.

Memiliki standar yang jelas terhadap poin-poin di atas menjamin proyek pembuatan aplikasi berbasis web melangkah di jalur yang tepat, mengejar target yang realistis dan memahami kendala-kendala yang ditemui.
 
Selain itu, komunikasi adalah satu cara jitu untuk mencegah dan menyelamatkan proyek dari kegagalan. Komunikasi dapat diarahkan untuk proses klarifikasi skala pengerjaan proyek, target dan keputusan penting lain selagi proyek berjalan. Dengan begitu, proyek pembuatan aplikasi berbasis web dapat menghasilkan kesuksesan terlepas dari hambatan yang timbul.
 
Ini hanyalah sedikit dari alasan paling umum mengapa proyek pembuatan aplikasi web mengalami kegagalan, tetapi daftarnya bisa jauh lebih panjang lagi. Apakah Anda ingin menambahkan alasan ke daftar ini? Jangan ragu untuk berkomentar di bawah ini!
 
 
 
 

(sumber gambar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *