9 Tahapan Pembuatan Aplikasi Web

BusinessProject Management
Published on August 13, 2018

Pelanggan ingin pengalaman konsumen (consumer experience) mereka dipersonalisasi, yang artinya membawa tantangan baru bagi pemasar atau perusahaan modern untuk mengenal setiap individu ‘secara pribadi’. Mengingat peluang itu, semakin banyak perusahaan ingin membuat aplikasi web yang dapat menghubungkan value, produk, atau jasa mereka langsung ke pelanggan.
 

Apa itu aplikasi web?

Aplikasi web berbeda dengan aplikasi seluler. Sederhananya, aplikasi web adalah aplikasi yang berbasis web, hanya bisa diakses melalui peramban seperti chrome, edge, firefox, dan lain-lain. Sementara mobile app (aplikasi seluler) adalah aplikasi berbasis android, iOS, atau windows.
 

Contoh Pengembangan Aplikasi Web

 
Google Docs
Google Docs Suite adalah salah satu aplikasi web terbaik di dunia. Google Docs memungkinkan Anda untuk membuat dokumen, menyimpannya di komputer atau di akun Google Drive, menyimpannya dalam format PDF, mencetaknya, dan membagikannya dengan rekan kerja. Dan yang paling penting: Google Docs memungkinkan Anda untuk bekerja di dokumen yang sama dengan rekan-rekan kerja.
 
membuat website
 
Pixlr.com
Pixlr adalah salah satu aplikasi web terbaik untuk mengedit foto. Aplikasi ini terinspirasi oleh program pengeditan foto terkenal Adobe Photoshop, karena desain program dan strukturnya sangat informatif.
 
bagaimana cara membuat website
 
Netflix
Netflix memungkinkan penggunanya untuk menonton serial dan film favorit mereka kapan pun, tanpa batasan waktu atau jadwal untuk menikmati layanan tersebut. Selain itu, tidak menjadi masalah di mana pengguna berada ketika ia ingin melihat beberapa konten Netflix sekaligus karena ini adalah layanan lintas platform, yang kompatibel dengan semua sistem operasi.
 
netflix- cara membuat web app
 
Ketika mempertimbangkan aplikasi semacam itu, Anda perlu memiliki beberapa pertanyaan yang harus dijawab sebelum baris pertama kode ditulis.
 

4 Pertanyaan Sebelum Membuat Aplikasi Web:

 

  1. Apa tujuan dari aplikasi tersebut?

    Aplikasi memfasilitasi keterlibatan pelanggan (customer engagement) pada tingkat pribadi. Karena itu, Anda perlu bertanya, “Apa tujuan aplikasi ini untuk pelanggan?”
    Apakah untuk meningkatkan pengalaman brand secara keseluruhan?
    Atau apakah itu untuk memfasilitasi penjualan produk dan/atau layanan brand?
     
    Apa pun alasannya, menyelaraskan tujuan dengan kebutuhan pelanggan adalah yang paling penting ketika mempertimbangkan penyebaran (deployment), adopsi (adoption), dan pertumbuhan (growth). Brand dibuat untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    Akankah aplikasi yang dibuat mencapai tujuan ini?aplikasi berbasis web

  2. Apakah Anda memiliki strategi BYOC (Bring Your Own Computer) atau BYOD (Bring Your Own Device)?

    BYOD (Bawa Perangkat Anda Sendiri) dan BYOC (Bawa Komputer Anda Sendiri) adalah pendekatan bisnis yang memungkinkan karyawan untuk menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras mereka sendiri – laptop, smartphone, tablet dan perangkat USB – untuk keperluan perusahaan, dan memberinya akses ke jaringan perusahaan.
     
    Perangkat milik karyawan kadang disetujui oleh perusahaan dan digunakan secara bersamaan dengan perangkat yang disediakan oleh perusahaan. Dalam kasus lain, perangkat milik karyawan adalah bagian dari sistem paralel yang dikenal sebagai IT bayangan (shadow IT): perangkat keras atau perangkat lunak dalam perusahaan yang tidak didukung oleh departemen IT pusat organisasi.
     
    BYOC dan BYOD adalah respons terhadap peningkatan mobilitas fisik dan maya karyawan. Karyawan ingin mengakses informasi dari berbagai lokasi dan perangkat. Alat komunikasi, penyimpanan, dan kolaborasi pribadi memberi fleksibilitas yang lebih besar bagi karyawan. Misalnya, jika karyawan yang kembali dari liburan mengalami delay di bandara, layanan cloud pribadi dan aplikasi memungkinkan mereka untuk bekerja tanpa harus memegang komputer kantor. Keuntungan lainnya, BYOC dan BYOD membebaskan karyawan dari dari kerumitan bekerja dengan perangkat yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
     
    Terlepas dari perangkat milik karyawan didukung perusahaan atau tidak, mereka menimbulkan risiko keamanan jika terhubung ke jaringan perusahaan atau mengakses data perusahaan. Sebuah studi tahun 2014 yang dilakukan oleh Edge Strategies dan disponsori oleh LogMeIn Inc. menemukan bahwa departemen IT terlalu meremehkan jumlah aplikasi ilegal yang digunakan di perusahaan mereka. Diperkirakan bahwa rata-rata 2,8 aplikasi tidak sah ada di perusahaan mereka, tetapi angka sebenarnya bahkan mencapai sekitar 28.
     
    Kurangnya kesadaran IT, dengan tidak mengetahui aplikasi luar mana yang telah dibawa ke perusahaan – artinya departemen IT mungkin tidak mengamankan perangkat atau informasi perusahaan yang telah diakses. Karyawan yang diberhentikan atau meninggalkan organisasi dapat menyimpan data perusahaan di perangkat pribadi mereka. Bahkan jika IT mengetahui aplikasi dan layanan cloud yang digunakan karyawan, sulit untuk memastikan bahwa informasi perusahaan telah dihapus dari semua perangkat mereka. Risiko lain adalah timbulnya pertanyaan tentang stabilitas jaringan perusahaan. Jika departemen IT tidak tahu aplikasi mana yang berjalan di jaringan, mereka tidak tahu berapa banyak bandwidth yang digunakan aplikasi tersebut.
     
    Meskipun dapat mengakses dokumen kerja dari perangkat apa pun membuat hidup karyawan lebih mudah ketika mereka bekerja, hal ini dapat meruntuhkan batas antara kehidupan profesional dan pribadi karyawan sehingga menyebabkan frustasi dan kelelahan bagi karyawan yang merasa mereka tidak dapat lepas dari pekerjaan. Untuk meminimalkan risiko dan mengakomodasi kebutuhan karyawan, banyak bisnis menerapkan kebijakan BYOD.
     
    software house jakarta
     

  3. Seberapa besar keamanan menjadi perhatian Anda?

    Keamanan sangat penting. Perangkat lunak seluler, secara definisi, ada di luar local software environment (terutama dengan lingkungan perusahaan). Tanpa langkah-langkah keamanan yang memadai untuk mengelola ancaman yang selalu ada, aplikasi dapat bertindak sebagai pintu masuk bagi peretas potensial bahkan dengan keterampilan minimal untuk mendatangkan malapetaka pada server internal dan kegiatan IT.
     
    Perhatikan penggunaan kata ‘ancaman yang selalu ada’, ini bukan pertanyaan tentang ‘jika’, tetapi ‘kapan’. Di bawah ini beberapa pertanyaan untuk ditanyakan ketika mempertimbangkan keamanan (security).

    • Bagaimana aplikasi ini akan berinteraksi dengan server internal?
    • Apakah ada keterampilan internal yang memadai untuk mengelola ancaman yang selalu ada?
    • Jika tidak ada sumber daya internal untuk mengelola ancaman, layanan eksternal apa yang dapat digunakan?
    • Proses pengembangan apa yang kurang dalam keamanan dan bagaimana meningkatkan sistem keamanan?

     
    Perusahaan yang tidak memperhatikan keamanan dengan serius akan menemukan proses perencanaan menjadi jauh lebih mahal.

  4.  

  5. Apakah integrasi data penting?

    Jawaban atas pertanyaan ini sangat tergantung pada jenis aplikasi yang dipertimbangkan. Sebagian besar jawabannya, tentu sangat penting. Semakin rumit aplikasinya, semakin penting integrasi data. Ada banyak jenis integrasi data, dan semua melayani tujuan tertentu.
     
    Sederhananya, integrasi data menarik informasi dari tempat yang berbeda untuk menyajikan tampilan terpadu untuk pengguna. Semakin rumit tarikan data, semakin banyak masalah yang mungkin muncul ketika tampilan terpadu disajikan.
     
    datai ntegration
    Selama dalam fase mengonsep pengembangan aplikasi, penting untuk memahami unified view (pandangan terpadu) dari pengguna. Setelah unsur-unsur integrasi data dipisahkan dan diperiksa, pengembang akan memiliki gagasan yang lebih baik tentang pentingnya hal ini berdasarkan pandangan yang dimaksudkan, yaitu unified view.

 
Aplikasi menyediakan cara agar brand terhubung dengan pengguna pada level personal. Tujuan, platform, strategi BYOD, keamanan dan pentingnya integrasi data hanyalah sedikit dari banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika akan membuat aplikasi. Pada akhirnya, tujuan bisnis yang dicapai melalui customer experience yang dipersonalisasi akan menentukan tujuan dan hasil akhir aplikasi.
 

Inisiasi Proyek Pembuatan Aplikasi Web: Harus Mulai Darimana?

Apa yang dibutuhkan tim jasa pembuatan aplikasi web untuk memulai proyek? Orang mungkin berasumsi bahwa yang mereka butuhkan hanyalah ide, waktu dan sumber daya yang cukup. Namun, memulai sebuah proyek tidaklah sesederhana itu.
 

Bayangkan Anda adalah seorang pilot:
Anda menerbangkan Airbus A380 dari Yogyakarta ke Manado. Namun, Anda menempuh rute ke Palembang karena kesalahan, jadi sekarang Anda harus sepenuhnya mengubah arah. Tidak peduli seberapa hebat Anda, itu tidak akan mudah. Selain fakta bahwa mengubah pesawat sebesar itu akan menghabiskan banyak energi, Anda juga perlu memeriksa rute untuk keselamatan dengan petugas operasi penerbangan.

Memulai proyek pengembangan aplikasi adalah hal yang serupa: setelah Anda salah belok, semakin jauh Anda pergi, memperbaiki kesalahan menjadi semakin rumit . Cukup sering, tim tidak dapat sekadar membuat beberapa perubahan pada proyek dan harus melakukannya dari awal.
 
Statistik membuktikan: 31,1% proyek pembuatan perangkat lunak gagal dan 52,7% over budget akibat perencanaan yang buruk pada tahap awal. Dengan demikian, melakukan perencanaan sebaik mungkin dari awal sangat diperlukan.
 
rencana membuat aplikasi
 
Berikut adalah seperangkat langkah praktis untuk memulai proyek pembuatan aplikasi, disusun oleh Dr. Gordon Scott Gehrs dan Dr. Dorota Huizinga, dua profesor universitas dan konsultan bisnis dengan keahlian khusus di bidang komputasi, teknik, dan bisnis umum.

    Langkah # 1: Melakukan Analisis Kelayakan dan Kebutuhan Website
    Langkah # 2: Analisis dan Tentukan Requirement Document
    Langkah # 3: Gunakan Best Practices
    Langkah # 4: Desain
    Langkah # 5: Mengukur dan Melacak Perkembangan
    Langkah # 6: Pengembangan
    Langkah # 7: Otomatisasi
    Langkah # 8: Pengetesan
    Langkah # 9: Praktik Penerapan Bertahap

 
Tahapan-tahapan berikut ini juga dilakukan SoftwareSeni untuk mewujudkan kesuksesan proyek pembuatan aplikasi web, fokus pada kemungkinan dan hambatan selama proyek berlangsung, serta menghindari unbudgeted expenses atau potensi kegagalan.
 

Langkah 1 : Analisa Kelayakan dan Kebutuhan Website

Menurut Dr. Gehrs, langkah pertama yang paling penting adalah mewawancarai para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mencari tahu apakah ada kebutuhan khusus, mengidentifikasi kebutuhan yang tepat, dan menentukan apakah proyek yang diusulkan dapat memberikan pembuatan aplikasi seperti yang diharapkan. “Sering kali, ini adalah titik di mana studi ROI akan dilakukan untuk menentukan biaya dan manfaat proyek,” kata Dr. Gehrs.
 
Konsep awal yang matang merupakan sebuah langkah awal yang tepat ketika akan membuat sebuah aplikasi atau website. Penting untuk menganalisa arah, tujuan, dan sasaran pelanggan dari bisnis yang dibangun sebelum akhirnya dapat melangkah ke tahap selanjutnya. Semakin matang dalam menganalisa konsep awal, semakin mudah bagi pemilik bisnis untuk melakukan pengembangan.
 

Langkah 2 : Siapkan requirement documents yang akan menjadi kompas utama dari pengerjaan proyek

Langkah berikutnya untuk menentukan persyaratan (requirement), Dr. Gehrs percaya analisis yang tepat harus terdiri dari wawancara dengan end users dan pihak yang terkait oleh sistem aplikasi web baru. Selain itu, tinjauan menyeluruh dan pemahaman yang mendalam tentang dokumen pengguna, aturan bisnis, serta proses adalah kunci untuk menentukan fitur dan fungsionalitas yang akurat dan diperlukan. Ini adalah langkah yang signifikan dalam proses pengembangan dan titik di mana ruang lingkup proyek yang diuraikan dalam dokumen dan rincian persyaratan produk aplikasi web akan diproduksi.
 
Dr. Huizinga mencatat pentingnya memiliki infrastruktur teknologi sebelum memulai proyek pembuatan aplikasi berbasis web, yang meliputi:

  • Desktop untuk pengembangan dengan integrated development environment yang canggih.
  • Server dengan sistem manajemen konfigurasi untuk versi kontrol dan pelacakan dokumen.
  • Staging server untuk pengujian integrasi dan server produksi untuk penyebaran produk akhir.
  • Alat pelacakan persyaratan/tugas/kecacatan.
  • Sistem pembuatan otomatis.
  • Alat pengujian regresi.
  • Sistem pelaporan otomatis.

“Berinvestasi dalam infrastruktur yang tepat amat penting dan menguntungkan dalam waktu yang relatif cepat,” tegas Dr. Huizinga. Ada tiga elemen utama yang disediakan oleh infrastruktur yang tepat:

  • Produk dan visibilitas proyek
  • Otomasi tugas repetitive namun penting
  • Fasilitas kolaborasi

 
Tetapi bagaimana jika Anda tidak memiliki infrastruktur yang sangat diperlukan ini?
Anda dapat menghubungi penyedia jasa pembuatan aplikasi web (software house). Memilih software house tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Anda harus mempertimbangkan aspek-aspek ini dalam menentukan keputusan dan menghindari risiko kegagalan proyek.
 
Setelah menemukan penyedia jasa pembuatan aplikasi web yang kompeten, Anda akan sangat terbantu dalam menciptakan website dengan desain dan teknologi yang mengagumkan. Tentu hal ini bermula dari kematangan konsep bisnis Anda. Ungkapkan fitur-fitur apa saja yang ingin diterapkan dan kemudahan yang ingin diberikan kepada para pelanggan anda.
 
Semakin jelas spesifikasinya, semakin tepat solusi yang dapat diberikan oleh penyedia jasa pembuatan aplikasi web. Dengan begitu tim dari software house dapat membantu memahami apa yang Anda:

  • Inginkan. Anda sebagai pemilik bisnis mengetahui apa saja kebutuhan dan keinginan untuk aplikasi Anda, namun penyedia jasa pembuatan aplikasi web biasanya lebih tahu teknologi apa yang cocok dengan kebutuhan Anda.
  • Perlukan. Berdasarkan permintaan Anda, tim penyedia jasa pembuatan aplikasi web memperkirakan fungsi apa yang harus dilakukan oleh aplikasi dan bagaimana mereka dapat mewujudkannya.
  • Mampu. Bersama dengan Anda, tim penyedia jasa pembuatan aplikasi web menyusun anggaran yang diperlukan untuk proyek tersebut.

pembuatan aplikasi web
 

Langkah 3 : Gunakan Best Practices

Ketika menyusun proyek pembuatan aplikasi web, gunakan best practice yang umum diterapkan oleh tim Anda. Dr. Huizinga merekomendasikan metode Agile yang sesuai dengan ekosistem yang cepat berubah dan kemudahan dalam dokumentasi proses pengembangan aplikasi.
 
Metode Agile adalah metode yang umum dilakukan di proyek pembuatan aplikasi web. Keunggulan metode Agile bahkan diakui oleh Harvard Business Review dan McKinsey & Company. Tidak hanya industri IT, perusahaan logistik dan HRD bahkan juga menerapkan metode ini dalam proyek manajemen mereka.
 
Metode Agile adalah tentang Inovasi. Meskipun metode ini kurang bermanfaat operasional rutin, saat ini sebagian besar perusahaan beroperasi dalam lingkungan yang sangat dinamis. Mereka tidak hanya membutuhkan produk dan layanan baru, tapi juga inovasi dalam proses fungsional, mengingat betapa cepatnya penyebaran software tools baru. Perusahaan yang menciptakan ekosistem dimana metode ini dapat berkembang menemukan jika tim dapat berinovasi lebih di kedua kategori.
 
Selain itu, metode Agile sangat bergantung pada individu yang bersemangat. Salah satu prinsip intinya adalah, “Bangun proyek di sekitar individu yang termotivasi. Beri mereka lingkungan dan dukungan yang mereka butuhkan, dan percayakan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan”.
 
Agile membantu perusahaan beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang terus berubah. Metode ini meningkatkan kecepatan product delivery dengan biaya dan jadwal yang terprediksi karena durasi tetap. Namun yang terpenting, metode ini fleksibel saat harus mengubah keadaan, membantu untuk memahami apa yang paling penting untuk bisnis, dan berfokus pada keunggulan teknis dan desain yang solid.
 
Bermitra dengan penyedia jasa pembuatan aplikasi yang yang berpengalaman di Agile, yang mengetahui tren terbaru dan tahu cara bekerja secara dinamis, merupakan salah satu alternatif jika Anda belum familiar dengan metode Agile.
 

Langkah 4 : Pastikan Desain Anda Fungsional dan User Friendly

Dalam tahap desain, software architect, programmer, dan/atau developer dapat menyusun dokumen desain terperinci yang menguraikan dengan tepat bagaimana aplikasi akan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Dr. Gehrs merekomendasikan penggunaan maket (mock-ups) untuk menyertai dokumen desain sebagai cara untuk mengilustrasikan elemen antarmuka pengguna (user interface).
 
Saat proses desain, pastikan warna logo bisnis Anda akurat dengan memberikan color guides kepada desainer. Selain itu, brandings juga harus mendapatkan perhatian khusus. Identitas visual yang dibangun dalam website harus merepresentasikan values perusahaan secara keseluruhan.
 
iu webapp software house jakarta
 
Desain bukan hanya tentang membuat produk terlihat bagus, tapi tentang fungsi. 64% responden menyebutkan UX yang buruk sebagai alasan utama untuk jarang menggunakan aplikasi seluler. Pembuatan aplikasi web dengan UI/UX yang buruk membuat aplikasi menjadi slow load karena UI/UX berpengaruh pada script front-end yang digunakan. Orang-orang peduli tentang efisiensi, terutama ketika menyangkut produk yang mereka gunakan. Jika pengalaman itu buruk, mereka akan meninggalkan aplikasi begitu saja dalam hitungan detik.
 
Dengan mengadopsi pendekatan UI dan UX, Anda akan berhasil dalam memberikan solusi yang tepat dan memenuhi kebutuhan pengguna. Bisnis sebaiknya menggunakan hal ini sebagai elemen inti dari strategi perusahaan untuk merealisasikan nilai bisnis. Tidak cukup untuk menemukan penyedia jasa pembuatan aplikasi yang kuat secara teknologi. Cari penyedia yang memahami pentingnya pengalaman pengguna yang kuat secara keseluruhan dan mampu mengerjakannya dengan baik.
 
Saat mengembangkan aplikasi, SoftwareSeni mempertimbangkan preferensi klien dan tim desain kami untuk menciptakan style produk, bekerja dengan bentuk, warna, font, tata letak untuk mencapai tampilan dan nuansa yang diinginkan. Namun, antarmuka pengguna yang canggih dan sempurna akan kalah jika dibandingkan dengan antarmuka intuitif yang sederhana. Poin kuncinya adalah persepsi pengguna (user), interaksi dan kenyamanan dalam penggunaan (user experience). Kombinasi interaksi dan desain grafis menghasilkan desain yang memukau yang ditampilkan di desktop, smartphone, dan tablet.
 

Langkah 5 : Mengukur dan Melacak Perkembangan

“Tanpa infrastruktur teknologi yang tepat, sulit untuk mengumpulkan dan mengukur pencapaian proyek. Akibatnya, proyek-proyek perangkat lunak tidak dapat dikelola secara efektif,” kata Dr Huizinga. Indikator proyek dapat membantu identifikasi potensi atau masalah yang ada, sehingga memungkinkan mereka untuk ketahui dan diperbaiki secara tepat waktu. Ketika diamati selama periode yang panjang, catat Dr. Huizinga, indikator dapat digunakan untuk menentukan kualitas produk dan kesiapan saat deployment.
 
Identifikasi indikator atau matriks perangkat lunak berfungsi untuk melacak perkembangan proyek pembuatan aplikasi, menetapkan sasaran, dan mengukur kinerja tim. Matriks perangkat lunak harus memiliki beberapa karakteristik, seperti:

  • Sederhana dan dapat dihitung
  • Konsisten dan tidak ambigu (obyektif)
  • Gunakan unit pengukuran yang konsisten
  • Independen dari bahasa pemrograman
  • Mudah dikalibrasi dan mudah beradaptasi
  • Mudah dan hemat biaya
  • Mampu divalidasi untuk akurasi dan reliabilitas
  • Relevan dengan pengembangan produk perangkat lunak berkualitas tinggi

 

Langkah 6 : Pengembangan

Pada tahap pengembangan, dokumen desain diterjemahkan menjadi sebuah software. Desain awal logika sistem dari kerja frontend dan backend diperiksa, apakah semua blok utama akan berfungsi dengan benar secara bersamaan. Pada saat itu, tim telah mengetahui sistem operasi, bahasa, komponen hardware, dan lain-lain.
 
Ketika perencanaan yang matang telah dilaksanakan, aplikasi akan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Dr. Gehrs menunjukkan bahwa siklus pengembangan dapat menghasilkan beberapa versi aplikasi:

  • Alfa: fitur/fungsi awal saja.
  • Beta: digunakan untuk pengujian internal atau pengujian kegunaan.
  • Release Candidates: aplikasi yang stabil, tapi mungkin memerlukan tweak kecil.
  • Gold Master: siap dirilis.

 
Pada tahap ini, peran manajer proyek sangat signifikan. Mereka perlu umpan balik tentang pengalaman navigasi pengguna, waktu penyelesaian tugas, kemudahan penggunaan, dan informasi lain yang terkait dengan antarmuka dan elemen yang berpusat pada pengguna.
 
software house jakarta web app

Langkah 7 : Otomatisasi

Langkah penting lainnya adalah memastikan otomatisasi tugas yang berulang-ulang (repetitive tasks):
Kode dibuat;

  • Pemindaian analisis kode statis;
  • Tes regresi;
  • Koleksi proyek, produk, dan tindakan terkait

 
Dr. Huizinga percaya bahwa mengambil langkah-langkah tersebut mengurangi pengaruh manusia yang rawan kesalahan ketika aplikasi diimplementasikan. Ini juga memfasilitasi penggunaan best practice dan pengumpulan data yang terkait dengan proyek. Semua tugas yang berulang dan standar harus diotomatisasi kapan pun, di bagian mana pun dari siklus hidup perangkat lunak.
 

Langkah 8 : Pengetesan

Tahap selanjutnya adalah pengetesan. Pengetesan tidak hanya untuk membuat aplikasi ‘bekerja’ tapi juga ‘sempurna’. Setiap desain bug diperhatikan dan diselesaikan. Mengikuti aturan sederhana: semakin banyak pengetesan yang dilakukan, semakin sedikit kesalahan dan penolakan user pada aplikasi.
 
Tim developer telah melakukan banyak uji coba dari proses awal pembuatan, bekerja sama dengan tim Quality Assurance (QA) profesional. Namun sebagai pemilik bisnis, sangat dianjurkan anda juga melakukan pengujian di staging sebelum dirilis ke publik.
 
Lakukan pengecekan menggunakan metode cross browser. Gunakan sebanyak mungkin browser untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Selain itu, lakukan selalu pengecekan dari sisi mobile view. 5 miliar orang kini memiliki koneksi seluler. Kemungkinan paling besar, pelanggan Anda menggunakan aplikasi dari telepon seluler mereka. Kunci dari proses ini adalah dengan menempatkan diri Anda sebagai pemilik bisnis sekaligus pelanggan untuk mendapatkan aplikasi yang sesuai ekspektasi.
 

Langkah 9 : Praktik Penerapan Bertahap

Praktik implementasi bertahap sangat penting untuk kesuksesan aplikasi. Proyek pembuatan aplikasi web sejatinya adalah proses tiada henti. Selalu ada perubahan dalam sistem organisasi dan teknologi yang digunakan. Memiliki pendekatan yang sistematis untuk menghadapi perubahan yang pasti sangat diperlukan.
 
Pembaharuan dilakukan secara konsisten untuk memperbaiki mutu aplikasi, baik dari segi teknologi, tampilan, maupun konten. Dalam proses ini, Anda dapat meminta bantuan pada penyedia jasa pembuatan aplikasi web agar Anda dapat fokus pada kegiatan ini bisnis Anda.
 
membuat web app software house jakarta
 
Memahami pentingnya peran proyek manajer dan proses pengembangan yang dipersiapkan dengan baik, bisa saja menjadi satu-satunya keunggulan kompetitif perusahaan di pasar yang semakin kompetitif. Ini adalah senjata rahasia utama untuk memenangkan bisnis dan memberikan aplikasi yang user-friendly.
 
Saat pertama menggunakan aplikasi atau membuka situs web, pengguna sadar atau tidak sadar mengevaluasi desain visual. Efek dari kesan pertama sangat kuat, ini yang menjadi fokus utama UX. Membuat aplikasi atau situs web lebih dari sekedar desain yang cantik, tapi juga cara kerja aplikasi yang bertujuan untuk memecahkan masalah pengguna dengan efisien. Desain terbaik didasarkan pada pemahaman perilaku dan cara berpikir pengguna. Membuat aplikasi web maupun seluler membutuhkan keterampilan dan pengalaman kreatif dari kerja sama antara desainer dan software developer.
 
Oleh karena itu, kombinasi bijaksana dari penampilan dan pengalaman pengguna mengarah pada kesuksesan produk aplikasi. Apakah Anda memerlukan desain situs web yang menarik atau Anda akan membuat aplikasi iOS atau Android? Tim desainer grafis dan software developer kami dapat bekerja sama untuk menembus batas-batas kemungkinan. Di SoftwareSeni, kolaborasi desain dan teknologi yang kami miliki memungkinkan untuk menghasilkan website, aplikasi web & seluler yang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *