SoftwareSeni Logo

Mengapa Design System Produk Digital Dibutuhkan?

January 15, 2019

SoftwareSeni

Apakah ‘ Design System Produk Digital ’ hanyalah salah satu dari istilah trend dalam pengembangan product digital? – ‘Design Sprints’, ‘Agile’,‘Stand Up’,‘Lean

Design system produk digital lebih dari sekadar buzzword atau kata kunci yang berulang kali disebut di setiap blog desain. Design system dapat menjamin produk digital Anda dibuat dengan konsistensi, perampingan proses desain dan development, dan meningkatkan produktivitas. Maka, tidak heran jika perusahaan-perusahaan besar seperti Atlassian, Dropb x, AirBnb, Shopify, dan Audi berinvestasi dalam design system. Hal yang disebut di atas adalah sedikit value yang dimiliki design system untuk bisnis Anda.

Ada begitu banyak aspek inovasi di design system produk digital yang membuat banyak orang membicarakan topik ini. Beberapa alasan mengapa topik ini begitu populer, antara lain:

  • Developer tidak ingin mengulang pekerjaan yang sama di media yang berbeda.
  • Perusahaan ingin menjadi lebih efisien.
  • Desainer dan pemilik bisnis ingin produk digital yang mereka kerjakan menjadi lebih cepat, lebih mudah diakses, dan terlihat estetis.

Semua hal di atas adalah masalah umum yang dihadapi dunia teknologi, sehingga mendorong kita untuk terus berinovasi, mengembangkan teknologi baru, mencari sistem kerja yang paling efisien dan metode baru untuk meningkatkan kualitas desain.

Ada banyak inovasi di dunia digital yang lahir dari kebutuhan. Artinya, kita perlu menemukan solusi untuk melakukan sesuatu dengan lebih subtil, lebih efisien untuk menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.

Dalam dunia desain digital, konsep ini semakin relevan setiap hari.

Design system adalah satu konsep dan tools yang dapat digunakan oleh developer, designer, dan CEO untuk meningkatkan kecepatan proses desain dan memastikan produk dirancang dengan koheren.

Tetapi apakah yang dimaksud dengan design system?

Nah, jika Anda datang ke sini untuk mengajukan pertanyaan itu, Anda berada di tempat yang tepat.

Artikel ini akan menjelaskan apa itu design system dan bagaimana itu bisa menguntungkan bagi produk digital impian Anda. Kami harap artikel ini akan memudahkan Anda untuk lebih memahami design system beserta manfaatnya.

Design System Produk Digital: Apa, Bagaimana dan Mengapa Produk Digital Anda Membutuhkannya?

Bekerja dalam pengembangan dan desain perangkat lunak, kami sering diminta untuk mengirimkan solusi satu kali. Terkadang kami bekerja dalam batasan waktu dan kadang-kadang kami belum menyetujui jalur ke depan. Solusi satu kali ini pada dasarnya tidak buruk, tetapi jika mereka tidak dibangun di atas fondasi yang kuat, kami akhirnya harus membayar hutang teknis dan desain yang masih harus dibayar.

Bahasa visual seperti bahasa lainnya. Kesalahpahaman muncul jika bahasa tersebut tidak dibagikan dan dipahami oleh semua orang yang menggunakannya. Ketika sebuah produk atau tim tumbuh, tantangan dalam modalitas ini bertambah.

Desain selalu sebagian besar tentang sistem, dan cara membuat produk dengan cara yang terukur dan berulang. Dari warna Pantone hingga sekrup Philips, sistem ini memungkinkan kami untuk mengelola kekacauan dan menciptakan produk yang lebih baik. Produk digital mungkin merupakan lahan yang paling subur untuk menerapkan sistem ini, namun tidak sering dianggap sebagai prioritas.

Sistem desain terpadu sangat penting untuk membangun lebih baik dan lebih cepat; lebih baik karena pengalaman yang kohesif lebih mudah dipahami oleh pengguna kami, dan lebih cepat karena memberikan kita bahasa yang sama untuk digunakan.

Apa itu Design System?

Design system adalah investasi. Banyak perusahaan tidak mempekerjakan orang untuk fokus pada design system sampai akhirnya mereka terlambat untuk menyadarinya”- kata Diana Mounter dari GitHub dalam presentasinya yang fantastis tentang design system.

Jika branding value produk digital Anda fokus pada:

  • Pengalaman pengguna (user experience) yang dibuat dengan baik
  • Environment yang konsisten dan mudah digunakan untuk para desainer
  • Problem-solving yang solid dan serbaguna

Maka design system adalah pekerjaan yang harus juga Anda atur.

Design System – sebuah sistem untuk mendesain?

Tanpa membuka kamus mari kita coba mendefinisikan kedua kata ini:

Desain: Seni membuat dan mengatur gambar, bentuk, dan warna untuk menciptakan sesuatu yang menarik secara visual dan/atau fungsional.

Sistem: Serangkaian hal yang bekerja bersama secara harmonis; keseluruhan yang kompleks.

Dari definisi dua kata ini, apakah Anda sudah dapat menebak apa itu design system?

Design system terdiri dari dua hal: library dan dokumentasi. Aset visual Anda, logo, font, warna. Design system juga mencakup komponen UI, dokumentasinya, dan code snippets untuk memudahkan developer menggunakannya di seluruh produk yang ada.

Ini adalah aturan, batasan, dan prinsip yang diterapkan dalam desain dan kode.

Elemen-elemen ini berlaku untuk semuanya – warna, tipografi, spasi, dan tata letak. Menariknya, design system juga harus mencakup elemen-elemen non-visual seperti nada suara, kosa kata, tata bahasa, dan isyarat audio.

Semua komponen ini dirancang secara terpisah, tetapi disatukan untuk menciptakan satu produk yang koheren.

Konsep ini dapat dibandingkan dengan desain front-end dan back-end. Jadi, di satu sisi kita memiliki semua komponen yang dapat digunakan kembali ini (yang bersifat visual), dan di sisi lain kita memiliki code snippets dari elemen-elemen tersebut, dan dengan demikian mereka dapat digunakan oleh developer.

Mari kita pahami dengan lebih seksama lagi:

Di dalam design system selalu ada standar yang harus dipatuhi ketika mendesain, misalnya, ikon default pengguna. Tidak ada aturan baku tentang bagaimana tampilan visual ikon tersebut, (ini bergantung pada kreativitas desainer Anda) tetapi design system Anda menunjukkan proses yang harus diikuti untuk membuatnya.

Sederhananya, design system terdiri dari elemen visual Anda (dan non-visual) serta proses yang dapat diubah.

Perlu dicatat bahwa design system yang baik juga mencakup konvensi penamaan, struktur file, dan ‘formalitas’ lainnya yang bekerja di lingkungan digital.

Karena tujuan utamanya adalah untuk mempercepat dan menyederhanakan cara desainer bekerja – ini juga mencakup banyak prosedur manajemen file.

Jadi design system produk digital bukanlah hasil, tapi seperangkat set hasil, yang akan terus berkembang dengan produk, tools dan teknologi baru.

Seperti yang dijelaskan Jina Anne dengan sempurna dalam konferensi ini, Sistem ini terdiri dari elemen-elemen fisik dan non-fisik:

  • Tools untuk designer & developer, pattern, komponen, guidelines..
  • Tetapi juga – dan seringkali merupakan hal yang paling sulit untuk dicapai – beberapa elemen abstrak seperti brand values, cara kerja yang sama, pola pikir, prinsip bersama..
 

Style Guide atau Pattern Library: Apa Bedanya?

Style guide dan pattern library hanyalah beberapa hasil dari design system produk digital.

Style guide – seperti namanya (panduan gaya) – fokus pada gaya grafis (warna, font, ilustrasi …) dan penggunaannya.

Pattern library mengintegrasikan komponen-komponen fungsional dan penggunaannya.

Sebagian besar design system saat ini mengandung keduanya, seperti Shopify misalnya yang sebagai satu tab “Visuals” untuk Style Guide mereka, dan satu tab “Components” untuk Pattern Library.

Shopify — Polaris : Style guide & Pattern library

 

style guide dan design system adalah skalabilitas dan dinamika yang disebut terakhir.

Sementara style guide bersifat statis dan tertutup, design system bersifat dinamis dan dapat diperluas. Berbeda dengan konsep kerja style guide yang meng-handover pekerjaan pada waktu tertentu, dalam design system kolaborasi antara desainer dan developer terus berlangsung.

Hal ini memberi kita kesimpulan sederhana: design system mendukung agile methodology, sedangkan style guide tampaknya lebih cocok dengan waterfall approach. Karena itu, ini memungkinkan perusahaan untuk menghemat banyak waktu dan uang.

Apa itu Design System yang baik?

Design system yang baik tentu saja tergantung pada eksekusi akhir produk digital Anda, tetapi secara garis besar berikut ini yang membuat design system yang baik:

  • Dokumentasi ringkas dan rapi.
  • Aturan dan pedoman yang mudah dimengerti.
  • Alasan yang jelas tentang mengapa keputusan tertentu dibuat (contoh yang baik dari konsepsi ini adalah design system Bulb, yang memiliki alasan di balik setiap komponen dan memberi konteks mengapa keputusan tertentu dibuat – mayoritas didukung oleh user research)
 

Bagaimana Memulai Proses Design System Produk Digital?

Tujuan utama dari design system adalah untuk memfasilitasi dan mempermudah pekerjaan tim. Maka, pertanyaan pertama yang perlu Anda tanyakan pada diri sendiri bukanlah “Apa yang harus saya masukkan ke dalam Design System saya?”, tetapi “Siapa yang akan menggunakannya dan bagaimana?”.

Setelah target ditentukan dan Anda memiliki gagasan pertama tentang apa yang sudah ada di perusahaan (Apa yang bekerja atau tidak? Tingkat kematangan tim tentang subjek ini? Apa alat yang ada? …), itu akan lebih mudah untuk mengetahui harus mulai dari mana.

#1 Tujuan dan shared values

 

Kemana kita akan pergi? Mengapa? Dan bagaimana?

Sebelum memulai apapun, penting untuk menyelaraskan tim di serangkaian tujuan yang ditetapkan bersama. Hal ini membantu dalam membangun visi dan memastikan semua orang bekerja ke arah yang sama. Sasaran ini akan berkembang seiring waktu dan hal itu normal. Anda hanya harus memastikan bahwa perubahan dikomunikasikan secara efektif.

Terkait shared values, hal-hal tersebut adalah cita-cita ideal yang akan memandu pilihan Anda, sesuai dengan tujuan brand. Anda perlu memastikan bahwa apa yang desain produk digital Anda tidak melenceng dari key values ini. Selain brand dan product values, Anda juga dapat menentukan team values yang harus dimiliki tiap anggota tim agar memiliki visi yang sama.

Poster-poster tim ASH dibuat untuk core values mereka

 

#2 Prinsip desain

Design Principles: Kumpulan prinsip dan metode desain

 

“Prinsip-prinsip desain adalah pustaka panduan yang membantu tim untuk mencapai tujuan produk dengan desain.”

Prinsip-prinsip itu akan membantu tim dalam membuat keputusan desain yang signifikan.

Contohnya, Medium. Salah satu prinsip desain mereka adalah “direction over choice”. Berkat prinsip itu, alih-alih merancang editor teks biasa dengan pilihan warna dan font yang tidak terbatas, mereka memilih yang jauh lebih sederhana. Itu memungkinkan penulis untuk fokus pada konten artikelnya daripada aspek visualnya.

Prinsip desain harus mengarahkan keputusan yang diambil untuk pilihan desain.

 

#3 Identitas & bahasa brand

Identitas brand shopify

Identitas brand harus sejalan dengan strategi dan tujuan brand. Alla Kholmatova menyebut tentang “pola perseptual” sebagai berikut:

  • Warna
  • Font
  • Spasi
  • Bentuk
  • Ikon
  • Ilustrasi
  • Foto-foto
  • Animasi
  • Suara dan nada
  • Bunyi

Ini adalah titik awal yang baik tetapi itu tidak cukup untuk mengartikulasikan tujuan brand dalam bentuk visual.

Kita harus melangkah lebih jauh untuk menggunakan list tersebut untuk menulis beberapa kata dan kemudian mengaitkan kata-kata ini untuk mendapatkan kalimat yang masuk akal.

Elemen-elemen dalam brand akan membutuhkan beberapa aturan, tata bahasa dan konjugasi sistem. Dalam design system, hal itu diwujudkan oleh pedoman, do’s & don’ts serta contoh penggunaan.

Contoh Pedoman Identitas ©Backelite

Ini akan memastikan tim desain menggunakan kombinasi yang tepat dari sistem bahasa ini, karena sistem inilah yang membuat brand menjadi unik dan mudah dikenal.

#4 Komponen & pattern

Komponen & pattern (pola) berada di jantung sistem. Semua elemen yang disebutkan sebelumnya akan membantu kita untuk membuat dan memberi pengalaman yang konsisten.

Komponen-komponen itu seperti blok LEGO. Mereka digunakan di proses sketsa oleh desainer, dan coding oleh developer. Fungsi mereka harus ditentukan sebelumnya.

Adapun pola, mereka adalah instruksi pengembangan yang memungkinkan Anda untuk menggunakan komponen-komponen secara logis dan konsisten, di semua platform produk digital.

Pada gambar di bawah ini, kita dapat dengan jelas melihat bahwa komponen akan ditentukan dengan dokumentasi teknis dan fungsional, sedangkan sebuah pola akan memberi rekomendasi tentang cara menggunakannya:

Pattern vs component ©Nathan Curtis

 

Best Practice

Selain dokumentasi, yang sering dikaitkan langsung dengan design system produk digital, adalah best practice yang akan menggiring pola kerja tim dengan cara yang lebih masif dan luas.

Caranya adalah dengan menggali best practices yang ada, dan mengimplementasikan hal-hal yang paling logis, berdasarkan produk dan tingkat keterampilan tim.

Best practice akan membantu tim untuk membentuk dan mengembangkan keterampilan teknis mereka.

“How to” dalam Design System BBC

 

Design System seperti apa yang tepat untuk tim Anda?

Hampir tidak ada pembakuan design system karena setiap tim mungkin saja memiliki sistem yang khas dan berbeda dari yang lain. Untuk menentukan sistem apa yang paling tepat, ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Berapa banyak orang yang akan menggunakan sistem ini?
  • Apa latar belakang mereka dan apakah mereka cukup kompeten dalam hal ini?
  • Berapa banyak produk yang harus diselaraskan? Pada berapa banyak platform?
  • Berapa banyak teknologi yang digunakan (Angular, React, dll)?
  • Berapa tingkat konsistensi yang diinginkan untuk seluruh produk digital Anda?

Semua jawaban dari pertanyaan diatas akan membantu Anda untuk menentukan jenis design system yang paling tepat.

Dalam bukunya, Alla Kholmatova memberi kita beberapa pandangan:

Strict atau loose?

Kanan: airbnb / Kiri: Ted

  strict) memiliki dokumentasi yang komprehensif dan terperinci, serta sepenuhnya sinkron antara desain dan development. Akan ada proses ketat untuk memperkenalkan pattern baru dalam Sistem. Sistem yang ketat harus ekstensif untuk mencakup banyak kasus yang mungkin dihadapi tim.

Sistem yang longgar/fleksibel (loose) menyisakan lebih banyak ruang untuk eksperimen. Sistem menyediakan kerangka kerja bagi tim sambil menjaga kebebasan untuk berekspresi. Desainer dan developer bebas mau menggunakannya atau tidak, terkait dengan kebutuhan khusus mereka untuk produk yang sedang dibuat.

Sebaiknya, Anda menemukan keseimbangan yang tepat antara strict dan loose: sistem yang sangat ketat mungkin membuat desainer dan developer yang tidak suka menggunakannya. Disisi lain, masih bisakah kita membahas design system jika itu terlalu longgar?

Modular atau integrated?

Modular vs integrated systems ©Alla Kholmatova

 

Sistem modular berisi komponen-komponen yang reusable dan interchangeable. Sistem ini cocok untuk project dengan skalabilitas tinggi dan yang harus beradaptasi dengan berbagai kebutuhan user. Kekurangannya adalah sistem ini seringkali sulit untuk diimplementasikan karena sulit membuat modul yang bisa bekerja secara auto sekaligus mumpuni.

Sistem modular sangat cocok untuk produk digital dengan skala besar seperti website e-commerce, keuangan, dan pemerintah. Untuk bekerja dengan sistem modular, akan sangat menyenangkan jika dilandasi prinsip atomic design.

Sistem terintegrasi (integrated) fokus pada satu konsep unik. Terdiri dari komponen-komponen namun tidak interchangeable. Sistem ini cocok untuk produk digital yang tidak perlu komponen repetitif, tapi memiliki program kampanye artistik yang kerap berubah (portofolio, showcases, marketing campaign, dll).

Centralized atau distributed?

Bisnis yang bekerja dengan design system memiliki keuntungan di aspek evolusi dan skalabilitasnya. Dalam artikel ini, Nathan Curtis merinci berbagai jenis model. Ini adalah dua di antaranya:

Model mana untuk design system Anda: terpusat atau terdistribusi? © Nathan Curtis

 

Dalam model terpusat (centralized), satu tim bertanggung jawab atas sistem dan membuatnya berkembang. Tim ini hadir untuk memfasilitasi pekerjaan tim lain dan harus dekat dengan mereka, untuk memastikan bahwa sistem memenuhi sebagian besar kebutuhan mereka.

Dalam model terdistribusi (distributed), beberapa orang dari beberapa tim bertanggung jawab atas sistem. Adopsi sistem lebih cepat karena semua orang merasa terlibat, tetapi harus ada pemimpin tim yang bertugas untuk menjaga visi keseluruhan sistem.

Sebaiknya, ajak semua orang untuk berpartisipasi dan membuka ruang untuk saran agar sistem dapat terus ditingkatkan serta menciptakan rasa kepemilikan.

Mengapa Produk Digital Anda Butuh Design System?

Kebutuhan akan design system tumbuh seiring dengan kebutuhan akan skalabilitas, efisiensi, dan konsistensi dalam proses desain.

Bayangkan jika perusahaan Anda memiliki produk yang sudah berumur lama. Sangat mungkin jika anggota tim menciptakan ketidakkonsistenan dalam produk seiring waktu.

HubSpot melaporkan bahwa ketika mereka mengaudit setiap komponen desain yang mereka miliki, mereka menemukan +100 shades warna abu-abu, 6 tombol utama yang berbeda dan banyak inkonsistensi lainnya dalam UI mereka.

Hal itu bisa disebabkan oleh miskomunikasi atau ketidakkompakan antar anggota tim karena tidak adanya brief desain yang jelas. Selain itu, development produk digital di berbagai platform yang berbeda (website, seluler, tablet) dapat menciptakan ketidakkonsistenan tersebut, akibatnya menghasilkan user experience yang terpotong.

Design system bertujuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu dengan merapikan kerangka kerja.

Design system adalah turunan langsung dari Graphic Guide tetapi lebih sempurna dan lebih terintegrasi ke dalam alur kerja tim.

Design system membantu tim dengan memberi mereka cara yang lebih terstruktur dan terarah untuk menciptakan solusi untuk masalah produk digital mereka.

InVision Handbook mendefinisikan design system sebagai berikut:

Design system adalah kumpulan komponen yang dapat digunakan kembali (reuseable), dipandu oleh standar yang jelas, yang dapat dirakit bersama untuk membangun sejumlah aplikasi.”

Definisi tersebut menyoroti tiga prinsip utama design system:

Efisiensi: Alih-alih harus berulang kali membangun komponen yang sama dari awal, design system memungkinkan desainer & developer untuk menggunakan kembali komponen, dengan kata lain – meningkatkan efisiensi.

Konsistensi: Design system memperkenalkan seperangkat prinsip dan aturan bersama untuk membangun komponen. Hasilnya adalah lebih mudah untuk menciptakan pengalaman pengguna yang konsisten di berbagai platform.

Skalabilitas: Peningkatan efisiensi dan konsistensi memberi perusahaan kesempatan untuk membangun produk yang scalable.

Banyak perusahaan telah mendukung design system. AirBnB Design Language System membantu mereka menciptakan solusi dengan bahasa yang umum di antara para stakeholders. Perusahaan seperti IBM telah mengumumkan Carbon Design System mereka dibuka untuk publik, artinya desainer dan developer manapun dapat berkontribusi.

Beberapa Contoh

Jadi, kita telah mengetahui apa dan mengapa, mari kita lihat siapa dan bagaimana design system diimplementasikan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, banyak perusahaan digital memetik manfaat dari implementasi design system.

Siapa sajakah pelopor di bidang ini?

Airbnb

Siapa pun yang pernah menggunakan Airbnb untuk memesan akomodasi, pasti tidak asing dengan kemudahan dan tampilan cantik aplikasi ini.

Design system produk bekerja sama dengan tampilan desain produk sederhana untuk menghilangkan kecanggungan dalam pemesanan akomodasi. Di bawah ini, Anda dapat melihat contoh templat yang jelas dan ringkas yang digunakan Airbnb untuk aplikasi web based mereka.

Design system Airbnb sangat komprehensif. Di bawah ini, Anda dapat melihat aturan mereka tentang ukuran karakter, penggunaan warna dan spasi.

Airbnb memiliki design system kelas dunia, dan orang dapat langsung merasakan bahwa itu adalah bagian dari rencana departemen HR mereka.

Melalui berbagi aset mereka dengan masyarakat umum, juga kisah tentang bagaimana hal itu terjadi, mereka menunjukkan kesan yang menakjubkan bahwa AirBnB adalah tempat di mana keterampilan desainer akan dimanfaatkan dengan baik.

Design system yang hebat, sekaligus alat rekrutmen yang memikat!

Spotify

Spotify paham betul pentingnya design system. Sebagai sebuah software yang digunakan oleh orang yang sama lewat beberapa device, desainnya tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga konsisten.

Ketika designer lead Stanley Wood mengambil alih kepemimpinan pada tahun 2012, ia terkejut dengan kurangnya konsistensi komponen di seluruh produk Spotify.

Selama 12 bulan kemudian, langkah-langkah signifikan diambil untuk membuat design system Spotify, G.L.U.E (Global Language for a Unified Experience).

Jadi bagaimana Glue mengubah cara Spotify mendesain produk digital mereka?

“Alih-alih 2 desainer melihat hal yang sama dan secara tidak sengaja menciptakan solusi yang berbeda, design system menyediakan platform bersama untuk membuat, berkolaborasi, dan membangun hasil yang diinginkan.”

 

IBM

Dari semua perusahaan yang disebutkan dalam artikel ini, IBM adalah yang tertua.

Dan baru-baru ini, perusahaan “merasa perlu membangun fondasi untuk pedoman IBM dalam menerapkan desain”.

Dan mereka melakukannya dengan membangun IBM design language.

Gambar di atas hanyalah sedikit potret dari kekayaan sumber daya yang telah dibuat IBM untuk tim desain mereka.

 

design lead IBM mengatakan, “bukan hanya UI saja yang diperbarui,” kata Saylor. “Konsepnya, pada dasarnya, adalah untuk menyentuh pain point klien dan pengguna kami.”

Beberapa tahun kemudian, berkat tim desain dan IBM design language mereka, benefit datang dalam bentuk marketing dan sales.

Design system IBM adalah salah satu sumber yang paling mendalam dan komprehensif dalam bidang ini. Mereka hanya dapat disaingi oleh design system milik Google, Material Design.

Kesimpulan

Sekarang, Anda telah memiliki sedikit wawasan tentang apa itu design system dan bagaimana itu dapat bermanfaat bagi bisnis Anda.

  • Sebuah pedoman bagi para desainer dan developer, untuk memungkinkan mereka memiliki lebih banyak kontrol atas berbagai versi aplikasi.
  • Design system yang terencana dengan baik membantu memecahkan masalah umum yang dihadapi desainer.
  • Design system Anda dapat menciptakan user experience sebaik mungkin.

Selain itu, melihat bagaimana beberapa produk digital ternama memanfaatkan design system, seharusnya membuat Anda merasa termotivasi dan terinspirasi untuk membuatnya sendiri.

Banyak produk digital terus tumbuh dan berubah, demikian juga branding, pesan, dan pada akhirnya design system Anda.

Apa cara terbaik untuk memulai membangun design system Anda?

Jauh sebelum membuatnya, ada baiknya Anda melakukan audit UI/UX untuk menunjukkan komponen mana yang berfungsi dan mana yang tidak. Ini juga untuk memastikan bahwa setiap inkonsistensi dalam semua proses desain terungkap, dan Anda masih dapat menggunakan komponen yang berfungsi dengan baik.

Apa sajakah design system terbaik yang pernah Anda lihat? Apakah Anda memiliki kiat untuk membuat dan mengembangkannya sendiri?

Beri tahu kami di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *