Tren, Biaya & Tips Mobile Aplikasi E-Commerce 2018

E-Commerce
Published on October 24, 2018

Pada awal tahun 2000-an, ketika pasar e-Commerce Indonesia mulai bergeliat, pertanyaan “Apakah Anda membutuhkan website e-commerce?” terdengar retoris. Namun, tahun 2018 ini, pertanyaan “Apakah Anda membutuhkan aplikasi mobile e-commerce untuk toko Anda?” akhirnya terdengar retoris juga.

 

Pasar e-commerce tumbuh pesat dalam kurun waktu hampir dua dasawarsa ini. Menurut laporan Google & Temasek pada 2017, pembelian produk via e-commerce di negeri ini mencapai US$ 10,9 miliar atau sekitar Rp 146,7 triliun, meroket 41% dari US$ 5,5 miliar atau sekitar Rp 74 triliun pada 2015. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan aplikasi mobile e-commerce.

 

Ada banyak teknologi mobile e-commerce yang merevolusi lanskap industri ini. Sebagai contoh, penggunaan AR untuk membuat pelanggan mudah memilih produk, sekaligus mencocokkannya di rumah sendiri adalah hal yang lumrah.

 

Agar tidak tertinggal dari laju pertumbuhan yang demikian cepat, Anda harus terus berkenalan dengan tren pasar aplikasi e-commerce mobile terkini dalam hal teknologi dan desain. Apalagi jika Anda telah memiliki aplikasi e-commerce sendiri, Anda harus terus meng-updatenya agar sesuai dengan tren terbaru.

 

Mengapa Anda harus memiliki aplikasi e-commerce?

Menurut survei Google 2016, 58% pengguna menggunakan aplikasi seluler e-commerce mereka untuk membandingkan harga, mencari diskon/promo, membaca ulasan produk, dan akhirnya membeli secara online. Dan 66% pengguna melakukan setidaknya satu pembelian per minggu melalui aplikasi seluler.

Juga 9 dari 10 pelanggan tidak pernah jauh dari ponsel mereka 24/7. Karena pelanggan cenderung menggunakan ponsel daripada desktop untuk membeli produk, pemilik usaha harus membangun mobile aplikasi e-commerce mereka sendiri.

 

mobile e-commerce

 

Tahukah Anda? Mobile aplikasi e-commerce memotivasi pembelian impulsif sebab pembeli tidak harus repot pergi ke toko atau membawa sejumlah uang tunai. Mendapatkan barang impian cukup dengan beberapa ketukan pada ponsel. Proses yang sangat cepat ini menciptakan kondisi ideal untuk pembelian impulsif.

 

Apa keuntungan dari pengembangan mobile aplikasi e-commerce?

 

Jika Anda tidak melakukannya sekarang, Anda mungkin akan kehilangan pelanggan Anda!

 

61% pelanggan akan membatalkan transaksi jika pengalaman tidak mobile friendly, menurut penelitian Google. Membangun website responsive mungkin terlihat sebagai keputusan yang cukup bagus, akan tetapi tidak dapat menampilkan konten produk secepat dan sesederhana aplikasi mobile. Dan jika Anda tidak berinvestasi dalam mobile aplikasi e-commerce sekarang, pelanggan Anda dapat beralih ke pesaing yang sudah lebih dulu memilikinya.

 

Tren Mobile Aplikasi E-Commerce 2018

Sebelum mengembangkan aplikasi e-commerce, Anda harus terlebih dahulu memeriksa tren terbaru agar lebih kompetitif.

 

Chatbots

Perusahaan e-Commerce yang terkenal termasuk Sale Stock, Spotify, Pizza Hut beramai-ramai menggunakan chatbots untuk bisnis mereka. Mengapa? Pertama, 54% pengguna menyukai perantara untuk berkomunikasi dengan brand melalui panggilan telepon, email, dan bahkan obrolan online (46%). Selain itu, teknologi mobile e-commerce ini memungkinkan untuk mengotomatisasi komunikasi 24/7 dengan pelanggan.

 

chatbots untuk ecommerce

 

Alasan terakhir, karena kehadiran teknologi seperti AI dan ML, bot dengan cepat mempelajari data pelanggan. Efeknya, teknologi ini memungkinkan mesin untuk mengantisipasi pertanyaan berikutnya dari pelanggan, atau produk apa yang akan dia pesan. Proses ini memberi mereka pengalaman belanja yang dipersonalisasi.

 

Augmented Reality

Teknologi AR baru diperkenalkan pada tahun 2017, namun pada tahun 2018 teknologi ini akan mulai banyak dikenal publik. Jika Anda ingin mobile aplikasi e-commerce Anda menonjol dan mendominasi pasar dalam satu langkah, maka mengintegrasikan Augmented Reality adalah yang Anda cari.

 

Bahkan, banyak pembeli tidak sabar untuk melihat bagaimana produk yang diinginkan akan terlihat di rumah atau tempat kerja mereka menggunakan AR:

41% pengguna ponsel menyatakan bahwa jika mereka mengamati barang dagangan melalui AR sebelum membeli, mereka akan membelinya;
60% pelanggan menyukai bisnis yang memanfaatkan AR dibandingkan yang lain;
70% pelanggan merasakan komitmen lebih pada brand yang menyediakan pengalaman AR.

 

Geofencing

Ini adalah tren mobile aplikasi e-commerce untuk mempromosikan barang sesuai dengan lokasi pengguna. Dilaporkan bahwa toko-toko terkenal menerima sekitar 18% pertumbuhan penjualan berkat geofencing.

 

Mengapa menggunakan geofencing? Dengan bantuan GPS, teknologi mobile aplikasi e-commerce ini memungkinkan untuk memantau lokasi pengguna setiap menit. Ketika Anda menentukan persyaratan seperti ‘dalam 800 meter dari pusat perbelanjaan’, Anda dapat yakin bahwa aplikasi Anda menerima setiap manfaat dari waktu dan motivasi belanja dari pengguna. Geofencing mendukung teknologi semacam itu untuk melacak lokasi seperti Wi-Fi, GPS, RFID, dan Beacons.

 

Pengalaman belanja omnichannel

Di tahun 2018, pendekatan omnichannel populer digunakan untuk menciptakan pengalaman belanja. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai saluran pemasaran termasuk toko fisik, webstore, serta aplikasi mobile.

 

omnichannel dalam aplikasi ecommerce

 

Alasan tren omnichannel adalah meningkatnya persaingan di bidang ini. Untuk secara efektif menemukan pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan yang sudah ada, Anda harus menggunakan semua saluran yang ada dan memberikan pengalaman terpadu melalui masing-masing saluran.

 

Pembelian dalam satu klik

Sebelumnya, Google dan Apple tidak bisa memberi layanan pembayaran dalam sekali klik karena Amazon memiliki hak paten atas teknologi ini. Tetapi regulasi tersebut berakhir pada pertengahan 2017 dan sejak saat itu fitur ini merubah lanskap sistem pembayaran digital.

 

Tidak ada yang mengalahkan kemudahan teknologi ini karena pengguna tidak perlu mengetik ulang data atau melewati banyak langkah untuk melakukan satu transaksi pembayaran.

Dengan menyederhanakan sistem pembayaran, fitur ini akan meningkatkan jumlah pembelian impulsif di mobile aplikasi e-commerce.

 

Personalisasi belanja

Tren selanjutnya yang populer di 2018 adalah personalisasi konten. Di tahun 2017, lebih dari 54% pelanggan menyatakan mereka lebih suka berbelanja dari brand yang memberi pengalaman personal. Di tahun 2018, tren personalisasi semakin berkembang dan pemilik bisnis mulai berinvestasi secara besar-besaran dalam bidang ini.

 

Dengan personalisasi, pengalaman pengguna disesuaikan dengan selera dan kebutuhan mereka. Teknologi telah menggantikan manusia untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.

Pemilik bisnis dapat mengkurasi opsi barang yang tersedia dengan menganalisis histori pembelian pengguna. Dengan kurasi produk, mereka hanya menawarkan produk yang kemungkinan besar diminati pelanggan, menyingkirkan opsi yang yang tidak perlu.

 

Data pengguna tidak hanya berasal dari aplikasi yang digunakan. Data juga akan diambil dari berbagai website termasuk media sosial dan aplikasi logistik. Teknik personalisasi yang digunakan beragam, mulai dari email newsletter yang dipersonalisasi, fitur wishlist, rekomendasi barang, hingga list barang yang dilihat sebelumnya.

 

Tanpa personalisasi, pemilik bisnis mungkin akan kehilangan loyalitas pelanggan dan peningkatan penjualan.

 

Big Data

Hampir semua yang kita lakukan, baik online maupun offline, adalah sumber untuk data. Seiring meningkatnya teknologi, cara untuk mengukur dan mengumpulkan data juga meningkat. Salah satu cara kita memahami cara dunia beroperasi adalah mempelajari perilaku/tren.

 

Namun, masalah yang muncul saat ini adalah bahwa teknologi telah meluas ke titik di mana kita memiliki terlalu banyak data. Mengatur, mempelajari, dan memahami informasi tersebut telah menjadi semakin rumit karena kita dibanjiri dengan angka, fakta, persentase, dan persepsi yang tak terbatas.

 

Big data adalah gabungan data tradisional maupun digital dari dalam dan luar perusahaan Anda. Tujuannya adalah menjadi sumber analisis dan inovasi. Memahami big data memungkinkan bisnis untuk mengakses sejumlah data yang lebih besar, untuk digabungkan dan dianalisis.

 

Sehingga, big data krusial bagi industri e-commerce berkat jumlah pengguna yang terus berkembang secara signifikan. Misalnya saja, Amazon memiliki 400 juta pengguna di tahun 2016. Amazon menggunakan big data untuk membantu mereka mempelajari tren yang akan menarik pelanggan, serta mengambil keputusan yang efektif untuk operasional.

 

Design Mobile Aplikasi E-commerce yang Menarik Konversi

Desain dalam mobile aplikasi e-commerce tidak hanya sekedar urusan estetika dan pengalaman pengguna yang user-friendly. Tujuan utama tetap mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan dan membangun kepercayaan pada brand.

 

Berikan fitur zoom dengan touchscreen

Riset mengenai UX yang dilakukan oleh Baymard Institute mengungkapkan bahwa mayoritas pengguna ponsel menggunakan gestur seperti pitching (mencubit) untuk memeriksa produk dalam gambar yang lebih besar. Kemampuan untuk memperhatikan detail produk meningkatkan keinginan membeli. Namun mereka tidak dapat secara langsung mengecek detail produk, memastikan tidak ada kerusakan, dll.

 

zoom di mobile aplikasi ecommerce

 

Namun, 40% dari e-commerce tidak memberi fitur double tap atau pitching untuk memperbesar gambar, menurut Baymard Institute. Sementara itu, website yang berisi foto close-up produk umumnya mendapat bouncing rate yang tinggi.

Hal ini mengarah pada satu kesimpulan: menyediakan fitur zoom sangat penting bagi desain aplikasi e-commerce Anda. Jika desain mobile aplikasi e-commerce Anda mendukung double tap atau pinch, setidaknya, akan menempatkannya dalam daftar 60% aplikasi e-commerce yang mendominasi pasar.

 

Apa lagi yang dibutuhkan untuk fitur zoom?

  • Foto produk harus memiliki resolusi tinggi, jika tidak fitur ini adalah sia-sia. Singkatnya, gambar beresolusi rendah tidak menawarkan pengalaman pengguna yang maksimal saat melihat produk dari jarak dekat;
  • Hanya 50% dari total aplikasi yang memiliki fitur ini memberitahu pengguna mereka. Meskipun beberapa pengguna sudah melek teknologi, selalu ada sebagian lagi yang tidak tahu sama sekali. Manfaatkan pekerjaan teknis ini untuk memberitahu pengguna Anda, bahwa Anda peduli.

Aktifkan fitur wishlist

Masih menurut Baymard, sekitar 68% pelanggan meninggalkan begitu saja ‘keranjang belanja online’ mereka. Alasannya bermacam-macam, tapi memang faktanya setelah melihat-lihat isi toko online Anda dan mendapatkan produk yang mereka sukai, dua dari tiga pelanggan tidak akan membelinya.

 

mobile aplikasi ecommerce

 

Tetapi, Anda dapat mengakali hal ini dengan fitur ‘wishlist’ atau ‘simpan untuk nanti’. Karena mungkin suatu saat Pelanggan Anda akan berubah pikiran dan fitur ini mempercepat proses pembelian impulsif.

 

Perlihatkan jika aplikasi Anda aman

Tantangan terbesar dari pemilik aplikasi e-commerce adalah keamanan. Keamanan menjadi hal utama yang harus dipikirkan mengingat aplikasi Anda terkait dengan transaksi keuangan. Selain benar-benar mengurus aspek keamanan, Anda juga harus memperlihatkan fitur keamanan ke mata pengguna. Selain meningkatkan kepercayaan pada brand, secara tidak langsung teknik ini dapat menjadi indikator untuk angkat konversi.

 

Berikut beberapa metode yang dapat dilakukan:

  • Setiap tombol harus dibuat semenarik mungkin untuk pengguna tertarik menekannya, serta harus memiliki penjelasan ringkas dan jelas fungsi tombol tersebut;
  • Gunakan kata-kata seperti ‘dilindungi’, ‘enkripsi’ karena hal ini meningkatkan kenyamanan secara psikologis. Anda juga dapat menggunakan tombol bergambar kunci untuk tujuan yang sama;
  • Sematkan tanda keamanan yang diberikan oleh vendor digital security kenamaan seperti Comodo, GeoTrust, SSL Value, dll. Dengan demikian, pengguna akan melihat bahwa aplikasi Anda telah diperiksa oleh perusahaan keamanan terpercaya.

 

Buat proses checkout lebih cepat

Checkout merupakan tahap paling krusial dari proses belanja online. Survei Baymard menunjukkan bahwa 35% pengguna batal berbelanja karena harus mendaftarkan akun baru sebelum membeli. Dengan demikian, desain aplikasi e-commerce harus memiliki fitur checkout untuk guest (tamu).

 

Selain itu, desain aplikasi e-commerce Anda harus menunjukkan dengan jelas:

  • Bahwa proses checkout tidak memakan waktu banyak dan akan segera selesai.
  • Aplikasi Anda harus menampilkan jumlah langkah yang harus diselesaikan pengguna, dan cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan menunjukkan bar progress secara visual;
  • Beri pengguna pilihan untuk mendaftar atau masuk sebagai ‘tamu’ saat proses pembayaran;
  • Gunakan teknologi React Native untuk membangun mobile aplikasi e-commerce Anda. Dengan teknologi ini Anda dapat meningkatkan kepuasan pengalaman pengguna dan mempercepat waktu loading.

 

Aktifkan otomatisasi fitur saran (auto suggestion)

Apakah Anda pernah merasa frustasi karena kata kunci pencarian yang Anda ketik tidak berhasil hanya karena satu huruf yang salah?

Sekarang bayangkan frustasi yang mungkin juga dialami pengguna saat mereka mengalami hal yang sama. Dalam hal ini, autosuggestion diperlukan untuk mempercepat proses pencarian dan fokus pada hasil akhir pencarian.

 

Teknik autosuggestion lain yang berguna adalah auto deteksi kartu pembayaran. Teknik ini menyederhanakan proses pembelian yang menghasilkan peningkatan tingkat konversi.

Pencarian alamat juga mempercepat prosedur checkout. Ada beragam API yang memungkinkan realisasi sederhana dari fitur ini seperti Address Doctor, CapAdresse, PCA Predict dan banyak lagi.

 

Untuk memberikan user experience terbaik, desain mobile aplikasi e-commerce Anda harus menyertakan fitur pemeriksaan kesalahan (error check up) dalam aplikasi. Fitur ini memberikan umpan balik pengguna secara real time ketika mereka mengetik dan ketika mereka tidak sengaja melakukan kesalahan. Sehingga memungkinkan untuk memperbaiki kesalahan dengan instan yang pada akhirnya meningkatkan kenyamanan pengguna.

 

Buat kolom pencarian terlihat jelas

Salah satu motivasi pengguna mengunduh mobile aplikasi e-commerce adalah keinginan untuk membeli produk tertentu. Maka, kolom pencarian menjadi elemen yang wajib ada di aplikasi Anda.

 

Dalam kasus-kasus tertentu, pencarian yang hanya memberi 10% dari traffic menciptakan hingga 40% dari total pendapatan perusahaan. Dan 73% pengguna akan meninggalkan aplikasi dalam waktu 2 menit jika mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka butuhkan.

 

Namun, sebuah survei dari 50 website e-commerce terbesar oleh Baymard Institute, termasuk BestBuy, Gap, Urban Outfitters menunjukkan bahwa 50% dari mereka memiliki kolom pencarian yang buruk.

 

mobile aplikasi ecommerce

Cara untuk memanfaatkan kolom pencarian aplikasi e-commerce:

  1. Buat sejelas mungkin
    Kolom pencarian harus berada di halaman utama aplikasi Anda. Menemukan kolom pencarian harus sangat mudah agar pengguna dapat dengan cepat menemukan dan kemudian membeli produk;
  2. Filter pencarian dengan berbagai kriteria.
    Ini adalah salah satu opsi paling berharga yang harus dimasukkan dalam desain UI mobile aplikasi e-commerce Anda. Ini akan sangat mempengaruhi apakah pengguna akan menggunakan aplikasi e-Commerce Anda atau tidak;
  3. Permintaan penyelesaian otomatis (auto-completion) dan saran pencarian.
    Bermula dari ciri khas dari Google, auto-completion menjadi standar umum dalam performa kolom pencarian. Fitur ini menghemat waktu pengguna dengan mengantisipasi apa yang dibutuhkan dan mengoreksi kesalahan mereka saat mengetik bahkan hanya beberapa huruf saja.

 

Berapa biaya pembuatan mobile aplikasi e-commerce 2018?

Perlu Anda ketahui, untuk mengembangkan aplikasi yang Anda inginkan, kami menggunakan pendekatan Agile. Artinya, Anda tidak perlu membayar dalam jumlah besar sekaligus. Dengan pendekatan ini, proses pengerjaan dibagi dalam beberapa tahap yang dikenal dengan istilah sprint. Setiap sprint memiliki biaya yang telah ditentukan sebelumnya dan di akhir sprint Anda menerima produk hampir jadi namun sepenuhnya berfungsi dengan baik.

 

Seperti yang Anda ketahui, estimasi biaya pembuatan mobile aplikasi e-commerce dimulai dari menentukan waktu yang diperlukan bagi tim developer untuk membuat sebuah fitur.

Semakin banyak dan kompleks fitur yang terdapat dalam aplikasi, semakin banyak waktu yang dibutuhkan. Fitur-fitur yang paling banyak memakan waktu dalam proses pembuatan mobile aplikasi e-commerce adalah:

 

  • Cart (keranjang) karena mencakup berbagai integrasi sistem pembayaran. Waktu rata-rata pada fitur ini 45 jam.
  • Profil pengguna. Fitur ini berisi data individu pembeli, gambar profil, halaman untuk memantau pesanan dan riwayat pembayaran. Dibutuhkan rata-rata 95 jam.
  • Halaman utama yang memungkinkan untuk mencari dan memfilter berbagai pilihan produk. Ini juga terdiri dari daftar produk yang berbeda: semua produk, produk yang dilihat, produk yang terakhir dibeli dan yang paling populer. Waktu rata-rata untuk fitur ini 160 jam.
  • Halaman detail produk yang berisi slide foto produk, berfungsi sebagai etalase toko Anda. Tempat Anda menaruh deskripsi atau ulasan produk, juga memungkinkan pengguna untuk berbagi info produk melalui sosial media. Waktu rata-rata untuk membuat fitur ini 60 jam.

 

Untuk lebih memahami cara menghitung total waktu pembuatan mobile aplikasi e-commerce, serta melihat struktur proses development, hal ini dapat dibagi menjadi:

  • Desain: 64 jam.
  • Android/iOS (front-end): 160 jam.
  • Back-end development: 320 jam.
  • Non-development: 156 jam.

Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk membuat mobile aplikasi e-commerce adalah sekitar 700 jam.

 

biaya pembuatan aplikasi ecommerce

 

Tentu saja, Anda dapat menambah atau menghapus beberapa fitur karena tidak semua diperlukan dan sesuai kebutuhan Anda. Perencanaan yang baik tentang fitur apa saja yang sebaiknya disematkan sangat lah penting. Dengan begitu Anda bisa efisien dalam anggaran dan sasaran bisnis Anda.

 

biaya pembuatan aplikasi ecommerce

 

Langkah terakhir dalam menghitung biaya pembuatan mobile aplikasi e-commerce adalah mengalikan total waktu yang diperlukan dengan tarif per jam tim developer. Itulah mengapa memilih jasa pembuatan aplikasi yang terbaik sangat menentukan kualitas dan biaya aplikasi Anda.

 

Jangan mudah tergoda dengan penawaran proyek pembuatan aplikasi dengan harga murah. Baca artikel Mengapa “Low-Cost Software Development” Bukan Ide Yang Bagus? untuk mengetahui risiko yang akan Anda hadapi.

 

persiapan proyek IT

 

Globalisasi berhasil mendobrak batas-batas perdagangan dan komunikasi. Dengan munculnya e-commerce, internet berubah menjadi pasar digital yang tak terbatas. Jutaan bisnis sukses berkat e-commerce dan jutaan lain akan mengikuti. Meskipun ada banyak kisah sukses yang dapat dijadikan contoh, kenyataan berkata kesuksesan dalam e-commerce bukanlah hal yang mudah.

 

Untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan, Anda harus memberi pengalaman berbelanja yang terbaik. Kunci untuk menciptakan pengalaman belanja terbaik adalah terhubung dengan mereka di setiap jalur dan memberi layanan yang luar biasa, dua di antaranya adalah mobile aplikasi dan website e-commerce.

 

Banyak bisnis membuat kesalahan dengan mengabaikan aplikasi mereka atau malah tidak membuatnya sama sekali.

 

Sukses di dunia e-commerce bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan berarti itu tidak mungkin. Dengan teknik, alat, dan developer yang tepat, Anda dapat memperoleh omzet yang luar biasa melalui mobile aplikasi e-commerce Anda.

Jika Anda mencari tim developer yang dapat membuat aplikasi e-commerce untuk bisnis Anda, maka Anda telah datang di tempat yang tepat. Kami memiliki teknologi dan tim developer berpengalaman dalam membangun aplikasi seluler. Di SoftwareSeni, kami telah berhasil membuat banyak aplikasi sukses di berbagai domain. Hubungi kami hari ini untuk memulai perjalanan mobile aplikasi e-commerce Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *