Alasan SoftwareSeni Harus Beradaptasi Dengan Teknologi IoT

Perkembangan teknologi IoT di Indonesia memiliki progress ke arah yang positif. Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi IoT dirasa masih belum maksimal. Sebagian besar pengembangan teknologi IoT masih pada tahap prototype yang masih perlu untuk disempurnakan. Pada akhirnya masih sedikit dari hasil pengembangan teknologi IoT yang bisa dirasakan secara masif manfaatnya.

Sebagai Perusahaan yang berfokus pada pengembangan IT, SoftwareSeni, melihat teknologi IoT sebagai solusi integrasi yang harus diapresiasi. Terlebih lagi, potensi IoT yang dirasa mampu meningkatkan efisiensi kerja manusia. Namun, yang perlu digaris bawahi bahwa peningkatan efisiensi kerja baru bisa tercapai jika penggunaan teknologi IoT berada di tangan yang tepat.

Kenapa bisa begitu?

SoftwareSeni sudah membahas secara mendalam tentang teknologi Internet of Things di Indonesia. Teknologi IoT memerlukan interaksi antara perangkat IoT dengan manusia sebagai user agar dapat berfungsi dengan maksimal. Itu karena, pada akhirnya yang akan merasakan manfaat dari implementasi teknologi IoT adalah manusia itu sendiri.

Maka dari itu, SoftwareSeni merespon dan mengapresiasi perkembangan teknologi IoT dengan berkontribusi meski masih dalam cangkupan yang terbatas. Cangkupan penelitian dan pengembangan teknologi IoT yaitu pada lingkungan kantor SoftwareSeni. Dengan harapan, sumber daya manusia yang SoftwareSeni miliki akan mengenal dan akrab dengan teknologi IoT. Sehingga, jika dikemudian hari teknologi IoT dapat diimplementasikan secara menyeluruh di lingkungan SoftwareSeni, interaksi antara user dan perangkat IoT akan bekerja secara “seamless”.

Tetapi, SoftwareSeni juga perlu memikirkan bagaimana cara terbaik untuk memperkenalkan teknologi IoT pada keluarga SoftwareSeni.

Cara SoftwareSeni Berkenalan Dengan Teknologi IoT

Heryno Cheung sebagai Head of Technology dari SoftwareSeni memiliki ide untuk mengumpulkan senior developer SoftwareSeni. Perhimpunan senior developer ini diberi nama SSLab. Team SSLab SoftwareSeni memiliki tujuan untuk bermain dan belajar dengan teknologi terkini. Mainan oprek teknologi IoT menjadi game pertama yang harus SSLab selesaikan. 

Pada tahap pertama, SSLab dibagi menjadi dua team. Masing-masing team membuat blueprint ide perangkat IoT untuk dikembangkan. Hasilnya, diharapkan dapat memberi angin segar bagi SoftwareSeni untuk memiliki perangkat IoT yang sesuai dengan kebutuhan kantor atau hanya sekadar untuk memenuhi rasa penasaran terhadap teknologi IoT. 

Ada dua perangkat berbasis teknologi IoT yang telah dikembangkan:

  1. Package Notifier
  2. Waton Ayam

Meskipun kedua perangkat pernah dibahas pada artikel “Siap menyambut Internet of Things (IoT), Indonesia?”, pembahasan mengenai dua perangkat IoT yang telah dikembangan oleh SSLab masih sangat sedikit. 

Yuk, simak pembahasan mendalam mengenai dua perangkat IoT tersebut!

1. Package Notifier

Tim yang diketuai oleh Rudi ini mengangkat ide untuk mengembangkan perangkat cerdas untuk mengidentifikasi suatu benda. Ide dari pengembangan perangkat IoT tim Rudi bukan tanpa alasan. Paket barang / surat yang terus datang untuk karyawan SoftwareSeni tentu kadang merepotkan. Tidak semua pemilik barang / surat berada di kantor saat paket datang. Begitu pula dengan pemilik barang / surat, mereka menunggu dan bertanya “apakah ada paket atas namaku?”. Tentu dua aktivitas tersebut tidak efisien. 

Dari masalah tersebut, tim Rudi membuat solusi sederhana dengan beberapa penyempurnaan agar perangkat yang dibuat dapat memiliki teknologi IoT didalamnya. Package notifier memanfaatkan fungsi tagging untuk mengidentifikasi informasi yang terdapat pada paket yang datang. Yang mana, fungsi tagging merupakan salah satu fungsi dari teknologi IoT.

Package notifier ini dikemas dengan perangkat Raspberry Pi untuk sebagai media interaksi pengguna dan sistem.

Perangkat teknologi IoT Package Notifier

Cara kerja perangkat package notifier

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa perangkat ini memiliki fungsi tagging untuk mengidentifikasi suatu objek. Untuk menjalankan fungsi tersebut, package notifier membutuhkan interaksi antara user (pengirim barang) - perangkat IoT - information system. Untuk interaksi pertama antara user (pengirim barang) dengan perangkat IoT, package notifier memanfaatkan teknologi kamera sebagai perangkat tagger. Kamera memiliki fungsi untuk mengidentifikasi objek yang direpresentasikan dengan foto / gambar dari paket yang datang. Selanjutnya, otomatisasi terjadi dalam interaksi ke dua. Interaksi antara perangkat dengan sistem informasi yang nantinya akan mengirimkan informasi berupa hasil foto / gambar dari interaksi pertama. Tujuan akhir dari perjalanan informasi (foto / gambar) tersebut adalah sistem chat internal yang SoftwareSeni gunakan (SSChat). 

Secara teknis, dalam perangkat package notifier ini ada beberapa element:

- Raspberry Pi 3 model B (Board)

Spesifikasi produk:

  • Quad Core 1.2GHz Broadcom BCM2837 64bit CPU
  • 1GB RAM
  • BCM43438 wireless LAN and Bluetooth Low Energy (BLE) on board
  • 100 Base Ethernet
  • 40-pin extended GPIO
  • 4 USB 2 ports
  • 4 Pole stereo output and composite video port
  • Full size HDMI
  • CSI camera port for connecting a Raspberry Pi camera
  • DSI display port for connecting a Raspberry Pi touchscreen display
  • Micro SD port for loading your operating system and storing data
  • Upgraded switched Micro USB power source up to 2.5A

Raspberry Pi sering dikenal orang sebagai mini computer dimana sistem operasi bisa di pasang hanya dengan memasukan micro sd card yang sudah di inject dengan operating sistem yang diinginkan. Dengan fleksibilitas raspberry pi yang tinggi, developer dapat bereksplorasi untuk menciptakan command-command baru. Selain itu, dengan harga board yang relatif terjangkau juga menjadikan raspberry pi sebagai hardware yang cocok dipakai untuk R&D untuk berinovasi tanpa membebankan budget. 

Tapi perlu diingat, apakah inovasi yang dilakukan merupakan inovasi yang akan berpengaruh besar terhadap bisnis (core activity) atau hanya sebagai pendukung (support activity). Jika inovasi merupakan core activity dari bisnis perusahaan, low-cost development merupakan hal buruk. Namun, jika aktivitas inovasi yang dilakukan merupakan aktifitas pendukung, budget harus dipertimbangkan agar tidak mengganggu budget pada core activity.

Dalam kasus ini, SoftwareSeni memposisikan aktivitas yang dilakukan SSLab sebagai aktifitas pendukung. Dengan demikian, budget yang dikeluarkan haruslah sesuai dengan kebutuhan dan tingkat prioritas bisnis. Dan tim Rudi menjatuhkan pilihan mereka pada Raspberry Pi 3 model B

- Raspberry Pi Camera Rev 1.3 (Kamera)

Pada tahap prototype, tim Rudi menggunakan kamera raspberry pi rev 1.3. Resolusi dari kamera ini juga terbilang kecil, hanya sekitar 1.3 mp. Ya, tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan kamera handphone kalian sekarang. Namun, untuk kebutuhan pengembangan produk IoT package notifier, kamera ini dirasa sudah cukup. 

Meskipun demikian, kamera keluaran raspberry pi rev 1.3 masih memiliki beberapa kekurangan yang harus dipertimbangkan. Sehingga, pada proses akhir dari pengembangan perangkat package notifier dari tim Rudi memutuskan untuk mengganti kamera raspberry dengan webcam yang tersedia bebas di pasaran. 

- NOOBS Operating System

NOOBS Operating System ini sudah disediakan oleh raspberry sehingga developer hanya perlu men-download dan melakukan inject sistem menggunakan micro sd ke dalam raspberry pi. Setelah instalasi selesai, developer bisa melakukan modifikasi sistem sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Dalam hal ini “the sky is the limit”. Tim Rudi, membuat sistem yang dapat mengaktifkan kamera dan memberikan perintah untuk menangkap informasi dalam bentuk foto / gambar. Pengambilan informasi ini terjadi jika tombol fisik (yang sudah diberikan trigger untuk memunculkan perintah) ditekan. Singkatnya, jika kalian menekan tombol tertentu maka kamera akan melakukan pengambilan foto.

- SSChat

Tentunya, informasi yang divisualisasikan dalam bentuk foto memiliki tujuan akhir. Nah, tim Rudi memutuskan untuk memanfaatkan sistem intra chat yang sudah SoftwareSeni pakai. SSChat. Berbekal fitur wireless LAN yang sudah dimiliki oleh raspberry pi 3, tim Rudi membuat perintah pada sistem pada perangkat package notifier. Perintah tersebut berisi source code untuk mengirimkan output yang diambil dari kamera ke alamat tujuan. Pada hal ini, alamat tujuan adalah SSChat. Sehingga, ketika terjadi interaksi antara user dan perangkat IoT package notifier milik tim Rudi, secara otomatisasi, output dari kamera akan mengirimkan informasi berupa foto/gambar kedalam sistem SSChat. Dan, semua karyawan dalam sistem dapat mengetahui paket siapa yang baru saja datang.

2. Waton Ayem (Water Gallon Alert System)

Inspirasi perangkat IoT bernama Waton Ayem ini datang dari dapur. Iya, singgasana dari dispenser tempat orang-orang mencari air sumber kehidupan. Kadang kala keluarga SoftwareSeni merasa sedih, ketika air galon di dispenser habis. Bukan. Bukan karena pasokan air kami habis. Tetapi, tidak semua orang kuat mengangkat beban galon untuk diletakan di atas dispenser. Jadi, tim Robertus memutuskan untuk menghentikan kesedihan ini dengan membuatkan SoftwareSeni alat untuk mendeteksi air galon. Terima Kasih tim Robertus.

Oke, lanjut membahas perangkat Waton Ayem ini.

Waton Ayem memiliki fungsi tagging. Fungsi tagging ini untuk mengidentifikasi dan mendapatkan data dari suatu object. Dalam kasus ini, fungsi tagging pada perangkat Waton Ayem ini untuk mengidentifikasi ketersediaan air dalam galon di atas dispenser. 

Udah segitu aja? Eitsss tunggu dulu.

Dalam pengembangan kedepannya, informasi yang didapatkan dari perangkat IoT Waton Ayem ini dapat menganalisis berbagai macam informasi. Misalnya saja, perangkat ini dapat menginfokan berapa banyak galon yang sudah dihabiskan SoftwareSeni dalam periode tertentu. Jadi, tim General Affair & Finance dapat memproyeksikan budget yang dibutuhkan untuk keperluan air minum SoftwareSeni dengan lebih akurat. Menarik, bukan?

Waton Ayem ( Teknologi IoT di SoftwareSeni)

Lantas, bagaimana cara kerja perangkat IoT Waton Ayem ini?

Jadi begini, pertama pastikan perangkat Waton Ayem sudah dipasang pada galon di atas dispenser. Perangkat Waton Ayem akan mendeteksi keberadaan air menggunakan non-contact digital water sensor. Ketika air pada galon sudah melewati sensor yang di instal, maka sensor akan mendapatkan data bahwa sudah tidak ada kontak dengan air. Yang pula menandakan bahwa air pada galon hampir atau sudah habis. Lalu, informasi yang didapatkan oleh perangkat Waton Ayem akan secara otomatisasi terkirim ke sistem intra chat SoftwareSeni atau ponsel orang yang memiliki tanggung jawab untuk mengganti galon.

Secara teknis, dalam perangkat package notifier ini ada beberapa element:

- Arduino Uno (Board)

Spesifikasi produk:

  • Microcontroller ATmega328P
  • Operating Voltage: 5V
  • Input Voltage (recommended): 7-12V
  • Input Voltage (limit): 6-20V
  • Digital I/O Pins: 14 (of which 6 provide PWM output)
  • PWM Digital I/O Pins 6
  • Analog Input Pins 6
  • DC Current per I/O Pin 20mA
  • DC Current for 3.3V Pin 50mA
  • Flash Memory 32 KB (ATmega328P) of which 0.5 KB used by bootloader
  • SRAM 2 KB (ATmega328P)
  • EEPROM 1 KB (ATmega328P)
  • Clock Speed 16 MHz
  • LED_BUILTIN 13
  • Length 68.6 mm
  • Width 53.4 mm
  • Weight 25 g

Board yang digunakan pada perangkat IoT Waton Ayem ini berbeda dengan yang dipakai oleh perangkat IoT package notifier. Teknologi IoT pada perangkat ini bertumpu pada microcontroller keluaran Arduino Uno. Tim Robertus memutuskan memilih microcontroller dibandingkan mini computer karena kebutuhan yang diperlukan tim sudah terpenuhi. Selain itu, harga yang diberikan microcontroller juga lebih murah dibandingkan mini computer. Jadi, tentu saja dapat memangkas biaya percobaan. 

- Non-contact digital water

Perangkat IoT Waton Ayem memanfaatkan sensor untuk mengidentifikasi ketersediaan air galon di atas dispenser. Tantangan yang dihadapi tim Robertus saat mengembangkan perangkat IoT ini adalah memilih sensor yang cocok untuk diterapkan. Dan, pilihan jatuh pada non-contact digital water. Sebelum menetapkan pilihan sensor yang akan digunakan, tim Robertus telah mempertimbangkan beberapa pilihan sensor lain yang potensial. 

Yang pertama adalah weight sensor. Sensor ini akan mengidentifikasi air galon berdasarkan berat galon. Masalah nya, jika ada yang meletakan benda di atas galon, maka sensor akan tetap mendeteksi benda itu menjadi bagian dari galon. Sehingga, tim Robertus melihat sensor ini akan menghadapi masalah akurasi pengukuran di kemudian hari. Sensor kedua yaitu ultrasonic sensor. Identifikasi isi air galon dilakukan dengan gelombang ultrasonic yang dihasilkan sensor. Masalahnya adalah ternyata gelombang ultrasonic tidak dapat menembus dinding galon, sehingga mustahil untuk mendapatkan data yang tepat. Dan sensor potensial yang terakhir adalah floating sensor. Floating sensor akan menentukan ada tidaknya air dari kemampuan air galon untuk memberi daya apung pada sensor. Masalah muncul karena galon memiliki leher yang menyempit sehingga, floating sensor akan terhambat. Jika floating sensor terhambat, maka akan memunculkan informasi bahwa air galon sudah habis. Padahal, sisa air galon masih cukup banyak. 

Sensor non-contact digital water dipilih karena selain bisa mendeteksi ketersediaan air galon di atas dispenser paling mendekati habis, juga reliable untuk digunakan.

- App Pushed

Aplikasi Pushed ini menyediakan fasilitas API yang akan memudahkan developer untuk memodifikasi sistem sesuai dengan kebutuhan developer. Dalam kasus ini, perangkat IoT Waton Ayem di inject source code yang akan memberikan perintah untuk mengirim notifikasi melalui bantuan API aplikasi pushed ke ponsel orang yang bertanggung jawab untuk mengganti galon.

- SSChat

Selain mengirimkan notifikasi ke orang yang bertanggung jawab untuk mengganti galon yang sudah habis, teman-teman SoftwareSeni juga akan mendapatkan informasi pada intra chat - SSChat. 

Pada fase pertama pengembangan divisi teknologi dari SoftwareSeni nyatanya mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi IoT di Indonesia. Pastinya, pengembangan yang dilakukan oleh tim teknologi SoftwareSeni tidak berhenti sampai situ saja. Tunggu ide-ide menarik lainnya ya!

Dampak IoT Pada Produktivitas SoftwareSeni

Lalu, setelah pengembangan yang dilakukan divisi teknologi SoftwareSeni, apa dampak yang akan diberikan bagi produktivitas SoftwareSeni?

  • Direct

Pembiasaan diri dengan hadirnya teknologi IoT di kantor merupakan dampak awal secara langsung yang dapat dirasakan oleh teman-teman SoftwareSeni. Dengan beradaptasi dengan teknologi IoT, perubahan pola pengolahan data, sistem otomatisasi terintegrasi akan sedikit banyak merubah pola bekerja teman-teman SoftwareSeni. Misalnya, sebelumnya ketika perangkat package notifier belum dikembangkan. Teman-teman SoftwareSeni harus mencari tahu dengan menghubungi orang yang duduk dekat dengan pintu masuk, dimana paket barang / surat datang. Selain tidak efisien, aktivitas tersebut akan mengganggu pekerjaan orang yang dihubungi. Parahnya, jika aktivitas tersebut terjadi berulang. 

Selain itu, dengan pengembangan perangkat Waton Ayem memberi udara segar bagi SoftwareSeni untuk dapat menyempurnakan sistem perusahaan agar dapat lebih efisien. Bayangkan jika data yang dihasilkan dari perangkat semacam Waton Ayem, dan package notifier dapat diolah dengan baik. SoftwareSeni akan dapat mengenali kebiasaan keluarga SoftwareSeni secara lebih personal. Dengan demikian, jika terjadi perubahaan kebiasaan yang terjadi berdasarkan data dari perangkat IoT, SoftwareSeni akan bisa lebih mudah mengenali apa yang terjadi, kenapa, dan bagaimana. Contohnya, jika dalam waktu 1 minggu SoftwareSeni menghabiskan 50 air galon. Namun, ada satu waktu dimana SoftwareSeni hanya menghabiskan 30 air galon dalam 1 minggu. Ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, berkurangnya konsumsi galon berbanding lurus dengan absen nya teman-teman SoftwareSeni dikarenakan sakit. 

  • Indirect

Secara tidak langsung, dengan merespon perkembangan teknologi IoT di Indonesia, SoftwareSeni pun mengasah pada developer nya untuk terus up to date pada perkembangan IoT. Sehingga, ketika SoftwareSeni menerima project yang berkaitan dengan teknologi IoT, para developer sudah siap dan secara profesional akan mampu untuk menyelesaikan proyek IT dengan baik. 

Selain itu, dengan perangkat Waton Ayem yang sudah SSLab kembangkan, akan membantu teman-teman departemen keuangan untuk memprediksi berapa banyak galon yang akan dibutuhkan untuk 1 minggu, 1 bulan, bahkan 6 bulan ke depan. Dengan demikian, teman-teman dari departemen keuangan akan dengan mudah menyusun anggaran dengan akurasi data yang lebih baik. 

Kesimpulan

Pengembangan teknologi IoT di SoftwareSeni memang baru pada fase pertama. Dengan dibentuknya tim SSLab diharapkan pengembangan divisi teknologi pada tubuh SoftwareSeni tidak akan berhenti. Dibuktikan dengan berhasilnya 2 tim SSlab dalam mengembangkan 2 perangkat IoT sebagai mainan pertama SSLab. Package Notifier dan Waton Ayem telah memberikan angin segar teknologi IoT pada tubuh SoftwareSeni. Dan mencerminkan bahwa tim SoftwareSeni bukan hanya mampu untuk membangun website, software, maupun mobile apps. Tetapi, lebih dari itu, SoftwareSeni dapat memberikan teknologi terbaru dengan metode pendekatan yang menarik demi hasil produk digital yang berkualitas. Jadi, jangan ragu untuk bergabung dengan tim SoftwareSeni! Ayo, bergabung bersama kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *