SoftwareSeni Logo

Pindah : Antara Kenangan dan Harapan

July 22, 2019

SoftwareSeni

Pindah. Kata yang memiliki dua arti. Pergi meninggalkan kenangan. Datang bersama harapan. Memang tidak semua sanggup untuk pindah. Tapi, bagi kami, SoftwareSeni, pindah adalah harapan. Harapan baru untuk berkembang. Harapan baru untuk bisa terbang lebih tinggi. Tidak, tidak ada yang salah dengan tempat yang lama. Tapi, jika kami, SoftwareSeni, ingin melebarkan sayap. Tentu, ada hal yang harus kami tinggalkan. Kenangan.

2013, menjadi tahun dimana kami dapat menapak di industri ini, industri IT (Information Technology). Tahun dimana kami memulai semuanya. SEMUA. Gagasan dari tiga kepala yang berbeda, memunculkan titik tengah. SoftwareSeni. 

Pertemuan antara Pak Ian, Pak Davo & Pak Ryan tidaklah sia-sia. Wujud nyata SoftwareSeni nyatanya masih berdiri tegak hingga sekarang. Tentunya, kami percaya, semakin tinggi pohon, semakin banyak pula angin berhembus. Ya, untuk bisa tetap ada hingga sekarang, SoftwareSeni sudah mengalami banyak hal. Hal baik dan hal buruk. 

Awalnya, SoftwareSeni hanya memiliki 1 bangunan berbentuk rumah tua khas Belanda. Dengan jendela kayu berukuran besar, bangunan itu sudah lebih dari cukup bagi kami. Pada saat itu. Seiring bertumbuhnya perusahaan, bangunan tua khas Belanda itu sudah tidak lagi cukup untuk menampung kapasitas kami. Demi kenyamanan dan distribusi oksigen yang semakin merata, manajemen SoftwareSeni memutuskan untuk menggunakan bangunan yang berada tepat di sebelahnya sebagai perluasan kantor. 

Classic-contemporer katanya. Perpaduan gaya klasik Belanda dengan konsep minimalis telah menjadi saksi bisu perjalanan SoftwareSeni selama beberapa tahun ini. Dari kisah magis menakutkan, sampai dengan tawa menggelitik sudah teremulsi menjadi residual energi kantor lama SoftwareSeni. Mungkin sampai pada titik dimana kami paham, aroma yang berbeda pada setiap ruangan. Atau bahkan, aroma parfum rekan kerja kami sendiri. 

Banyak kegiatan menyenangkan yang sudah terekam hingga setiap pojok bangunan kantor. Kami masih ingat cara SoftwareSeni memaknai 17 Agustus (HUT RI) tahun lalu, 2018. Begini cara kami, SoftwareSeni merayakan HUT RI tahun 2018 kemarin.

Rasanya seperti baru kemarin sore.

Bukan hanya itu, teman-teman yang sering pingpong di ruangan ini pasti paham betul sudah berapa liter keringat yang tercampur dan membaur dengan udara ruangan. Sedap betul. Tak apa, yang penting sehat! Semangat Olahraga!

Mungkin, ruangan ini menjadi ruangan paling hening, tenang, karena masing-masing sedang berbisnis. 

Tidak usah dijelaskan ya jenis bisnisnya. Privacy!

Wah terlihat seru, bukan? Eits, tunggu dulu. Tentunya ada tantangan yang harus SoftwareSeni lalui selama berada di kantor lama.

Masih ingat dengan bentuk bangunan kantor SoftwareSeni? Karena memang pada dasarnya kantor kami adalah rumah, maka saat pembuatan bangunan ini tentu tidak memperhatikan sisi ergonomis dari sebuah kantor.

Berkelok-kelok.

Ya, mungkin itu kesan pertama teman-teman yang baru masuk atau hanya sekadar main ke kantor SoftwareSeni. Sehingga, teman-teman HR terkadang harus berpetualang kesana-kemari untuk memperkenalkan keluarga baru SoftwareSeni. Kalo kata teman-teman HR, “Sungguh perjalanan yang panjang”. 

Ada pula kenangan masa-masa kami merasakan suasana indoor-outdoor di kantor. Itu karena ketika hujan, atap tempat kami bernaung meneteskan air mata kesedihan. Hingga jatuh, mengenai tubuh kami. Sungguh, nuansa indoor-outdoor yang terlalu nyata. Tetapi, seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit kami mulai bisa menata, dan meletakkan nuansa indoor-outdoor kantor kami pada tempatnya. Tapi, tentu saja semua itu membuat SoftwareSeni selalu bersyukur akan progress yang telah dicapai. Dan selalu menjadi pengingat, darimana SoftwareSeni berasal.

Hal manis tidak pernah datang terlambat. 

Kalau dilihat dari segi kepadatan penduduk SoftwareSeni, tahun 2015 terjadi peningkatan populasi yang cukup pesat. Hingga pertengahan tahun 2019, populasi SoftwareSeni telah mencapai angka 105 orang, dan diprediksi akan terus bertambah. 

Tentunya, untuk memahami 105 kepala manusia merupakan tantangan tersendiri bagi masing-masing orang di SoftwareSeni. Menurut teman-teman HR, keadaan kantor lama kami kurang bisa memberikan keleluasaan bagi teman-teman untuk bergerak bebas. Sehingga, kantor SoftwareSeni yang baru diharapkan dapat membuat kenyamanan lebih bagi kami untuk bermain dan bekerja. Tentunya, bisa menunjukan performa yang nendang! 

Belum berhenti sampai di situ. Kantor lama SoftwareSeni terdiri dari 2 lantai. Nah, lantai kedua kantor kami memiliki nuansa yang berbeda. Angin semilir yang berhembus memiliki temperatur yang cukup tinggi. Sampai-sampai siraman rohani dan AC pun kurang cukup untuk menurunkan suhu ruangan. Terharu adalah ketika teman-teman yang bersemayam di lantai dua tetap semangat dalam bekerja.

Fiuh, perjalanan yang lelah tapi menyenangkan! Memang, saat ini kantor yang kami tempati sudah mulai sesak. Bukan salah kantor kami, tapi memang populasi SoftwareSeni yang terus bertambah. Kami sangat bersyukur akan pertumbuhan populasi SoftwareSeni. Itu menandakan perusahaan yang sudah kami bangun sejak 2013 mampu bertumbuh, dan berkembang. 

Hingga, pada akhirnya, kami memutuskan untuk pindah. Iya, PINDAH. Menuju tempat baru. Bersama harapan baru. Dan kami harus meninggalkan kenangan. Dan terus bergerak maju. Kami bersyukur Jl. Pakuningratan 15 telah sudi menjadi tempat SoftwareSeni mengasah dirinya. Menunjukan pada dunia bahwa SoftwareSeni mampu. Mampu untuk berkembang. Mampu untuk bertahan. Dengan segala arsip kehidupan dan energi keluarga SoftwareSeni yang telah membaur bersama debu, mengikuti hukum kekekalan energi. 

Ya, kami pindah.

55242 akan menjadi rumah keluarga SoftwareSeni yang baru! Jl. Magelang No.65, Kota Yogyakarta 55242. Tempat baru bersama harapan baru. Suasana yang sungguh berbeda dari kantor kami sebelumnya. Nuansa khas bangunan Belanda sudah hilang. Kini, nuansa industrialis minimalis, dengan kaca-kaca besar menghadap arah jalanan. Ini nampak kantor SoftwareSeni dari Google Maps sebelum renovasi. 

SoftwareSeni pindah kantor. Tentu, kami ingin membawa suasana khas SoftwareSeni di kantor baru kami. Mulai dari warna, tata ruang, hingga tempat kami “bermain”. Harus nyaman. Iya, sebagai perusahaan Software House Indonesia, kami dituntut untuk memberikan kualitas yang optimal pada setiap proyek yang digarap. Untuk mendukung output kerja keluarga SoftwareSeni, tentu kenyamanan dalam kantor sangat penting. 

Yuk intip seperti apa interior kantor baru kami! (kantor baru belum selesai renovasi)

SoftwareSeni Pindah Kantor

Dengan kapasitas ruangan yang lebih besar, kami tidak lagi harus bersenggol lutut. Baiknya lagi, distribusi oksigen dalam ruangan pun menjadi lebih merata. Tentunya, ini semua tidak akan bisa SoftwareSeni capai tanpa kegigihan serta ketekunan keluarga SoftwareSeni dalam mengerjakan proyek IT.

Harapan baru.

Masih seperti di kantor lama SoftwareSeni. Kami ingin mengukir prestasi lebih banyak lagi. Menumpuk kenangan indah di kantor baru ini. Pada setiap sudutnya akan tersimpan cerita menarik yang kekal abadi. Saling bertukar buah pikiran, bertukar canda, dibumbui dengan sedikit aroma kopi dari sudut pantry baru kami.

Dan tentu saja. 

Produktivitas. Dengan segala fasilitas yang sudah SoftwareSeni miliki. Harusnya, kami, keluarga SoftwareSeni dapat meningkatkan produktivitas kerja. Bukan cuma itu, kualitas kerja pun diharapkan turut meningkat. Kami ingin membuktikan, kantor baru, tidak akan membuat SoftwareSeni larut dalam kesenangan akan nuansa baru. 

Masih jelas dalam benak keluarga SoftwareSeni tentang QORDA yang dimiliki. Quality, On time, Responsive, Delivery, & Ask. Budaya yang sudah hidup dalam tubuh SoftwareSeni akan selalu menjadi sirine berbunyi untuk terus dilestarikan. 

Yuk ambil bagian dalam pertumbuhan SoftwareSeni dengan caramu! Kalian bisa share artikel ini. Bekerja sama dengan SoftwareSeni untuk menyelesaikan proyek IT. Atau, jika kalian merasa sanggup untuk membantu SoftwareSeni dari dalam, daftarkan diri kalian untuk menjadi bagian dari kami, SoftwareSeni!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *